<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574</id><updated>2011-11-28T09:26:21.566+08:00</updated><category term='Cinta'/><title type='text'>Nanank_Syamsa : FK Unhas 2003</title><subtitle type='html'>SELAMAT DATANG!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-9131246798524348692</id><published>2009-08-17T17:52:00.002+08:00</published><updated>2009-08-17T17:53:16.417+08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN SYOK</title><content type='html'>Syok adalah suatu keadaan hipoperfusi organ yang mengakibatkan disfungsi dan kematian seluler. Mekanisme ini mencakup terjadinya penurunan volume sirkulasi, penurunan curah jantung, dan vasodilatasi, yang terkadang menyebabkan terbentuknya shunt pada anyaman-anyaman kapiler. Gejalanya antara lain perubahan status mental, takikardi, hipotensi, dan oliguria. Penegakan diagnosis secara klinik melalui pengukuran tekanan darah. Penanganannya dengan pemberian cairan intravena, koreksi terhadap penyakit dasar, dan terkadang dibutuhkan vasopressor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI &lt;br /&gt;Defek mendasar yang terjadi pada syok adalah penurunan perfusi pada organ-organ vital. Sekali terjadi penurunan perfusi maka kadar oksigen tidak adekuat untuk metabolisme aerobik, sehingga sel-sel akan melakukan metabolisme anerobik disertai peningkatan produksi CO2 dan akumulasi asam laktat. Fungsi seluler mengalami penurunan, dan jika kondisi syok menetap, dapat terjadi kerusakan sel yang ireversibel bahkan kematian sel. &lt;br /&gt;Selama fase syok, akan terjadi perangsangan pada kaskade faktor-faktor inflamasi dan faktor-faktor pembekuan pada daerah yang mengalami hipoperfusi. Sel-sel endotel vaskular yang hipoksik akan mengaktifkan leukosit, yang akan terikat pada endotel dan secara langsung melepaskan substansi-substansi litik (seperti O2 reaktif dan enzim-enzim proteolitik) dan mediator-mediator peradangan (sitokin, leukotrin, tumor necrosis factor (TNF)). Beberapa mediator ini terikat pada reseptor-reseptor di permukaan sel dan mengaktifkan faktor nuklear Kappa B (NFkB), yang pada akhirnya akan merangsang produksi sitokin tambahan dan nitrit oksida (NO), suatu vasolidator yang poten. Syok septik dapat lebih bersifat proinflamatori dari bentuk-bentuk syok lainnya karena adanya peran toksin bakterial, khususnya endotoksin.&lt;br /&gt;Vasodilatasi pada pembuluh darah vena menyebabkan terjadinya bendungan darah dan hipotensi akibat hipovolemia relatif. Vasodilatasi lokal dapat menyebabkan terbentuknya shunt pada anyaman-anyaman kapiler, menyebabkan hipoperfusi fokal meskipun curah jantung dan tekanan darah dalam batas normal. Selain itu, kelebihan NO diubah menjadi peroksinitrit, suatu radikal bebas yang merusak mitokondria dan menurunkan produksi ATP. &lt;br /&gt;Aliran darah ke kapiler-kapiler darah berkurang meskipun aliran darah pada pembuluh darah besar telah berkompensasi pada kondisi syok septik. Obstruksi mekanik pada pembuluh-pembuluh darah kecil dapat membatasi transport substansi tertentu ke jaringan. Leukosit dan platelet melekat pada endotel, dan sistem pembekuan darah teraktivasi melalui pembentukan fibrin. &lt;br /&gt;Selama terjadi disfungsi sel endotel, berbagai mediator secara bermakna meningkatkan permeabilitas mikrovaskular, sehingga cairan, dan kadang-kadang protein plasma, dapat keluar dari lumen vaskular dan masuk ke ruang interstisial. Pada traktus gastrointestinal, peningkatan permeabilitas dapat menyebabkan translokasi bakteri enterik dari lumen ke dalam aliran darah, yang secara potensial akan menyebabkan penyebaran infeksi atau sepsis. &lt;br /&gt;Apoptosis neutrofil dapat dihambat, dan diikuti dengan peningkatan pelepasan mediator-mediator inflamasi. Pada sel-sel lain, apoptosis dapat meningkat, sehingga meningkatkan kematian sel dan memperburuk disfungsi organ. &lt;br /&gt;Tekanan darah tidak selalu rendah pada fase awal syok (meski demikian hipotensi dapat terjadi jika syok tidak tertangani). Sama halnya, tidak semua pasien yang memiliki tekanan darah rendah mengalami syok. Derajat dan konsekuensi hipotensi bervariasi sesuai dengan adekuat tidaknya kompensasi fisiologik dan penyakit pasien yang mendasari syok. Itulah sebabnya, syok derajat sedang dapat ditoleransi dengan baik pada pasien usia muda, sementara pada pasien arteriosklerosis yang tampak relatif sehat, mungkin saja akan menyebabkan disfungsi serebral, jantung, atau disfungsi renal berat.    &lt;br /&gt;Kompensasi : Pada dasarnya, ketika transport O2 mengalami penurunan, jaringan akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan persentase O2 di jaringan. Pada keadaan ini, intervensi yang dilakukan bertujuan mempertahankan saturasi O2 di vena campuran agar tetap berada di atas 30%. Tekanan arterial yang rendah akan merangsang respon adrenergik berupa vasokonstriksi pembuluh darah akibat aktivitas simpatik dan kadang terjadi peningkatan denyut jantung. Vasokonstriksi yang terjadi bersifat selektif, mengalirkan darah ke jantung dan otak. Amina-amina β-adrenergik dalam sirkulasi (epinefrin, norepinefrin) juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan merangsang pelepasan kortikosteroid dari glandula adrenal, rennin dari ginjal, dan glukosa dari hati. Peningkatan glukosa dapat meningkatkan aktivitas mitokondria yang rusak dan memproduksi asam laktat yang lebih banyak.   &lt;br /&gt;Reperfusi : Reperfusi pada sel-sel yang iskemik dapat menyebabkan kerusakan sel lebih lanjut.  Jika suatu substrat kembali dipaparkan, aktivitas neutrofil akan lebih giat dan meningkatkan produksi superoksida dan hidroksil radikal. Setelah aliran darah mengalami perbaikan, mediator-mediator inflamasi dapat dialihkan ke organ-organ lainnya.&lt;br /&gt;Sindrom disfungsi organ multiple (Multiple organ dysfunction syndrome (MODS)) : Kombinasi jejas langsung dan jejas sel akibat reperfusi dapat menyebabkan MODS---yaitu disfungsi progresif dari 2 atau lebih organ sebagai akibat dari suatu penyakit atau jejas. MODS dapat terjadi pada berbagai tipe syok tetapi paling sering terjadi pada syok yang terkait infeksi. Kegagalan organ merupakan salah satu manifestasi klinis pada syok septik. MODS juga terjadi pada &gt;10% pasien dengan jejas traumatik berat dan menjadi penyebab primer kematian pada pasien yang dapat bertahan lebih dari 24 jam. &lt;br /&gt;Berbagai sistem organ dapat dipengaruhi, tetapi yang lebih sering adalah paru-paru, di mana peningkatan permeabilitas membran menyebabkan edema alveoli akibat kebocoran kapiler. Hipoksia yang progresif dapat mengalami peningkatan resistensi terhadap pemberian O2 tambahan. Kondisi ini dikenal sebagai acute lung injury, atau jika berat, disebut sebagai Sindroma Distress Pernapasan Akut  (Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)). &lt;br /&gt;Ginjal mengalami gangguan jika perfusi ginjal menurun secara bermakna, menyebabkan nekrosis tubular akut dan insufisiensi renal, manifestasinya berupa oligouria dan peningkatan progresif kadar kreatinin serum. &lt;br /&gt;Pada jantung, penurunan perfusi koronaria dan mediator-mediator (termasuk TNF dan IL-1) dapat menurunkan kontraktilitas, memperburuk penurunan fungsi miokardial, dan mengganggu regulasi reseptor-β. Faktor-faktor ini menurunkan curah jantung, memperburuk perfusi miokardial dan perfusi sistemik, serta menyebabkan lingkaran setan yang dapat berakhir pada kematian. &lt;br /&gt;Pada traktus gastrointestinal, dapat terjadi perdarahan submukosa dan ileus. Hipoperfusi hepar dapat mengakibatkan nekrosis hepatoselular fokal atau ekstensif, elevasi transaminase, dan penurunan produksi faktor-faktor pembekuan. &lt;br /&gt;ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI&lt;br /&gt;Ada beberapa mekanisme hipoperfusi organ dan syok. Syok dapat terjadi akibat volume sirkulasi yang rendah (syok hipovolemik), vasodilatasi (syok distributif), penurunan primer volume curah jantung (syok kardiogenik dan dan syok obstruktif), atau kombinasinya. &lt;br /&gt;Syok hipolemik : Syok hipovolemik disebabkan oleh adanya penurunan bermakna pada volume intravaskular. Penurunan aliran balik vena (preload) menyebabkan penurunan volume pengisian ventrikel dan volume sekuncup. Jika tubuh tidak berkompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung, volume curah jantung akan menurun.&lt;br /&gt;Penyebab syok yang paling sering adalah perdarahan (syok hemoragik), biasanya akibat trauma, intervensi bedah, tukak peptik, varises esofageal, dan aneurisma aorta. Perdarahan dapat tampak nyata (misalnya hematemesis dan melena), atau tersembunyi (misalnya perdarahan pada kehamilan ektopik teranggu).&lt;br /&gt;Syok hipovolemik juga dapat terjadi akibat peningkatan kehilangan cairan tubuh selain darah (lihat Tabel 1. Syok dan Resusitasi Cairan : Syok Hipovolemik Akibat Kehilangan Cairan Tubuh)&lt;br /&gt;Tabel 1. Syok dan Resusitasi Cairan&lt;br /&gt;Syok Hipovolemik Akibat Kehilangan Cairan Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Kehilangan Cairan Mekanisme Kehilangan Cairan&lt;br /&gt;Kulit  Luka bakar akibat suhu atau bahan kimia, kehilangan cairan lewat pengeluaran keringat akibat paparan panas yang berlebihan &lt;br /&gt;Traktus Gastrointestinal  Muntah atau diare&lt;br /&gt;Ginjal &lt;br /&gt;Diabetes mellitus atau diabetes insipidus, insufisiensi adrenal, nefritis, fase poliuria setelah terjadi kerusakan tubular akut, dan penggunaan diuretik kuat&lt;br /&gt;Kehilangan cairan intravaskular ke ruang ekstravaskular  Peningkatan permeabilitas kapiler sekunder akibat imflamasi atau trauma, anoksia, henti jantung, sepsis, iskemik pada usus, atau pankreatitis akut&lt;br /&gt;Syok hipovolemik juga dapat terjadi akibat asupan cairan yang tidak adekuat (dengan atau tanpa peningkatan kehilangan cairan). Tubuh mungkin kekurangan air, dan keterbatasan atau gangguan status neurologis dapat mengganggu mekanisme terjadinya respon haus, atau gangguan fisik dapat mengganggu masuknya / absorbsi air oleh tubuh. Pada pasien rawat inap, hipovolemia dapat bersifat kompleks jika tanda-tanda awal insufisiensi sirkulasi disalahkenali sebagai gagal jantung dan cairan dibatasi atau diberikan diuretik. &lt;br /&gt;Syok distributif : Syok distributif terjadi akibat volume intravaskular yang relatif tidak adekuat karena vasodilatasi arteri atau vena, sementara volume total darah dalam sirkulasi masih normal. Pada beberapa kasus curah jantung tinggi, tetapi peningkatan aliran darah melalui pembentukan shunt arteriovenosa di anyaman kapiler menyebabkan hipoperfusi seluler (yang ditandai dengan penurunan konsumsi O2). Pada kondisi lain, terbentuk bendungan darah pada vena-vena besar dan volume curah jantung menurun. &lt;br /&gt;Syok distributif dapat disebabkan oleh reaksi anafilaksis (syok anafilaksis), infeksi bakterial dengan pelepasan endotoksin (syok sepsis), trauma atau jejas berat pada otak dan medulla spinalis (syok neurogenik), dan tidak sengaja menelan obat tertentu atau racun, seperti nitrat, opioid, dan beta bloker. Pada syok anafilaktik dan syok septik sering juga terjadi hipovolemia.&lt;br /&gt;Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif : Syok kardiogenik merupakan suatu kondisi di mana terjadi penurunan relatif atau absolut pada volume curah jantung akibat gangguan primer pada jantung. Faktor-faktor mekanik yang mempengaruhi pengisian dan pengosongan jantung atau pembuluh-pembuluh darah besar dapat menjelaskan terjadinya syok obstruktif. Penyebab-penyebab syok obstruktif dapat dilihat pada tabel 2. Syok dan Resusitasi Cairan : Mekanisme Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabel 2. Syok dan Resusitasi Cairan&lt;br /&gt;Mekanisme Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Mekanisme Penyebab&lt;br /&gt;Obstruktif  Pengaruh mekanik pada pengisian ventrikel  Tension pneumothorax,  kompresi vena kava, tamponade jantung, tumor atau bekuan darah pada atrium&lt;br /&gt; Pengaruh pada pengosongan ventrikel  Emboli pulmonal &lt;br /&gt;Kardiogenik Kontraktilitas miokardial terganggu  Infark miokardial atau MI, miokarditis, obat-obatan&lt;br /&gt; Abnormalitas ritme jantung Takikardia, bradikardia&lt;br /&gt; Kelainan atau gangguan struktural jantung  Regurgitasi mitralis atau aorta akut, ruptur septum intraventrikular, malfungsi katub prostetik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA DAN TANDA&lt;br /&gt;Letargi, kebingungan, dan somnolen merupakan gejala yang umum. Tangan dan kaki pucat, dingin, lembab, dan sering sianotik, demikian pula pada lobulus telinga, hidung, dan kuku. Waktu pengisian kapiler memanjang, kecuali pada syok distributif, kulit tampak kelabu atau kusam dan lembab. Diaforesis hebat dapat terjadi. Denyut nadi perifer melemah dan biasanya cepat, sering hanya denyut arteri femoralis dan arteri karotis yang teraba. Takipnea dan hiperventilasi juga dapat ditemukan. Tekanan darah dapat menurun (sistolik &lt;90 mmHg) atau tidak terukur; pengukuran langsung melalui pemasangan kateter intraarterial, yang dapat memberikan nilai yang lebih akurat atau lebih tinggi. Produksi urine menurun.    &lt;br /&gt;Syok distributif memiliki gejala-gejala yang serupa, kecuali kulit tampak kemerahan dan terasa hangat, terutama selama terjadi sepsis. Denyut nadi lebih sering teraba kuat daripada lemah. Pada syok septik, demam yang biasanya diawali dengan menggigil, merupakan gejala yang umum ditemukan. Pada beberapa pasien yang mengalami syok anafilaktik ditemukan urtikaria dan wheezing. Beberapa gejala lainnya (seperti nyeri dada, dispnea, dan nyeri abdomen) dapat terjadi akibat penyakit yang mendasari syok atau akibat kegagalan fungsi organ sekunder.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DIAGNOSIS &lt;br /&gt;Diagnosis biasanya berdasarkan manifestasi klinis yang ditemukan, berdasarkan adanya bukti insufisiensi perfusi organ (obtundasi, oligouria, sianosis periferal) dan tanda-tanda mekanisme kompensasi (takikardia, takipnea, diaforesis). Kriteria spesifik untuk mendiagnosis adalah adanya obtundasi, denyut jantung &gt;100x/menit, frekuensi pernapasan &gt;22x/menit, hipotensi (sistolik &lt;90 mmHg) atau penurunan tekanan sistolik sebesar 30 mmHg dari normal, dan produksi urine &lt;0,5 mL/kgBB/jam. Hasil pemeriksaan laboratorium yang mendukung diagnosis syok antara lain asam laktat &gt;3 mmol/L, defisit dasar &lt; −5 mEq/L, dan PaCO2 &lt; 32 mmHg. Namun demikian, tidak satupun dari hasil laboratorium ini yang bersifat diagnostik untuk syok. Akhir-akhir ini, penentuan PCO2 sublingual telah diperkenalkan sebagai pemeriksaan noninvasif dan cepat untuk mengetahui derajat beratnya syok. &lt;br /&gt;Diagnosis penyebab syok : Mengenali penyebab dasar syok lebih penting daripada mengklasifikasikan tipe syok. Seringkali penyebab syok sangat nyata atau dapat dikenali dengan cepat melalui anamnesis dan pemeriksaan fisis, ditunjang dengan pemeriksaan sederhana. &lt;br /&gt;Nyeri dada (dengan atau tanpa dispnea) dapat mengindikasikan suatu infark miokardial, diseksi aorta, atau emboli pulmonal. Bising sistolik dapat mengindikasikan suatu ruptur septum ventrikular atau insufisiensi mitralis dari infark miokardial akut. Bising diastolik dapat mengindikasikan suatu regurgitasi aorta akibat diseksi aorta yang melibatkan arkus aorta. Tamponade jantung dapat mengindikasikan suatu distensi vena jugular, dan denyut paradoksikal. Emboli pulmonal dapat menyebabkan syok, khususnya melalui penurunan saturasi O2 dan lebih sering terjadi pada kondisi khusus, termasuk pada tirah baring dalam jangka waktu lama dan setelah menjalani prosedur pembedahan. Pemeriksaannya meliputi elektrokardiografi, troponin I, foto polos dada, analisa gas darah, CT-scan paru, helical CT, dan/atau ekokardiografi.      &lt;br /&gt;Nyeri abdomen atau nyeri punggung atau nyeri tekan pada abdomen mengindikasikan suatu pankreatitis, ruptur aneurisma aorta abdominal, peritonitis, dan, pada perempuan usia produktif bisa jadi merupakan suatu kehamilan ektopik terganggu. Massa pulsatil abdomen pada linea mediana dapat merupakan suatu aneurisma aorta abdominal yang mengalami ruptur. Massa adneksa yang lunak dapat merupakan suatu kehamilan ektopik. Pemeriksaan khusus yang dapat dilakukan seperti CT-abdomen (jika pasien tidak stabil, pemeriksaan ultrasonografi bisa membantu), CBC, amilase, dan lipase, dan pada wanita usia produktif dapat dilakukan planotest.     &lt;br /&gt;Demam, menggigil, dan tanda-tanda fokal infeksi mengindikasikan suatu syok septik, khususnya pada pasien yang mengalami penurunan status imun. Pemeriksaan yang dapat dilakukan berupa foto polos dada, urinalisis, CBC, serta kultur daerah luka, darah, urine, dan cairan tubuh lain yang relevan. &lt;br /&gt;Pada beberapa pasien, penyebab dasar syok dapat tidak diketahui atau tersembunyi. Pasien tanpa tanda dan gejala-gejala fokal harus menjalani pemeriksaan elektrokardiografi, enzim jantung, foto polos dada, dan analisa gas darah. Jika hasil pemeriksaan ini normal, penyebab syok yang paling mungkin adalah kelebihan dosis obat, infeksi tersembunyi (termasuk syok toksik), dan syok obstruktif. &lt;br /&gt;Pemeriksaan Tambahan : Jika penyebab dasar syok belum diketahui, maka pemeriksaan elektrokardiografi, foto polos dada, CBC, elektrolit serum, BUN, kreatinin, PT, aPTT, tes fungsi hati, serta fibrinogen dan produk-produk fibrin dilakukan untuk memantau status pasien. Jika status volume pasien sulit dipastikan, maka dapat dilakukan pemantauan tekanan vena sentral (central venous pressure (CVP)) atau tekanan oklusi arteri pulmonal (pulmonary artery occlusion pressure (PAOP)). CVP &lt; 5 mmHg (&lt;7 cmH2O) atau PAOP &lt;8 mmHg mengindikasikan suatu hipovolemia. Meski demikian, nilai CVP dapat lebih besar pada pasien hipovolemia yang sebelumnya telah mengalami hipertensi pulmonal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN &lt;br /&gt;Syok yang tidak tertangani biasanya akan berakibat fatal. Bahkan meski mendapat penanganan, tingkat kematian pada syok kardiogenik akibat infark miokardial dan pada syok septik cukup tinggi (60 – 65%). Prognosisnya tergantung pada penyebab, penyakit yang menyertai atau komplikasi penyakit, waktu antara onset sampai diagnosis, serta penatalaksanaan yang cepat dan adekuat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penanganan Umum : Pertolongan pertama pada syok yaitu menjaga agar pasien tetap dalam keadaan hangat. Perdarahan dikontrol, jalan napas dan ventilasi dievaluasi, dan diberikan bantuan pernapasan jika diperlukan. Tidak ada obat-obatan yang diberikan secara oral, dan kepala pasien dipalingkan ke satu sisi untuk mencegah aspirasi jika pasien muntah. &lt;br /&gt;Penatalaksanaan dari awal harus berjalan simultan dengan evaluasi. Pada keadaan ini dibutuhkan pemberian bantuan oksigen menggunakan sungkup. Pada syok derajat berat atau jika ventilasi tidak adekuat, maka dibutuhkan intubasi dengan ventilasi mekanik. Dua kateter intravena (ukuran 16-18 G) dipasang pada vena perifer. Jika vena perifer tidak dapat diakses, khususnya pada anak-anak, maka dibutuhkan akses pada vena sentral atau dengan menggunakan jarum intraosseus. &lt;br /&gt;Pada umumnya, 1 L (atau 20 mL/kgBB pada anak) larutan fisiologis 0,9% diberikan melalui infus selama 15 menit. Pada perdarahan besar, cairan yang biasa digunakan adalah ringer laktat. Jika parameter klinik tidak kembali ke normal, maka pemberiann cairan harus diulang. Volume cairan yang lebih kecil (250–500 mL) digunakan pada pasien dengan tanda-tanda peningkatan tekanan sisi kanan (misalnya pada distensi vena leher) atau infark miokardial akut. Terapi cairan sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan tanda-tanda edema paru. Terapi cairan selanjutnya diberikan sesuai kondisi tertentu atau status pasien dan mungkin dibutuhkan pemantauan nilai CVP dan PAOP.&lt;br /&gt;Pasien yang mengalami syok harus mendapat perawatan ICU. Pemantauan status pasien meliputi elektrokardiografi, sistolik, diastolik, MAP, frekuensi dan adekuasi pernapasan, produksi urine melalui kateter buli-buli, suhu tubuh, dan status klinik meliputi sensorik (seperti GCS), volume nadi, suhu dan warna kulit. Pengukuran CVP, PAOP, dan termodilusi curah jantung menggunakan balloon-tipped pulmonary arterial catheter dapat membantu dalam penegakan diagnosis dan penanganan awal pasien syok yang penyebabnya tidak diketahui atau pada pasien dengan syok berat, khususnya jika disertai dengan oligouria atau edema paru. Pemeriksaan berkala analisa gas darah, hematokrit, elektrolit, kreatinin serum, dan asam laktat darah juga dibutuhkan. Pengukuran CO2 sublingual, jika tersedia, merupakan media pemantauan status perfusi viseral yang noninvasif.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena hipoperfusi jaringan menyebabkan terhambatnya absorbsi intramuskular, semua obat-obatan parenteral diberikan secara intravena. Pemberian opioid umumnya dihindari karena dapat menyebabkan vasodilatasi, tetapi nyeri hebat dapat teratasi dengan pemberian morfin 1-4 mg IV yang diberikan dalam waktu lebih dari 2 menit dan diulangi setelah 10-15 menit jika diperlukan. Meski demikian, hipoperfusi serebral dapat menyebabkan ansietas, dan pada keadaan ini sedatif atau transquilizer tidak rutin digunakan. &lt;br /&gt;Setelah resusitasi awal, penanganan spesifik ditujukan untuk mengatasi kondisi tertentu. Perawatan pendukung lainnya tergantung pada tipe syok. &lt;br /&gt;Syok Hemoragik : Pada syok hemoragik, kontrol perdarahan dengan prosedur bedah merupakan tindakan primer. Penggantian volume tubuh biasanya disertai dengan kontrol bedah. Transfusi darah dilakukan pada syok hemoragik yang tidak memberi respon setelah pemberian 2 L (atau 40 mL/kgBB pada anak-anak) kristaloid. Kegagalan respon terhadap terapi biasanya menandakan volume cairan yang diberikan belum mencukupi atau tidak dikenali selama perdarahan terus berlangsung. Pemberian agen-agen vasopressor tidak dianjurkan untuk penanganan syok hemoragik jika tidak disertai dengan syok kardiogenik, syok obstruktif, atau syok distributif.  &lt;br /&gt;Syok Distributif : Syok distributif yang disertai hipotensi setelah pemberian awal terapi cairan dengan larutan NaCl 0,9% dapat diatasi dengan pemberian inotropik atau agen vasopressor (seperti dopamine dan norepinefrin). Pasien dengan syok septik juga sebaiknya mendapat terapi sedikitnya dua antibiotik spektrum luas. Pasien dengan syok anafilaktik yang tidak memberikan respon terhadap terapi cairan (khususnya jika disertai dengan bronkokonstriksi)  dapat diberikan epinefrin 0,05-0,1 mg IV, diikuti dengan pemberian epinefrin melalui infus 5 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% dengan dosis 10 mL/jam atau 0,02 g/kgBB/menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabel 3&lt;br /&gt;Inotropik dan Katekolamin Vasoaktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat Dosis Efek Hemodinamik&lt;br /&gt;Norepinefrin   4 mg dalam 250 mL atau 500 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV, dengan dosis awal 5-12 g/menit, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 2-4 g /menit  -adrenergik : menyebabkan vasokonstriksi &lt;br /&gt;-adrenergik : efek inotropik dan konotropik &lt;br /&gt;Dopamin &lt;br /&gt;400 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV, dengan dosis 0,3 mL (0,25 mg) - 1,25mL (1 mg) per menit&lt;br /&gt; 2-10 g/kgBB/menit untuk dosis rendah&lt;br /&gt; 20 g//kgBB/menit untuk dosis tinggi -adrenergik : menyebabkan vasokonstriksi&lt;br /&gt;-adrenergik : efek inotropik dan konotropik, menyebabkan vasodilatasi&lt;br /&gt;Nonadrenergik : menyebabkan vasodilatasi renal dan splanknikus&lt;br /&gt;Dobutamin  250 mg dalam 250 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV dengan dosis 2,5–10 g/kgBB/menit -adrenergik : efek inotropik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syok Kardiogenik : Pada syok kardiogenik, gangguan struktural (seperti disfungsi valvular dan ruptur septal) merupakan kelainan yang memerlukan rekonstruksi bedah. Trombosis arteri koroner dapat ditangani baik dengan intervensi perkutaneus (angioplasti, stenting), bedah pintas arteri koroner, atau trombolisis. Takidisritmia (fibrilasi atrium rapid response, takikardi ventrikular) dapat diatasi dengan kardioversi atau dengan obat-obatan. Bradikardi dapat ditangani dengan menggunakan pemacu jantung transvenosa atau transkutaneus, pemberian atropin 0,5 mg IV sampai 4 dosis dalam 5 menit dapat menunda pemasangan alat pacu jantung. Isoproterenol (2 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% dengan dosis 1-4 μg/menit [0,25-1 mL/menit]) dapat digunakan jika atropin tidak efektif, tetapi tidak disarankan penggunaannya jika pasien menderita infark miokardial akibat penyakit arteri koroner. &lt;br /&gt;Syok setelah infark miokardial akut dapat ditangani dengan pemberian terapi cairan jika PAOP rendah atau normal; nilai PAOP 5–18 mmHg dianggap sebagai nilai optimal. Jika kateter arteri pulmonal tidak pada tempatnya, pemberian terapi cairan intravena (bolus 250–500 mL larutan NaCl 0,9%) dapat dicoba bersamaan dengan pemantauan auskultasi dada untuk mewaspadai tanda-tanda kelebihan cairan. Syok setelah infark miokardial ventrikel kanan biasanya memberi respon terhadap pemberian terapi cairan, meski demiakian agen-agen vasopressor tetap dibutuhkan. &lt;br /&gt;Pada hipotensi derajat sedang (misalnya MAP 70–90 mmHg), infus dobutamin dapat digunakan untuk meningkatkan curah jantung dan menurunkan tekanan pengisian ventrikel kiri. Takikardia dan aritmia biasanya terjadi selama pemberian dobutamin, khususnya bila dosis tinggi, maka dosisnya perlu dikurangi. Vasodilator (nitropusside, nitrogliserin), yang meningkatkan kapasitas vena atau menurunkan resistensi pembuluh darah sistemik, akan menurunkan beban kerja pada miokardium yang mengalami kerusakan dan dapat meningkatkan curah jantung pada pasien dengan hipotensi berat. Terapi kombinasi (misalnya dopamin atau dobutamin dengan nitropusside atau nitrogliserin) dapat digunakan, tetapi pasien harus dipantau dengan elektrokardiografi serta harus dijaga hemodinamik sistemik dan pulmonalnya. &lt;br /&gt;Untuk hipotensi yang lebih berat (MAP &lt;70 mmHg), norepinefrin atau dopamin dapat diberikan untuk mencapai target tekanan sistolik 80–90 mmHg (dan bukan &gt;110 mmHg). Balon intra-aorta sangat bermanfaat untuk mengatasi syok sementara pada pasien dengan infark miokardial akut. Prosedur ini dapat dipertimbangkan untuk mempermudah melakukan kateterisasi jantung dan angigrafi koroner sebelum dilakukan intervensi bedah pada pasien infark miokardial akut yang disertai komplikasi ruptur septum ventrikel atau regurgitasi mitralis akut berat yang membutuhkan tambahan terapi vasopressor selama &gt; 30 menit. &lt;br /&gt;Pada syok obstruktif, tamponade jantung membutuhkan tindakan perikardiosentesis secepatnya, yang dapat dilakukan di ruang perawatan. Tension pneumothorax harus segera dikompresi dengan menginsersikan kateter atau jarum ke ruang interkostal II pada linea midklavikularis. Emboli pulmonal masif dapat menyebabkan syok jika diberikan trombolisis atau dilakukan embolektomi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-9131246798524348692?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/9131246798524348692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=9131246798524348692&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/9131246798524348692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/9131246798524348692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2009/08/manajemen-syok_5712.html' title='MANAJEMEN SYOK'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-1350560214140218046</id><published>2009-08-17T17:50:00.003+08:00</published><updated>2009-08-17T17:51:08.845+08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN SYOK</title><content type='html'>Syok adalah suatu keadaan hipoperfusi organ yang mengakibatkan disfungsi dan kematian seluler. Mekanisme ini mencakup terjadinya penurunan volume sirkulasi, penurunan curah jantung, dan vasodilatasi, yang terkadang menyebabkan terbentuknya shunt pada anyaman-anyaman kapiler. Gejalanya antara lain perubahan status mental, takikardi, hipotensi, dan oliguria. Penegakan diagnosis secara klinik melalui pengukuran tekanan darah. Penanganannya dengan pemberian cairan intravena, koreksi terhadap penyakit dasar, dan terkadang dibutuhkan vasopressor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI &lt;br /&gt;Defek mendasar yang terjadi pada syok adalah penurunan perfusi pada organ-organ vital. Sekali terjadi penurunan perfusi maka kadar oksigen tidak adekuat untuk metabolisme aerobik, sehingga sel-sel akan melakukan metabolisme anerobik disertai peningkatan produksi CO2 dan akumulasi asam laktat. Fungsi seluler mengalami penurunan, dan jika kondisi syok menetap, dapat terjadi kerusakan sel yang ireversibel bahkan kematian sel. &lt;br /&gt;Selama fase syok, akan terjadi perangsangan pada kaskade faktor-faktor inflamasi dan faktor-faktor pembekuan pada daerah yang mengalami hipoperfusi. Sel-sel endotel vaskular yang hipoksik akan mengaktifkan leukosit, yang akan terikat pada endotel dan secara langsung melepaskan substansi-substansi litik (seperti O2 reaktif dan enzim-enzim proteolitik) dan mediator-mediator peradangan (sitokin, leukotrin, tumor necrosis factor (TNF)). Beberapa mediator ini terikat pada reseptor-reseptor di permukaan sel dan mengaktifkan faktor nuklear Kappa B (NFkB), yang pada akhirnya akan merangsang produksi sitokin tambahan dan nitrit oksida (NO), suatu vasolidator yang poten. Syok septik dapat lebih bersifat proinflamatori dari bentuk-bentuk syok lainnya karena adanya peran toksin bakterial, khususnya endotoksin.&lt;br /&gt;Vasodilatasi pada pembuluh darah vena menyebabkan terjadinya bendungan darah dan hipotensi akibat hipovolemia relatif. Vasodilatasi lokal dapat menyebabkan terbentuknya shunt pada anyaman-anyaman kapiler, menyebabkan hipoperfusi fokal meskipun curah jantung dan tekanan darah dalam batas normal. Selain itu, kelebihan NO diubah menjadi peroksinitrit, suatu radikal bebas yang merusak mitokondria dan menurunkan produksi ATP. &lt;br /&gt;Aliran darah ke kapiler-kapiler darah berkurang meskipun aliran darah pada pembuluh darah besar telah berkompensasi pada kondisi syok septik. Obstruksi mekanik pada pembuluh-pembuluh darah kecil dapat membatasi transport substansi tertentu ke jaringan. Leukosit dan platelet melekat pada endotel, dan sistem pembekuan darah teraktivasi melalui pembentukan fibrin. &lt;br /&gt;Selama terjadi disfungsi sel endotel, berbagai mediator secara bermakna meningkatkan permeabilitas mikrovaskular, sehingga cairan, dan kadang-kadang protein plasma, dapat keluar dari lumen vaskular dan masuk ke ruang interstisial. Pada traktus gastrointestinal, peningkatan permeabilitas dapat menyebabkan translokasi bakteri enterik dari lumen ke dalam aliran darah, yang secara potensial akan menyebabkan penyebaran infeksi atau sepsis. &lt;br /&gt;Apoptosis neutrofil dapat dihambat, dan diikuti dengan peningkatan pelepasan mediator-mediator inflamasi. Pada sel-sel lain, apoptosis dapat meningkat, sehingga meningkatkan kematian sel dan memperburuk disfungsi organ. &lt;br /&gt;Tekanan darah tidak selalu rendah pada fase awal syok (meski demikian hipotensi dapat terjadi jika syok tidak tertangani). Sama halnya, tidak semua pasien yang memiliki tekanan darah rendah mengalami syok. Derajat dan konsekuensi hipotensi bervariasi sesuai dengan adekuat tidaknya kompensasi fisiologik dan penyakit pasien yang mendasari syok. Itulah sebabnya, syok derajat sedang dapat ditoleransi dengan baik pada pasien usia muda, sementara pada pasien arteriosklerosis yang tampak relatif sehat, mungkin saja akan menyebabkan disfungsi serebral, jantung, atau disfungsi renal berat.    &lt;br /&gt;Kompensasi : Pada dasarnya, ketika transport O2 mengalami penurunan, jaringan akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan persentase O2 di jaringan. Pada keadaan ini, intervensi yang dilakukan bertujuan mempertahankan saturasi O2 di vena campuran agar tetap berada di atas 30%. Tekanan arterial yang rendah akan merangsang respon adrenergik berupa vasokonstriksi pembuluh darah akibat aktivitas simpatik dan kadang terjadi peningkatan denyut jantung. Vasokonstriksi yang terjadi bersifat selektif, mengalirkan darah ke jantung dan otak. Amina-amina β-adrenergik dalam sirkulasi (epinefrin, norepinefrin) juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan merangsang pelepasan kortikosteroid dari glandula adrenal, rennin dari ginjal, dan glukosa dari hati. Peningkatan glukosa dapat meningkatkan aktivitas mitokondria yang rusak dan memproduksi asam laktat yang lebih banyak.   &lt;br /&gt;Reperfusi : Reperfusi pada sel-sel yang iskemik dapat menyebabkan kerusakan sel lebih lanjut.  Jika suatu substrat kembali dipaparkan, aktivitas neutrofil akan lebih giat dan meningkatkan produksi superoksida dan hidroksil radikal. Setelah aliran darah mengalami perbaikan, mediator-mediator inflamasi dapat dialihkan ke organ-organ lainnya.&lt;br /&gt;Sindrom disfungsi organ multiple (Multiple organ dysfunction syndrome (MODS)) : Kombinasi jejas langsung dan jejas sel akibat reperfusi dapat menyebabkan MODS---yaitu disfungsi progresif dari 2 atau lebih organ sebagai akibat dari suatu penyakit atau jejas. MODS dapat terjadi pada berbagai tipe syok tetapi paling sering terjadi pada syok yang terkait infeksi. Kegagalan organ merupakan salah satu manifestasi klinis pada syok septik. MODS juga terjadi pada &gt;10% pasien dengan jejas traumatik berat dan menjadi penyebab primer kematian pada pasien yang dapat bertahan lebih dari 24 jam. &lt;br /&gt;Berbagai sistem organ dapat dipengaruhi, tetapi yang lebih sering adalah paru-paru, di mana peningkatan permeabilitas membran menyebabkan edema alveoli akibat kebocoran kapiler. Hipoksia yang progresif dapat mengalami peningkatan resistensi terhadap pemberian O2 tambahan. Kondisi ini dikenal sebagai acute lung injury, atau jika berat, disebut sebagai Sindroma Distress Pernapasan Akut  (Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)). &lt;br /&gt;Ginjal mengalami gangguan jika perfusi ginjal menurun secara bermakna, menyebabkan nekrosis tubular akut dan insufisiensi renal, manifestasinya berupa oligouria dan peningkatan progresif kadar kreatinin serum. &lt;br /&gt;Pada jantung, penurunan perfusi koronaria dan mediator-mediator (termasuk TNF dan IL-1) dapat menurunkan kontraktilitas, memperburuk penurunan fungsi miokardial, dan mengganggu regulasi reseptor-β. Faktor-faktor ini menurunkan curah jantung, memperburuk perfusi miokardial dan perfusi sistemik, serta menyebabkan lingkaran setan yang dapat berakhir pada kematian. &lt;br /&gt;Pada traktus gastrointestinal, dapat terjadi perdarahan submukosa dan ileus. Hipoperfusi hepar dapat mengakibatkan nekrosis hepatoselular fokal atau ekstensif, elevasi transaminase, dan penurunan produksi faktor-faktor pembekuan. &lt;br /&gt;ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI&lt;br /&gt;Ada beberapa mekanisme hipoperfusi organ dan syok. Syok dapat terjadi akibat volume sirkulasi yang rendah (syok hipovolemik), vasodilatasi (syok distributif), penurunan primer volume curah jantung (syok kardiogenik dan dan syok obstruktif), atau kombinasinya. &lt;br /&gt;Syok hipolemik : Syok hipovolemik disebabkan oleh adanya penurunan bermakna pada volume intravaskular. Penurunan aliran balik vena (preload) menyebabkan penurunan volume pengisian ventrikel dan volume sekuncup. Jika tubuh tidak berkompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung, volume curah jantung akan menurun.&lt;br /&gt;Penyebab syok yang paling sering adalah perdarahan (syok hemoragik), biasanya akibat trauma, intervensi bedah, tukak peptik, varises esofageal, dan aneurisma aorta. Perdarahan dapat tampak nyata (misalnya hematemesis dan melena), atau tersembunyi (misalnya perdarahan pada kehamilan ektopik teranggu).&lt;br /&gt;Syok hipovolemik juga dapat terjadi akibat peningkatan kehilangan cairan tubuh selain darah (lihat Tabel 1. Syok dan Resusitasi Cairan : Syok Hipovolemik Akibat Kehilangan Cairan Tubuh)&lt;br /&gt;Tabel 1. Syok dan Resusitasi Cairan&lt;br /&gt;Syok Hipovolemik Akibat Kehilangan Cairan Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Kehilangan Cairan Mekanisme Kehilangan Cairan&lt;br /&gt;Kulit  Luka bakar akibat suhu atau bahan kimia, kehilangan cairan lewat pengeluaran keringat akibat paparan panas yang berlebihan &lt;br /&gt;Traktus Gastrointestinal  Muntah atau diare&lt;br /&gt;Ginjal &lt;br /&gt;Diabetes mellitus atau diabetes insipidus, insufisiensi adrenal, nefritis, fase poliuria setelah terjadi kerusakan tubular akut, dan penggunaan diuretik kuat&lt;br /&gt;Kehilangan cairan intravaskular ke ruang ekstravaskular  Peningkatan permeabilitas kapiler sekunder akibat imflamasi atau trauma, anoksia, henti jantung, sepsis, iskemik pada usus, atau pankreatitis akut&lt;br /&gt;Syok hipovolemik juga dapat terjadi akibat asupan cairan yang tidak adekuat (dengan atau tanpa peningkatan kehilangan cairan). Tubuh mungkin kekurangan air, dan keterbatasan atau gangguan status neurologis dapat mengganggu mekanisme terjadinya respon haus, atau gangguan fisik dapat mengganggu masuknya / absorbsi air oleh tubuh. Pada pasien rawat inap, hipovolemia dapat bersifat kompleks jika tanda-tanda awal insufisiensi sirkulasi disalahkenali sebagai gagal jantung dan cairan dibatasi atau diberikan diuretik. &lt;br /&gt;Syok distributif : Syok distributif terjadi akibat volume intravaskular yang relatif tidak adekuat karena vasodilatasi arteri atau vena, sementara volume total darah dalam sirkulasi masih normal. Pada beberapa kasus curah jantung tinggi, tetapi peningkatan aliran darah melalui pembentukan shunt arteriovenosa di anyaman kapiler menyebabkan hipoperfusi seluler (yang ditandai dengan penurunan konsumsi O2). Pada kondisi lain, terbentuk bendungan darah pada vena-vena besar dan volume curah jantung menurun. &lt;br /&gt;Syok distributif dapat disebabkan oleh reaksi anafilaksis (syok anafilaksis), infeksi bakterial dengan pelepasan endotoksin (syok sepsis), trauma atau jejas berat pada otak dan medulla spinalis (syok neurogenik), dan tidak sengaja menelan obat tertentu atau racun, seperti nitrat, opioid, dan beta bloker. Pada syok anafilaktik dan syok septik sering juga terjadi hipovolemia.&lt;br /&gt;Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif : Syok kardiogenik merupakan suatu kondisi di mana terjadi penurunan relatif atau absolut pada volume curah jantung akibat gangguan primer pada jantung. Faktor-faktor mekanik yang mempengaruhi pengisian dan pengosongan jantung atau pembuluh-pembuluh darah besar dapat menjelaskan terjadinya syok obstruktif. Penyebab-penyebab syok obstruktif dapat dilihat pada tabel 2. Syok dan Resusitasi Cairan : Mekanisme Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabel 2. Syok dan Resusitasi Cairan&lt;br /&gt;Mekanisme Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Mekanisme Penyebab&lt;br /&gt;Obstruktif  Pengaruh mekanik pada pengisian ventrikel  Tension pneumothorax,  kompresi vena kava, tamponade jantung, tumor atau bekuan darah pada atrium&lt;br /&gt; Pengaruh pada pengosongan ventrikel  Emboli pulmonal &lt;br /&gt;Kardiogenik Kontraktilitas miokardial terganggu  Infark miokardial atau MI, miokarditis, obat-obatan&lt;br /&gt; Abnormalitas ritme jantung Takikardia, bradikardia&lt;br /&gt; Kelainan atau gangguan struktural jantung  Regurgitasi mitralis atau aorta akut, ruptur septum intraventrikular, malfungsi katub prostetik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA DAN TANDA&lt;br /&gt;Letargi, kebingungan, dan somnolen merupakan gejala yang umum. Tangan dan kaki pucat, dingin, lembab, dan sering sianotik, demikian pula pada lobulus telinga, hidung, dan kuku. Waktu pengisian kapiler memanjang, kecuali pada syok distributif, kulit tampak kelabu atau kusam dan lembab. Diaforesis hebat dapat terjadi. Denyut nadi perifer melemah dan biasanya cepat, sering hanya denyut arteri femoralis dan arteri karotis yang teraba. Takipnea dan hiperventilasi juga dapat ditemukan. Tekanan darah dapat menurun (sistolik &lt;90 mmHg) atau tidak terukur; pengukuran langsung melalui pemasangan kateter intraarterial, yang dapat memberikan nilai yang lebih akurat atau lebih tinggi. Produksi urine menurun.    &lt;br /&gt;Syok distributif memiliki gejala-gejala yang serupa, kecuali kulit tampak kemerahan dan terasa hangat, terutama selama terjadi sepsis. Denyut nadi lebih sering teraba kuat daripada lemah. Pada syok septik, demam yang biasanya diawali dengan menggigil, merupakan gejala yang umum ditemukan. Pada beberapa pasien yang mengalami syok anafilaktik ditemukan urtikaria dan wheezing. Beberapa gejala lainnya (seperti nyeri dada, dispnea, dan nyeri abdomen) dapat terjadi akibat penyakit yang mendasari syok atau akibat kegagalan fungsi organ sekunder.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DIAGNOSIS &lt;br /&gt;Diagnosis biasanya berdasarkan manifestasi klinis yang ditemukan, berdasarkan adanya bukti insufisiensi perfusi organ (obtundasi, oligouria, sianosis periferal) dan tanda-tanda mekanisme kompensasi (takikardia, takipnea, diaforesis). Kriteria spesifik untuk mendiagnosis adalah adanya obtundasi, denyut jantung &gt;100x/menit, frekuensi pernapasan &gt;22x/menit, hipotensi (sistolik &lt;90 mmHg) atau penurunan tekanan sistolik sebesar 30 mmHg dari normal, dan produksi urine &lt;0,5 mL/kgBB/jam. Hasil pemeriksaan laboratorium yang mendukung diagnosis syok antara lain asam laktat &gt;3 mmol/L, defisit dasar &lt; −5 mEq/L, dan PaCO2 &lt; 32 mmHg. Namun demikian, tidak satupun dari hasil laboratorium ini yang bersifat diagnostik untuk syok. Akhir-akhir ini, penentuan PCO2 sublingual telah diperkenalkan sebagai pemeriksaan noninvasif dan cepat untuk mengetahui derajat beratnya syok. &lt;br /&gt;Diagnosis penyebab syok : Mengenali penyebab dasar syok lebih penting daripada mengklasifikasikan tipe syok. Seringkali penyebab syok sangat nyata atau dapat dikenali dengan cepat melalui anamnesis dan pemeriksaan fisis, ditunjang dengan pemeriksaan sederhana. &lt;br /&gt;Nyeri dada (dengan atau tanpa dispnea) dapat mengindikasikan suatu infark miokardial, diseksi aorta, atau emboli pulmonal. Bising sistolik dapat mengindikasikan suatu ruptur septum ventrikular atau insufisiensi mitralis dari infark miokardial akut. Bising diastolik dapat mengindikasikan suatu regurgitasi aorta akibat diseksi aorta yang melibatkan arkus aorta. Tamponade jantung dapat mengindikasikan suatu distensi vena jugular, dan denyut paradoksikal. Emboli pulmonal dapat menyebabkan syok, khususnya melalui penurunan saturasi O2 dan lebih sering terjadi pada kondisi khusus, termasuk pada tirah baring dalam jangka waktu lama dan setelah menjalani prosedur pembedahan. Pemeriksaannya meliputi elektrokardiografi, troponin I, foto polos dada, analisa gas darah, CT-scan paru, helical CT, dan/atau ekokardiografi.      &lt;br /&gt;Nyeri abdomen atau nyeri punggung atau nyeri tekan pada abdomen mengindikasikan suatu pankreatitis, ruptur aneurisma aorta abdominal, peritonitis, dan, pada perempuan usia produktif bisa jadi merupakan suatu kehamilan ektopik terganggu. Massa pulsatil abdomen pada linea mediana dapat merupakan suatu aneurisma aorta abdominal yang mengalami ruptur. Massa adneksa yang lunak dapat merupakan suatu kehamilan ektopik. Pemeriksaan khusus yang dapat dilakukan seperti CT-abdomen (jika pasien tidak stabil, pemeriksaan ultrasonografi bisa membantu), CBC, amilase, dan lipase, dan pada wanita usia produktif dapat dilakukan planotest.     &lt;br /&gt;Demam, menggigil, dan tanda-tanda fokal infeksi mengindikasikan suatu syok septik, khususnya pada pasien yang mengalami penurunan status imun. Pemeriksaan yang dapat dilakukan berupa foto polos dada, urinalisis, CBC, serta kultur daerah luka, darah, urine, dan cairan tubuh lain yang relevan. &lt;br /&gt;Pada beberapa pasien, penyebab dasar syok dapat tidak diketahui atau tersembunyi. Pasien tanpa tanda dan gejala-gejala fokal harus menjalani pemeriksaan elektrokardiografi, enzim jantung, foto polos dada, dan analisa gas darah. Jika hasil pemeriksaan ini normal, penyebab syok yang paling mungkin adalah kelebihan dosis obat, infeksi tersembunyi (termasuk syok toksik), dan syok obstruktif. &lt;br /&gt;Pemeriksaan Tambahan : Jika penyebab dasar syok belum diketahui, maka pemeriksaan elektrokardiografi, foto polos dada, CBC, elektrolit serum, BUN, kreatinin, PT, aPTT, tes fungsi hati, serta fibrinogen dan produk-produk fibrin dilakukan untuk memantau status pasien. Jika status volume pasien sulit dipastikan, maka dapat dilakukan pemantauan tekanan vena sentral (central venous pressure (CVP)) atau tekanan oklusi arteri pulmonal (pulmonary artery occlusion pressure (PAOP)). CVP &lt; 5 mmHg (&lt;7 cmH2O) atau PAOP &lt;8 mmHg mengindikasikan suatu hipovolemia. Meski demikian, nilai CVP dapat lebih besar pada pasien hipovolemia yang sebelumnya telah mengalami hipertensi pulmonal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN &lt;br /&gt;Syok yang tidak tertangani biasanya akan berakibat fatal. Bahkan meski mendapat penanganan, tingkat kematian pada syok kardiogenik akibat infark miokardial dan pada syok septik cukup tinggi (60 – 65%). Prognosisnya tergantung pada penyebab, penyakit yang menyertai atau komplikasi penyakit, waktu antara onset sampai diagnosis, serta penatalaksanaan yang cepat dan adekuat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penanganan Umum : Pertolongan pertama pada syok yaitu menjaga agar pasien tetap dalam keadaan hangat. Perdarahan dikontrol, jalan napas dan ventilasi dievaluasi, dan diberikan bantuan pernapasan jika diperlukan. Tidak ada obat-obatan yang diberikan secara oral, dan kepala pasien dipalingkan ke satu sisi untuk mencegah aspirasi jika pasien muntah. &lt;br /&gt;Penatalaksanaan dari awal harus berjalan simultan dengan evaluasi. Pada keadaan ini dibutuhkan pemberian bantuan oksigen menggunakan sungkup. Pada syok derajat berat atau jika ventilasi tidak adekuat, maka dibutuhkan intubasi dengan ventilasi mekanik. Dua kateter intravena (ukuran 16-18 G) dipasang pada vena perifer. Jika vena perifer tidak dapat diakses, khususnya pada anak-anak, maka dibutuhkan akses pada vena sentral atau dengan menggunakan jarum intraosseus. &lt;br /&gt;Pada umumnya, 1 L (atau 20 mL/kgBB pada anak) larutan fisiologis 0,9% diberikan melalui infus selama 15 menit. Pada perdarahan besar, cairan yang biasa digunakan adalah ringer laktat. Jika parameter klinik tidak kembali ke normal, maka pemberiann cairan harus diulang. Volume cairan yang lebih kecil (250–500 mL) digunakan pada pasien dengan tanda-tanda peningkatan tekanan sisi kanan (misalnya pada distensi vena leher) atau infark miokardial akut. Terapi cairan sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan tanda-tanda edema paru. Terapi cairan selanjutnya diberikan sesuai kondisi tertentu atau status pasien dan mungkin dibutuhkan pemantauan nilai CVP dan PAOP.&lt;br /&gt;Pasien yang mengalami syok harus mendapat perawatan ICU. Pemantauan status pasien meliputi elektrokardiografi, sistolik, diastolik, MAP, frekuensi dan adekuasi pernapasan, produksi urine melalui kateter buli-buli, suhu tubuh, dan status klinik meliputi sensorik (seperti GCS), volume nadi, suhu dan warna kulit. Pengukuran CVP, PAOP, dan termodilusi curah jantung menggunakan balloon-tipped pulmonary arterial catheter dapat membantu dalam penegakan diagnosis dan penanganan awal pasien syok yang penyebabnya tidak diketahui atau pada pasien dengan syok berat, khususnya jika disertai dengan oligouria atau edema paru. Pemeriksaan berkala analisa gas darah, hematokrit, elektrolit, kreatinin serum, dan asam laktat darah juga dibutuhkan. Pengukuran CO2 sublingual, jika tersedia, merupakan media pemantauan status perfusi viseral yang noninvasif.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena hipoperfusi jaringan menyebabkan terhambatnya absorbsi intramuskular, semua obat-obatan parenteral diberikan secara intravena. Pemberian opioid umumnya dihindari karena dapat menyebabkan vasodilatasi, tetapi nyeri hebat dapat teratasi dengan pemberian morfin 1-4 mg IV yang diberikan dalam waktu lebih dari 2 menit dan diulangi setelah 10-15 menit jika diperlukan. Meski demikian, hipoperfusi serebral dapat menyebabkan ansietas, dan pada keadaan ini sedatif atau transquilizer tidak rutin digunakan. &lt;br /&gt;Setelah resusitasi awal, penanganan spesifik ditujukan untuk mengatasi kondisi tertentu. Perawatan pendukung lainnya tergantung pada tipe syok. &lt;br /&gt;Syok Hemoragik : Pada syok hemoragik, kontrol perdarahan dengan prosedur bedah merupakan tindakan primer. Penggantian volume tubuh biasanya disertai dengan kontrol bedah. Transfusi darah dilakukan pada syok hemoragik yang tidak memberi respon setelah pemberian 2 L (atau 40 mL/kgBB pada anak-anak) kristaloid. Kegagalan respon terhadap terapi biasanya menandakan volume cairan yang diberikan belum mencukupi atau tidak dikenali selama perdarahan terus berlangsung. Pemberian agen-agen vasopressor tidak dianjurkan untuk penanganan syok hemoragik jika tidak disertai dengan syok kardiogenik, syok obstruktif, atau syok distributif.  &lt;br /&gt;Syok Distributif : Syok distributif yang disertai hipotensi setelah pemberian awal terapi cairan dengan larutan NaCl 0,9% dapat diatasi dengan pemberian inotropik atau agen vasopressor (seperti dopamine dan norepinefrin). Pasien dengan syok septik juga sebaiknya mendapat terapi sedikitnya dua antibiotik spektrum luas. Pasien dengan syok anafilaktik yang tidak memberikan respon terhadap terapi cairan (khususnya jika disertai dengan bronkokonstriksi)  dapat diberikan epinefrin 0,05-0,1 mg IV, diikuti dengan pemberian epinefrin melalui infus 5 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% dengan dosis 10 mL/jam atau 0,02 g/kgBB/menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabel 3&lt;br /&gt;Inotropik dan Katekolamin Vasoaktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat Dosis Efek Hemodinamik&lt;br /&gt;Norepinefrin   4 mg dalam 250 mL atau 500 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV, dengan dosis awal 5-12 g/menit, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 2-4 g /menit  -adrenergik : menyebabkan vasokonstriksi &lt;br /&gt;-adrenergik : efek inotropik dan konotropik &lt;br /&gt;Dopamin &lt;br /&gt;400 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV, dengan dosis 0,3 mL (0,25 mg) - 1,25mL (1 mg) per menit&lt;br /&gt; 2-10 g/kgBB/menit untuk dosis rendah&lt;br /&gt; 20 g//kgBB/menit untuk dosis tinggi -adrenergik : menyebabkan vasokonstriksi&lt;br /&gt;-adrenergik : efek inotropik dan konotropik, menyebabkan vasodilatasi&lt;br /&gt;Nonadrenergik : menyebabkan vasodilatasi renal dan splanknikus&lt;br /&gt;Dobutamin  250 mg dalam 250 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV dengan dosis 2,5–10 g/kgBB/menit -adrenergik : efek inotropik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syok Kardiogenik : Pada syok kardiogenik, gangguan struktural (seperti disfungsi valvular dan ruptur septal) merupakan kelainan yang memerlukan rekonstruksi bedah. Trombosis arteri koroner dapat ditangani baik dengan intervensi perkutaneus (angioplasti, stenting), bedah pintas arteri koroner, atau trombolisis. Takidisritmia (fibrilasi atrium rapid response, takikardi ventrikular) dapat diatasi dengan kardioversi atau dengan obat-obatan. Bradikardi dapat ditangani dengan menggunakan pemacu jantung transvenosa atau transkutaneus, pemberian atropin 0,5 mg IV sampai 4 dosis dalam 5 menit dapat menunda pemasangan alat pacu jantung. Isoproterenol (2 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% dengan dosis 1-4 μg/menit [0,25-1 mL/menit]) dapat digunakan jika atropin tidak efektif, tetapi tidak disarankan penggunaannya jika pasien menderita infark miokardial akibat penyakit arteri koroner. &lt;br /&gt;Syok setelah infark miokardial akut dapat ditangani dengan pemberian terapi cairan jika PAOP rendah atau normal; nilai PAOP 5–18 mmHg dianggap sebagai nilai optimal. Jika kateter arteri pulmonal tidak pada tempatnya, pemberian terapi cairan intravena (bolus 250–500 mL larutan NaCl 0,9%) dapat dicoba bersamaan dengan pemantauan auskultasi dada untuk mewaspadai tanda-tanda kelebihan cairan. Syok setelah infark miokardial ventrikel kanan biasanya memberi respon terhadap pemberian terapi cairan, meski demiakian agen-agen vasopressor tetap dibutuhkan. &lt;br /&gt;Pada hipotensi derajat sedang (misalnya MAP 70–90 mmHg), infus dobutamin dapat digunakan untuk meningkatkan curah jantung dan menurunkan tekanan pengisian ventrikel kiri. Takikardia dan aritmia biasanya terjadi selama pemberian dobutamin, khususnya bila dosis tinggi, maka dosisnya perlu dikurangi. Vasodilator (nitropusside, nitrogliserin), yang meningkatkan kapasitas vena atau menurunkan resistensi pembuluh darah sistemik, akan menurunkan beban kerja pada miokardium yang mengalami kerusakan dan dapat meningkatkan curah jantung pada pasien dengan hipotensi berat. Terapi kombinasi (misalnya dopamin atau dobutamin dengan nitropusside atau nitrogliserin) dapat digunakan, tetapi pasien harus dipantau dengan elektrokardiografi serta harus dijaga hemodinamik sistemik dan pulmonalnya. &lt;br /&gt;Untuk hipotensi yang lebih berat (MAP &lt;70 mmHg), norepinefrin atau dopamin dapat diberikan untuk mencapai target tekanan sistolik 80–90 mmHg (dan bukan &gt;110 mmHg). Balon intra-aorta sangat bermanfaat untuk mengatasi syok sementara pada pasien dengan infark miokardial akut. Prosedur ini dapat dipertimbangkan untuk mempermudah melakukan kateterisasi jantung dan angigrafi koroner sebelum dilakukan intervensi bedah pada pasien infark miokardial akut yang disertai komplikasi ruptur septum ventrikel atau regurgitasi mitralis akut berat yang membutuhkan tambahan terapi vasopressor selama &gt; 30 menit. &lt;br /&gt;Pada syok obstruktif, tamponade jantung membutuhkan tindakan perikardiosentesis secepatnya, yang dapat dilakukan di ruang perawatan. Tension pneumothorax harus segera dikompresi dengan menginsersikan kateter atau jarum ke ruang interkostal II pada linea midklavikularis. Emboli pulmonal masif dapat menyebabkan syok jika diberikan trombolisis atau dilakukan embolektomi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-1350560214140218046?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/1350560214140218046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=1350560214140218046&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/1350560214140218046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/1350560214140218046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2009/08/manajemen-syok_17.html' title='MANAJEMEN SYOK'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-4768379228355866993</id><published>2009-08-17T17:49:00.002+08:00</published><updated>2009-08-17T17:49:50.077+08:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN SYOK</title><content type='html'>Syok adalah suatu keadaan hipoperfusi organ yang mengakibatkan disfungsi dan kematian seluler. Mekanisme ini mencakup terjadinya penurunan volume sirkulasi, penurunan curah jantung, dan vasodilatasi, yang terkadang menyebabkan terbentuknya shunt pada anyaman-anyaman kapiler. Gejalanya antara lain perubahan status mental, takikardi, hipotensi, dan oliguria. Penegakan diagnosis secara klinik melalui pengukuran tekanan darah. Penanganannya dengan pemberian cairan intravena, koreksi terhadap penyakit dasar, dan terkadang dibutuhkan vasopressor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOFISIOLOGI &lt;br /&gt;Defek mendasar yang terjadi pada syok adalah penurunan perfusi pada organ-organ vital. Sekali terjadi penurunan perfusi maka kadar oksigen tidak adekuat untuk metabolisme aerobik, sehingga sel-sel akan melakukan metabolisme anerobik disertai peningkatan produksi CO2 dan akumulasi asam laktat. Fungsi seluler mengalami penurunan, dan jika kondisi syok menetap, dapat terjadi kerusakan sel yang ireversibel bahkan kematian sel. &lt;br /&gt;Selama fase syok, akan terjadi perangsangan pada kaskade faktor-faktor inflamasi dan faktor-faktor pembekuan pada daerah yang mengalami hipoperfusi. Sel-sel endotel vaskular yang hipoksik akan mengaktifkan leukosit, yang akan terikat pada endotel dan secara langsung melepaskan substansi-substansi litik (seperti O2 reaktif dan enzim-enzim proteolitik) dan mediator-mediator peradangan (sitokin, leukotrin, tumor necrosis factor (TNF)). Beberapa mediator ini terikat pada reseptor-reseptor di permukaan sel dan mengaktifkan faktor nuklear Kappa B (NFkB), yang pada akhirnya akan merangsang produksi sitokin tambahan dan nitrit oksida (NO), suatu vasolidator yang poten. Syok septik dapat lebih bersifat proinflamatori dari bentuk-bentuk syok lainnya karena adanya peran toksin bakterial, khususnya endotoksin.&lt;br /&gt;Vasodilatasi pada pembuluh darah vena menyebabkan terjadinya bendungan darah dan hipotensi akibat hipovolemia relatif. Vasodilatasi lokal dapat menyebabkan terbentuknya shunt pada anyaman-anyaman kapiler, menyebabkan hipoperfusi fokal meskipun curah jantung dan tekanan darah dalam batas normal. Selain itu, kelebihan NO diubah menjadi peroksinitrit, suatu radikal bebas yang merusak mitokondria dan menurunkan produksi ATP. &lt;br /&gt;Aliran darah ke kapiler-kapiler darah berkurang meskipun aliran darah pada pembuluh darah besar telah berkompensasi pada kondisi syok septik. Obstruksi mekanik pada pembuluh-pembuluh darah kecil dapat membatasi transport substansi tertentu ke jaringan. Leukosit dan platelet melekat pada endotel, dan sistem pembekuan darah teraktivasi melalui pembentukan fibrin. &lt;br /&gt;Selama terjadi disfungsi sel endotel, berbagai mediator secara bermakna meningkatkan permeabilitas mikrovaskular, sehingga cairan, dan kadang-kadang protein plasma, dapat keluar dari lumen vaskular dan masuk ke ruang interstisial. Pada traktus gastrointestinal, peningkatan permeabilitas dapat menyebabkan translokasi bakteri enterik dari lumen ke dalam aliran darah, yang secara potensial akan menyebabkan penyebaran infeksi atau sepsis. &lt;br /&gt;Apoptosis neutrofil dapat dihambat, dan diikuti dengan peningkatan pelepasan mediator-mediator inflamasi. Pada sel-sel lain, apoptosis dapat meningkat, sehingga meningkatkan kematian sel dan memperburuk disfungsi organ. &lt;br /&gt;Tekanan darah tidak selalu rendah pada fase awal syok (meski demikian hipotensi dapat terjadi jika syok tidak tertangani). Sama halnya, tidak semua pasien yang memiliki tekanan darah rendah mengalami syok. Derajat dan konsekuensi hipotensi bervariasi sesuai dengan adekuat tidaknya kompensasi fisiologik dan penyakit pasien yang mendasari syok. Itulah sebabnya, syok derajat sedang dapat ditoleransi dengan baik pada pasien usia muda, sementara pada pasien arteriosklerosis yang tampak relatif sehat, mungkin saja akan menyebabkan disfungsi serebral, jantung, atau disfungsi renal berat.    &lt;br /&gt;Kompensasi : Pada dasarnya, ketika transport O2 mengalami penurunan, jaringan akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan persentase O2 di jaringan. Pada keadaan ini, intervensi yang dilakukan bertujuan mempertahankan saturasi O2 di vena campuran agar tetap berada di atas 30%. Tekanan arterial yang rendah akan merangsang respon adrenergik berupa vasokonstriksi pembuluh darah akibat aktivitas simpatik dan kadang terjadi peningkatan denyut jantung. Vasokonstriksi yang terjadi bersifat selektif, mengalirkan darah ke jantung dan otak. Amina-amina β-adrenergik dalam sirkulasi (epinefrin, norepinefrin) juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan merangsang pelepasan kortikosteroid dari glandula adrenal, rennin dari ginjal, dan glukosa dari hati. Peningkatan glukosa dapat meningkatkan aktivitas mitokondria yang rusak dan memproduksi asam laktat yang lebih banyak.   &lt;br /&gt;Reperfusi : Reperfusi pada sel-sel yang iskemik dapat menyebabkan kerusakan sel lebih lanjut.  Jika suatu substrat kembali dipaparkan, aktivitas neutrofil akan lebih giat dan meningkatkan produksi superoksida dan hidroksil radikal. Setelah aliran darah mengalami perbaikan, mediator-mediator inflamasi dapat dialihkan ke organ-organ lainnya.&lt;br /&gt;Sindrom disfungsi organ multiple (Multiple organ dysfunction syndrome (MODS)) : Kombinasi jejas langsung dan jejas sel akibat reperfusi dapat menyebabkan MODS---yaitu disfungsi progresif dari 2 atau lebih organ sebagai akibat dari suatu penyakit atau jejas. MODS dapat terjadi pada berbagai tipe syok tetapi paling sering terjadi pada syok yang terkait infeksi. Kegagalan organ merupakan salah satu manifestasi klinis pada syok septik. MODS juga terjadi pada &gt;10% pasien dengan jejas traumatik berat dan menjadi penyebab primer kematian pada pasien yang dapat bertahan lebih dari 24 jam. &lt;br /&gt;Berbagai sistem organ dapat dipengaruhi, tetapi yang lebih sering adalah paru-paru, di mana peningkatan permeabilitas membran menyebabkan edema alveoli akibat kebocoran kapiler. Hipoksia yang progresif dapat mengalami peningkatan resistensi terhadap pemberian O2 tambahan. Kondisi ini dikenal sebagai acute lung injury, atau jika berat, disebut sebagai Sindroma Distress Pernapasan Akut  (Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)). &lt;br /&gt;Ginjal mengalami gangguan jika perfusi ginjal menurun secara bermakna, menyebabkan nekrosis tubular akut dan insufisiensi renal, manifestasinya berupa oligouria dan peningkatan progresif kadar kreatinin serum. &lt;br /&gt;Pada jantung, penurunan perfusi koronaria dan mediator-mediator (termasuk TNF dan IL-1) dapat menurunkan kontraktilitas, memperburuk penurunan fungsi miokardial, dan mengganggu regulasi reseptor-β. Faktor-faktor ini menurunkan curah jantung, memperburuk perfusi miokardial dan perfusi sistemik, serta menyebabkan lingkaran setan yang dapat berakhir pada kematian. &lt;br /&gt;Pada traktus gastrointestinal, dapat terjadi perdarahan submukosa dan ileus. Hipoperfusi hepar dapat mengakibatkan nekrosis hepatoselular fokal atau ekstensif, elevasi transaminase, dan penurunan produksi faktor-faktor pembekuan. &lt;br /&gt;ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI&lt;br /&gt;Ada beberapa mekanisme hipoperfusi organ dan syok. Syok dapat terjadi akibat volume sirkulasi yang rendah (syok hipovolemik), vasodilatasi (syok distributif), penurunan primer volume curah jantung (syok kardiogenik dan dan syok obstruktif), atau kombinasinya. &lt;br /&gt;Syok hipolemik : Syok hipovolemik disebabkan oleh adanya penurunan bermakna pada volume intravaskular. Penurunan aliran balik vena (preload) menyebabkan penurunan volume pengisian ventrikel dan volume sekuncup. Jika tubuh tidak berkompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung, volume curah jantung akan menurun.&lt;br /&gt;Penyebab syok yang paling sering adalah perdarahan (syok hemoragik), biasanya akibat trauma, intervensi bedah, tukak peptik, varises esofageal, dan aneurisma aorta. Perdarahan dapat tampak nyata (misalnya hematemesis dan melena), atau tersembunyi (misalnya perdarahan pada kehamilan ektopik teranggu).&lt;br /&gt;Syok hipovolemik juga dapat terjadi akibat peningkatan kehilangan cairan tubuh selain darah (lihat Tabel 1. Syok dan Resusitasi Cairan : Syok Hipovolemik Akibat Kehilangan Cairan Tubuh)&lt;br /&gt;Tabel 1. Syok dan Resusitasi Cairan&lt;br /&gt;Syok Hipovolemik Akibat Kehilangan Cairan Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Kehilangan Cairan Mekanisme Kehilangan Cairan&lt;br /&gt;Kulit  Luka bakar akibat suhu atau bahan kimia, kehilangan cairan lewat pengeluaran keringat akibat paparan panas yang berlebihan &lt;br /&gt;Traktus Gastrointestinal  Muntah atau diare&lt;br /&gt;Ginjal &lt;br /&gt;Diabetes mellitus atau diabetes insipidus, insufisiensi adrenal, nefritis, fase poliuria setelah terjadi kerusakan tubular akut, dan penggunaan diuretik kuat&lt;br /&gt;Kehilangan cairan intravaskular ke ruang ekstravaskular  Peningkatan permeabilitas kapiler sekunder akibat imflamasi atau trauma, anoksia, henti jantung, sepsis, iskemik pada usus, atau pankreatitis akut&lt;br /&gt;Syok hipovolemik juga dapat terjadi akibat asupan cairan yang tidak adekuat (dengan atau tanpa peningkatan kehilangan cairan). Tubuh mungkin kekurangan air, dan keterbatasan atau gangguan status neurologis dapat mengganggu mekanisme terjadinya respon haus, atau gangguan fisik dapat mengganggu masuknya / absorbsi air oleh tubuh. Pada pasien rawat inap, hipovolemia dapat bersifat kompleks jika tanda-tanda awal insufisiensi sirkulasi disalahkenali sebagai gagal jantung dan cairan dibatasi atau diberikan diuretik. &lt;br /&gt;Syok distributif : Syok distributif terjadi akibat volume intravaskular yang relatif tidak adekuat karena vasodilatasi arteri atau vena, sementara volume total darah dalam sirkulasi masih normal. Pada beberapa kasus curah jantung tinggi, tetapi peningkatan aliran darah melalui pembentukan shunt arteriovenosa di anyaman kapiler menyebabkan hipoperfusi seluler (yang ditandai dengan penurunan konsumsi O2). Pada kondisi lain, terbentuk bendungan darah pada vena-vena besar dan volume curah jantung menurun. &lt;br /&gt;Syok distributif dapat disebabkan oleh reaksi anafilaksis (syok anafilaksis), infeksi bakterial dengan pelepasan endotoksin (syok sepsis), trauma atau jejas berat pada otak dan medulla spinalis (syok neurogenik), dan tidak sengaja menelan obat tertentu atau racun, seperti nitrat, opioid, dan beta bloker. Pada syok anafilaktik dan syok septik sering juga terjadi hipovolemia.&lt;br /&gt;Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif : Syok kardiogenik merupakan suatu kondisi di mana terjadi penurunan relatif atau absolut pada volume curah jantung akibat gangguan primer pada jantung. Faktor-faktor mekanik yang mempengaruhi pengisian dan pengosongan jantung atau pembuluh-pembuluh darah besar dapat menjelaskan terjadinya syok obstruktif. Penyebab-penyebab syok obstruktif dapat dilihat pada tabel 2. Syok dan Resusitasi Cairan : Mekanisme Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabel 2. Syok dan Resusitasi Cairan&lt;br /&gt;Mekanisme Syok Kardiogenik dan Syok Obstruktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Mekanisme Penyebab&lt;br /&gt;Obstruktif  Pengaruh mekanik pada pengisian ventrikel  Tension pneumothorax,  kompresi vena kava, tamponade jantung, tumor atau bekuan darah pada atrium&lt;br /&gt; Pengaruh pada pengosongan ventrikel  Emboli pulmonal &lt;br /&gt;Kardiogenik Kontraktilitas miokardial terganggu  Infark miokardial atau MI, miokarditis, obat-obatan&lt;br /&gt; Abnormalitas ritme jantung Takikardia, bradikardia&lt;br /&gt; Kelainan atau gangguan struktural jantung  Regurgitasi mitralis atau aorta akut, ruptur septum intraventrikular, malfungsi katub prostetik  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA DAN TANDA&lt;br /&gt;Letargi, kebingungan, dan somnolen merupakan gejala yang umum. Tangan dan kaki pucat, dingin, lembab, dan sering sianotik, demikian pula pada lobulus telinga, hidung, dan kuku. Waktu pengisian kapiler memanjang, kecuali pada syok distributif, kulit tampak kelabu atau kusam dan lembab. Diaforesis hebat dapat terjadi. Denyut nadi perifer melemah dan biasanya cepat, sering hanya denyut arteri femoralis dan arteri karotis yang teraba. Takipnea dan hiperventilasi juga dapat ditemukan. Tekanan darah dapat menurun (sistolik &lt;90 mmHg) atau tidak terukur; pengukuran langsung melalui pemasangan kateter intraarterial, yang dapat memberikan nilai yang lebih akurat atau lebih tinggi. Produksi urine menurun.    &lt;br /&gt;Syok distributif memiliki gejala-gejala yang serupa, kecuali kulit tampak kemerahan dan terasa hangat, terutama selama terjadi sepsis. Denyut nadi lebih sering teraba kuat daripada lemah. Pada syok septik, demam yang biasanya diawali dengan menggigil, merupakan gejala yang umum ditemukan. Pada beberapa pasien yang mengalami syok anafilaktik ditemukan urtikaria dan wheezing. Beberapa gejala lainnya (seperti nyeri dada, dispnea, dan nyeri abdomen) dapat terjadi akibat penyakit yang mendasari syok atau akibat kegagalan fungsi organ sekunder.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DIAGNOSIS &lt;br /&gt;Diagnosis biasanya berdasarkan manifestasi klinis yang ditemukan, berdasarkan adanya bukti insufisiensi perfusi organ (obtundasi, oligouria, sianosis periferal) dan tanda-tanda mekanisme kompensasi (takikardia, takipnea, diaforesis). Kriteria spesifik untuk mendiagnosis adalah adanya obtundasi, denyut jantung &gt;100x/menit, frekuensi pernapasan &gt;22x/menit, hipotensi (sistolik &lt;90 mmHg) atau penurunan tekanan sistolik sebesar 30 mmHg dari normal, dan produksi urine &lt;0,5 mL/kgBB/jam. Hasil pemeriksaan laboratorium yang mendukung diagnosis syok antara lain asam laktat &gt;3 mmol/L, defisit dasar &lt; −5 mEq/L, dan PaCO2 &lt; 32 mmHg. Namun demikian, tidak satupun dari hasil laboratorium ini yang bersifat diagnostik untuk syok. Akhir-akhir ini, penentuan PCO2 sublingual telah diperkenalkan sebagai pemeriksaan noninvasif dan cepat untuk mengetahui derajat beratnya syok. &lt;br /&gt;Diagnosis penyebab syok : Mengenali penyebab dasar syok lebih penting daripada mengklasifikasikan tipe syok. Seringkali penyebab syok sangat nyata atau dapat dikenali dengan cepat melalui anamnesis dan pemeriksaan fisis, ditunjang dengan pemeriksaan sederhana. &lt;br /&gt;Nyeri dada (dengan atau tanpa dispnea) dapat mengindikasikan suatu infark miokardial, diseksi aorta, atau emboli pulmonal. Bising sistolik dapat mengindikasikan suatu ruptur septum ventrikular atau insufisiensi mitralis dari infark miokardial akut. Bising diastolik dapat mengindikasikan suatu regurgitasi aorta akibat diseksi aorta yang melibatkan arkus aorta. Tamponade jantung dapat mengindikasikan suatu distensi vena jugular, dan denyut paradoksikal. Emboli pulmonal dapat menyebabkan syok, khususnya melalui penurunan saturasi O2 dan lebih sering terjadi pada kondisi khusus, termasuk pada tirah baring dalam jangka waktu lama dan setelah menjalani prosedur pembedahan. Pemeriksaannya meliputi elektrokardiografi, troponin I, foto polos dada, analisa gas darah, CT-scan paru, helical CT, dan/atau ekokardiografi.      &lt;br /&gt;Nyeri abdomen atau nyeri punggung atau nyeri tekan pada abdomen mengindikasikan suatu pankreatitis, ruptur aneurisma aorta abdominal, peritonitis, dan, pada perempuan usia produktif bisa jadi merupakan suatu kehamilan ektopik terganggu. Massa pulsatil abdomen pada linea mediana dapat merupakan suatu aneurisma aorta abdominal yang mengalami ruptur. Massa adneksa yang lunak dapat merupakan suatu kehamilan ektopik. Pemeriksaan khusus yang dapat dilakukan seperti CT-abdomen (jika pasien tidak stabil, pemeriksaan ultrasonografi bisa membantu), CBC, amilase, dan lipase, dan pada wanita usia produktif dapat dilakukan planotest.     &lt;br /&gt;Demam, menggigil, dan tanda-tanda fokal infeksi mengindikasikan suatu syok septik, khususnya pada pasien yang mengalami penurunan status imun. Pemeriksaan yang dapat dilakukan berupa foto polos dada, urinalisis, CBC, serta kultur daerah luka, darah, urine, dan cairan tubuh lain yang relevan. &lt;br /&gt;Pada beberapa pasien, penyebab dasar syok dapat tidak diketahui atau tersembunyi. Pasien tanpa tanda dan gejala-gejala fokal harus menjalani pemeriksaan elektrokardiografi, enzim jantung, foto polos dada, dan analisa gas darah. Jika hasil pemeriksaan ini normal, penyebab syok yang paling mungkin adalah kelebihan dosis obat, infeksi tersembunyi (termasuk syok toksik), dan syok obstruktif. &lt;br /&gt;Pemeriksaan Tambahan : Jika penyebab dasar syok belum diketahui, maka pemeriksaan elektrokardiografi, foto polos dada, CBC, elektrolit serum, BUN, kreatinin, PT, aPTT, tes fungsi hati, serta fibrinogen dan produk-produk fibrin dilakukan untuk memantau status pasien. Jika status volume pasien sulit dipastikan, maka dapat dilakukan pemantauan tekanan vena sentral (central venous pressure (CVP)) atau tekanan oklusi arteri pulmonal (pulmonary artery occlusion pressure (PAOP)). CVP &lt; 5 mmHg (&lt;7 cmH2O) atau PAOP &lt;8 mmHg mengindikasikan suatu hipovolemia. Meski demikian, nilai CVP dapat lebih besar pada pasien hipovolemia yang sebelumnya telah mengalami hipertensi pulmonal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN &lt;br /&gt;Syok yang tidak tertangani biasanya akan berakibat fatal. Bahkan meski mendapat penanganan, tingkat kematian pada syok kardiogenik akibat infark miokardial dan pada syok septik cukup tinggi (60 – 65%). Prognosisnya tergantung pada penyebab, penyakit yang menyertai atau komplikasi penyakit, waktu antara onset sampai diagnosis, serta penatalaksanaan yang cepat dan adekuat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penanganan Umum : Pertolongan pertama pada syok yaitu menjaga agar pasien tetap dalam keadaan hangat. Perdarahan dikontrol, jalan napas dan ventilasi dievaluasi, dan diberikan bantuan pernapasan jika diperlukan. Tidak ada obat-obatan yang diberikan secara oral, dan kepala pasien dipalingkan ke satu sisi untuk mencegah aspirasi jika pasien muntah. &lt;br /&gt;Penatalaksanaan dari awal harus berjalan simultan dengan evaluasi. Pada keadaan ini dibutuhkan pemberian bantuan oksigen menggunakan sungkup. Pada syok derajat berat atau jika ventilasi tidak adekuat, maka dibutuhkan intubasi dengan ventilasi mekanik. Dua kateter intravena (ukuran 16-18 G) dipasang pada vena perifer. Jika vena perifer tidak dapat diakses, khususnya pada anak-anak, maka dibutuhkan akses pada vena sentral atau dengan menggunakan jarum intraosseus. &lt;br /&gt;Pada umumnya, 1 L (atau 20 mL/kgBB pada anak) larutan fisiologis 0,9% diberikan melalui infus selama 15 menit. Pada perdarahan besar, cairan yang biasa digunakan adalah ringer laktat. Jika parameter klinik tidak kembali ke normal, maka pemberiann cairan harus diulang. Volume cairan yang lebih kecil (250–500 mL) digunakan pada pasien dengan tanda-tanda peningkatan tekanan sisi kanan (misalnya pada distensi vena leher) atau infark miokardial akut. Terapi cairan sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan tanda-tanda edema paru. Terapi cairan selanjutnya diberikan sesuai kondisi tertentu atau status pasien dan mungkin dibutuhkan pemantauan nilai CVP dan PAOP.&lt;br /&gt;Pasien yang mengalami syok harus mendapat perawatan ICU. Pemantauan status pasien meliputi elektrokardiografi, sistolik, diastolik, MAP, frekuensi dan adekuasi pernapasan, produksi urine melalui kateter buli-buli, suhu tubuh, dan status klinik meliputi sensorik (seperti GCS), volume nadi, suhu dan warna kulit. Pengukuran CVP, PAOP, dan termodilusi curah jantung menggunakan balloon-tipped pulmonary arterial catheter dapat membantu dalam penegakan diagnosis dan penanganan awal pasien syok yang penyebabnya tidak diketahui atau pada pasien dengan syok berat, khususnya jika disertai dengan oligouria atau edema paru. Pemeriksaan berkala analisa gas darah, hematokrit, elektrolit, kreatinin serum, dan asam laktat darah juga dibutuhkan. Pengukuran CO2 sublingual, jika tersedia, merupakan media pemantauan status perfusi viseral yang noninvasif.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena hipoperfusi jaringan menyebabkan terhambatnya absorbsi intramuskular, semua obat-obatan parenteral diberikan secara intravena. Pemberian opioid umumnya dihindari karena dapat menyebabkan vasodilatasi, tetapi nyeri hebat dapat teratasi dengan pemberian morfin 1-4 mg IV yang diberikan dalam waktu lebih dari 2 menit dan diulangi setelah 10-15 menit jika diperlukan. Meski demikian, hipoperfusi serebral dapat menyebabkan ansietas, dan pada keadaan ini sedatif atau transquilizer tidak rutin digunakan. &lt;br /&gt;Setelah resusitasi awal, penanganan spesifik ditujukan untuk mengatasi kondisi tertentu. Perawatan pendukung lainnya tergantung pada tipe syok. &lt;br /&gt;Syok Hemoragik : Pada syok hemoragik, kontrol perdarahan dengan prosedur bedah merupakan tindakan primer. Penggantian volume tubuh biasanya disertai dengan kontrol bedah. Transfusi darah dilakukan pada syok hemoragik yang tidak memberi respon setelah pemberian 2 L (atau 40 mL/kgBB pada anak-anak) kristaloid. Kegagalan respon terhadap terapi biasanya menandakan volume cairan yang diberikan belum mencukupi atau tidak dikenali selama perdarahan terus berlangsung. Pemberian agen-agen vasopressor tidak dianjurkan untuk penanganan syok hemoragik jika tidak disertai dengan syok kardiogenik, syok obstruktif, atau syok distributif.  &lt;br /&gt;Syok Distributif : Syok distributif yang disertai hipotensi setelah pemberian awal terapi cairan dengan larutan NaCl 0,9% dapat diatasi dengan pemberian inotropik atau agen vasopressor (seperti dopamine dan norepinefrin). Pasien dengan syok septik juga sebaiknya mendapat terapi sedikitnya dua antibiotik spektrum luas. Pasien dengan syok anafilaktik yang tidak memberikan respon terhadap terapi cairan (khususnya jika disertai dengan bronkokonstriksi)  dapat diberikan epinefrin 0,05-0,1 mg IV, diikuti dengan pemberian epinefrin melalui infus 5 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% dengan dosis 10 mL/jam atau 0,02 g/kgBB/menit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabel 3&lt;br /&gt;Inotropik dan Katekolamin Vasoaktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat Dosis Efek Hemodinamik&lt;br /&gt;Norepinefrin   4 mg dalam 250 mL atau 500 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV, dengan dosis awal 5-12 g/menit, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 2-4 g /menit  -adrenergik : menyebabkan vasokonstriksi &lt;br /&gt;-adrenergik : efek inotropik dan konotropik &lt;br /&gt;Dopamin &lt;br /&gt;400 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV, dengan dosis 0,3 mL (0,25 mg) - 1,25mL (1 mg) per menit&lt;br /&gt; 2-10 g/kgBB/menit untuk dosis rendah&lt;br /&gt; 20 g//kgBB/menit untuk dosis tinggi -adrenergik : menyebabkan vasokonstriksi&lt;br /&gt;-adrenergik : efek inotropik dan konotropik, menyebabkan vasodilatasi&lt;br /&gt;Nonadrenergik : menyebabkan vasodilatasi renal dan splanknikus&lt;br /&gt;Dobutamin  250 mg dalam 250 mL dekstrosa 5% diberikan melalui infus IV dengan dosis 2,5–10 g/kgBB/menit -adrenergik : efek inotropik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syok Kardiogenik : Pada syok kardiogenik, gangguan struktural (seperti disfungsi valvular dan ruptur septal) merupakan kelainan yang memerlukan rekonstruksi bedah. Trombosis arteri koroner dapat ditangani baik dengan intervensi perkutaneus (angioplasti, stenting), bedah pintas arteri koroner, atau trombolisis. Takidisritmia (fibrilasi atrium rapid response, takikardi ventrikular) dapat diatasi dengan kardioversi atau dengan obat-obatan. Bradikardi dapat ditangani dengan menggunakan pemacu jantung transvenosa atau transkutaneus, pemberian atropin 0,5 mg IV sampai 4 dosis dalam 5 menit dapat menunda pemasangan alat pacu jantung. Isoproterenol (2 mg dalam 500 mL dekstrosa 5% dengan dosis 1-4 μg/menit [0,25-1 mL/menit]) dapat digunakan jika atropin tidak efektif, tetapi tidak disarankan penggunaannya jika pasien menderita infark miokardial akibat penyakit arteri koroner. &lt;br /&gt;Syok setelah infark miokardial akut dapat ditangani dengan pemberian terapi cairan jika PAOP rendah atau normal; nilai PAOP 5–18 mmHg dianggap sebagai nilai optimal. Jika kateter arteri pulmonal tidak pada tempatnya, pemberian terapi cairan intravena (bolus 250–500 mL larutan NaCl 0,9%) dapat dicoba bersamaan dengan pemantauan auskultasi dada untuk mewaspadai tanda-tanda kelebihan cairan. Syok setelah infark miokardial ventrikel kanan biasanya memberi respon terhadap pemberian terapi cairan, meski demiakian agen-agen vasopressor tetap dibutuhkan. &lt;br /&gt;Pada hipotensi derajat sedang (misalnya MAP 70–90 mmHg), infus dobutamin dapat digunakan untuk meningkatkan curah jantung dan menurunkan tekanan pengisian ventrikel kiri. Takikardia dan aritmia biasanya terjadi selama pemberian dobutamin, khususnya bila dosis tinggi, maka dosisnya perlu dikurangi. Vasodilator (nitropusside, nitrogliserin), yang meningkatkan kapasitas vena atau menurunkan resistensi pembuluh darah sistemik, akan menurunkan beban kerja pada miokardium yang mengalami kerusakan dan dapat meningkatkan curah jantung pada pasien dengan hipotensi berat. Terapi kombinasi (misalnya dopamin atau dobutamin dengan nitropusside atau nitrogliserin) dapat digunakan, tetapi pasien harus dipantau dengan elektrokardiografi serta harus dijaga hemodinamik sistemik dan pulmonalnya. &lt;br /&gt;Untuk hipotensi yang lebih berat (MAP &lt;70 mmHg), norepinefrin atau dopamin dapat diberikan untuk mencapai target tekanan sistolik 80–90 mmHg (dan bukan &gt;110 mmHg). Balon intra-aorta sangat bermanfaat untuk mengatasi syok sementara pada pasien dengan infark miokardial akut. Prosedur ini dapat dipertimbangkan untuk mempermudah melakukan kateterisasi jantung dan angigrafi koroner sebelum dilakukan intervensi bedah pada pasien infark miokardial akut yang disertai komplikasi ruptur septum ventrikel atau regurgitasi mitralis akut berat yang membutuhkan tambahan terapi vasopressor selama &gt; 30 menit. &lt;br /&gt;Pada syok obstruktif, tamponade jantung membutuhkan tindakan perikardiosentesis secepatnya, yang dapat dilakukan di ruang perawatan. Tension pneumothorax harus segera dikompresi dengan menginsersikan kateter atau jarum ke ruang interkostal II pada linea midklavikularis. Emboli pulmonal masif dapat menyebabkan syok jika diberikan trombolisis atau dilakukan embolektomi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-4768379228355866993?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/4768379228355866993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=4768379228355866993&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/4768379228355866993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/4768379228355866993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2009/08/manajemen-syok.html' title='MANAJEMEN SYOK'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-921148797035985364</id><published>2009-08-17T17:43:00.001+08:00</published><updated>2009-08-17T17:46:29.661+08:00</updated><title type='text'>POKOK POKOK PEDOMAN ASOSIASI JANTUNG AMERIKA SERIKAT Th.  2005 UNTUK RESUSITASI KARDIOPULMONAL DAN PENANGANAN   KE GAWAT DARURATAN KARDIOVASKULER</title><content type='html'>Terbitan currents terbaru ini meringkas perubahan yang terkandung dalam pedoiman asosiasi jantung Amerika serikat tahun 2005 untuk resusitasi kardiopulmonal dan penanganan ke gawat daruratan kardiovaskuler, diterbitkan pada 13 desember 2005, terbitan dari jurnal sirkulasi AHA. Edisi currents ini tidak menggantikan pedoman CPR dan ECC AHA tahun 2005. ia menggaris bawahi perubahan utama dan menyediakan informasi dan penjelasan yang detail.  Hal ini sangat berguna bagi instruktur dan siswa dalam praktek sebelum materi latihan tersedia. Dokumen pedoman tahun 2005 memberikan instruktur dan klinisi penjelasan tambahan tentang rekomendasi CPR dan ECC.&lt;br /&gt;Terbitan currents menyangkut 3 bagian utama yang sesuai dengan ajaran ECC AHA :&lt;br /&gt;1. perubahan utama yang mempengaruhi penolong&lt;br /&gt;2. perubahan terhadap penolong awam CPR&lt;br /&gt;3. perubahan penyedia kesehatan untuk bantuan hidup dasar dan lanjut&lt;br /&gt;Banyak perubahan mayor menggaris bawahi rekomendasi baru yang paling penting yang mempengaruhi seluruh pengetahuan (kecuali resusitasi neonatus) dan seluruh penolong. Bagian penolong awam menggaris bawahi perubahan terhadap instrukur dan peserta dalam pelajaran penolong awam CPR, termasuk pertolongan pertama. Hal ini tidak menyangkut latar belakang ilmu yang luas. Bagian penyedia kesehatan, termasuk informasi tentang proses evaluasi bukti dimana pedoman terbaru didasarkan. Hal ini menggaris bawahi perubahan utama untuk bantuan hidup dasar untuk penyedia kesehatan (HCP), defibrilasi, bantuan hidup kardiovaskuler lanjut (ACLS), sindrom koroner akut (ACS), stroke, bantuan hidup lanjut pediatri (PALS) dan resusitasi neonatus. Bagian ACP termasuk dukungan pengetahuan yang lebih jelas untuk rekomendasi baru dibandiung pada bagian penolong awam.&lt;br /&gt;Terbitan currents ini tidak mengandung referensi penelitian yang dipakai pada evaluasi barang bukti untuk pedoman rekomendasi. Untuk referensi yang lebih jelas lihat pedoman asosiasi jantung Amerika tahun 2005 untuk resusitasi kardiopulmonal dan penanganan ke gawat daruratan kardiovaskuler. (sirkulasi, 2005: 112: IV-1-IV-211) algoritme dan informasi obat dan pedoman 2005 juga terdapat dalam buku pegangan penanganan ke gawat daruratan kardiovaskuler tahun 2006  (buku pegangan ECC).&lt;br /&gt;TANTANGAN : MENYEDERHANAKAN LATIHAN RESUSITASI DAN MENINGKATKAN EFEKTIFITAS&lt;br /&gt;Penyakit arteri koroner bertanggung jawab terhadap 330.000 kematian di luar rumah sakit dan departemen emergensi di Amerika serikat setiap tahunnya. Kebanyakan orang menerima statistik perhitungan frekuensi henti jantung (SCA) diluar rumah sakit dan departemen emergensi. Namun perhitungan ini tidak komplit, saat ini henti jantung (sudden cardiac arrest) tidak dilaporkan sebagai kejadian yang jelas pada pusat pencegahan dan kontrol penyakit (CDC) serta pusat nasional untuk statistik vital.  Saat CDC mulai merekam laporan SCA maka kita akan mendapat pemahaman yang lebih baik tentang insiden dari pembunuh utama ini serta pengaruh dari intervensi.  Banyak korban SCA menunjukkan fibrilasi ventrikel (VF) pada beberapa titik dari arrestnya. Penanganan fibrilasi ventrikel karena SCA memerlukan CPR yang lebih awal dan syok yang timbul diatasi dengan defibrilasi. CPR penonton kualitas tinggi akan menggandakan atau meningkatkan 3 kali lipat angka  harapan hidup dari henti jantung. Tetapi sayangnya kurang dari 1/3 korban SCA mendapat CPR penonton dan bahkan hanya sedikit yang mendapat CPR kualitas tinggi. Kegunaan utama dari pedoman CPR dan ECC AHA 2005 dari seluruh perubahan pada materi pelatihan AHA adalah untuk meningkatkan harapan hidup dari henti jantung yang mendapat CPR kualitas tinggi lebih awal.&lt;br /&gt;Harapan hidup henti jantung di luar rumah sakit rata rata 64,4 % atau lebih sedikit dibanding laporan dari Amerika serikat dan Kanada. Berbagai faktor berepran terhadap harapan hidup yang rendah ini, dan masing masing faktor sulit untuk dikontrol pada penelitian klinis dengan setting di luar rumah sakit. Akibatnya, banyak penelitian menggunakan outcome jangka pendek seperti kembalinya sirkulasi spontan atau harapan hidup pada pengiriman ke rumah sakit.ndibanding dengan menggunakan outcome jangka panjang seperti pengeluaran dari rumah sakit oleh karena secara neurologis telah baik. Outcome campuran ini membuatnya sulit untuk dinilai jika hasil penelitian dapat digunakan pada seluruh pasien atau korban dari seluruh sistem respon emergensi. Meskipun  ada berbagai tantangan, namun penelitian resusitasi harus berusaha mengidentifikasi terapi yang meningkatkan jumlah korban SCA yang meninggalkan rumah sakit hidup dengan fungsi otak yang normal.&lt;br /&gt;Beberapa komunitas program penolong awam melaporkan angka harapan hidup SCA yang tinggi karena mereka memberikan CPR lebih awal dan defibrilasi awal dengan menggunakan defibrilator ekstrena  yang otomatis terkomputerisasi (AEDs) yang dapat dioperasikan oleh penolong awam yang terlatih. Program penolong awam AED ini dapat berfungsi sebagai model untuk meningkatkan respon henti jantung pada komunitas lainnya. Sebuah percobaan dari ekses defibrilator publik Amerika utara menunjukkan bahwa dengan mengorganisir program penolong awam CPR dan AED akan meningkatkan harapan hidup pasien yang keluar dari rumah sakit karena VF SCA. Sebagai tambahan, program penolong awam dan penolong pertama CPR dan AED di bandara udara dan kasino dengan petugas polisi menunjukkan angka harapan hidup korban VF SCA sebesar 49 % sampai 74 %. Program ini mengajarkan pentingnya respon yang terencana dan dipraktekan serta pelatihan penolong.&lt;br /&gt;PERUBAHAN UTAMA YANG MEMPENGARUHI SELURUH PENOLONG&lt;br /&gt;5 perubahan utama pada pedoman tahun 2005 adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;• perhatian terhadap rekomendasi untuk memperbaiki pemberian kompresi dada yang efektif&lt;br /&gt;• resiko ventilasi –kompresi tunggal untuk semua penolong tunggal pada semua korban (kecuali neonatus)&lt;br /&gt;• rekomendasi dimana setiap pertolongan, pernapasan diberikan selama satu detik dan harus menyebabkan terangkatnya dada yang jelas terlihat.&lt;br /&gt;• Rekomendasi baru dimana kejutan tunggal diikuti segera dengan COR dapat dipakai untuk mencoba defibrilasi pada henti jantung ventrikel fibrilasi. Irama jantung diperiksa setiap 2 menit&lt;br /&gt;• Pengesahan rekomendasi (ILCOR tahun 2003 untuk AEDs pada anak anak 1-8 tahun (dan orang dewasa); gunakan sistem reduksi dosis anak jika tersedia.&lt;br /&gt;Bagian ini menampilkan gambaran perubahan utama. Perubahan juga dibicarakan pada bagian penolong awam dan penyedia kesehatan.&lt;br /&gt;Perhatian Pada Kompresi Jantung Yang Efektif&lt;br /&gt;2005 (baru) : kompresi dada yang efektif menghasilkan aliran darah selama CPR (kelas I). Pedoman mencatat tentang kompresi dada selaam CPR:&lt;br /&gt;• Guna memberikan kompresi dada yang efektif maka seluruh penolong harus “menekan keras dan cepat”. Tekan dada pada kecepatan 100 tekanan permenit pada semua korban (kecuali neonatus)&lt;br /&gt;• Biarkan dadanya kembali mengembang (kembali ke posisi semula) setelah setiap tekanan. Gunakan waktu kompresi dan relaksasi yang sama.&lt;br /&gt;• Usahakan untuk membatasi gangguan pada kompresi dada. Setiap kali anda berhenti maka aliran darah akan terhenti.&lt;br /&gt;2000 (lama): pentingnya kualitas dan kecepatan kompresi dada, pentingnya pengembalian dinding dada secara menyeluruh, dan perlu untuk mengurangi gangguan  kompresi dada tidaklah ditekankan.&lt;br /&gt;Mengapa: saat terjadi henti jantung maka tidak ada aliran darah. Kompresi dada akan menghasilkan sejumlah kecil aliran darah ke organ vital seperti jantung dan otak. Semakin bagus kompresi dadanya  (kedalaman dan kecepatan yang adekuat dan menunggu dinding dadanya kembali), maka lebih banyak aliran darah yang dihasilkan. Kompresi dada yang terlalu dangkal atau terlalu lambat tidak akan mengalirkan darah yang cukup untuk organ organ vital. Saat kompresi dada terhenti, maka aliran darah berhenti. Setiap kali kompresi dada dimulai maka kompresi awal yang kecil tidak se efektif dengan kompresi berikutnya. Semakin banyak gangguan/interaksi terhadap kompresi dada, maka semakin buruk kemungkinan bagi korban untuk bertahan hidup dari henti jantung.&lt;br /&gt; Penelitian pada kejadian resusitasi sebenarnya menunjukkan bahwa separuh dari kompresi dada yang dilakukan oleh penolong profesional terlalu dangkal dan kompresi dada terlalu sering terputus selama periode CPR. Rekomendasi terbaru mengingatkan penolong untuk memberikan kompresi dada yang cukup dalam dan cepat. Mereka juga mengingatkan penolong untuk meminimalkan gangguan saat kompresi dada.&lt;br /&gt; Penolong diberitahu untuk menunggu sampai dada kembali normal setelah setiap kompresi karena selama masa pengembangan dinding dada, darah akanmengisi jantung. Jika penolong tidak menunggu dadanya mengembang pada setiap kompresi, maka aliran darah pada kompresi berikutnya akan berkurang, karena jantung tidak terisi darah dengan adekuat sebelum kompresi. Informasi lebih lanjut mengenai kompresi dada pada orag dewasa, anak anak dan bayi terdapat dalam bantuan hidup dasar dibawah ini.&lt;br /&gt;Rasio Kompresi-Ventilasi Universal Pada Satu Orang Penolong&lt;br /&gt;2005 (baru): AHA merekomendasikan rasio kompresi-ventilasi sebesar 30:2 pada satu penolong  yang digunakan pada seluruh korban dari bayi (kecuali neonatus) sampai orang dewasa. Rekomendasi ini berlaku terhadap seluruh penolong awam dan seluruh penyedia kesehatan yang melakukan CPR 1 penolong&lt;br /&gt; informasi tentang CPR 2 penolong, sebuah teknik yang tidak diajarkan pada penolong awam, terdapat dalam bagian ketiga “penyedia kesehatan bantuan hidup dasar dan lanjut”&lt;br /&gt;2000 (lama): pada CPR orang dewasa, rasio kompresi ventilasi yang diajarkan adalah 15:2. untuk CPR bayi dan anak, rasio yang dianjurkan 5:1&lt;br /&gt;mengapa: para ahli ingin menyederhanakan informasi CPR sehingga lebih banyak penolong yang mempelajari, mengingat danm melakukan CPR yang lebih baik. Mereka juga ingin memastikan bahwa seluruh penolong akan melakukan kompresi dada yang lebih lama dan tidak terputus. Meskipun para peneliti belum bisa mengidentifikasi rasio ventilasi-kompresi yang ideal. Saemakin tinggi rasio ventilasi-kompresi, maka semakin banyak kompresi dada yang dilakukan selama CPR. Perubahan ini akan meningkatkan aliran darah ke otak, jantung dan organ vital lainnya.&lt;br /&gt; Dalam menit menit pertama dari VF SCA, ventilasi (misal, napas penolong) sama pentingnya dengan kompresi. Ventilasi penting pada korban dengan hipoksia arrest dan setelah henti pertama dari berbagai arrest. Kebanyakan bayi dan anak anak serta kebanyakan korban tenggelam. Overdosis obat, dan trauma yang menyebabkan henti jantung , akan mengalami hipoksia. Korban korban ini akan mendapat haraoan hidup yang terbaik jika mendapat kompresi dan ventilasi. Oleh sebab itu, CPR dengan hanya kompresi dada tidak dianjurkan sebagi teknik CPR pada penolong awam. Para ahli menyimpulkan bahwa kombinasi kompresi dan ventilasi tampaknya akan memberikan outcome yang paling bagus pada seluruh korban henti jantung.&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut lihat “CPR penolong awam dan BLS untuk penyedia kesehatan “ di bawah ini.&lt;br /&gt;Rekomendasi Napas 1 Detik Pada Seluruh CPR&lt;br /&gt;2005 (baru): setiap napas penolong harus diberikan selama 1 detik (kelas IIA). Rekomendasi ini berlaku pada seluruh penolong. Setiap napas penolong harus membuat dada mengembang (penolong harus mampu melihat dada mengembang),. Semua penolong harus memberi jumlah napas yang direkomendasikan. Semua penolong hendaknya menghindari pemberian napas yang berlebihan (lebih dari yang direkomendasikan) atau napas yang terlalu kuat atau besar.&lt;br /&gt;2000 (lama): berbagai volume tidal direkomendasikan untuk napas penolong dengan atau tanpa oksigen. Napas diberikan selama satu sampai dua detik&lt;br /&gt;mengapa: selama CPR, jumlah darah yang mengalir ke paru paru kurang dari normal, sehingga korban membutuhkan ventilasi yang lebih kecil dari normal. Napas penolong dapat dengan aman diberikan selama satu detik. Bahkan selama siklus CPR, sangatlah penting untuk membatasi waktu yang digunakan untuk menghembuskan napas penolong  guna mengurangi gangguan selama kompresi dada. Napas penolong yang diberikan selama CPR akan meningkatkan tekanan dalam dada. Tekana ini akan mengurangi jumlah darah yang mengisi jantung dan selanjutnya mengurangi aliran darah yang timbul setelah kompresi dada berikutnya. Demi alasan ini, hiperventilasi tidak perlu (terlalu banyak napas atau terlalu besar volumenya) dan berbahaya karena hal ini akan mengurangi aliran darah yang ditimbulkan oleh kompresi dada. Sebagai tambahan, pemebrian napas yang kuat dan besar dapat menimbulkan inflasi gaster dan komplikasinya.&lt;br /&gt;Usaha Defibrilasi :&lt;br /&gt;1 Kejutan Kemudian Segera CPR&lt;br /&gt;2005 (baru): saat melakukan CPR, seluruh penolong harus memberikan satu kejutan yang diikuti segera dengan CPR  dan dimulai dengan kompresi dada. Seluruh penolong harus mengecek irama jantung korban setelah memberikan CPR 5 siklus (sekitar 2 menit). Setelah AED diprogram ulang oleh pembuatnya, maka mereka hendaknya menganjurkan penolong untuk mengecek irama jantung setiap 2 menit.&lt;br /&gt;2000 (lama): untuk penanganan henti jantung dengan irama yang “dapat dikejut”, penolong memberikan 3 kejutan tanpa diselingi CPR di antara kejutan. Penolong memeriksa irama jantung sebelum dan setelah memberikan kejutan.&lt;br /&gt;Mengapa : alasan untuk protokol baru ini didasarkan pada 3 temuan :&lt;br /&gt;1. analisa irama oleh AED setelah setiap kejutan berakibat penundaan 37 detik atau bahkan lebih lama sebelum diberikan kompresi post shock pertama. Gangguan kompresi yang lama ini sangat berbahaya (lihat informasi diatas dan gambar 1)&lt;br /&gt;2. dengan semakin banyaknya tersedia defibrilator, sehingga kejutan pertama menghilangkan VF lebih dari 85 %. Pada kasus dimana kejutan pertama gagal, pengulangan CPR tampaknya memberikan nilai yang lebih besar dibanding dengan kejutan lainnya.&lt;br /&gt;3. bahkan saat kejutan menghilangkan VF, perlu beberapa menit bagi irama jantung normal untuk kembali dan lebih banyak waktu yang ditubuhkan jantung untuk menciptakan aliran darah. Kompresi dada yang singkat dapat mengirimkan oksgen dan sumber sumber energi ke jantung, meningkatkan kemungkinan bagi jantung memompa darah secara efektif setelah kejutan. Tidak ada bukti bahwa kompresi dada sesaat setelah defibrilasi akan memicu timbulnya VF ulangan.&lt;br /&gt;Kami mengantisipasi pembuat AED akan memprogram ulang AEDs untuk mendukung rekomendasi ini. AHA mendorong pembuat AED untuk membuat alat yang dapat menganalisa irama jantung korban tanpa harus menghentikan kompresi dada.&lt;br /&gt;Penegasan Ulang Pernyataan ILCOR 2005 : &lt;br /&gt;Rekomendasi AEDs untuk Anak Umur diatas 1 Tahun.&lt;br /&gt;2005 (baru): AEDs direkomendasikan untuk digunakan pada anak anak umur 1 tahun ke atas. Kurang bukti yang dapat merekomendasi penggunaan AEDs pada bayi di bawah 1 tahun (klass indeterminatea).&lt;br /&gt; Pada keadaan kolaps anak yang tiba tiba segera gunakan AED. Pada henti jantung diluar rumah sakit, gunakan AE setelah 5 siklus CPR (sekitar 2 menit). Idealnya AED harus dapat dibuktikan (melalui penelitian) secara akurat dan dapat mengenali irama kejutan pada anak dan mampu memberikan dosis energi “anak” . saat ini banyak AED dilengkapi untuk memberi dosis yang lebih kecil melalui penggunaan paddle anak atau sebuah kunci atau alat lain untuk mengurangi energinya. Jika pada saat anda melakukan CPR pada anak (lebih dari 1tahun)dan  tidak tersedia paddle AED untuk anak anak atau cara untuk memberikan dosis lebih kecil, maka dapat digunakan paddle orang dewasa. Jangan gunakan paddle anak anak atau dosis anak  pada korban dewasa dengan henti jantung.&lt;br /&gt;Mengapa: beberapa AEDs diketahu sangat akurat dalam mengidentifikasi irama jantung yang dapat diberi kejutan, dan beberapa diantara AEDs dilengkapi untuk memberikan dosis energi yang sesuai dengan anak anak. Penolong tidak boleh menggunakan paddle anak atau dosis anak pada orang dewasa dengan henti jantung. Hal ini karena dosis kecil tidak dapat mendefibrilasi orang dewasa.&lt;br /&gt;PENOLONG AWAM CPR&lt;br /&gt;Perubahan utama pada pedoman rekomendasi 2005 untuk penolong awam CPR adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. jika sendiri dengan bayi atau anak yang tidak berespon, berikan 5 siklus kompresi dan ventilasi (sekitar 2 menit) sebelum menelpon 911&lt;br /&gt;2. jangan membuka jalan napas dengan menggunakan cara jaw thrust pada korban cedera. Gunakan head tilt-chin lift pada seluruh korban&lt;br /&gt;3. gunakan waktu selama 5-10 detik (tidak boleh lebih dari 10 detik) untuk mengecek adanya pernapasan normal pada orang dewasa yang tidak berespon atau adanya atau  ketiadaan pernapasan pada anak atau bayi yang tidak berespon.&lt;br /&gt;4. ambil napas normal (tidak dalam) sebelum memberi bantuan napas pada korban&lt;br /&gt;5. berikan napas selama 1 detik. Setiap napas hendaklah membuat dada mengembang&lt;br /&gt;6. jika dada korban tidak mengembang setelah diberi bantuan napas pertama. Lakukan head tilt- chin lift sebelum memberikan napas kedua.&lt;br /&gt;7. jangan periksa adanya tanda tanda sirkulasi. Setelah memberi 2 napas bantu, segera lakukan kompresi dada ( dan siklus kompresi dan napas bantu).&lt;br /&gt;8. tidak ada ajaran bantuan napas tanpa kompresi dada (pengecualian: bantuan napas dianjurkan dalam kursus bantuan pertama pediatrik Heartsaver)&lt;br /&gt;9. gunakan rasio kompresi-ventilasi 30:2 pada seluruh korban&lt;br /&gt;10. pada anak anak, gunakan 1 atau 2 tangan untuk melakukan kompresi dada dan tekan pada linea papilla mamma: untuk bayi, tekan dengan 2 jari pada tulang mmama tepat dibawah linea papilla mammae&lt;br /&gt;11. saat memakai AED, anda memberikan satu kejutan yang segera diikuti dengan CPR dan dimulai dengan kompresi dada. Pengecekan irama jantung dilakukan setiap 2 menit&lt;br /&gt;12. cara untuk menghilangkan sumbatan jalan napas (obstruksi jalan napas berat) telah disederhanakan.&lt;br /&gt;13. rekomendasi pertolongan poertama yang baru telah dibentuk dengan lebih banyak informasi termasuk stabilisasi kepala dan leher korban yang cedera.&lt;br /&gt;Perubahan ini didesain untuk menyederhanakan pelatihan penolong awam dan untuk menambah jumlah kompresi dada yang tidak terputus yang diberikan pada korban henti jantung. Informasi lebih jauh tentang perubahan ini tampak dibawah ini. Perubaha utama yang dirangkum lebih awal ditekankan pada bagian ini untuk kesempurnaan.&lt;br /&gt;Apa Yang Tidak Berubah Untuk Penolong Awam :&lt;br /&gt;• mengecek adanya respon&lt;br /&gt;• letak tangan untuk kompresi dada pada orang dewasa&lt;br /&gt;• kecepatan kompresi&lt;br /&gt;• kedalam kompresi pada orang dewasa, bayi dan anak aank (meski ke dalaman kompresi untuk bayi dan anak anak tidak lagi dicantumkan dalam inci; hanya dijelaskan sebagai ke dalaman 1/3 sampai1/2 )&lt;br /&gt;• rekomendasi umur CPR bayi, anak, dan orang dewasa&lt;br /&gt;• langkah langkah penting untuk memperbaiki obstruksi jalan napas (FBAO : tersedak) untuk bayi, anak anak atau orang dewasa.&lt;br /&gt;• Rekomendasi pertolongan pertama (rewording minor tentang stabilisasi kepala dan leher untuk korban cedera)&lt;br /&gt;Penolong Tunggal Pada Bayi dan Anak Anak&lt;br /&gt;Penolong awam memberikan 5 siklus (sekitar 2 menit) CPR pada bayi dan anak anak sebelum menelpon &lt;br /&gt;2005 (baru): pada bayi dan anak anak yang tidak berespon, penolong tunggal harus melakukan 5 siklus CPR  (sekitAr 2 menit) sebelum menelpon 911 dan untuk anak, mendapatkan kembali AED (tabel 1)&lt;br /&gt;2000 (lama):  penolong awam tunggal dengan anak dan bayi yang tidak berespon diajarkan untuk memberi CPR selama 1 menit sebelum meninggalkannya untuk menelpon 911&lt;br /&gt;mengapa: pada anak anak dan bayi, henti jantung hipoksia merupakan jenis arresy yang paling sering. Kompresi-ventilasi 5 siklu (30:2) atau CPR selama 2 menit akan mengirimkan oksigen ke jantung, otak dan organ vital lain dari korban. Beberapa anak dan bayi berespon terhadap CPR awal ini. Setelah 5 siklus (sekitar 2 menit) maka penolong awam tunggal harus meninggalkan si anak untuk menelpon nomor emergensi (911)&lt;br /&gt;Jalan Napas dan Pernapasan&lt;br /&gt;Penolong Awam Tidak Melakukan Jaw Thrust&lt;br /&gt;2005 (baru): penolong awam harus menggunakan head tilt- chin lift untuk membuka jalan napas pada semua korban yang tidak berespon meski jika korbannya cedera.&lt;br /&gt;2000 (lama): penolong awam diajari menggunakan jaw thrust untuk membuka jalan napas korban yang cedera&lt;br /&gt;mengapa: sangat sulit membuka jalan napas dengan jaw thrust. Sebagai tambahan, seluruh metode pembukaan jalan napas dapat menghasilkan  pergerakan tulang belakang yang cedera sehingga jaw thrust tidak sama amannya dengan head tilt-chin lift. Penolong awam harus membuka jalan napas korban yang tidak berespon. Untuk menyederhanakan instruksi dan memastikan penolong awam dapat membuka jala napas, hanya head tilt-chin lift yang diajarkan ke penolong awam&lt;br /&gt;Mengecek adanya Pernapasan Pada Orang Dewasa, Anak anak dan Bayi&lt;br /&gt;2005 (baru): jika pemolomg awam menemukan korban dewasa yang tidak berespon, maka penolong awam harus membebaskan jalan napas selama 5-10 detik (tetapi tidak boleh lebih dari 10 detik).untuk mengecek pernapasan normal. Jika tidak ada pernapasan normal, maka penolong harus memberi 2 napas bantu.&lt;br /&gt;2000 (lama): penolong awam mengecek ada atau tidak adanya pernapasan normal pada semua korban.&lt;br /&gt;Mengapa: seperti tertera dalam tahun 2000, korban SCA dewasa tampak megap megap pada menit menit pertama setelah pingsan, dan penolong awam dapat menganggap korban yang megap megap ini sedang bernapas. Penolong harus napat menangani napas yang megap megap sebagai tidak ada pernapasan. Korban tidak berespon yang megap megap mungkin mengalami henti jantung dan memerlukan CPR. EMS melaporkan bahwa saat mereka memberi tahu penonton untuk melihat adanya pernapasan “normal”. Kata normal membantu penonton mengidentifikasi secara lebih baik korban dewasa yang memerlukan CPR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kerja Dewasa:&lt; 8 Th. Anak : 1-8 Th. Bayi : &lt; 1 Th&lt;br /&gt;Jalan napas Head tilt-chin lift&lt;br /&gt;Napas awal 2 napas  dengan 1 detik/ napas &lt;br /&gt;Obs. Benda asing jalan napas Abdominal Thrust Back Slaps + Chest Thrust&lt;br /&gt;kompresi  &lt;br /&gt;Tempat kompresi Ditengah dada diantara puting Dibawah puting&lt;br /&gt;Metode kompresi tekan keras dan cepat membuat. Biarkan dadanya kembali 2 tangan : 1 tangan dibawah yang lain diatas 2 tangan : 1 tangan dibawah yang lain diatas, atau&lt;br /&gt;2 tangan : tekan 1 tangan saja 2 jari&lt;br /&gt;Kedalaman kompresi 1 ½ - 2 inchi Sekitar 1/3  – ½  kedalaman dada&lt;br /&gt;Kecepatan kompresi Sekitar 100 kali/menit&lt;br /&gt;Defibrilasi &lt;br /&gt;AED Gunakan Paddle dewasa. Jangan pakai paddle anak/sistem anak Pakai setelah 5 siklus CPR. Gunakan paddle/sistem anak untuk anak 1-8 th. Jika tdk tersedia, gunakan paddle dan AED dewasa Tidak ada rekomendasi untuk bayi&lt; 1 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Ringkasan Penolong awam untuk orang dewasa, anak anak dan bayi&lt;br /&gt;(neonatus/newborn tidak dimasukkan)&lt;br /&gt; Sebagai contoh, saat EMS menanyai penonton apakah korban bernapas, ternyata penonton sering mengatakan ya bahkan pada saat korban sedang  megap megap. Jika pelatih menanyakan apakah korban yang sama  bernapas secara “normal”, maka penonton berkata tidak dan mampu mengenali bahwa korban pelru CPR. Sangat penting bagi penolong awam untuk mengetahui kapan CPR dibutuhkan&lt;br /&gt;Megap megap tidak sering pada bayi dan anak anak dengan henti jantung dibanding pada orang dewasa. Anak anak memperlihatkan bentuk pernapasan seperti napas yang cepat atau mendengkur yang tidak normal tetap cukup adekuat. untuk alasan ini, penolong awam  bayi dan anak anak tidak diajar untuk mengetahui pernapasan yang normal dan yang abnornal. Mereka harus mencari ada tidaknya pernapasan. Mereka harus menentukan hal ini dalam waktu 10 detik jika bayi atau anak bernapas atau tidak.&lt;br /&gt;Penolong Harus Mengambil Napas Normal Sebelum Memberi Napas Bantu&lt;br /&gt;2005 (baru) : semua penolong harus mengambil napas normal (bukan napas dalam) sebelum memberikan napas bantu dari mulut ke mulut atau mulut ke alat.&lt;br /&gt;2000 (lama): penolong diperintahkan mengambil napas dalam sebelkum memberikan napas bantu  dari mulut ke mulut  atau mulut ke alat&lt;br /&gt;mengapa: melakukan napas dalam sebelum memberi naaps bantu tidaklah perlu. Penolong harus mampu memberi napas yang membuat dada mengembang tanpa melakukan napas dalam.&lt;br /&gt;Berikan Napas Bantu Selama 1 Detik&lt;br /&gt;2005 (baru) : semua penolong harus memberi napas bantu (dengan atau tanpa alat) selama 1 detik&lt;br /&gt;2000 (lama): penolong dianjurkan memberi napas bantu selama 1-2 detik.&lt;br /&gt;Mengapa: napas bantu dapat diberikan selama 1 detik. Semakin pendek waktu yang diperlukan untuk memberi napas, maka semakin cepat bagi penolong melakukan kompresi dada. Napas yang lebih panjang dapat mengurangi darah yang kembali ke jantung sehingga akan mengurangi aliran darah yang dihasilkan oleh kompresi dada berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka Kembali Jalan Napas Jika Napas Pertama Tidak Membuat Dada Mengembang &lt;br /&gt;2005 (baru): saat penolong awam memberi 2 napas bantu, setiap napas bantu harus membuat dada mengembang (penolong harus mampu melihat dad mengembang). Jika napas pertama tidak membuat dada mengembang maka penolong harus melakukan head tilt-chin lift sebelum memberikan napas bantu kedua&lt;br /&gt;2000 (lama): meskipun penolong diajarkan bahwa setiap hembusan napas harus bisa membuat dada mengembang, namun penolong awam tidak diberi instruksi apa yang harus ia lakukan jika napas bantu tidak membuat dada mengembang.&lt;br /&gt;Mengapa: tujuan perubahan ini ialah untuk memberi instruksi yang jelas bagi penolong awam yang mencatat bahwa dada korban tidak mengembang saat napas bantu pertama diberikan. Napas bantu sangat berguna pada bayi dan anak anak yang tidak bernapas, karena anak  anak dan bayi tidak dapat bernapas dengan baik bahkan sebelum terjadinya henti jantung. Penolong harus memberi 2 napas efektif (napas yang membuat dada mengembang). Jika dada tidak mengembang setelah hembusan pertama, maka dengan melakukan head tilt-chin lift dapat membuat jalan napas terbuka. Penolong awam tidak boleh mencoba lebih dari 2 kali memberi napas bantu yang membuat dada mengembang, karena sangat penting untuk memberikan kompresi dada.&lt;br /&gt;Menyederhanakan CPR Penolong Awam&lt;br /&gt;Tidak ada Penolong Awam yang Mengecek Tanda tanda sirkulasi&lt;br /&gt;2005 (baru) setelah memberikan 2 napas bantu selanjutnya penolong awam memulai siklus 30 kompresi dada dan 2 napas bantu. Penolong awam harus melanjutkan kompresi dan napas bantu sampai AED tiba, korban dipindahkan dan responder profesional mengambil alih&lt;br /&gt;2000 (lama): setelah memberikan 2 napas bantu, penolong awam mengecek tanda tanda sirkulasi (bernapas, batuk, bergerak). Jika tidak ada tanda tanda sirkulasi penolong memulai kompresi dada. Penolong awam dianjurkan untuk mengecek ulang tanda tanda sirkulasi setiap beberapa menit&lt;br /&gt;mengapa : pada tahun 2000 AHA menghentikan pemberian rekomendasi bagi penolong awam untuk mengecek adanya denyut nadi. Karena penolong awam tidak dapat melakukan hal ini dalam waktu 20 detik. Penolong awam diperintahkan untuk mencari tanda tanda sirkulasi. Tidak ada bukti bahwa penolong awam dapat menilai tanda tanda sirkulasi dengan akurat, tetapi langkah ini menunda kompresi dada. Penolong awam tidak boleh mengecek tanda tanda sirkulasi dan tidak boleh menghentikan kompresi dada hanya untuk mengecek ulang adanya tanda tanda sirkulasi.&lt;br /&gt;Tidak Ada Napas Bantu Tanpa Kompresi Dada&lt;br /&gt;2005 (baru): segera setelah memberikan 2 napas bantu, penolong awam memulai siklus 30 kompresi dada dan 2 napas bantu. Penolong awam tidak akan diajar napas bantu tanpa kompresi dada (kecuai kursus pertolongan pertama pediatri Heartsaver)&lt;br /&gt;2000 (lama): setelah memberi 2 napas  bantu, penolong awam mengecek adanya tanda tanda sirkulasi (bernapas, batuk atau bergerak) penolong awam diperintahkan memberi  napas bantu tanpa kompresi dada pada korban korban dengan adanya tanda tanda sirkulasi tetapi tidak ada pernapasan normal.&lt;br /&gt;Mengapa : penghapusan napas bantu tanpa kompresi dada akan mengurangi jumlah keterampilan CPR penolong awam yang harus dipelajari, diingat dan dilakukan. Perubahan ini juga menghilangkan perlunya memeriksa korban setelah bantuan napas awal, menyebabkan kurangnya waktu tunda sebelum memberikan kompresi dada yang pertama&lt;br /&gt;Rasio Kompresi-Ventilasi 30:2 Pada Seluruh Korban&lt;br /&gt;2005 (baru): AHA merekomendasikan rasio kompresi-ventilasi 30:2  bagi seluruh penolong awam untuk digunakan pada semua korban dari bayi (kecuali yang baru lahir ) sampai orang dewasa.&lt;br /&gt;2000 (lama): untuk CPR orang dewasa rasio yang direkomendasikan adalah 15:2. untuk bayi dan anak anak rasio CPR kompresi-ventilasi yang digunakan adalahh 5:1&lt;br /&gt;mengapa: para ahli ingin menyederhanakan informasi CPR sehingga lebih banyak penolong yang akan memperlajari, mengingat dan melakukan CPR. Sebagai tambahan, mereka ingin menyakinkan bahwa semua penolong akan melakukan kompresi dada yang lebih lama. Perubahan ini mestinya meningkatkan aliran darah ke jantung, otak dan organ vital lainnya.&lt;br /&gt;Menyederhanakan Instruksi Kompresi Pada Anak dan bayi&lt;br /&gt;2005 (baru): penolong dapat menggunakan 1 atau 2 tangan untuk melakukan kompresi dada pada anak anak. Penolong harus menekan tulang mamma tepat di atas putting. Pada kompresi bayi, penolong harus menekan tulang mamma tepat di bawah putting.&lt;br /&gt;2000 (lama): kompresi satu tangan dianjurkan pada1/2 bawah sternum anak dan 1 jari di bawah putting&lt;br /&gt;mengapa: penolong dan anak anak bisa berbeda beda. Pada anak anak penolong harus menggunakan satu atau dua tangan untuk menekan dada sedalam 1/3 atau ½  jika dipakai dua tangan. Penempatan tangan sama dengan penempatan tangan untuk kompresi dada orang dewasa (perbedaannya terletak pada kedalaman kompresi dada). Perubahan ini dibuat untuk menyederhanakan instruksi.&lt;br /&gt; Pada bayi, penolong harus memakai 2 jari untuk menekan tulang mamma tepat di bawah putting. Perubahan ini dilakukan karena penolong dan bayi ukurannya berbeda beda, dan pemakaian satu jari penolong berakibat kompresi pada tempat yang berbeda beda. Perubahan ini untuk menyederhakan instruksi.&lt;br /&gt;Berikan Kejutan Dengan AED :&lt;br /&gt;Beri satu kejut lalu CPR&lt;br /&gt;2005 (baru):  saat menggunakan AED, smeua penolong harus memberikan satu kejutan yang segera diikuti dengan CPR. Cpr harus dinilai dengan kompresi dada. Semua penolong harus memberikan waktu bagi AED untuk mengecek irama jantung korban setelah 5 siklus CPR (sekitar 2 menit)&lt;br /&gt;2000 (lama): penanganan henti jantung dengan irama “dapat dikejut”, penolong memberikan 3 kejutan, penolong melakukan CPR selama 1 menit dan kemudian mengecek irama jantung.&lt;br /&gt;Mengapa: saat AED mengecek ulang irama setelah sekali kejutan. Hal inimenunda kompresi dada. Kebanyakan defibrilator baru mampu mengatasi VF dengan seklai kejutan, sehingga VF tidak akan muncul segera setelah kejutan diberikan, sehingga sulit untuk membenarkan penghentian kompresi dada untuk mencari tahu adanya VF yang kemungkinan tidak akan muncul. Sebagai tambahan, setelah kejutan menghilangkan VF, kebanyakan jantung tidak memompa darah secara efektif selama beberapa menit setelah kejutan. Kompresi dada diperlukan selama periode ini untuk menyediakan darah yang mengalir ke jantung, otak dan organ vital lainnya. Jika VF tetap ada setelah kejutan, maka kompresi dada akan mengirimkan darah ke jantung. Hal ini membuat VF akan hilang ada kejutan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyederhanakan Instruksi Dalam Menghilangkan Obstruksi Jalan Napas oleh Benda Asing.&lt;br /&gt;2005 (baru): istilah yang dipakai untuk memisahkan korban tersedak yang memerlukan intervensi (misal , abdominal thrust) dengan yang tidak, telah disederhanakan sebagai obstruksi jalan napas ringan atau berat. Penolong harus bertindak jika melihat adanya obstruksi jalan napas berat: pertukaran uadar yang sangat kurang dan meningkatnya kesulitan bernapas, batuk, sianosis, atau ketidak mampuan berbicara atau bernapas. Penolong harus menanyakan “apakah anda tersedak”, jika korban mengangguk ya, maka bantuan dibutuhkan. Penanganan tersedak lainnya tidak ada perubahan.&lt;br /&gt;2000 (lama): penolong di ajar untuk mengenali obstruksi jalan napas parsial dengan pertukaran udara yang bagus obstruksi jalan napas parsial dengan pertukaran udara yang kurang dan obstruksi jalan napas total. Penolong diajar untuk menanyakan 2 pertanyaan “apakah anda tersedak” dan “dapatkah anda berbicara”.&lt;br /&gt;Mengapa : tujuan perubahan ini adalah sebagai penyederhanaan. Tujuan menggunakan obstruksi jalan napas ringan dan berat untuk membantu penolong mengetahui kapan harus beraksi. Penghapusan satu pertanyaan mempermudah kerja penolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertolongan Pertama&lt;br /&gt; Ini merupakan pedoman kedua untuk pertolongan pertama dan pedoman pertama yang dibantu oleh asosiasi jantung Amerika dan palang merah Amerika. Pedoman pertolongan pertama menjelaskan rekomendasi untuk penilaian dan intervensi ynag diharapkan dipakai oleh penonton atau korban yang tidak mempunyai peralatan medis. Topik yang dibahas pada pedoman pertolongan pertama adalah :&lt;br /&gt;• Pemakaian oksigen (baru dalam tahun 2005)&lt;br /&gt;• Pemakaian inhalers (baru dalam tahun 2005)&lt;br /&gt;• Pemakaian auto injektor epinefrin (baru dalam tahun 2005)&lt;br /&gt;• Kejang (dibahas dalam tahun 2000 dan 2005)&lt;br /&gt;• Perdarahan (dibahas dalam tahun 2000 dan 2005)&lt;br /&gt;• Luka dan lecet (baru dalam tahun 2005)&lt;br /&gt;• Luka bakar, thermal, dan elektrik (dibahas dalam tahun 2000 dan 2005)&lt;br /&gt;• Trauma muskuloskletal (dibahas dalam tahun 2000 dan 2005)&lt;br /&gt;• Cedera gigi (baru dalam tahun 2005)&lt;br /&gt;• Gigitan ular (baru dalam tahun 2005)&lt;br /&gt;• Ke gawat daruratan dingin – hipotermia dan frosbite (baru dalam tahun 2005)&lt;br /&gt;• Keracunan kimia dan ingestan (dibahas dalam tahun 2000 dan 2005)&lt;br /&gt;Secara umum rekomendasi yang dibuat tahun 2000 dipertegas pada tahun 2005. pengecualian pada modifikasi wording yang dipakai untuk stabilisasi tulang belakang pada korban cedera dan posisi pemulihan yang dianjurkan pada korban dengan kemungkinan cedera tulang belakang. Rekomendasi yang diringkas disini menggaris bawahi rekomendasi terbaru dan tidak termasuk yang menegaskan pedoman tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Cukup Bukti Untuk Merekomendasikan Penggunaan Oksigen Dalam Pertolongan Pertama&lt;br /&gt;2005 (baru) : tidak cukup bukti untuk merekomendasikan penggunaan atau penolakan oksigen sebagaiu pertolongan pertama .&lt;br /&gt;mengapa : satu satunya penelitian yang diterbitkan tentang pemakaian oksigen melibatkan penyedia kesehatan. Tidak ada bukti tentang penggunaan pertolongan pertama dengan oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi : Pemakaian Inhaler Asma dan auto injektor epinefrin.&lt;br /&gt;2005 (baru):penyedia pertolongan pertama menolong korban asma dengan inhaler yang diresepkan dokter. Penyedia pertolongan pertama menolong korban dengan reaksi alergi berat (anafilaksis) dengan menggunakan auto injektor epinefrin. Penyedia pertolongan pertama akan menyuntikkan  epinefrin jika ia diajarkan hal tersebut. Hukum negara membolehkan hal tersebut dan jika korban tidak bisa menyuntik sendiri.&lt;br /&gt;Mengapa: kematian karena asma telah meningkat, dan obat obat dalam inhaler dapata mengurangi kesulitan bernapas akibat asma. Epinefrin yang diberikan melalui auto injector tidak menyebabkan bahaya pada mereka dengan kesulitan bernapas akibat asma atau reaksi alergi, dan obat obat ini dapat mencegah komplikasi yang mengancam nyawa.&lt;br /&gt;Penanganan Luka dan Lecet&lt;br /&gt;2005 (baru): penyedia pertolongan pertama harus mencuci luka dengan air mengalir yang bersih selama 5 menit atau lebih. Ia harus mencuci luka atau lecet sampai luka menunjukkan tidak ada tanda tanda benda asing. Jika tidak ada air mengalir, penolong dapat menggunakan sumber air bersih lainnya. Jika lukanya berupa lecet atau berada dipermukaan, maka penolong dapat mengoleskan salep atau kream antibiotik. &lt;br /&gt;Mengapa : air mengalir yang bersih dapat bekerja untuk membersihkan luka dan mencegah infeksi serta membantu penyembuhan. Luka superficial yang kecil dapat sembuh dengan baik jika diolesi dengan kream atau lotion antibiotik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-921148797035985364?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/921148797035985364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=921148797035985364&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/921148797035985364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/921148797035985364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2009/08/pokok-pokok-pedoman-asosiasi-jantung.html' title='POKOK POKOK PEDOMAN ASOSIASI JANTUNG AMERIKA SERIKAT Th.  2005 UNTUK RESUSITASI KARDIOPULMONAL DAN PENANGANAN   KE GAWAT DARURATAN KARDIOVASKULER'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-1183915465013086421</id><published>2009-08-17T17:25:00.001+08:00</published><updated>2009-08-17T17:42:09.893+08:00</updated><title type='text'>SOAL TRYOUT UKDI JULI 2009</title><content type='html'>IPD&lt;br /&gt;1. Laki-laki 54 tahun datang ke dokter untuk kontrol tekanan darah tinggi. Pasien rutin minum obat perangsang kencing. Keluhan yang dirasakan otot terasa lemah dan pusing-pusing. Berdasarkan hal ini kemungkinan pasien mengalami:&lt;br /&gt;a. Hipokalemia  &lt;br /&gt;b. Hipokalsemia&lt;br /&gt;c. Hiponatremia  &lt;br /&gt;d.Hipo_apaan gitu lupa aku&lt;br /&gt;e. Hipomagnesemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laki2 34 tahun mengeluh ibu jari kaki kanan merah, nyeri, bengkak, dirasakan setelah bangun tidur pada pagi hari. Sebelumnya malam hari mengkonsumsi soto babat. Diagnosa apa pada pasien ini??&lt;br /&gt;a. Arthitis rheumatoid d. osteoporosis&lt;br /&gt;b. Arthritis gout  e. osteoarthritis&lt;br /&gt;c. Lupus eritematosus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Laki2 54 tahun mengalami badan lemas, nyeri otot dan sendi. Pemeriksaan fisik didapatkan. Mata merah, sklera ikterik, hepatosplenomegali. Dari pemeriksaan mikroskop medan gelap didapatkan bakteri spiral. Diagnosanya apa hayoooooo????&lt;br /&gt;a. Leptospirosis  &lt;br /&gt;b. sori ker aku bener2 khilaf...lupa...&lt;br /&gt;c. Salmonellosis  &lt;br /&gt;d. Lupa lupa ingat..atau ingat kuncinya?&lt;br /&gt;e. Borellia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasien umur (maap jhe lupa kagi) keluhan berak cair. Tidak didapatkan lendir maupun darahdari fesesnya. Pemeriksaan mikroskopik feses didapatkan gambaran ookista. Maka pasien ini kemungkinan menderita?&lt;br /&gt;a.  lamblia   d. coccidiosis&lt;br /&gt;b. Campylobacter pylori e. sel neuronku tak mampu mengingat&lt;br /&gt;c. E. Coli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Px. Nyeri dada menjalar ke sebelah kiri, terasa berat...&lt;br /&gt;a. Infark myocard akut d. blaa..blaa…&lt;br /&gt;b. DM   e. Khilaf lagi aku&lt;br /&gt;c. Blaaaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ada pasien, T:150/90, TG 300 mg/dl, kolesterol 450 mg/dl..obate opo?&lt;br /&gt;a. Cholestiramin d.cholestipol&lt;br /&gt;b. Simvastatin  e.ga inget&lt;br /&gt;c. Fenofibrate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Laki-laki ( bukan lucky laki-nya dhani ) 25 tahun, hendak bepergian ke daerah terpencil yang berada didekat pantai ( bukan genteng tentunya) datang  ke dokter umum. Dokter tersebut menyarankan untuk mengkonsumsi chloroquin 1 minggu sebelum berangkat, tujuan dokter tersebut adalah? &lt;br /&gt;a. Sebagai profilaksis malaria&lt;br /&gt;b. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap malaria&lt;br /&gt;c. Meningkatkan stamina&lt;br /&gt;d. Obat anti mabuk&lt;br /&gt;e. Karena mematuhi peraturan daerah yang akan dituju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Laki2 30 tahun mengeluh panas badan diikuti nyeri ulu hati, pada pemeriksaan fisik didapatkan konjunctiva pucat dan ikteri. Abomen : hepatomegali 4 jari dibawah arcus costae, splenomegali schufner 4. Pemeriksaan hapusan darah yang mungkin terjadi pada pasien ini adalah?&lt;br /&gt;a. Eritrosit hipokrom-mikrositer&lt;br /&gt;b. Eritrosit normokrom-normositer&lt;br /&gt;c. Eritrosit normokrom-normositer&lt;br /&gt;d. Megaloblastik&lt;br /&gt;e. Makrositer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Laki2 60 tahun menderita DM type II mengeluh sering pusing terutama pagi hari. Dari pemeriksaan tekanan darah dengan berbaring didapatkan TD: 150/80. Setelah berdiri selama 2 menit tekanan darah 120/70. Komplikasi apa yang terjadi pada pasien ini?&lt;br /&gt;a. Mikrovasculer      d. humoral&lt;br /&gt;b. Makrovasculer    e.Sistem pituitari&lt;br /&gt;c. Saraf otonom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Seorang wanita 45 tahun datang dengan benjolan di leher bagian depan 4 tahun terakhir, tidak nyeri, riwayat tinggal di daerah yang rendah kadar yodium. Sebutkan pemeriksaan yang tepat pada pasien ini?&lt;br /&gt;a. TSH    d. T4 bebas&lt;br /&gt;b. T2 total   e. TBG&lt;br /&gt;c. T3 total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seorang wanita menderita nyeri di ulu hati, sebelumnya wanita tersebut menderita arthritis rheumatoid. Pasien tersebut mengkonsumsi aspirin selama 1 minggu sebelumnya. Aspirin menghambat senyawa apa yang mengakibatkan keluhan nyeri ulu hati?&lt;br /&gt;a. Cox1   d. PGH&lt;br /&gt;b. Cox2   e. Lupaaa&lt;br /&gt;c. Lipooksigenase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Seorang manula dengan riwayat merokok, DM, mengeluh sesak nafas, pada X-ray thorax tidak ditemukan kelainan, yang diberitahu ke pasien:&lt;br /&gt;a. paru pasien normal&lt;br /&gt;b. minta CT scan + CPR&lt;br /&gt;c. minta tes fungsi paru seperti spirometri&lt;br /&gt;d. obat asma diteruskan&lt;br /&gt;e. bernafas dengan teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Orang tua  (laki-laki),perokok dengan pemeriksaan fisik dada kiri menonjol, gerak tertinggal, clubbing finger, perkusi redup&lt;br /&gt;a. pneumonia&lt;br /&gt;b. ca. Paru&lt;br /&gt;c. TB&lt;br /&gt;d. Pneumothorax&lt;br /&gt;e. COPD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Pasien dengan murmur pansistolik pada ICS IV, parasternal line kiri, maka kelainannya terletak di:&lt;br /&gt;a. katub trikuspid&lt;br /&gt;b. katub mitral&lt;br /&gt;c. katup aorta&lt;br /&gt;d. katup pulmonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. imunisasi yang diberikan pada calon jemaah haji adalah:&lt;br /&gt;a. demam kuning + meningitis&lt;br /&gt;b. influenza + meningitis&lt;br /&gt;c. Pneumokokus + meningitis&lt;br /&gt;d. demam kuning + influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Pasien mengeluh pusing berputar, mual dan muntah setelah minum obat antineurosa selama 2 minggu. Kemungkinan obatnya:&lt;br /&gt;a. diazepam&lt;br /&gt;b. carbamazepin&lt;br /&gt;c. lithium&lt;br /&gt;d. haloperidol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Pasien laki-laki umur 20 tahun mengeluh mual dan muntah disertai nyeri perut seteah makan sarden kalengan. Kemungkinan penyebab sakitnya:&lt;br /&gt;a. C. tetani&lt;br /&gt;b. C. botulinum&lt;br /&gt;c. Neiserria&lt;br /&gt;d. Streptococcus pyogenes&lt;br /&gt;e. Staphylococcus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. empat orang tinggal bersama, 3 orang mual dan muntah, 1 diare setelah makan bersama. 4 jam setelahnya gejala hilang. Setelah 24 jam berangsur-angsur sembuh. Penyebabnya:&lt;br /&gt;a. Campylobacter jejuni&lt;br /&gt;b. Bacillus cereus&lt;br /&gt;c. Yersinia enterocolitica&lt;br /&gt;d. Shigella&lt;br /&gt;e. Salmonella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. seorang pasien perempuan 26 tahun mengeluh nyeri “burn sensation” pada ulu hati. Tidak menghilang dengan makanan. Dieri antasida tidak berkurang. Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. kurangi hiperasiditas&lt;br /&gt;b. hambat produksi asam&lt;br /&gt;c. kurangi nyeri sesuai patofisiologi&lt;br /&gt;d....&lt;br /&gt;e....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Serorang laki2, mengeluh nyeri dada kiri tidak menjalar selama 20 menit, terjadi saat pasien berolahraga. Pada EKG didapatkan ST depresi. Diagnosa:&lt;br /&gt;a. GERD&lt;br /&gt;b. Pleuritis&lt;br /&gt;c. Emboli&lt;br /&gt;d. Unstable angina&lt;br /&gt;e. stable angina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Secara klinis, yang membedakan antara sindroma nefrotik dan nefritik adalah:&lt;br /&gt;a. hipercholesterolemia&lt;br /&gt;b. hiperlipidemia&lt;br /&gt;c. Hipertensi&lt;br /&gt;d. Proteinuria&lt;br /&gt;e.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pasien dengan pembesaran thyroid, Wayne index 22. Usulan pemeriksaan:&lt;br /&gt;a. TSH&lt;br /&gt;b. T3&lt;br /&gt;c. Free T4&lt;br /&gt;d. TBG&lt;br /&gt;e. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. pasien dengan HT, didapatkan kaki edema, diberi HCT + nifedipin sebelumnya. Penyebab dari edemanya:&lt;br /&gt;a. karena HCT&lt;br /&gt;b. karena nifedipin&lt;br /&gt;c. kombinasi HCT + nifedipin&lt;br /&gt;d. karena pasien tidak rutin berobat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. seorang pasien wanita. Rheumatoid factor +, ASTO &lt;200, uric acid 7,1, terasa panas pada lutut:&lt;br /&gt;a. OA&lt;br /&gt;b. RA&lt;br /&gt;c. Gout&lt;br /&gt;d. Septic arthritis&lt;br /&gt;e. Pseudogout&lt;br /&gt;25. Pasien dengan ST elevasi, tujuan terapi&lt;br /&gt;a. meningkatkan preload&lt;br /&gt;b. meningkatkan afterload&lt;br /&gt;c. meningkatkan perfusi myocard&lt;br /&gt;d. menurunkan perfusi myocard&lt;br /&gt;e.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Pasien laki-laki, mengeluh sesak dengan HT + DM, berhenti minum obat 1 bulan yang lalu. Sesak diakibatkan karena:&lt;br /&gt;a. HT&lt;br /&gt;b. infeksi&lt;br /&gt;c. anemia&lt;br /&gt;d. putus obat&lt;br /&gt;e. usia tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Pasien DM sudah 15 tahun, tidak kontrol rutin. Sekarang ujung jari 5 kanan nyeri sekali, warna hitam. Tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;a. debridement ujung jari&lt;br /&gt;b. nekrotomi ujung jari&lt;br /&gt;c. amputasi ujung jari&lt;br /&gt;d. pemberian antibiotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. seorang wanita, TB 160 c,, BB 100 kg,  GDP 150. Anjuran pada pasien:&lt;br /&gt;a. observasi pasien&lt;br /&gt;b. dianjurkan menurunkan BB&lt;br /&gt;c. pemberian insulin&lt;br /&gt;d. pemberian OAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. pasien datang dengan muntah darah. Dari pemeriksaan didapatkan asites, spider nevi, eritema palmaris, conjuntiva ikterik. Penyebab muntah darahnya:&lt;br /&gt;a. pecahnya varises esofagus&lt;br /&gt;b. gastritis e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. wanita 56 tahun, datang muntah darah. Sebelumnya nyeri lutut dan minum jamu-jamuan. Penyebab muntah darah:&lt;br /&gt;a. pecanya varises esofagus&lt;br /&gt;b. gastropati&lt;br /&gt;c. gastritis erosif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. pasien dengan nyeri dada sebelah kiri setelah beraktivitas hilang setelah 5 mint istirahat. Setelah di EKG: depresi ST segmen kemudian di EKG ulang 30 menit kemudian hasilnya normal. Diagnosa kerjanya;&lt;br /&gt;a. angina stabil&lt;br /&gt;b. angina atipik&lt;br /&gt;c. angina unstable&lt;br /&gt;d. angina kresendo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. seorang koki terkena hepatitis A, oleh dokter dianjurkan untuk tidak masuk kerja. Tindakan ini termasuk:&lt;br /&gt;a. isolasi&lt;br /&gt;b. karantina&lt;br /&gt;c. reverse isolasi&lt;br /&gt;Soal IPD &lt;br /&gt;1. Laki-laki 58 tahun dengan asma bronkiale, diTx dengan kortikosteroid dan β-2 agonis long-acting selama 2 bulan, terkontrol. Saat pasien pasie control apa yang anda lakukan :&lt;br /&gt;a. Memberikan terapi yang sama untuk mencegah serangan asma&lt;br /&gt;b. Memberikan obat untuk mencegah seranga asma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laki-laki, 67 thn, perokok berat, mengeluh batuk, berat badan  turun dalam 3 bulan. Paru kiri mencembung,gerakan nafas dada kiri tertinggal,perkusi redup, suara paru amforik.Foto thoraks tampak konsolidasi di lapang pari kiri.Gynekomastia (+).Dx :&lt;br /&gt;a. Ca paru&lt;br /&gt;b. TB paru&lt;br /&gt;c. Pneumonia lobaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibu yang selalu lupa minum prednisone :&lt;br /&gt;a. Minum 1x, pagi hari&lt;br /&gt;b. Minum 1x, di malam hari supaya GIT tdk terganggu&lt;br /&gt;c. Minum 1x, pagi hari,jika lupa minum waktu ingat&lt;br /&gt;d. Minum 1x, pagi hari, kalau lupa tidak usah minum&lt;br /&gt;e. Dosis dibagi, diminum sesuai jadwal yang mudah diingat pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasien , kolesterol tinggi, tensi 150/90 mmHg, kedua ujung jari sering terasa tebal. Obat yang sesuai :&lt;br /&gt;a. Cholestyramine&lt;br /&gt;b. Clofibrate&lt;br /&gt;c. Simvastatin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pasien dengan edema kaki, ngonggsrong, hipertensi, dating dengan sesak nafas  mirip Gx HF. Pemeriksaan penunjang:&lt;br /&gt;a. Pemeriksaan darah rutin dan urin lengkap&lt;br /&gt;b. Elektrokardiografi dan echokardiografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perempuan, batuk tidak produktif, tidak demam, batuk tidak berdahak, Tx : Dextrometorphan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pasien 88 tahun, sesak, ada riwayat hipertensi. Apabila mau lihat kondisi parunya, pemeriksaan yang perlu :&lt;br /&gt;a. Foto Rontgen&lt;br /&gt;b. CT scan paru&lt;br /&gt;c. MRI&lt;br /&gt;d. Scintigrafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kalau misalnya foto rontgennya TAA, apa yang dilakukan dokter :&lt;br /&gt;a. Mengatakan parunya tidak apa-apa&lt;br /&gt;b. Tetap memberikan obat asma&lt;br /&gt;c. Menyarankan pemeriksaan CT-scan paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wanita, nyeri perut kanan hilang timbul. Foto abdomen tampak bayangan radio-opaque berbentuk fusiform di region pelvis. Kemungkinan penyakitnya :&lt;br /&gt;a. Hidrosefalus&lt;br /&gt;b. Abses hepar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Laki-laki, habis banjir ditemukan bakteri berbentuk spiral :&lt;br /&gt;a. Leptospirosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kloroquin profilaksis……..&lt;br /&gt;12. Perempuan, 40 tahun dating dengan keluhan batuk, keringat malam ± 1 bulan. Pemeriksaan fisik : pucat, hasil lab: Hb 7,9 Trom 242000 Leu 7900. Hapusan darah normokrom-normositer.Hasil pemeriksaan yang mungkin :&lt;br /&gt;a. Kadar serum ferritin normal&lt;br /&gt;b. Kadar serum ferritin meningkat&lt;br /&gt;c. Kadar Fe normal&lt;br /&gt;d. Kadar Fe meningkat&lt;br /&gt;e. Kadar  TIBC normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Untuk membedakan dengan sindroma nefrotik, pemeriksaan yang harus keluar pada hasil pemeriksaan :&lt;br /&gt;a. Hipertensi&lt;br /&gt;b. Hiperlipidemia&lt;br /&gt;c. Proiteinuria&lt;br /&gt;d. Hiperkolesterolemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Pasien demam mendadak tinggi, disertai mual. Hasil lab. Hb 9 gr/dl Leu 11.000 Trom 80000 HCT 60%.Dx:&lt;br /&gt;a. Demam dengue&lt;br /&gt;b. DHF derajat 1&lt;br /&gt;c. DHF derajat 2&lt;br /&gt;d. DHF derajat 3&lt;br /&gt;e. DHF derajat 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Wanita, datang dengan keluhan benjolan dileher, makin lama makin besar.Pemeriksaan lab.dbn : kelainan fungsional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kemungkinan Dx:&lt;br /&gt;a. –&lt;br /&gt;b. –&lt;br /&gt;c. Tiroiditis hashimoto&lt;br /&gt;d. Du Quervain&lt;br /&gt;e. Simple goiter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Laki-laki, mengeluh keluhan ingus dan hidung, terdapat ulkus du septum nasi, massa (+),kerak (+).Pemeriksaan apa yang dilakukan :&lt;br /&gt;a. Rhinoskopi  posterior&lt;br /&gt;b. Foto waters&lt;br /&gt;c. Rontgen kepala&lt;br /&gt;d. CT scan kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Ayah TB  anaknya tuberculin (-),Tho ada bercak BTA(-) anaknya diapakan????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ibu pakai korset  edema kaki: penyebab???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Gringgingan di kelingking ulnar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Psiki: menata kembali baju berulang-ulang &lt;br /&gt;a. Kompulsi&lt;br /&gt;b. Hiperaktifitas&lt;br /&gt;c. Stereotipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Gembira, mudah marahelation&lt;br /&gt;23. Gastritis erotion  jamu&lt;br /&gt;24. Hematemesis-melenapecahnya varises&lt;br /&gt;25. Suntik obat  syok anafilaktik  suntik adrenalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik nafas 3x…..lanjut OBGYN…ciayo!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ObGyn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita 27 tahun menyusui (ASI eksklusif), mau KB, dia ga haid setelah 6 bln nifas..&lt;br /&gt;a. Pil Estrogen dan Progesteron&lt;br /&gt;b. KB suntik 1 bulanan&lt;br /&gt;c. Pil&lt;br /&gt;d. Pil&lt;br /&gt;e. ??? intinya ga dikasi apa2, cm disuruh menyusui biar ga hamil (amenore laktasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita ,40 thn, pny 7 anak dgn 3 suami, (menikah 3kali), menikah pertama saat 16 tahun, keputihan kumat2an selama 6 bln. Px Inspekulo : portio licin. Dx yg mungkin?&lt;br /&gt;a. Cervisitis kronik&lt;br /&gt;b. Vaginitis kronik&lt;br /&gt;c. Ca cervix&lt;br /&gt;d. Bartholinitis&lt;br /&gt;e. Endometriosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita, umur ?? , dilakukan pap smear pd cervixnya, hasilnya : squamous epithelial desquamation. Apa yg sebaiknya dilakukan?&lt;br /&gt;a. Histerektomi total&lt;br /&gt;b. Histerektomi supravaginal&lt;br /&gt;c. conisasi &lt;br /&gt;d. pap smear ulang&lt;br /&gt;e. kolposkopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. wanita hamil 32 mgg, G1P0A0, lendir berdarah sekitar 10 jam, belum keluar air ketuban, kepala bayi dibawah, pada px ditemukan bercak darah pada celana dalam,posisi kepala terbawah Hodge2, kepala 4/5, his 2.10.30,amnion (+), pembukaan 4-5cm.cervix menipis 100%, TFU : 3 jr dibawah procc.xyphoideus, djj=132.&lt;br /&gt;pada fase apakah psien ini?&lt;br /&gt;a. Fase aktif akselerasi&lt;br /&gt;b. Fase aktif deselerasi&lt;br /&gt;c. Fase laten&lt;br /&gt;d. Kala 2&lt;br /&gt;e. Fase Aktif dilatasi maximal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita 15 thn, mengeluh haid tdk teratur, sejak menarche 1 tahun yll.1 darah kadang dikit, kadang byk, kadang sampe 2mgg. Vulva dan vagina dbn,  Fluxus (+) sedikit, tindakan?&lt;br /&gt;a. Tes kehamilan&lt;br /&gt;b. Beri terapi kontrasepsi oral  (tx hormone)&lt;br /&gt;c. Usg pelvis&lt;br /&gt;d. Biopsy endometrium&lt;br /&gt;e. Px  hematologi (FH?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wanita 27 thn,keputihan warna kuning, gatel bgt. Tidak ada riw. Hub sexual.&lt;br /&gt;a. GO&lt;br /&gt;b. Vaginitis bacterial&lt;br /&gt;c. Candidio vaginitis&lt;br /&gt;d. Trichimonas&lt;br /&gt;e. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita keputihan kuning, potio ditemukan merah radang, dx?&lt;br /&gt;a. Cervicitis&lt;br /&gt;b. Vaginitis&lt;br /&gt;c. Vulvovaginitis&lt;br /&gt;d. ,,&lt;br /&gt;e. ,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Keputihan, gatal, mikroskopis:leukosit +&lt;br /&gt;a. Trichomonas,&lt;br /&gt;b. GO&lt;br /&gt;c. Bacterial Vaginosis&lt;br /&gt;Trus kykna ada soal klo keputihan, ditemukan bakteri berbentuk basil kira2 pnyebabna apa??&lt;br /&gt;Penatalaksanaanya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wanita,suaminya supir,terdpt benjolan kistik pada labia mayor, radang (-)&lt;br /&gt;a. kista bartholin&lt;br /&gt;b. kista gartner&lt;br /&gt;c?&lt;br /&gt;d?&lt;br /&gt;e?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wanita, hamil, nyeri perut kaya gastritis, tujuan tx:&lt;br /&gt;a. Mencegah hyperacidity&lt;br /&gt;b. Mencegah prod. Asam lambung&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita hamil dengan MH, tx;&lt;br /&gt;A. Rifampisin dan ofloxasin&lt;br /&gt;B. Rifampisin dan dapson&lt;br /&gt;C. Rifampisin dan clofamisin&lt;br /&gt;D. Tunda sampe lahir&lt;br /&gt;E. Tunda sampe menyusui 6 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Wanita Hamil degn gejala ISK, nyeri saat kencing,dll, urinalisis : nitrit (+), leukosit (++),  tx?&lt;br /&gt;a. Kultur urin dan cipro&lt;br /&gt;b. Kultur urin dan cefelazin&lt;br /&gt;c. Tetrasiklin&lt;br /&gt;d. Cipro??&lt;br /&gt;e. Ampisilin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  wanita 23thn, hamil 32 mgg, nyeri BAK -, demam -, nyeri pinggang -, mual (-), nyeri ketok costovertebral (-). Urine tes nittat 2 +, leu 2 + tx pd pasien ini??&lt;br /&gt;a. cotrim 2 dd I , 7 hari&lt;br /&gt;b. tetrasiklin 500 mg, 2 dd I, 7 hari&lt;br /&gt;c. cyclosporine 250 mg, 2 dd I, slama3 hari&lt;br /&gt;d. sefaleksin 2 dd I, 7 hari&lt;br /&gt;e. sefalosporin 250 mg 2 dd I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Wanita hamil 32mgg??, pendarahabn pervaginam, cavum douglassi nonjol, pendarahan, nyeri sekali hingga pingsan, di handscoon saat px ditemukan darah (+), fluksus (+), pasien Ku jelek, tensi 80/..&lt;br /&gt;a. Ket&lt;br /&gt;b. Abortus imminens&lt;br /&gt;c. Kista ovarium torsi&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Wanita, pendarahan pervaginam dan nyeri perut kanan secara tiba-tiba. 2 mgg (ato 1 bln ga mens gt,,lupa) terlambat haid.bercak-bercak pendarahan (+), nyeri goyang portio, cavum douglassi ada massa + nyeri, dx:&lt;br /&gt;a. KET&lt;br /&gt;b. Abortus imminens&lt;br /&gt;c. Kista ovarium torsi&lt;br /&gt;d. …&lt;br /&gt;e. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Wanita hamil 7 bln, pendarahan setelah jatuh dari tangga,pendarahan, perut nyeri, kaku, dan tegang, pasien tampak pucat, KU lemah, nyeri tekan di fundus. T=100/60, Hb=8, N=100x/m…. &lt;br /&gt;Setelah keadaan umum teratasi/membaik apa tindakan yg dilakukan?&lt;br /&gt;a. Psg iv line&lt;br /&gt;b. Tranfusi darah&lt;br /&gt;c. Segera terminasi dgn sc&lt;br /&gt;d. Drip oksitosin&lt;br /&gt;e. Pecah ketuban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Ibu, G2P1A0, control, uk=12mgg, kondisi baik dan tdk ada keluhan. Anak pertama berumur 3 thn dan sehat. Ax yang penting untuk tau resiko anemia..&lt;br /&gt;a. Kebiasaan diet  &lt;br /&gt;b. Riwayat anemi yg dulu&lt;br /&gt;c. Kontrasepsi sebelum hamil?&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;18. Ibu hamil, ukuran kehamilan/perut lebih besar dari umur kehamilan, bagian anak sulit diraba. pada px ditemukan ballottement 2, bagian besar 3, curiga apa?&lt;br /&gt;a. Gemelli&lt;br /&gt;b. Bayi besar&lt;br /&gt;c. Hidrops fetalis&lt;br /&gt;d. Polihidroamnion&lt;br /&gt;e. mioma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ibu di Dx ca cervix. Dia berkali-kali menanyakan “bnr dok sy kena kanker?”&lt;br /&gt;Apa yg km lakukan??&lt;br /&gt;a. Rujuk ke psikolog&lt;br /&gt;b. Rujuk ke psikiater&lt;br /&gt;c. Suruh rajin ibadah&lt;br /&gt;d. Konseling individu&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Wanita hamil, tampak pucat, mengeluh jari2 dan tangan sering kram n kaku,  shg biasanya tangan menguncup, juga geringgingan, kurang kalsium (Ca serum rendah) , sejak hamil tdk mau minum susu krn mual, px : anemia (+)/dbn (ga jls) ??..&lt;br /&gt;a. Disuruh minum susu khusus bumil&lt;br /&gt;b. Disuruh makan daging&lt;br /&gt;c. Makan ikan teri&lt;br /&gt;d. Makan tablet suplemen Fe&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Wanita muda, pendarahan dikuret&lt;br /&gt;Terdpt vili chorialis immatur dan desidua gravid,  kira2 knp tjd spt itu? (sebabnya apa geto??)&lt;br /&gt;a. Kelainan kromosom fetus&lt;br /&gt;b. Endometrium interna&lt;br /&gt;c. Kelainan anatomi uterus&lt;br /&gt;d. Hidrops fetalis&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Wanita, tidak mens stlh nifas, ASI ga keluar setelah 2 bulan melahirkan..&lt;br /&gt;Dx?&lt;br /&gt;a. Synd. Seehan&lt;br /&gt;b. Prolaktinoma&lt;br /&gt;c. Pituitary ant secretion??&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Wanita melahirkan anak dgn lingkar kepala = 40 cm&lt;br /&gt;Tes serologi pilihan??&lt;br /&gt;a. Ig M&lt;br /&gt;b. Ig G&lt;br /&gt;c. Ig A&lt;br /&gt;d. Ig D&lt;br /&gt;e. Ig E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Px  usia muda 17 thn, pendarahn jalan lahir, nyeri perut sangat, benjolan rongga douglassi. Telat mens 2 bln. Jika kaka pasien Tanya…anda sbg dokter, apa yang sebaiknya  dilakukan??&lt;br /&gt;a. Tidak diberi tahu&lt;br /&gt;b. Beritahu secara khusus&lt;br /&gt;c. Beritahu secara umum&lt;br /&gt;d. ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Setelah melahirkan pervaginam (kykna..), dan dijahit… &lt;br /&gt;Pasien datang dgn keluhan keluar urin dari vagina (alat kelamin), yang dilakukan?&lt;br /&gt;a. Kasi analgetik dan antibiotic&lt;br /&gt;b. Rujuk utk reparasi vagina segera..&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode soal OBGYN 000000000000001&lt;br /&gt;1. Wanita akan menikah, suntik TT (tetanus toksoid). Tujuan penyuntikan TT ??&lt;br /&gt;a. Memberi kekebalan aktif pd bayi&lt;br /&gt;b.   ---II----   aktif pada ibu&lt;br /&gt;c.   ---II---    Pasif pada bayi&lt;br /&gt;d.   –II---     Pasif pada ibu&lt;br /&gt;e. –II--   Aktif dan pasif     pada ibu dan bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Wanita, 30 thn, sdh pnyk anak 3, anak terakhir usia 7 bln, ASI eksklusif masih menyusui, ingin KB, sering lupa minum obat KB pil,  tidak ingin hamil lg Kontrasepsi yg cocok?&lt;br /&gt;a. IUD Cu T380&lt;br /&gt;b. Pil KB Estrogen dan Progesteron&lt;br /&gt;c. PiL KB Estrogen dan Progesteron minimal&lt;br /&gt;d. Pil KB hny Progesteron&lt;br /&gt;e. Implant (susuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perempuan, hamil diluar nikah. Ingin digugurkan dokter A tidak mau. Dirujuk  ke dokter B  diberi obat, kontrol 5 hari lg..&lt;br /&gt;Tindakan dr.B??&lt;br /&gt;a. Benar tidak melawan hukum&lt;br /&gt;b. Benar melawan hukum&lt;br /&gt;c. Benar sesuai kemauan pasien&lt;br /&gt;d. Salah tidak melanggar hukum&lt;br /&gt;e. Salah dan melanggar hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hamil diluar nikah. Ingin digugurkan pasien mengalami gangguan jiwa karenanya. Dokter memenuhi permintaan pasien.&lt;br /&gt;Tindakan dokter termasuk??&lt;br /&gt;a. APC&lt;br /&gt;b. Abortus provukatus medicinalis&lt;br /&gt;c. Abortus habitualis&lt;br /&gt;d. Abortus spontan&lt;br /&gt;e. Abortus imminens&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita, G2…., T = 160/100. Hb = 10 gr/dl,  leuko= 10.000, trombo= 80.000.&lt;br /&gt;HCT= 40, LDH = 65, Darah tepi : anemia hemolitik, Dx :&lt;br /&gt;a. Anemia hemolitik e.c eklampsia&lt;br /&gt;b. Superimposed preeclampsia&lt;br /&gt;c. Sindrom HELLP&lt;br /&gt;d. Eklampsia&lt;br /&gt;e. PEB&lt;br /&gt;f. Impending..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wanita, G3P2A0,usia 37 thn, bekas SC 2x, UK :32-34mgg.. (ato uk : 35-36 mgg y??, TJ…alias tdk jelas ni yg nulis soal, hahha…cape de..)&lt;br /&gt;Penatalaksanaan? (direncanakan utk?)&lt;br /&gt;a. Rencana Pervaginam diobservasi ketat&lt;br /&gt;b. Rencana Pervaginam dengan kala I dipercepat (ato percepat kala II..binun)..&lt;br /&gt;Salahkan yg nulis soal, yg jelas bkn gw..hahahaa&lt;br /&gt;c. Persalinan pervaginam dengan induksi  39-40???&lt;br /&gt;d. SC pada UK 37-38 mgg&lt;br /&gt;e. SC pada UK 40-41mgg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita,  G2P1A0 / G3P2A0, tunggal intrauterine, di RS daerah. Datang kala I, letak kepala, observasi inversio uteri, VT : pembukaan 6-7, Eff 90%, ketuban (+), UUk kiri melintang/kiri atas, H III,&lt;br /&gt;Tindakan yg akan dilakukan??&lt;br /&gt;a. Amniotomi&lt;br /&gt;b. Induksi drip oksitosin&lt;br /&gt;c. Vaccum ekstraksi&lt;br /&gt;d. Forceps&lt;br /&gt;e. SC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wanita, riwayat keputihan banyak, pendarahan saat senggama. Dilakukan PAP smear 2x hasil sama (auscul +…)&lt;br /&gt;Px lanjutan yg dilakukan ??&lt;br /&gt;a. Kolposkopi&lt;br /&gt;b. Biopsy&lt;br /&gt;c. Pap smear 1 thn lg..&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hamil terlambat (HPHT) 2 bln. TFU ½ simphisis-pusat?.Ballotement (-), BJA (-)&lt;br /&gt;Keluhan dtg ke UGD : pendarahan&lt;br /&gt;Tindakan yang dilakukan?&lt;br /&gt;a. Kuretase hisap&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bayi baru lahir BB= 2250gr, mikrosefali, katark, PJB, Hepatosplenomegali, anemia, trombositopeni, ibu saat hamil menderita??&lt;br /&gt;a. CMV&lt;br /&gt;b. Tokso&lt;br /&gt;c. Rubella&lt;br /&gt;d. Herpes simplex&lt;br /&gt;e. Treponema Pallidum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita hamil, UK =26mgg, TFU 4 jari diatas pusat, BJA 152x/menit, teratur, kondisi kehamilan yang tepat??&lt;br /&gt;a. Normal&lt;br /&gt;b. Kehamilan dengan pertumbuhan janin terhambat&lt;br /&gt;c. Kehamilan seharusnya &lt; 26 mgg&lt;br /&gt;d. Kehamilan dgn kista ovarii 5cm&lt;br /&gt;e. Kehamilan dgn endometriosis&lt;br /&gt;f. Oligohidroamnion&lt;br /&gt;g. Mioma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Wanita, 3 bln tdk mens, tes kehamilan (+), Fundus uteri 4 jari di atas simfisis pubis, ballottement (+)&lt;br /&gt;a. Mola hidatosa&lt;br /&gt;b. Kehamilan normal&lt;br /&gt;c. Kehamilan dgn ptumb jani  terlambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Wanita hamil 40thn, G2P1A0, TFU setinggi pusat,balotemen (-), UK =3 bln. Dx??&lt;br /&gt;a. kehamilan normal&lt;br /&gt;b. kehamilan janin terhambat pertumbuhannya…&lt;br /&gt;c. mola hidatidosa&lt;br /&gt;d. endometriosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bingung ini soal 11,12,13…ni&lt;br /&gt;soal yg bnr yg mana….&lt;br /&gt;Kutulis aja semua..pis… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. kehamilan dgn kista 5 cm Wanita, G1P0A0, bercak pendarahan,kram perut, kram di suprasimphisis, px : uterus normal, sdh menikah 2 thn, blm hamil, saran kita??&lt;br /&gt;a. Tirah baring + progestin&lt;br /&gt;b. Tirah baring + spamolitik&lt;br /&gt;c. Periksa Hb&lt;br /&gt;d. Rujuk&lt;br /&gt;e. Kuretase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. 10 januari, dtg dgn mens 3 bln&lt;br /&gt;Nov     des      jan&lt;br /&gt;5           8          5&lt;br /&gt;10         13       10&lt;br /&gt;Ingin KB  kalender, kpn hrs menghindari berhubungan??&lt;br /&gt;a. 10-15 jan&lt;br /&gt;b. 19-25 jan&lt;br /&gt;c. 1-5&lt;br /&gt;d. ???&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. HPHT bln januari  5 jan&lt;br /&gt;Masa suburnya kpn??&lt;br /&gt;a. 15-24 jan…&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Pendarahan bercak, ballottment (-), BJA (-), USG = vesicular intrauterine, &lt;br /&gt;a. USG 4D&lt;br /&gt;b. Pungsi douglas&lt;br /&gt;c. Observasi&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Wanita 21 thn, mengeluh sakit kepala dan bengkak pada kaki 1 mgg. T =160/ 100, protein urine (++), as urat 8 mg/dl.&lt;br /&gt;Hamil 8 bln, tanda2 ipartu (-)&lt;br /&gt;a. Kateterisasi 1 mgg&lt;br /&gt;b. Pemberian obat hipertensi&lt;br /&gt;c. Pemberian diuretika IV&lt;br /&gt;d. Kesejahteraan janin&lt;br /&gt;e. Pemberian MgSo4&lt;br /&gt;f. konservatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Cewe, pap smear menikah 6 thn, 1 bln yg lalu hasil pap smear tdk bs dievaluasi&lt;br /&gt;a. Make antibiotic&lt;br /&gt;b. Keputihan&lt;br /&gt;c. Resiko kanker serviks&lt;br /&gt;d. Pendarahan saat hubungan&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Wanita, pap smear sebelumnya hasil meragukan. Utk pap smear berikutnya yg hrs diperhatikan??&lt;br /&gt;a. Ada keputihan&lt;br /&gt;b. Tdk dlm masa haid&lt;br /&gt;c. Riw. Nyeri saat coitus&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Wanita, riwayat HT (-), Skrg hamil, riw HT (-), skrg hamil TD 160/ 100, proteinuria (+).&lt;br /&gt;a. Superimpsed preeclampsia&lt;br /&gt;b. Preklampsia berat&lt;br /&gt;c. Eklampsia&lt;br /&gt;d. Impending eklampsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Wanita 27 thn, keputihan bau seperti ikan (fishy odor) dan pada pemeriksaan vagina eritema, terdapat bercak-bercak merah spt strawberry. Penyebab keputihannya :&lt;br /&gt;a. Candida albicans&lt;br /&gt;b. Bacterial vaginosis&lt;br /&gt;c. Trichomonas&lt;br /&gt;d. HPV&lt;br /&gt;23.  Ibu HiV (+), melahirkan anak, anak diapakan??&lt;br /&gt;a. dikasi Ig&lt;br /&gt;b.??&lt;br /&gt;c.??&lt;br /&gt;d.??&lt;br /&gt;24. Wanita hamil, gusi bengkak, hyperemia, tidak ada nyeri, caries gigi (+), tindakan kita??&lt;br /&gt;a. Antikumur anti-biotik utk cegah infeksi&lt;br /&gt;b. Konsul untuk caries giginya&lt;br /&gt;c. Mengatakan tidak masalh&lt;br /&gt;d. Sikat gigi dgn sikat gigi halus&lt;br /&gt;e. Beri vit C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Wanita hamil 3 bln, nyeri perut sayat, pokoknya tanda KET (+), dtg diantar suaminya, kalo kakak kandung pasien bertanya, apa yang kita katakan?&lt;br /&gt;a. Tidak memberi tahu&lt;br /&gt;b. Diberi tahu diagnose khusus&lt;br /&gt;c. Diberi tahu diagnose umum&lt;br /&gt;d. Diberi tahu diagnose dgn bhs medis&lt;br /&gt;e. Diberi tahu selengkap2nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Wanita hamil kena demam tifoid, diberi AB apa?&lt;br /&gt;a. Amoks&lt;br /&gt;b. Cotrim&lt;br /&gt;c. Cipro&lt;br /&gt;d. Cloramp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blom selese..masi byk…ambil kopi dulu…lanjut IKA..&lt;br /&gt;IKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anak perempuan / 3 th, KU: pucat. PFx: hepatosplenomegali. HB: 4,8 gr/dl, HCT13,2%, MCV 53,5 fl. Ro: hair on end. Lab darah lain yang mungkin ditemukan:&lt;br /&gt;a. penurunan retikulosit&lt;br /&gt;b. penurunan feritin&lt;br /&gt;c. penurunan serum besi&lt;br /&gt;d. kenaikan haptoglobin&lt;br /&gt;e. kenaikan bil.Ind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Anak perempuan / 4 th, KU: Demam tinggi mulai 4 hr yll. demam disertai nyeri anggota baan + ruam, dan rasa tidak nyaman di ulu hati. Perdarahan (-), batuk (-). PFx: Temp: 39oC, hepatomegali. Lab: Hb 13 gr/dl, tromb 56.000, HCT 44%, leu 7600. Dx?&lt;br /&gt;a. malaria&lt;br /&gt;b. demam thypoid&lt;br /&gt;c. TBC&lt;br /&gt;d. demam dengue&lt;br /&gt;e. influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Anak laki2 / 11 bln, KU: Sesak 1 hr. Sesak didahului panas, dan batuk pilek sejak 4 hr yll. RR: 56 x/', PCH (+), Ret. intercostal dan epigastrium (+), dan crackles (+). PFx yg mendukung dx. utama:&lt;br /&gt;a. Panas badan dan sesak napas&lt;br /&gt;b. panas badan dan peningkatan RR&lt;br /&gt;c. sesak napas dan crackles&lt;br /&gt;d. sesak napas dan batuk&lt;br /&gt;e. peningkatan RR dan ret. Epigastrium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Anak laki2 / 5 th. Batuk2, tapi ga biru. Ro. AP+Lat Sin: jantung membesar kekiri dan kanan, apeks membulat di atas diafragma, ruang retrosternal terisi, corakan paru bertambah, hilus melebar. Dx?&lt;br /&gt;a. VSD&lt;br /&gt;b. ASD&lt;br /&gt;c. TF&lt;br /&gt;d. PDA&lt;br /&gt;e. MR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Anak laki2 / 2 th, seni lututnya bengkak, hematome di paha + hamarthrosis di kiri. Dx?&lt;br /&gt;a. ITP&lt;br /&gt;b. Hemofilia&lt;br /&gt;c. Trombositopenia&lt;br /&gt;d. Von willebrand&lt;br /&gt;e. HSP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anak perempuan / 1 th. Batuk2 hebat dan muntah2 sjak 1 mgg yll. Riw. imuniasasi tidak lengkap, peradarahan subkonjunctiva. Hb 13,8 gr/l, leu 63.000, HCT 82%, tromb 375.000, VS. Normal. Dx?&lt;br /&gt;a. Pertussis&lt;br /&gt;b. BP&lt;br /&gt;c. Vincent angina&lt;br /&gt;d. Sepsis&lt;br /&gt;e. Asma bronchiale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bayi perempuan / 4 bln, ruam kemerahan pada kuli pipi, tanpa mengenai perioral. Awalnya berupa kulit kering lalu menjadi bercak kemerahan. Dx?&lt;br /&gt;a. DK&lt;br /&gt;b. DKI&lt;br /&gt;c. DA&lt;br /&gt;d. SJS&lt;br /&gt;e. Streptococcal Scalded skin syndrome&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bayi perempuan / 12 hr. KU: tinja keluar dr lubang kemaluan. gerak aktif, anus (+), BAK lancar. Dx?&lt;br /&gt;a. Atresia ani&lt;br /&gt;b. Atresia vagina&lt;br /&gt;c. Fistula uretrovagina&lt;br /&gt;d. Fistula rectourethral&lt;br /&gt;e. Fistula rectovaginal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anak laki2 / 11 th, KU: demam sejak 5 hr yll. Demam naik turun, menggigil, emam tinggi, berkeringat, lalu suhu badan kembali normal. Keluhan disertai nyeri kepala dan nafsu makan menurun. 2 mgg yll anak baru pulang dari daerah rawa2 selama 1 mgg. PFx: conj. anemis, limpa membesar. Dx?&lt;br /&gt;a. malaria&lt;br /&gt;b. demam thypoid&lt;br /&gt;c. pneumonia&lt;br /&gt;d. demam dengue&lt;br /&gt;e. influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Anak laki2 / 4 th, KU: nyeri telinga kanan. Sebelumnya didahului dg batuk pilek 5 hr yll. Otoskopi: cairan mukopurulen keluar dari perforasi sentral MT. Dx?&lt;br /&gt;a. OMA&lt;br /&gt;b. OMS&lt;br /&gt;c. OED&lt;br /&gt;d. Miringitis bulosa&lt;br /&gt;d. OMP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bayi perempuan baru lahir, tampak kuning, anak ke-3 dari ibu 25 th dg gol darah B Rh. (-) dan Ayah gol darah O Rh. (+). Lab: Hb 15 gr/dl, bil.tot 8 mg/dl, dan gol. darah O. Dx?&lt;br /&gt;a. inkompatibilitas Rh&lt;br /&gt;b. inkompatibilitas ABO&lt;br /&gt;c. atresia duktus hepatikus&lt;br /&gt;d. HVA&lt;br /&gt;e. toksoplasmosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bayi perempuan / 3 hr, dibawa ibunya ke dokter karena kulit tampak kuning. Kehamilan cukup bulan, tidak pernah sakit selama hamil. Saat melahirkan ketuban pecah &gt; 18 jam. BB 3100 gr. Penyebab kelainan?&lt;br /&gt;a. trauma saat lahir&lt;br /&gt;b. bayi kekurangan cairan&lt;br /&gt;c. fungsi hepar belum sempurna&lt;br /&gt;d. infeksi saat persalinan krn KPD&lt;br /&gt;e. konsumsi ASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bayi perempuan / 18 bln, KU: pucat. PFx: Anemia dan ikterik ringan, terdapat sistolik ejection murmur gr. 2/6 disemua ostia, hati teraba 3 bac, limpa S II. Lab: hb 5,8 gr/dl, HCT 18,5%, Leu 7500, tomb 170.000, MCV 54 fl, hapusan: hipokrom-mikrositer, anisopoikilositosis. Lab lanjutan yg dapat mendukung dx?&lt;br /&gt;a. G6PD&lt;br /&gt;b. Analisis Hb&lt;br /&gt;c. serum besi&lt;br /&gt;d. serum ferritin&lt;br /&gt;e. hapusan sutul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Anak perempuan / 5 th, KU: demam. demam tdk tll tinggi, &gt; 1,5 bln yll. RPK: nenek pernak batuk2 lama, namun stlh diberi obat paket dr pkm batuknya sembuh. PFx. pada leher teraba benjolan multipel, diameter 1 m, di submandibula dex 1,5 cm. Test mantoux indurasi 13 mm. penyebab demam?&lt;br /&gt;a. malaria&lt;br /&gt;b. demam thypoid&lt;br /&gt;c. demam dengue&lt;br /&gt;d. limfadenitis TB&lt;br /&gt;e. limfangitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bayi laki2 baru lahir. BBL: 3000 gr, PB: 51 cm, P4Ab0, ditolong bidan, langsung menangis kuat, lalu dirawat gabung dan diberi ASI. 1 hr kemudian tdk mau minum ASI, lemah, lunglai. Penyebab yg paling mungkin?&lt;br /&gt;a. asfiksia&lt;br /&gt;b. perdarahan&lt;br /&gt;c. syok&lt;br /&gt;d. sepsis&lt;br /&gt;e. DIC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Anak perempuan / 5 th, Ku: sakit telinga kiri. keluhan disertai pendengaran menurun, batuk2 4 hr yll. Temp 38,5oC. Dx?&lt;br /&gt;a. mastoiditis akut&lt;br /&gt;b. mastoiditis kronis&lt;br /&gt;c. OMA&lt;br /&gt;d. OMK&lt;br /&gt;e. OME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.  Anak perempuan / 10 th luka tertususuk paku 1 jam yll. Imunisasi tetanus (-). Tindakan pencegahan tetanus?&lt;br /&gt;a. Serum Anti tetanus&lt;br /&gt;b. IG + SAt&lt;br /&gt;c. TT + IG&lt;br /&gt;d. SAT + TT&lt;br /&gt;e. SAT, TT, + IG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tujuan pemberian vitamin A pada anak malnutrisi adalah untuk mencegah penyakit : &lt;br /&gt;a. Diare&lt;br /&gt;b. Campak&lt;br /&gt;c. Polio&lt;br /&gt;d. Tuberculosis&lt;br /&gt;e. Malaria &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Anak dengan riwayat kencing warna kemerahan dan keruh. Edema periorbital (+). Proteinuria 3+. Kemungkinan dx adalah :&lt;br /&gt;a. Acute nephritic syndrome&lt;br /&gt;b. Nephritic syndrome&lt;br /&gt;c. Glomerulonephritis&lt;br /&gt;d. Tubular necrosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Anak usia 4 th dibawa ke dokter dengan keluhan panas tinggi, RR 58x/menit, N 110x/menit. Riwayat batuk pilek sebelumnya (+). Anak tampak sesak. Menurut kriteria WHO, patokan yang dipakai untuk penegakkan diagnosanya?&lt;br /&gt;a. Panas dan nafas cepat&lt;br /&gt;b. Panas dan riwayat batuk pilek&lt;br /&gt;c. Sesak dan nafas cepat&lt;br /&gt;d. Sesak dan riwayat batuk pilek&lt;br /&gt;e. Nafas cepat dan retraksi epigastrium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Anak usia 5 th datang ke dokter dengan keluhan kejang seluruh tubuh selama 2 menit, kemudian kejang berhenti. Riwayat panas (+) sebelumnya, batuk pilek (+). Apa yang perlu diberikan untuk mencegah terjadinya kejang berulang?&lt;br /&gt;a. Diazepam dan luminal selama anak demam&lt;br /&gt;b. Paracetamol dan luminal selama anak kejang&lt;br /&gt;c. Paracetamol dan luminal selama 1 tahun&lt;br /&gt;d. Diazepam 1 tahun&lt;br /&gt;e. Paracetamol dan asam valproat&lt;br /&gt;22. Anak usia 1 th, nafas cuping hidung, retraksi intercostal. Riwayat batuk pilek 3 hari sebelumnya, di keluarga ada yang punya riwayat serupa. Panas 38,2C. Diagnosis apa yang paling mungkin?&lt;br /&gt;a. Bronchitis&lt;br /&gt;b. Bronchiolitis&lt;br /&gt;c. Bronchopneumonia&lt;br /&gt;d. Asma bronchiale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bila ada anak dengan dizi buruk tanpa adanya komplikasi, antibiotika yang dapat diberikan adalah :&lt;br /&gt;a. Amoxicilin&lt;br /&gt;b. Ciprofloxacin&lt;br /&gt;c. Cotrimoxazole&lt;br /&gt;d. Chloramphenicol&lt;br /&gt;e. Metronidazole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Anak dengan data pucat, lemas, dari pemeriksaan laboratorium didapatkan eritrosit mikrositer, anisopoilositosis ringan, polikromasi, hepatosplenomegali, tampak gambaran hair on end. Maka pemeriksaan tambahan yang diperlukan adalah :&lt;br /&gt;a. G6PD&lt;br /&gt;b. Serum besi&lt;br /&gt;c. Serum feritin&lt;br /&gt;d. Pemeriksaan haptoglobin&lt;br /&gt;e. Retikulosit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Ada seorang anak dibawa ke dokter dengan keluhan tergigit anjing. Apakah yang harus dilakukan dokter ?&lt;br /&gt;a. Cari anjing untuk diotopsi&lt;br /&gt;b. Berikan vaksin anti rabies dan immunoglobulin&lt;br /&gt;c. Observasi ketat anak tersebut&lt;br /&gt;d. Berikan serum anti rabies saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Anak dengan penurunan kesadaran. Riwayat panas lama, hilang timbul, batuk-batuk kronis, di CT Scan didapatkan enhancement pada sisterna basalis. Diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. Toxoplasma&lt;br /&gt;b. Meningitis TB&lt;br /&gt;c. Meningitis bacterial&lt;br /&gt;d. Encephalitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Anak dengan proteinuria 3+, granular cast (+), edema anasarka. Diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. Sindroma nefrotik&lt;br /&gt;b. Gagal ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Penyebab kelainan di atas yang paling mungkin karena :&lt;br /&gt;a. Infeksi di glomerulus&lt;br /&gt;b. Infeksi di pelviocalyceal system&lt;br /&gt;c. Inflamasi di glomerulus &lt;br /&gt;d. Inflamasi di pelviocalyceal system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Anak dengan bising pansistolik grade 4/6, tindakan yang dilakukan :&lt;br /&gt;a. Rujuk ke spesialis jantung anak&lt;br /&gt;b. Rujuk ke spesialis bedah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Bayi usia 5 bulan datang ke tempat anda mau imunisasi. Riwayat kelahiran bayi lahir di rumah sakit, saat pulang mendapatkan 2 suntikan imunisasi dan tetesan di mulut 1x. Sekarang imunisasi apakah yang harus diberikan?&lt;br /&gt;a. Hep B1, hep B2, DPT 1, DPT 2, polio1&lt;br /&gt;b. Hep B1, hep B2, DPT 1, polio1, polio2&lt;br /&gt;c. Hep B2, DPT 1, DPT 2, polio1&lt;br /&gt;d. Hep B2, DPT 1, DPT 2, polio1, polio2&lt;br /&gt;e. Hep B2, DPT 1, polio2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. (lanjutan dari soal di atas) Pada saat bayi datang 1 bulan kemudian, imunisasi apa yang diberikan?&lt;br /&gt;a. Hep B3, DPT 2, polio 3&lt;br /&gt;b. Hep B2, DPT 2, campak&lt;br /&gt;c. Hep B2, DPT 2, DPT 3, polio 3&lt;br /&gt;d. Hep B2, DPT 3&lt;br /&gt;e. Hep B3, DPT 3 polio 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Anak laki-laki usia 3 bulan, dikeluhkan testis kiri membesar bila menangis. Saat pemeriksaan didapatkan Tax 38,5, testis kiri membesar, merah, bengkak dan pasien menangis bila testis disentuh. Kemungkinan diagnosa adalah :&lt;br /&gt;a. Torsio testis&lt;br /&gt;b. Hernia inguinalis&lt;br /&gt;c. Hernia incarcerata&lt;br /&gt;d. Necrosis testis&lt;br /&gt;e. Infeksi testis / orchitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Anak laki-laki usia 5 th, timbul bintik-bintik dan gatal pada tangan, selangkangan, kemaluan. Teman-temannya juga ada yang mengalami keluhan yang sama. Kemungkinan diagnosanya adalah :&lt;br /&gt;a. Scabies&lt;br /&gt;b. Prurigo&lt;br /&gt;c. Dermatitis kontak alergi&lt;br /&gt;d. Tinea cruris&lt;br /&gt;e. Dermatitis alergika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Anak dengan usus terburai keluar. Diagnosanya adalah :&lt;br /&gt;a. Gastrochisis&lt;br /&gt;b. Omphalocele&lt;br /&gt;c. Hernia umbilicalis&lt;br /&gt;d. Volvulus&lt;br /&gt;e. Hernia diafragmatika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Anak 13 th, mata melotot, tremor, suka makan, BAB sulit, sering berkeringat, BB turun. Kemungkinan diagnosa adalah :&lt;br /&gt;a. Hipotiroid&lt;br /&gt;b. Grave disease&lt;br /&gt;c. DM tipe 1&lt;br /&gt;d. KAD&lt;br /&gt;e. Hipoglikemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Bayi usia 10 bulan, bengkak seluruh badan, mula-mula kedua mata, kemudian seluruh badan, rambut merah, muka bulat, perut buncit, hepatosplenomegali. Kemungkinan diagnosa adalah :&lt;br /&gt;a. Marasmus kwashiorkor&lt;br /&gt;b. Marasmus&lt;br /&gt;c. Kwashiorkor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Anak usia 4 th, bengkak di seluruh badan, mula-mula di kedua mata, protein 2+, pada pemeriksaan terdapat oval fat body. Kemungkinan diagnosanya adalah :&lt;br /&gt;a. Gagal ginjal&lt;br /&gt;b. Gagal hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Bayi usia 17 bulan, datang ke tempat anda sbg dokter karena sebelumnya demam. KIE apa yang diperlukan?&lt;br /&gt;a. Anak akan kejang sampai usia 5 tahun&lt;br /&gt;b. Jika tidak panas, maka anak ibu tidak akan kejang&lt;br /&gt;c. Resiko terjadi gangguan kognitif&lt;br /&gt;d. Resiko terjadi gangguan epilepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Anak usia 5 th datang ke Rumah sakit dengan diare 7x, tidak ada lendir dan darah. Teman-temannya juga banyak yang menderita penyakit yang serupa. Apakah kemungkinan penyebabnya?&lt;br /&gt;a. Salmonella&lt;br /&gt;b. Rotavirus&lt;br /&gt;c. Klebsiella&lt;br /&gt;d. Pseudomonas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Anak 5 th datang ke RS dengan diare 7x, tidak ada lendir dan darah. Pakah etiologinya?&lt;br /&gt;a. Rotavirus&lt;br /&gt;b. Salmonella&lt;br /&gt;c. Amoebiasis&lt;br /&gt;41. Anak 7 th datang ke RS dengan keluhan diare disertai lendir. Apakah kenungkinan diagnosanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Anak 6 th diare seperti air cucian beras, tidak ada darah. Apakah kemungkinan penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Anak 3 th datang dengan keluhan kejang, 2 hari sebelumnya batuk pilek. Kejang di seluruh tubuh. Apakah diagnosanya?&lt;br /&gt;a. Kejang demam simplex&lt;br /&gt;b. Kejang demam complex&lt;br /&gt;c. Epilepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Anak dengan keluhan sesak nafas, pada pemeriksaan fisik ditemukan crackles. Apakah kemunginan diagnosanya?&lt;br /&gt;a. Bronchitis&lt;br /&gt;b. Bronchopneumonia&lt;br /&gt;c. TB paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Anak datang dengan keluhan kehilangan konsentrasi saat belajar di kelas. Kemungkinan penyebab petit mal. Gambaran EEG?&lt;br /&gt;a. Spike wave 3 SPD (siklus per detik)&lt;br /&gt;b. Spike wave 2 SPD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Anak perempuan 7 tahun datang dengan keluhan rambut panjang, gatal, tidak pernah dicuci. Kemungkinan penyebab?&lt;br /&gt;a. Pediculosis capitis&lt;br /&gt;b. Tinea corporis&lt;br /&gt;c. Dermatitis kontak iritan&lt;br /&gt;d. Dermatitis alergika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Anak laki-laki akan disirkumsisi tetapi preputium tidak bisa ditarik ke belakang. Balanitis (-), balanophostitis (-). Apa yang anda lakukan?&lt;br /&gt;a. Langsung sirkumsisi&lt;br /&gt;b. Tidak boleh disirkumsisi / ditunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Anak laki-laki akan disirkumsisi. Lubang urethra tepat antara pangkal penis dengan kantong sakar. Apa yang anda lakukan sebagai dokter umum ?&lt;br /&gt;a. KIE ibu tidak boleh disirkumsisi dulu harus dirujuk ke ahli bedah &lt;br /&gt;b. Langsung sirkumsisi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;49. Anak dengan feces keluar dari kemaluan, anus ada. Kemungkinan diagnosa :&lt;br /&gt;a. fistula rectourethral&lt;br /&gt;b. fistula rectovaginal&lt;br /&gt;c. fistula vaginouretral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Bengkak seluruh tubuh, 2 minggu sebelumnya nyeri tenggorok. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah :&lt;br /&gt;a. ASTO&lt;br /&gt;b. Widal&lt;br /&gt;c. Immunoglobulin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Batuk menggonggong, 3 hari, kakaknya mempunyai sakit yang sama, batuk hebat, riwayat imunisasi tidak lengkap. Kemungkinan penyebab adalah  :&lt;br /&gt;a. Pertusis&lt;br /&gt;b. Difteri&lt;br /&gt;c. TB paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Anak diare, hasil lab ditemukan bakteri spiral dengan kedua ujung berkait. Kemungkinan penyebab adalah :&lt;br /&gt;a. Salmonelosis&lt;br /&gt;b. Shigelosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Anak 5 th, jatuh. Terdapat luka abrasi. Anak jatuh di lapangan yang setiap hari minggu dipakai untuk latihan menunggang kuda. Anak sudah imunisasi DPT. Maka booster yang diperlukan adalah :&lt;br /&gt;a. DPT&lt;br /&gt;b. DT&lt;br /&gt;c. Tidak perlu imunisasi&lt;br /&gt;d. Toksoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Bayi datang dengan ikterus. Golongan darah ibu A dan golongan darah bayi 0. Ikterus bisa disebabkan karena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Anak dengan edema anasarka, bengkak periorbita, apakah yang membedakan gejala tersebut dengan sindroma nefrotik?&lt;br /&gt;a. Hipoalbumin&lt;br /&gt;b. Hiperkolesterolemi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Anak datang denga keluhan batuk, demam, wheezing (+), keluarga ada yang mempunyai penyakit yang sama. Kemungkinan dx adalah :&lt;br /&gt;a. Bronkiolitis&lt;br /&gt;b. Asma bronkiale&lt;br /&gt;c. Pneumonia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Bayi 2000 gram, usia kehamilan 35 minggu. Dx nya adalah :&lt;br /&gt;a. Lahir cukup bulan&lt;br /&gt;b. Kurang bulan, berat badan lahir rendah&lt;br /&gt;c. Kurang bulan, berat badan lahir sangat rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Bayi lahir dari ibu HIV (+). Terapi pada anak adalah :&lt;br /&gt;a. Antiretroviral&lt;br /&gt;b. Antibiotik&lt;br /&gt;c. Immunoglobulin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. Bayi lahir dengan apgar score 7-9, cukup bulan, BBL 3000 gram. Beberapa menit kemudian distress nafas, sianosis, paru kiri suara nafas menurun, suara jantung terdengar paling keras pada ICS 3-4 parasternalis dextra, bising (-), hepar teraba 1-3 cm bac dextra. Kemungkinan dx adalah :&lt;br /&gt;a. Dextrocardi&lt;br /&gt;b. Agenesis paru sinistra&lt;br /&gt;c. Transposisi great arteri&lt;br /&gt;d. Hernia diafragmatika&lt;br /&gt;e. ASD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. Bayi lahir didapatkan mikrosefali, katarak congenital, kelainan jantung, hepatosplenomegali congenital, anemia, maka kemungkinan penyakit ibu selama hamil adalah :&lt;br /&gt;a. Toxoplasmosis&lt;br /&gt;b. Cytomegalovirus&lt;br /&gt;c. HIV&lt;br /&gt;d. Rubella&lt;br /&gt;e. Herpes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. Anak 5 tahun, batuk berdahak 1 bulan, foto thorax ditemukan ghon fokus (+). Maka diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. TBC primer&lt;br /&gt;b. TBC milier&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. Anak 2 tahun. Ayah menderita batuk lama 3 bulan. Di rontgen didapatkan bercak (+), klinisa baik, uji tuberculin (-). Maka tx nya :&lt;br /&gt;a. Terapi minimal 3 macam OAT&lt;br /&gt;b. Observasi dahulu kemudian 3 bulan lagi tuberculin ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Anak 6 tahun, faring hiperemi, eksudat (+), T2aT1, pembesaran lymphadenopati anterior (+). Terapi nya :&lt;br /&gt;a. Beri multivitamin&lt;br /&gt;b. Eradikasi kuman untuk mencegah komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. Anak batuk seperti menggonggong disertai panas dan suara nafas tambahan, maka kemungkinan penyakitnya adalah :&lt;br /&gt;a. Croup&lt;br /&gt;b. Batuk lama&lt;br /&gt;c. TB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Anak batuk menggonggong, disertai panas, suara nafas tambahan (+), tiba-tiba mengalami distress nafas, maka terapi yang diberikan adalah :&lt;br /&gt;a. Intubasi&lt;br /&gt;b. Oksigenasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. Anak perempuan berulang kali transfusi di rumah sakit karena penyakit keturunan yang dideritanya. Kemungkinan penyakit diturunkan secara : (thalasemia)&lt;br /&gt;a. Autosomal dominan&lt;br /&gt;b. Autosomal resesif&lt;br /&gt;c. X linked dominan&lt;br /&gt;d. X linked resesif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. Anak kejang 2-3 menit, sebelumnya diare dan demam, tidak sadar selama 5 menit lalu sadar. KIE tentang prognosis selanjutnya adalah :&lt;br /&gt;a. Akan kejang ulang sampai usia 5 tahun&lt;br /&gt;b. Akan menjadi epilepsy&lt;br /&gt;c. Akan mengalami defek neurologis menetap&lt;br /&gt;d. Akan sembuh dengan cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. Anak demam, mual, muntah, tinja berbau asam. Kemungkinan dx penyebab adalah :&lt;br /&gt;a. E.coli&lt;br /&gt;b. Salmonella sp&lt;br /&gt;c. Shigella sp&lt;br /&gt;d. Rotavirus&lt;br /&gt;e. Amoeba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Anak laki-laki usia 3 tahun. Diare setelah diberikan bubur kacang hijau. Frekuensi  4x/hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan rambut warna merah, kulit keriput. Penyebabnya adalah :&lt;br /&gt;70. Diagnosa penyakit tersebut adalah (no.69):&lt;br /&gt;a. Gizi baik tanpa dehidrasi ringan&lt;br /&gt;b. Gizi baik dengan dehidrasi ringan&lt;br /&gt;c. Gizi buruk tanpa dehidrasi berat&lt;br /&gt;d. Gizi buruk dengan dehidrasi berat&lt;br /&gt;e. sehat&lt;br /&gt;71. Bayi usia 2 hari, keluar kotoran yang banyak dan ananh pada kedua mata. Riwayat saat hamil, ibu keputihan. Maka diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;72. Anak perempuan edema anasarka. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan proteinuri. Pemeriksaan fisik yang membedakan dengan sindroma nefrotik adalah :&lt;br /&gt;a. Hipertensi&lt;br /&gt;b. Proteinuri&lt;br /&gt;c. Hiperkolesterolemia&lt;br /&gt;d. Anemia&lt;br /&gt;73. Henoch schonlein purpura&lt;br /&gt;74. Glomerulonefritis akut, lab yang dibutuhkan adalah : &lt;br /&gt;a. ASTO&lt;br /&gt;75. Anak usia 13 tahun ke poliklinik dengan keluhan panas badan sejak 16 hari yang lalu, 7 hari awal panasnya hanya pada malam hari, tetapi kemudian panas terasa pada pagi dan sore hari. Gejala lain nyeri kepala, mual, muntah, tidak BAB sejak 7 hari yang lalu. Pemeriksaan klinis yang paling mungkin ditemukan adalah :&lt;br /&gt;a. Pembesaran kgb colli&lt;br /&gt;b. Takikardi&lt;br /&gt;c. Hepatosplenomegali&lt;br /&gt;76. Anak usia 14 tahun terjatuh dari motor terbentuk luka abrasi di lengan kiri. Setiap hari minggu jalan raya itu sering dilewati kuda. Anak sudah mendapat DPT pada usia 5 tahun. Yang perlu dilakukan sekarang adalah imunisasi :&lt;br /&gt;a. TT&lt;br /&gt;b. DPT&lt;br /&gt;c. TT+immunoglobulin&lt;br /&gt;d. Tidak perlu imunisasi&lt;br /&gt;77. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk memeriksa hematuri dan riwayat sakit kulit 2 minggu yang lalu, sudah diobati dengan sembuh adalah :&lt;br /&gt;a. Widal&lt;br /&gt;b. ASTO&lt;br /&gt;c. Shick&lt;br /&gt;d. Ascoli&lt;br /&gt;e. DL&lt;br /&gt;78. Bayi kuning, ibu golongan darah O rhesus (-), golongan darah ayah B, rhesus (+). Golongan darah bayi O. Kuning disebabkan karena :&lt;br /&gt;a. Inkompatibilitas rhesus&lt;br /&gt;b. Inkompatibilitas ABO&lt;br /&gt;79. Encephalitis&lt;br /&gt;80. Meningocele&lt;br /&gt;81. Anak usia 10 tahun, keluar nanah dari paha kanan, dan keluar cairan dari telinga. Kemungkina penyakit adalah :&lt;br /&gt;a. Osteoporosis&lt;br /&gt;b. Osteomielitis akut&lt;br /&gt;c. Osteoarthritis&lt;br /&gt;d. Osteosarcoma&lt;br /&gt;e. Rachitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah puas IKA???&lt;br /&gt;Mari beralih ke bedah..masi smgt kn???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasien perempuan 12 tahun datang dengan keluhan sering keluar kotoran dari kemaluan. BAB dan BAK normal. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. Fistula rectovaginal&lt;br /&gt;b. Fistula rectourethral&lt;br /&gt;c. Fistula Uterovaginal&lt;br /&gt;d. Fistula Urethrourethral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bayi lahir dengan isi perut terburai pada umbilikus dan tidak terbungkus amnion. Maka diagnosanya:&lt;br /&gt;A. Gastroschisis&lt;br /&gt;B. Omphalocele&lt;br /&gt;C. Hernia Umbilikalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anak dengan keluhan benjolan diantara kedua alis, semakin lama semakin membesar, teraba lunak dan kistik, dx:&lt;br /&gt;A. Meningocele&lt;br /&gt;B. Encephalocele&lt;br /&gt;C. Myelomeningocele&lt;br /&gt;D. Spina Bifida&lt;br /&gt;E. Chiari malformation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anak umur 8 tahun, digigit anjing pada bahu kanan, tindakan yang tepat selanjutnya:&lt;br /&gt;A. Mencari anjing untuk diotopsi&lt;br /&gt;B. Melapor pada dinkes&lt;br /&gt;C. Observasi anak&lt;br /&gt;D. Memberi anti rabies&lt;br /&gt;E. Memberi vaksin rabies dan antirabies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seorang anak dibawa ke UGD dengan tertancap paku pada telapak kaki, paku berkarat tersebut berhasil diambil dengan utuh, terapi yang diberikan:&lt;br /&gt;A. Tetanus Immunoglobulin&lt;br /&gt;B. Antitetanus serum&lt;br /&gt;C. Tetanus Immunoglobulin  + Antitetanus serum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ibu dengan abses mammae, terapi yang diberikan:&lt;br /&gt;A. insisi abses, antibiotik oral, tetap menyusui&lt;br /&gt;B. Insisi abses, antibiotik oral, tidak menyusui&lt;br /&gt;C. incisi drainase, kompres antiseptik, tetap menyusui&lt;br /&gt;D. Antibiotik oral, kompres antiseptik, berhenti menyusui&lt;br /&gt;E. Antiseptik oral, kompres antiseptik , tetap menyusui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bayi dengan benjolan pada tepi alis, muncul tak lama setelah lahir, semakin membesar dan teraba kistik dan lunak&lt;br /&gt;A. Kista atheroma&lt;br /&gt;B. Kista dermoid&lt;br /&gt;C. Lipoma&lt;br /&gt;D. Abses&lt;br /&gt;E. Traumatic cyst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pasien dengan kecelakaan sepeda motor, fraktur mutiple femur, KU lemah, TD 70/palpasi, N 100x/menit, RR 20x/menit, tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;A. IV line 2 line&lt;br /&gt;B. IV line 1 line&lt;br /&gt;C. Rujuk RS&lt;br /&gt;D. IV subclavia&lt;br /&gt;E. oksigenasi masker 4 lpm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pasien kecelakaan sepeda motor dengan fraktur costae 10, hematom (+), nyeri (+). tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;A. observasi pneumothorax&lt;br /&gt;B. diberikan analgesik lalu pulang&lt;br /&gt;C. Dilakukan bebat dada lalu pulang&lt;br /&gt;D, Planning operasi&lt;br /&gt;E. Observasi 6 jam di IRD, kalau TAA, pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pasien wanita 45 tahun dengan tumor mammae,  ukuran 4 cm, immobile, ada pembesaran kelenjar limfe axilla 2 cm, dan pada foto thorax tampak adanya nodul multiple di paru, TNM pasien tersebut:&lt;br /&gt;A. T1 N0 M1&lt;br /&gt;B. T1 N1 M0&lt;br /&gt;C. T2 N0 M0&lt;br /&gt;D. T3 N1 M0&lt;br /&gt;E. T4 N1 M1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Laki-laki 50 tahun, kejang berulang lebih dari 20x, tonik klonik. kesadaran CM, kejang terjadi jika ada rangsang cahaya dan suara. Seminggu yang lalu kaki tertusuk paku. Diagnosanya;&lt;br /&gt;A. Tetanus&lt;br /&gt;B. Meningitis&lt;br /&gt;C. Encephalitis&lt;br /&gt;D. Epilepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pasien  laki2 20 tahun. KLL dengan fraktur terbuka tibia kiri displaced, vital sign dalam batas normal, penanganan ATLS:&lt;br /&gt;A. luka dicuci, rawat luka, bebat, bidai, ambulans&lt;br /&gt;B. luka dicuci, rawat luka + antibiotik, bebat, bidai, ambulans&lt;br /&gt;C. karena jarak ke RS &lt; 1 jam, langsung dikirim&lt;br /&gt;D. Anestesi umum, debridement, suture,  pembalutan, imobilisasi, rujuk RSU&lt;br /&gt;E. Anestesi umum, debridement, OREF, rujuk RSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Seorang laki-laki 35 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah, neri muncul dalam 3 jam, menjalar mulai dari pinggang ke ujung kemaluan. Tidak demam, BAK normal, muntah (+). Jika telah dipasang infus, apa tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;A. Spasmolitik + USG kandung kemih&lt;br /&gt;B. Analgetik + antibiotik&lt;br /&gt;C. Analgetik + USG kandung kemih&lt;br /&gt;D. Analgetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bayi usia 1 bulan, akan disirkumsisi, didapatkan lubang urethra di dorsum penis, melekat ke dinding abdomen, celah simphysis pubis leih lebar dari normal. Kelainan tersebut adalah:&lt;br /&gt;A. Fistula Uterokutan/vesikokutan&lt;br /&gt;B. Epispadia&lt;br /&gt;15. Laki-laki 32 tahun datang ke klinik degnan keluhan darah pada saat BAB disertai perubahan kebiasaan defekasi (konstipasi, diare, dsb) pemeriksaan yang diperlukan:&lt;br /&gt;A. Foto abdomen&lt;br /&gt;B. Foto Thorax&lt;br /&gt;C. Barium Enema&lt;br /&gt;D. Colon in loop&lt;br /&gt;E. Foto lateral dekubitus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bayi laki laki usia 2 hari dengan keluhan jika menangis, pangkal paha sebelah kiri membesar, pemeriksaan  warna merah, bengkak, jika disentuh menangis, diagnosanya:&lt;br /&gt;A. radang testis S&lt;br /&gt;B. nekrosis testis S&lt;br /&gt;C. torsio testis S&lt;br /&gt;D. hernia inguinalis&lt;br /&gt;E. hernia inkarserata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Pasien datang dengan kandung kencing penuh setelah mengalami KLL, tindakan yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. pasang Folley kateter&lt;br /&gt;B. Cystostomi&lt;br /&gt;C. USG&lt;br /&gt;D. Tunggu sampai pasien kencing sendiri&lt;br /&gt;E. Colok dubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Pasien dengan luka di dahi frontal, tidak sembuh-sembuh, dengan daerah tengah nekrosis. Tindakan yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. Nekrotomi + debridement&lt;br /&gt;B. Debridement&lt;br /&gt;C. Incisi + drainage&lt;br /&gt;D. Incisi&lt;br /&gt;E. Antibiotik + vasodilator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Laki-laki 17 tahun KLL 3 hari YLL, datang ke PKM dengan keluhan diplopia, perdarahan dari hidung, bawah mata tampak biru&lt;br /&gt;A. Fraktur os Nasal&lt;br /&gt;B. Fraktur os Nasal + LeFort I&lt;br /&gt;C. Fraktur os Nasal + fraktur tripod&lt;br /&gt;D. Fraktur os Nasal + Blow –out fracture&lt;br /&gt;E. Fraktur os Nasal + mandibula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Pasien anak laki2, 14 tahun, keluar nanah pada tungkai bawah proximal paha kanan setelah sebelumnya mengalami nyeri pada tungkai bawah proximal, demam, dan sakit pada telinga. diagnosanya:&lt;br /&gt;A. Osteomyelitis&lt;br /&gt;B. Osteosarkoma&lt;br /&gt;C. Septic Arthritis&lt;br /&gt;D. Osteoarthritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Pasien tak sadarkan diri (KLL) terdenganr suara ngorok. Penyebabnya&lt;br /&gt;A. Obst. Total jalan nafas oleh lidah&lt;br /&gt;B. Obst. Parsial jalan nafas oleh darah&lt;br /&gt;C. Obst. Parsial jalan nafas oleh lidah&lt;br /&gt;D. Obst. Total jalan nafas oleh darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pasien dengan kesadaran somnolen, bicara kacau, reflek cahaya +. Reflek kornea +, GCS pasien tersebut:&lt;br /&gt;A. 4-4-6&lt;br /&gt;B. 4-5-6&lt;br /&gt;C. 3-4-4&lt;br /&gt;D. 2-2-4&lt;br /&gt;E. tidak bisa dinilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Laki-laki post op laparotomy, akral dingin, tensi 80/.. mmHg. Infus macet. Hal yang pertama kali harus dilakukan:&lt;br /&gt;A. relaparotomy&lt;br /&gt;B. Mmperbaiki infus dan mengganti cairan&lt;br /&gt;C. memberikan drip untuk memperbaiki tensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saatnya mnuju soalnya yg sgt abstact…PH, etika…hrs dibahas ni..klo ga bs modar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PH, ETIKA, KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada gadis usia 22 tahun, sudah 2 bulan ini tidak haid, belum menikah, ingin menggugurkan ke anda sebagai dokter umum, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;A. Menolak &amp; memberi nasehat&lt;br /&gt;B. Melaporkan polisi&lt;br /&gt;C. Merujuk ke SpOG&lt;br /&gt;D. Memberi obat untuk menggugurkan&lt;br /&gt;E. Menyarankan ke dukun tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita usia 22 tahun, sudah menikah 2 bulan, sudah 2 bulan ini tidak haid, dilakukan test kehamilan (+), kemudian anda melakukan anamnesa, wanita tersebut banyak diam dan menundukkan kepala, apa yang akan anda lakukan:&lt;br /&gt;A. Mengatakan bahwa segera bicara saja karena banyak pasien yang sudah menunggu diluar&lt;br /&gt;B. Mengatakan mungkin lain kali bisa datang kesini dan menceritakan semuanya&lt;br /&gt;C. Menanyakan apa sebenarnya yg dipikirkan&lt;br /&gt;D. Dokter mengatakan tidak mengerti yg dipikirkan px&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Datang seorang anak laki-laki umur 9 tahun bersama ibunya, 3 hari yang lalu dia memderita batuk,pilek, panas sehingga tidak dapat masuk mengikuti ujian. Saat ini dia datang untuk minta surat sakit kepada anda. Saat ini dia sudah sembuh&amp;dalam pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Apa yang akan anda lakukan:&lt;br /&gt;A. Tetap memberinya &amp; memberi edukasi&lt;br /&gt;B. Memberi surat karena kepercayaan&lt;br /&gt;C. Memberi surat agar bisa ujian &lt;br /&gt;D. Tidak mau member&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anak laki-laki dirujuk ke RS oleh dokter keluarga karena DBD, setelah dirawat selama 1 minggu kemudian dikembalikan ke dokter keluarga. Rujukan apa yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. Kolateral&lt;br /&gt;B. Interna&lt;br /&gt;C. Silang&lt;br /&gt;D. Terpecah&lt;br /&gt;E. Tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita suspect Ca Cervix, pasien selalu bertanya “Apakah benar saya menderita penyakit tersebut?”apa yang dilakukan dokter:&lt;br /&gt;A. Meminta pasien ke psikiater&lt;br /&gt;B. Melakukan tes psikologi&lt;br /&gt;C. Meminta banyak melakukan ibadah&lt;br /&gt;D. Meminta px banyak melakukan aktivitas&lt;br /&gt;E. Melakukan konseling individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Laki-laki akan pergi ke daerah terpencil, dokter menganjurkan minum kloroquin, apa alas an yang tepat dilakukan advis tersebut:&lt;br /&gt;A. Profilaksis thd malaria&lt;br /&gt;B. Menimbulkan kekebalan thd malaria&lt;br /&gt;C. Mematuhi aturan kedinasan&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Datang pasien dgn hasil lab GDP:300mg/dl. Pendekatan awal dokter melalui:&lt;br /&gt;A. Menjelaskan patofisiologi&lt;br /&gt;B. Mengubah gaya hidup&lt;br /&gt;C. Menjelaskan komplikasi diabetes&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tabel masa tenggang antara diagnosis DBD&amp;pelaporannya&lt;br /&gt;Hari Jumlah pelaporan Persen&lt;br /&gt;&lt;3 hari 3 2&lt;br /&gt;3-14 hari 66 44.6&lt;br /&gt;&gt;14-21 hari 57 38.5&lt;br /&gt;&gt;21 hari 22 14.9&lt;br /&gt;Total 148 100&lt;br /&gt;Pelaporan kasus DHF berdasarkan selisih hari dari waktu terdiagnosis. Manakah pernyataan yg benar:&lt;br /&gt;A. Kesadaran pelayanan kesehatan thd informasi kesehatan cukup tinggi&lt;br /&gt;B. Pengambilan keputusan tentang penanganan DHF lebih mudah&lt;br /&gt;C. 14.9% dari pelapor telah melewati batas waktu pelaporan&lt;br /&gt;D. Hanya 2% petugas yg mematuhi peraturan&lt;br /&gt;E. Pelaporan kasus DBD sudah baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bila seseorang digigit seekor anjing&amp; menimbulkan luka, apa yang dilakukan dokter setelah rawat luka:&lt;br /&gt;A. Mencari anjingnya kemudian membuka otaknya&lt;br /&gt;B. Memberi vaksinasi rabies&lt;br /&gt;C. Memberi vaksinasi rabies&amp;serum anti rabies&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. Melaporkan ke Dinkes&lt;br /&gt;10. Dokter umum: Anak ibu akan membaik dalam 24 jam ini, bila kondisinya bertambah buruk,muntah2terus,mencret,sehingga tidak ada cairan yg masuk. Maka anak ibu perlu di observasi dengan membawa ke RS. Tujuan dokter berkata diatas karena:&lt;br /&gt;A. Melibatkan pasien dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;B. Merencanakan agenda konseling pasien&lt;br /&gt;C. ….&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. Membuat rencana bila suatu saat kondisi menjadi darurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita Susp.Ca Mammae tidak mau dibertiahu dokter tentang penyakitnya,gimana sikap dokter?&lt;br /&gt;A. Bertanya mengapa tidakmau tahu&lt;br /&gt;B. Memberi pengertian sebaiknya px tahu penyakitnya&lt;br /&gt;C. Menghargai pendirian pasien&amp;tidak mengatakan penyakitnya&lt;br /&gt;D. Mengatakan penyakit px pd keluarganya&lt;br /&gt;E. Tetap mengatakan penyakitnya&amp;meminta utk segera mencari terapinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Px laki2 korban KLL, tidak sadar, kaki kanan hancur&amp;harus segera amputasi. Tidak ada keluarga, dokter memutuskan melakukan amputasi. Setelah sadar dokter menjelaskan kpd px. Pasien merasa kecewa.&lt;br /&gt;12. Prinsip kaidah bioetical apa yg telah dilakukan dokter tsb:&lt;br /&gt;A. Beneficit/keuntungan&lt;br /&gt;B. Non-maleficienci/tidak rugi&lt;br /&gt;C. Berbuat baik&lt;br /&gt;D. Kewajiban&lt;br /&gt;E. Otonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Dokter mengatakan yg sebenarnya stlh px sadar, dokter telah melakukan berdasar prinsip kaidah biotek:&lt;br /&gt;A. Beneficit/keuntungan&lt;br /&gt;B. Non-maleficienci/tidak rugi&lt;br /&gt;C. Berbuat baik&lt;br /&gt;D.Kewajiban&lt;br /&gt;E.Otonomi&lt;br /&gt;14. . Seorang wanita Ca Servik kemoterapi berulang, datang ke UGD. Diperiksa Hb normal tidak sesuai dengan klinisnya. Dokter ingin memberikan tranfusi. Dokter meminta pemeriksaan ulang,suami tidak mau&amp;ingin segera masuk bangsal. Tindakan yg seharusnya dilakukan dokter:&lt;br /&gt;A. Tetap melakukan pemeriksaan ulang meski tanpa ijin&lt;br /&gt;B. Menghargai pendapat suami&amp;tdk periksa ulang&lt;br /&gt;C. Memberi pengertian keluarga&lt;br /&gt;D. Meminta persetujuan direktur&lt;br /&gt;E. Dokter&amp;tim segera member pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Penelitian pada kelompok gouty arthritis yg dinilai dari segi apa yg dimakan selama 1 minggu ini kemudian dihitung kadar asam uratnya. Kekurangan pada penelitian ini:&lt;br /&gt;A. Tidak ada sampel random&lt;br /&gt;B. Tidak ada kelompok control&lt;br /&gt;C. Tidak ada sample frame&lt;br /&gt;D….&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Laki-laki,koki, didiagnosis hepatitis A. Disarankan dokter utk tdk masuk kerja utk mencegah penularan. Sikap tsb disebut:&lt;br /&gt;A. Isolasi&lt;br /&gt;B. karantina&lt;br /&gt;C. Separasi&lt;br /&gt;D. reverse of isolation&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bila ada gadis ingin ikut penelitian tentang Ca paru, karena ayahnya menderita Ca paru tapi sudah mati, termasuk bias apa?&lt;br /&gt;A. Volunteer bias&lt;br /&gt;B. Recall bias&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D….&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Di daerah terpencil ada gizi buruk yg penduduknya Islam fanatic. Bagaimana promosi kesehatan dilakukan (ke siapa):&lt;br /&gt;A. Ibu2&lt;br /&gt;B. Bapak2&lt;br /&gt;C. Pemuka agama&lt;br /&gt;D. Kader&lt;br /&gt;E. Bidan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  Dilakukan penelitian utk mengetahui pengaruhi pemberian susu botol dgn kejadian diare. Juga dilakukan penelitian mengenai pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI disbanding susu botol, dimana kurangnya pengetahuan ibu sebagai penyebab tingginya pemberian susu botol. Penelitian terhadap pengetahuan ibu tsb merupakan factor…&lt;br /&gt;A. …&lt;br /&gt;B….&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D Confounding factor&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Jika kakak pasien KET ingin tahu kondisi pasien yg telah bersuami, bagaimana sikap dokter:&lt;br /&gt;A. Tidak member penjelasan&lt;br /&gt;B. Memberi penjelasan yg umum saja&lt;br /&gt;C. Memberi penjelasan hal yg khusus&lt;br /&gt;D. Memberi penjelasan selengkapnya&lt;br /&gt;E. Memberi penjelasan dengan bahasa medis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puskesmas Kabupaten K, 188 desa, 32 kecamatan,PKM 36, pustu 66. Puskesmas D, didapatkan kasus 1 kematian ibu dan 1 kematian bayi lahir, K1…% K4 45%&lt;br /&gt;21. Bagaimana menurut anda kabupaten K?&lt;br /&gt;A. Perlu tambahan 8 PKM&lt;br /&gt;B. Perlu tambahan pustu&lt;br /&gt;C.Perlu tambahan pusling&lt;br /&gt;D. Ideal&lt;br /&gt;E. berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Maksud K4 45% dalah:&lt;br /&gt;A…..&lt;br /&gt;B….&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D…&lt;br /&gt;E Bumil yg periksa posyandu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Prioritas program utk PKM D adalah:&lt;br /&gt;A. Health promotion&lt;br /&gt;B…..&lt;br /&gt;C. meamksimalkan kerja bidan desa&lt;br /&gt;D…&lt;br /&gt;E…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Posyandu A melaksanakan program &gt; 8x saetahun, predikatnya adalah:&lt;br /&gt;A. Mandiri&lt;br /&gt;B. Pratama&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D….&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode soal I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anak laki-laki dirujuk ke RS oleh dokter keluarga karena DBD, setelah dirawat selama 1 minggu kemudian dikembalikan ke dokter keluarga. Rujukan apa yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. Kolateral&lt;br /&gt;B. Interna&lt;br /&gt;C. Silang&lt;br /&gt;D. Terpecah&lt;br /&gt;E. Tetap&lt;br /&gt;2. Laki-laki,koki, didiagnosis hepatitis A. Disarankan dokter utk tdk masuk kerja utk mencegah penularan. Sikap tsb disebut:&lt;br /&gt;A. Isolasi&lt;br /&gt;B. Karantina&lt;br /&gt;C. Reverse isolasi&lt;br /&gt;D. Separasi&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tujuan dinkes menempatkan dokter ke daerah terpencil adalah…&lt;br /&gt;A. Mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat&lt;br /&gt;B. Agar terpilih pada pemilu berikutnya&lt;br /&gt;C. Memuaskan masyarakat thd pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 10 posyandu (table)&lt;br /&gt;Wilayah tersebut butuh posyandu berapa banyak:&lt;br /&gt;A. 8-10 posyandu&lt;br /&gt;B. 12-20 posyandu&lt;br /&gt;C. …&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;5. Dokter umum: Anak ibu akan membaik dalam 24 jam ini, bila kondisinya bertambah buruk,muntah2terus,mencret,sehingga tidak ada cairan yg masuk. Maka anak ibu perlu di observasi dengan membawa ke RS. Tujuan dokter berkata diatas karena:&lt;br /&gt;a. Melibatkan pasien dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;b. Merencanakan agenda konseling pasien&lt;br /&gt;c. ….&lt;br /&gt;d. ….&lt;br /&gt;e. Membuat rencana bila suatu saat kondisi menjadi darurat&lt;br /&gt;6.  Tabel&lt;br /&gt;Jmlh balita  5225&lt;br /&gt;Jmlh balita yg ditimbang 4875&lt;br /&gt;Jmlh balita yg BB naik 4725&lt;br /&gt;Jmlh balita yg pny KMS 4935&lt;br /&gt;Presentasi keberhasilan peningkatan gizi balita adalah…&lt;br /&gt;A. 92%&lt;br /&gt;B. 93%&lt;br /&gt;C. 94%&lt;br /&gt;D. 98%&lt;br /&gt;E. 99%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tabel&lt;br /&gt;0-1 th&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&gt;65 th&lt;br /&gt;Berdasarkan table demografi. Jumlah penduduk paling terbanyak adalah:&lt;br /&gt;A. balita&lt;br /&gt;B. Remaja&lt;br /&gt;C. Bayi&lt;br /&gt;D. Anak&lt;br /&gt;E. Lansia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pasien mengeluh nyeri perut 2 hari. Pertanyaan apa yg dokter sampaikan:&lt;br /&gt;A. Habis makan pedas &amp; asam?&lt;br /&gt;B. Sakit perut ya?&lt;br /&gt;C. Sudah berobat kemana?&lt;br /&gt;D. Anda sering sekali mengeluh nyeri perut?&lt;br /&gt;E. Coba ceritakan nyeri perut yg dirasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Seorang tenaga medis mengalami KLL, setelah mabuk-mabukan. Tidak mau ditulis datanya di rekam medis. Tindakan kita sebagai dokter UGD:&lt;br /&gt;A. Tidak menulis di rekam medis karena kasihan&lt;br /&gt;B. Meminta perawat menulis di rekam medis&lt;br /&gt;C. Tetap menulis di rekam medis&lt;br /&gt;D. Menyuruh menulis sendiri di rekam medis&lt;br /&gt;E. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Puskesmas dgn 1 dokter, 3 bidan, 27 TU, 5 asisten apoteker dilengkapi dgn pemeriksaan kesehatan&amp;laboratorium sederhana. Tenaga kesehatan yg perlu ditambahkan:&lt;br /&gt;A. 1 Laborat&lt;br /&gt;B. 2 bidan dgn 1 vaksinator&lt;br /&gt;C. 2 bidan&lt;br /&gt;D. Penambahan dana operasional&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Hubungan antara bayi lahir rendah dgn riwayat ibu merokok. Digunakan penelitian metode:&lt;br /&gt;A. Cohort&lt;br /&gt;B. Cross sectional&lt;br /&gt;C. Case control&lt;br /&gt;D. Clinical trial&lt;br /&gt;E. Etiologic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hubungan antara minum alcohol &amp; sirosis hepatis. Jika ingin dilakukan penelitian saat ini paling baik menggunakan:&lt;br /&gt;A. Cohort&lt;br /&gt;B. Cross sectional&lt;br /&gt;C. Case control&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. 125 anak terkena diare setelah makan bersama. 25 orang tidak terkena diare karena meninggalkan acara makan sebelum dimulai. Penelitian yang baik:&lt;br /&gt;A. Cohort&lt;br /&gt;B. Cross sectional&lt;br /&gt;C. Case control&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Seorang wanita mengeluh keputihan periksa ke dokter. Diberitahu diagnosanya. Pasien mengatakan”Apakah benar saya menderita penyakit tersebut?”.Sebagai dokter apa yg anda lakukan:&lt;br /&gt;A. Konsul ke psikiater&lt;br /&gt;B. Tes psikologis&lt;br /&gt;C. Menganjurkan banyak ibadah&lt;br /&gt;D. Menganjurkan banyak aktivitas&lt;br /&gt;E. Melakukan konseling pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tabel&lt;br /&gt;Dokter 1&lt;br /&gt;Perawat 5&lt;br /&gt;TU 7&lt;br /&gt;Paramedis 10&lt;br /&gt;Pekarya 12&lt;br /&gt;Pada puskesmas ini dilakukan pelayanan kesehatan umum&amp;laboratorium sederhana. Tindakan apa yg akan dilakukan kapus:&lt;br /&gt;A. Mengusulkan penambahan laboran&lt;br /&gt;B. Mengusulkan penambahan perawat&lt;br /&gt;C. Mengusulkan penambahan bidan dan ahli gizi&lt;br /&gt;D. Penambahan teknis operasi&lt;br /&gt;E. Penambahan dana operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Ibu hamil didiagnosa tumor kandungan. Oleh dokter disarankan operasi, akan tetapi komplikasi yg mungkin timbul adalah kematian dan bayi yg dikandung. Pasien setuju operasi. Setelah dioperasi komplikasi muncul. Kaidah bioetika:&lt;br /&gt;A. Double effect&lt;br /&gt;B. Golden rule&lt;br /&gt;C. Mengangkat harkat&amp;martabat insane.&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Puskesmas A menangani kecamatan dgn 2 wilayah kelurahan. Luas wilayah 43 km2&lt;br /&gt;Wilayah Jumlah Penduduk Waktu tempuh Jumlah kunjungan&lt;br /&gt;A 20000 15 menit 18.000&lt;br /&gt;B 18000 45 menit 8.000&lt;br /&gt; Masalah yang potensial muncul:&lt;br /&gt;A. Luas wilayah&lt;br /&gt;B. Jumlah penduduk&lt;br /&gt;C. Kunjungan ke puskesmas&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bagaimana cara mengatasinya:&lt;br /&gt;A. Mendirikan pustu tambahan&lt;br /&gt;B. Pusling&lt;br /&gt;C. Penambahan jumlah tenaga medis&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Pasien mengukur tensi dengan tensi raksa 120,125,120 mmHg, digital 110,120,170 mmHg. Pernyataan yg benar:&lt;br /&gt;A. Tensi raksa lebih reliable dari digital&lt;br /&gt;B. Tensi raksa lebih valid dari digital&lt;br /&gt;C. Tensi raksa kurang reliable dari digital&lt;br /&gt;D. Tensi raksa kurang valid dari digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasien laki-laki 65 th mengeluh mata kanan mendadak buta saat mandi pagi hari. Pasien memiliki riwayat DM. Pasien juga mengeluh sejak 6 bulan terakhir, mata mulai kabur, pasien melihat seperti kabut yang semakin lama semakin tebal, tetapi masih bias melihat benda-benda dekat. Hasil pemeriksaan visus 1/200, reduksi urin +3, GD1 250, GD2 450. Penyebab buta mendadak yang paling mungkin pada pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a. Retinopati&lt;br /&gt;b. Katarak&lt;br /&gt;c. Perdarahan vitreus&lt;br /&gt;d. Koagulasi retina&lt;br /&gt;e. Glaucoma&lt;br /&gt;2. Pasien wanita 50 tahun, riwayat DM sejak 12 tahun yang lalu. Minum obat tidak teratur, dan terkadang minum teh manis kegemarannya. Sejak 6 bulan terakhir mengeluh mata kabur. Pemeriksaan yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. Tonometri&lt;br /&gt;b. Perimetri&lt;br /&gt;c. Funduskopi&lt;br /&gt;d. Slit lamp&lt;br /&gt;e. &lt;br /&gt;3. Kasus di atas. Kelainan yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut terletak pada:&lt;br /&gt;a. Kornea&lt;br /&gt;b. Konjungtiva&lt;br /&gt;c. Lensa&lt;br /&gt;d. Vitreus&lt;br /&gt;e. Retina&lt;br /&gt;4. Laki-laki 25 tahun mengeluh mata merah sejak 2 hari terakhir tanpa penurunan tajam penglihatan. Keluhan disertai gatal dan keluar cairan putih kekuningan. Hasil pemeriksaan: Visus normal, hyperemia konjungtiva dan sekret (+). Diagnosis pada pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a. Konjungtivitis akut&lt;br /&gt;b. Keratitis&lt;br /&gt;c. Glaucoma akut&lt;br /&gt;d. Katarak&lt;br /&gt;e. Uveitis&lt;br /&gt;5. Anak 12 tahun mengeluh mata terasa mengganjal, merah dan sangat gatal. Dari Pemeriksaan didapatkan mata merah menyeluruh, visus normal, terdapat cobble stone pada konjungtivitis tarsalis inferior.&lt;br /&gt;Diagnosis pada kasus ini:&lt;br /&gt;a. Konjungtivitis vernal&lt;br /&gt;b. Konjungtivitis flikten&lt;br /&gt;c. Konjungtivitis follucularis&lt;br /&gt;d. Konjungtivitis Sikka&lt;br /&gt;e. Keratitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Laki-laki mengeluh sejak 2 hari terkahir mengeluh mata kabur. Pasien menggunakan lensa kontak sejak 2 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan didaptkan visus 2/60, slit lamp: ulkus pada kornea central ukuran 3x4 mm. pada COA terdapat nanah warna putih kekuningan setebal 2 mm. Penyebab infeksi pada kelainan diatas adalah:&lt;br /&gt;a. Kuman Gram +&lt;br /&gt;b. Kuman Gram +&lt;br /&gt;c. Kuman anaerob&lt;br /&gt;d. Jamur&lt;br /&gt;e. Parasit&lt;br /&gt;7. Bayi berusia 3 hari mengelurakan secret purulen pada kedua matanya sejak umur 1 hari. Lahir ditolong oleh dukun. Riwayat keputihan diakui oleh ibu selama hamil. Kemungkinan penyebab kelainan pada kasus tersebut:&lt;br /&gt;a. Neisseria gonorrhea&lt;br /&gt;b. Chlamydia trachomatis&lt;br /&gt;c. Staphylococcus  aureus&lt;br /&gt;d. Streptococcus pyogenes&lt;br /&gt;e. Mycobacterium tbc&lt;br /&gt;8. Wanita 24 tahun seorang karyawati pabrik mengeluh mata tersiram zat kimia basa di tempat kerjanya. Dari pemeriksaan didaptkan konjungtiva hyperemia, lesi pada kornea marginal mengenai seluruh ketebalan kornea. Kelainan pada kasus ini:&lt;br /&gt;a. Thoft Grade I&lt;br /&gt;b. Thoft Grade II&lt;br /&gt;c. Thoft Grade III&lt;br /&gt;d. Thoft Grade IV&lt;br /&gt;e. Thoft Grade V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perempuan, 36 tahun mengeluh sering mengalami hidung buntu dan pilek 3 bulan ini. Oleh dokter diberikan obat vasokonstriktor dalam waktu lama. Komplikasi yang mungkin akibat pemberian obat ini adalah?&lt;br /&gt;a. Rhinitis atroficans&lt;br /&gt;b. Rhinitis alergica&lt;br /&gt;c. Rhinitis medikamentosa&lt;br /&gt;d. Rhinitis ozaena&lt;br /&gt;2. Perempuan 20 tahun, mengeluh nyeri telinga kanan sejak 2 hari. Sebelumnya pasien mengorek-ngorek telinganya. Pada pemeriksaan didapatkan nyeri tragus, nyeri tarik aurikel. Oedema telinga (+), membrane timpani tidak dapat di nilai. Dx pasien diatas:&lt;br /&gt;a. Otitis media akut&lt;br /&gt;b. Otitis eksterna&lt;br /&gt;c. Otomikosis&lt;br /&gt;3. Pasien laki-laki 20 tahun, mengeluh keluar cairan di telinga kiri. Sejak 10 tahun yang lalu sering mengeluhkan nyeri di telinga kiri. Cairannya pada awalnya jernih, tidak berbau,tetapi dalam 2 tahun ini cairan kental, warna kuning, berbau, jaringan granulasi (+). Dx pasien diatas :&lt;br /&gt;a. Otitis media akut&lt;br /&gt;b. Otitis media supuratif benigna&lt;br /&gt;c. Otitis media supuratif maligna&lt;br /&gt;d. Karsinoma&lt;br /&gt;4. Pasien laki-laki, 68 tahun mengeluh suara serak sejak 2 tahun ini. Makin lama di rasakan makin memberat. Saat ini pasien merasakan sesak nafas. Pemeriksaan yang diperlukan :&lt;br /&gt;a. Nasoendoskopi&lt;br /&gt;b. Nasofaringoskopi&lt;br /&gt;c. Laringoskopi indirect&lt;br /&gt;5. Seorang laki-laki, umur 30 tahun, sering mengeluh pilek, bersin-bersin apabila terkena debu. Akhir-akhir ini pasien sering merasakan lemas dan jarang beraktivitas.anjuran jangka panjang :&lt;br /&gt;a. Olahraga teratur&lt;br /&gt;b. Hindari allergen&lt;br /&gt;c. Berikan kortikosteroid selama 6 bulan&lt;br /&gt;d. Berikan antihistamin selama 6 bulan&lt;br /&gt;e. Tidak dilakukan apa-apa&lt;br /&gt;6. Pasien mengeluh sering pilek,bersin bila kena debu.Riwayat keluarga: bapak menderita asthma, IgE=1000.Dx….&lt;br /&gt;a. Rhinitis alergica&lt;br /&gt;b. Rhinitis vasomotor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anak kecil, 3 hari, panas, batuk, pilek, keluar cairan warna hijau, pendengaran berkurang, membrane tympani perforasi sentral&lt;br /&gt;a. Otitis media akut&lt;br /&gt;b. Otitis media serosa&lt;br /&gt;c. Otitis media perforate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Laki-laki jatuh dari motor. Dari pemeriksaan fisik oedema dan hiperemi mukosa hidung dari cavum nasi didapatkan hyperemia,bekuan darah dan perdarahan aktif nasofaring.tindakan yang dilakukan…..&lt;br /&gt;a. Pemasangan tampon anterior  4 hari&lt;br /&gt;b. Pemasangan tampon anterior  5 hari&lt;br /&gt;c. Pemasangan tampon anterior  dan posterior&lt;br /&gt;d. Pemasangan tampon belloque 2 hari&lt;br /&gt;e. Pemasangan tampon belloque 4 hari&lt;br /&gt;Kode soal 01&lt;br /&gt;1. Laki-laki, 30 tahun, mengeluh batuk sejak 5 hari yang lalu. Batuk tidak produktif dan tidak ada panas.Pemeriksaan fisik lain tidak didapatkan kelainan. Pengobatan yang tepat pada pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a. CTM&lt;br /&gt;b. Paracetamol&lt;br /&gt;c. Dextromethorpan&lt;br /&gt;d. Gliseryl-guaikolat&lt;br /&gt;e. Pseudoefedrin&lt;br /&gt;2. Laki-laki, 40 tahun, mengeluh terdapat benjolan di leher.tidak ada sesak, benjolan terdapat di leher anterior,nyeri (-). Pada pasien ini, kemungkinan :&lt;br /&gt;a. Kemungkinan jinak, krn usia &lt;50 thn&lt;br /&gt;b. Kemungkinan jinak&lt;br /&gt;c. Kemungkinan jinak, krn usia , 50 thn,tidak ada expansi&lt;br /&gt;d. Ganas, krn letak leher anterior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perempuan 25 tahun mengeluh nyeri telan, panas.dari pemeriksaan fisik didapatkan faring merah, T2b-T1, eksudat(+). Tujuan Tx pada Px ini adalah :&lt;br /&gt;a. Mengobati gejala&lt;br /&gt;b. Eradikasi kuman penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasien  KLL ke RS dengan T: 60/palp, N: 180x/m, RR: 34x’/m. akral dingin, pucat, tidak sadar, terpasang orofarig.&lt;br /&gt;Manajemen yang tepat:&lt;br /&gt;a. Berikan O2 masker 4 lpm&lt;br /&gt;b. Pasang IV line 2 jalur&lt;br /&gt;c. Pasang ETT&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. Pasang IV line sentral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Px KLL, wanita, 1 hari yag lalu, datang ke RS dengan KU: sesak, bertambah parah, kesadaran baik, T: 100/60, N: 100x/m, RR: 30x/m&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. Beri O2 masker 4 lpm&lt;br /&gt;b. ?&lt;br /&gt;c. Segera pasang CTT&lt;br /&gt;d. Foto thorax, karena bukan tesion, siapkan CTT&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Px KLL, laki-laki, jatuh dari SPM, tidak sadar, dibawa ke RS&lt;br /&gt;Manajemen:&lt;br /&gt;a. Beri..&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. Bebaskan jalan nafas&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;4. Px tiba-tiba tidak sadar, dari perabaan karotis (-), henti nafas. Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. DC shock&lt;br /&gt;b. RJP&lt;br /&gt;c. Suntik adrenalin SC&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gx: CVA ICH (nyeri kepala, muntah), tanda2 peningkatan TIK (+), cairan yang tepat:&lt;br /&gt;a. RL&lt;br /&gt;b. Dextrose 5%&lt;br /&gt;c. Manitol 20%&lt;br /&gt;d. NS&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;6. Px wanita, KLL 3 hari yll, datang ke RS dengan keluhan nyeri di bahu kanan belakang. Px fisik: jejas hematom pada punggung kanan belakang. Foto thorax  fraktur costae 10 posterior&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;a. Antibiotic, analgesic, pulang&lt;br /&gt;b. Observasi  di RS  tanda2 pneumothorax&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. Bebat  pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Post KLL, laki-laki, KU: sesak, bertambah berat.&lt;br /&gt;Foto tho: konsolidasi di paru kanan bawah  tiba2 mengeluh bertambah sesak. Tindakan yang tepat:&lt;br /&gt;a. O2&lt;br /&gt;b. Pungsi paru&lt;br /&gt;c. Thoracosentesis&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Px snoring ok:&lt;br /&gt;a. Obstruksi parsial ok darah&lt;br /&gt;b. Obs. Parsial ok lidah jatuh ke belakang&lt;br /&gt;c. Obs. Total ok darah&lt;br /&gt;d. Obs. Total ok lidah&lt;br /&gt;e. Obs. Benda asing&lt;br /&gt;Soal 1&lt;br /&gt;1. Fraktur tibia kanan, perdarahan &gt;&gt;&lt;br /&gt;a. Bebat tekan&lt;br /&gt;b. Bidai melewati 1 sendi&lt;br /&gt;c. Bidai melewati 2 sendi&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Multipel trauma  kandung kemih penuh&lt;br /&gt;a. Kateter&lt;br /&gt;b. Sistostomi&lt;br /&gt;c. Colok dubur&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perbandingan RJP:&lt;br /&gt;a. 5x kompresi, ventilasi 1x&lt;br /&gt;b. 1x kompresi, ventilasi 2x&lt;br /&gt;c. 30x kompresi, ventilasi 2x&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. RJP  cek tiap berapa menit?&lt;br /&gt;a. Tiap menit&lt;br /&gt;b. Tiap 2 menit&lt;br /&gt;c. Tiap 3 menit&lt;br /&gt;d. Tiap 4 menit&lt;br /&gt;e. Tiap 5 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Evaluasi yang tepat terhadap keberhasilan RJP?&lt;br /&gt;a. Teraba a. radialis&lt;br /&gt;b. Teraba a. femoralis&lt;br /&gt;c. Teraba a. carotis&lt;br /&gt;d. Px nafas spontan&lt;br /&gt;e. Px sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Px panas  ke dokter  disuntik  rx anafilaktik  penanganan:&lt;br /&gt;a. Anti histamine&lt;br /&gt;b. Adrenalin&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kompresi dada yang benar?&lt;br /&gt;a. 30 kompresi : 2 ventilasi  d. 2 vent : 30 komp&lt;br /&gt;b. 15 komp : 2 vent   e. ??????&lt;br /&gt;c. 2 vent : 15 komp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KULIT  KELAMIN&lt;br /&gt;1. Anak perempuan umur 8 th,dibawa ibunya ke PKM dengan keluhan demam sejak 3 hari disertai bruntus-brutus berisi cairan (vesikel). Kakak pasien juga mengalami gejala yang sama. Pada pemeriksaan fisik anak tampak lemah, nadi 100x/menit, suhu 38,7. Px dermatologis vesikel dan pustule eritematous simetris. Diagnosa yang paling mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. Varicella&lt;br /&gt;b. morbili&lt;br /&gt;c. dermatitis atopi&lt;br /&gt;d. dermatomikosis&lt;br /&gt;e……&lt;br /&gt;2. Aanak laki2 umur 8 tahun dating ke PKM dengan keluhan gatal di badan, tangan, dan genetalia, terutama  malam hari. Teman-teman sepermainan pasien juga menderita hal yang sama. Px dermatologis ditemukan papula dan pustule pada ekstremitas dan genital. Diagnosa pasien ini adalah…&lt;br /&gt;a.prurigo&lt;br /&gt;b. pediculosis humanus corporis&lt;br /&gt;c. scabies&lt;br /&gt;d. gigitan serangga&lt;br /&gt;e. dermatitis&lt;br /&gt;3. Laki2 17 tahun mengeluhkan bercak-bercak kemerahan gatal di seluruh tubuh disertai permukaan yang mengelupas. Bercak muncul setelah minum obat sakit gigi. Pada pemeriksaan didapatkan macula eritematous dengan skuama halus. Diagnosa pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a.&lt;br /&gt;b.tinea korporis&lt;br /&gt;c.eritroderma&lt;br /&gt;d.drug eruption&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;4. Wanita 27 tahun daang dengan keluhan gelembung-gelembung di kaki, nyeri karena tersiram bahan kimia di tempat kerja. Pada pemeriksaan dermatologis didapatkan vesikel dan bula.Dx pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a.dermatitis kontak iritan&lt;br /&gt;b.dermatitis kontak alergi&lt;br /&gt;c. drug eruption&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;5. Laki2mengeluh  saat kencing mengeluarkan secret purulen disertai nyeri. Pasien idak mengatakan habis berhubungan dengan PSK. Penatalaksanaan pasien ini adalah;&lt;br /&gt;a.diobati sebagai uretritis Gonorrhoe&lt;br /&gt;b.diobati sebagai uretritis non Gonorrhoe&lt;br /&gt;c.Clamydia trachomatis&lt;br /&gt;d.Ureaplasma urealyticum&lt;br /&gt;e…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Laki2 ditemukan adanya luka pada glans penis, tidak nyeri, dasarnya bersih, yang dilakukan pada pasien ini adalah pemeriksaan…&lt;br /&gt;a.Tes VDRL dan TPHA&lt;br /&gt;b.Tes ASTO&lt;br /&gt;c. mikroskop medan gelap&lt;br /&gt;d.mikroskop dengan NS 0,9%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita pada dahi didapatkan luka yang tidak sembuh2.Pada pemeriksaan di frontal kiri tampak ulkus ukuran 0,5 cm tepi tidak rata. Penatalaksanaan pasien ini..&lt;br /&gt;a.biopsi incise&lt;br /&gt;b.eksisi ulcus&lt;br /&gt;c.eksisi luas&lt;br /&gt;d.nekrotomi dan debridement&lt;br /&gt;e.ekstirpasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Laki2 datang dengan keluhan gatal di belakang telinga kiri disertai perubahan warna pada     daerah tersebut, sudah diobati tidak sembuh dan tambah luas.dari pemeriksaan tampak plak eritematous batas tegas dengan skuama halus, terapi untuk pasien ini….&lt;br /&gt; a.ketokonazole topical&lt;br /&gt; b.hidrokortison topical&lt;br /&gt; c.glukokortikoid topical&lt;br /&gt; d.povidone iodine topical&lt;br /&gt; e……&lt;br /&gt;8. &lt;br /&gt;9. Pasien dating dengan keluhan brintis2 pada wajah kanan, nyeri. Sebelumnya pernah terkena varicella. Px dermatologis vesiculae bergerombol dengan dasar eritematous. Komplikasi yang paling mungkin adalah…&lt;br /&gt;a.GNA&lt;br /&gt;b.pneumonia&lt;br /&gt;c.&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.postherpetik neuralgia&lt;br /&gt;10. Seorang bayi usia …bulan, dibawa ke dokter dengan keluhan bercak merah di  pipi, awalnya bayi mendapat ASI kemudian diganti dengan susu formula, kakak pasien menderita Asma.Pengobatan yang diberikan adalah…&lt;br /&gt;a.adrenergik topical&lt;br /&gt;b.steroid topical&lt;br /&gt;c.steroid oral&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seorang wanita 27 tahun, hamil 2 bulan dating dengan keluhan bruntus2 di kemaluan, dari                         pemeriksaan tampak vesikel pada labia major, labia minor, sampai dinding vagina dan terasa nyeri. Terapi yang diberikan adalah……&lt;br /&gt;a.asiklovir 5x200 mg 5-10 hari&lt;br /&gt;b.asiklovir iv 3x10 mg/kgBB selama 7-10 hari&lt;br /&gt;c.kotrimoksazole&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.asiklovir topical&lt;br /&gt;11.     &lt;br /&gt;12. Anak-anak dibawa ke dokter dengan keluhan bruntus-bruntus di seluruh tubuh, demam tidak nyeri.2 hari yang lalu didaptkan bintik merah pada kedua matanya. Pemeriksaan tidak didapatkan papula generalisata pada seluruh tubuh.Diagnosa…&lt;br /&gt;a.rubela&lt;br /&gt;b.rubeola&lt;br /&gt;c.measles&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pasien datng dengan keluhan gatal pada kulit kepala, pada pemeriksaan didapatkan macula eritema disertai pengelupasan.dx…&lt;br /&gt;a.pediculosis humanus capitis&lt;br /&gt;b.pediculosis humanus corporis&lt;br /&gt;c.scabies&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL Kulit kode soal 2……berhubung kita berdua mengerjakan soal kode 1, jd mohon maaf temen2 Cuma dikit yg kode soal 2 nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ditemukan macula hipopigmentasi di punggung, ditemukan 3 bentuk lesi dengan BTA negative.tes selanjutnya…&lt;br /&gt;a.px syaraf tepi&lt;br /&gt;b.sensibilitas kulit&lt;br /&gt;c.&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;2. Datang dengan keluhan bercak kemerahan di pipi terdapat pembesaran n.ulnaris.Diagnosa…&lt;br /&gt;a.MH&lt;br /&gt;b.vitiligo&lt;br /&gt;c.&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;3. Ibu hamil denan MH, terapi yang diberikan…&lt;br /&gt;a.Dapson dan rifampisin&lt;br /&gt;b.rifampisin dan clofazim&lt;br /&gt;c.tunda sampai melahirkan&lt;br /&gt;d.rifampicin  dan ofloxcin&lt;br /&gt;e.tunda sampai laktasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasien meneluh gatal pada sela jari kaki, ada vesikal, kemerehan, dari pemeriksaan lab didapatkan bentukan hifa. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. tinea pedis&lt;br /&gt;b. tinea corporis&lt;br /&gt;c. scabies&lt;br /&gt;d. tinea manus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. bayi 10 bulan dengan pipi kemerahan, sebelumnya pipi kering. Sejak lahir diberi susu asii eksklusif dan khusus. Kemudian 1 minggu yang llau diberi tambahan bubur. Ada riwayat atopi dalam keluarga. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. DA&lt;br /&gt;b. DKA&lt;br /&gt;c. DKI&lt;br /&gt;d..&lt;br /&gt;e..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang pekerja di lab kimia mengeluh kakinya ada bullae dan cairan serta vesikel2 setelah tak sengaja tertumpah bahan kimia. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. DKA&lt;br /&gt;b. DKI&lt;br /&gt;c. DA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; NEURO-PSIKIATRI&lt;br /&gt;Kode 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ♀, 70 thn. 1 jam setelah bangun tidur tiba-tiaba mulut mencong ke kanan, mata kiri tidak bisa menutup. Riwayat nyeri kepala (-), muntah (-), DM (-), HT (-), gangguan pendengaran (-), makan biasa, tersedak (-), terapi :&lt;br /&gt;a. Kortikosteroid, kobalamin, fisioterapi&lt;br /&gt;b. Antibiotic, kortikosteroid, fisoterapi&lt;br /&gt;c. Neuropotectan, fisioterapi&lt;br /&gt;d. Antihistamin, roborantia, fisioterapi&lt;br /&gt;e. Cukup fisioterapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ♀, 22 thn, keluhan tiba-tiba merasa ketakutan sampai ada rasa ingin mati, tampak cemas, jantung berdebar, napas sesak, tangan berkeringat, keluhan sudah 3 bulan, setipa keluhan 10 menit, px menyadari ini dan tidak ingin hal ini timbul, termasuk gangguan :&lt;br /&gt;a. gangguan cemas menyeluruh&lt;br /&gt;b. gangguan panic&lt;br /&gt;c. gangguan obsesif kompulsif&lt;br /&gt;d. agoraphobia&lt;br /&gt;e. fobia social&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ♀, 21 thn, dirawat di RS dengan Thyfoid, tiba-tiba memberontak, tidak mengenal keluarga, tidak mau diperiksa dan gelisah , infus dilepas dan mau lari. Ilusi visual (+), Dx : &lt;br /&gt;a. skizophrenia&lt;br /&gt;b. delirium&lt;br /&gt;c. gangguan waham menetap&lt;br /&gt;d. gangguan cemas menyeluruh&lt;br /&gt;e. psikotik akut lir skizophrenia&lt;br /&gt;4. ♂, 43 thn, penurunan kesadaran, sebelumnya menyetir ke kantor, mengeluh nyeri kepala, munth, hemiparese kiri. Tensi : 190/120, nadi : 84 x/mnt, RR : 20 x/mnt&lt;br /&gt;cairan yang diberikan :&lt;br /&gt;a. D5 %&lt;br /&gt;b. Ring As&lt;br /&gt;c. Manitol 20 %&lt;br /&gt;d. Ring Laktat&lt;br /&gt;e. Nacl 3 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ♀,30 thn, dengan keluhan utama pusing berputar, mengeluh mual, nyeri kepala dengan gangguan seksual 5 thn, mengkonsumsi obat neurosis. Kemungkinan obatnya :&lt;br /&gt;a. haloperidol&lt;br /&gt;b. lithium&lt;br /&gt;c. carbamazepin&lt;br /&gt;d. diazepam&lt;br /&gt;e. chlordiaxipoxide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ♀, 50 thn, jatuh dari kamar mandi, sadar, hemiparese (D), dan afasia sensorik, kemungkinan sumbatan di :&lt;br /&gt;a. A. cerebri anterior&lt;br /&gt;b. A. cerebri media&lt;br /&gt;c. A. cerebri posterior&lt;br /&gt;d. A. basalis&lt;br /&gt;e. A. carotis interna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. lesi kemungkinan di (no. 6) :&lt;br /&gt;a. werniche&lt;br /&gt;b. serebelum&lt;br /&gt;c. brocca&lt;br /&gt;d. ganglia basalis&lt;br /&gt;e. gyrus transversal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. ♂, 45 thn, datang dengan trauma tulang belakang. Px Compos mentis, lesi tungkai atas LMN, lesi tungkai bawah UMN. Kemungkinan lesi di :&lt;br /&gt;a. cervical 1-2&lt;br /&gt;b. cervical 6-7&lt;br /&gt;c. thoracal 1-2&lt;br /&gt;d. thoracal 11-12&lt;br /&gt;e. lumbal 1-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. ♀, 27 thn, merasa ada yang mengganggu pikirannya untuk selalu menyakiti adik laki-lakinya 7 thn, sudah berlangsung 3 bulan. Saat dating pasien nangis dan mengatakan tidak masuk akal dan tidak ingin mengganggu lagi. Dx :&lt;br /&gt;a. skizoprenia&lt;br /&gt;b. gangguan cemas menyeluruh&lt;br /&gt;c. gangguan pengendalian impuls&lt;br /&gt;d. gangguan waham menetap&lt;br /&gt;e. gangguan obsesif kompulsif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. ♂ 28 thn, penurunan kesadaran 2 hari. 2 minggu sebelumnya mengeluh nyeri kepala hebat. Sejak 3 bln sebelumya BB menurun, demam malam hari, batuk-batuk serta keringat malam hari. Pemeriksaan yang tepat :&lt;br /&gt;a. pemeriksaan cairan otak &lt;br /&gt;b. CT scan otak&lt;br /&gt;c. Biakan darah&lt;br /&gt;d. foto polos tengkorak&lt;br /&gt;e. serologi darah&lt;br /&gt;11. ♂ 60 thn, diantar istrinya karena tiba-tiba lemah separo badan kanan saat bangun tidur . tensi : 130/80 , Nadi : 84 x/mnt, kemungkinan Dx:&lt;br /&gt;a. stroke hemoragik&lt;br /&gt;b. stroke iskemik&lt;br /&gt;c. encephalitis&lt;br /&gt;d. tumor cerebri&lt;br /&gt;e. ensefalopati metabolic&lt;br /&gt;12. ♀ 45 thn, nyeri di wajah paroksismal dan spontan, terasa ditusuk, diestrum, terbakar. Selama beberapa detik 2 menit . nervus yang terkena :&lt;br /&gt;a. N. optalmikus&lt;br /&gt;b. N. optikus&lt;br /&gt;c. N. occulomotor&lt;br /&gt;d. N. abdusen&lt;br /&gt;e. N. Trigeminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. kejang dilaporkan 6 jam yang lalu, tidak ada riwayat sebelumnya, demam (-), CT scan : enhancement pada ganglia basalis&lt;br /&gt;a. meningitis&lt;br /&gt;b. malformasi vena&lt;br /&gt;c. M. meningokokus&lt;br /&gt;d. M. TB&lt;br /&gt;e. Ensephalitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. pasien dating dengan penurunan kesadaran, pagi hari hari kesadaran baik, bicara kacau, reflek kornea (+), pupil (+). GCS ??&lt;br /&gt;a. 446&lt;br /&gt;b. 455&lt;br /&gt;c. 112&lt;br /&gt;d. 456&lt;br /&gt;e. tidak bisa dinilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. pasien penurunan kesadaran, sebelumnya batuk pilek, antibiotic yang digunakan :&lt;br /&gt;a. gentamisin dan metronidazole&lt;br /&gt;b. amoksisilin + klavulanat&lt;br /&gt;c. kloksasiklin&lt;br /&gt;d. –&lt;br /&gt;e. ciprofloxacin + &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. ♂ 25 thn, dengan kejang &gt; 50 x, riwayat tertusuk paku, kejang muncul dengan rangsang suara dan cahaya, status lainnya dalam batas normal :&lt;br /&gt;a. tetanus   c.  -  e. -&lt;br /&gt;b. -   d.  -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal anak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. anak ♂ 12 bulan, kejang seluruh tubuh, sehari sebelumnya diare 3x dan demam. Sebelum kejang px sadar, setelah kejang px tertidur lalu bangun dan menangis. R. kejang sebelumnya (-) dengan atau tanpa demam, kemungkinan Dx :&lt;br /&gt;a. kejang demam simplek&lt;br /&gt;b. kejang demam komplek&lt;br /&gt;c. meningitis&lt;br /&gt;d. –&lt;br /&gt;e. epilepsy&lt;br /&gt;2. Tx untuk mencegah kejang selamjutnya :&lt;br /&gt;a. $pamol + diazepam selama px demam&lt;br /&gt;b. pamol + luminal selama px demam&lt;br /&gt;c. pamol selama demam + diazepam 1 thn&lt;br /&gt;d. pamol selama demam + luminal 1 thn&lt;br /&gt;e. pamol dan asam valproat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode soal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. gejala Miestenia Gravis :&lt;br /&gt;a. ptosis    &lt;br /&gt;b. diplopia   &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;2. Gambaran petit mal di EEG :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lesi N. VII :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. gangguan pengecapan pada 1/3 belakang lidah :&lt;br /&gt;a. foramen laceum&lt;br /&gt;b. foramen ovale  &lt;br /&gt;c. foramen jugulare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bells palsy :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. suka berlebihan, diturunkan jabatan ……&lt;br /&gt;a. euphoria  d. elasi&lt;br /&gt;b. eksitasi   e. depresi&lt;br /&gt;c. ekstalsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. tidak bisa tidur, tapi mempunyai penyakit jantung koroner, obat yang diberikan :&lt;br /&gt;a. amitriptilin&lt;br /&gt;b. meloxicam&lt;br /&gt;c. imipramin&lt;br /&gt;d. fluoecetin&lt;br /&gt;e. –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. gangguan cemas,….&lt;br /&gt;9. GMO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. vertigo, tes apa :&lt;br /&gt;a. kalori  &lt;br /&gt;b. helpike  &lt;br /&gt;c. tuba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. HNP, angkat berat, nyeri menjalar di tungkai :&lt;br /&gt;a. L1- L2  d. L5-S1&lt;br /&gt;b. L2-L3  e. -&lt;br /&gt;c. L4-L5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. jatuh, kelingking kesemutan, telapak tangan tertekuk, nervus mana yang terkena :&lt;br /&gt;a. N. Ulnaris&lt;br /&gt;b.  N.axilaris &lt;br /&gt;c. N. medianus &lt;br /&gt;d. d. N. brachialis&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lg bok…….&lt;br /&gt;Tetep smgt y…&lt;br /&gt;Hahahahha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal-soal Tambahan&lt;br /&gt;Mungkin sama mungkin ga…&lt;br /&gt;1. Dokter akan PTT di Papua, disuruh minum chloroquin, tujuan:&lt;br /&gt;a. Profilaksis malaria&lt;br /&gt;b. Menimbulkan kekebalan terhadap malaria&lt;br /&gt;c. Megikuti anjuran pemerintah setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laki-laki mengeluh sakit pada jempol jari kaki. Malamnya habis makan soto babat. Hasil pemeriksaan: edema (+), merah. Dx?&lt;br /&gt;a. Rheumatoid arthritis&lt;br /&gt;b. Gout arthritis&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Px. DM sudah tidak minum obat, datang ke dokter diperiksa gula darah tinggi. Diberi glibenclamide 1x5mg. Diminum 3 hari  px tidak sadar  ke UGD  GDA: 35 mg/dl. Yang dilakukan:&lt;br /&gt;a. D40% IV&lt;br /&gt;b. Larutan gula per oral&lt;br /&gt;c. Nanti akan sadar sendiri&lt;br /&gt;4. Px tidak sadar, dirangsang nyeri : mata membuka, suara mengerang, lutut tertekuk. GCS?&lt;br /&gt;a. E2V3M3&lt;br /&gt;b. E2V2M3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kondisi px mengantuk teus, beberapa hari sebelumnya jika diajak ngomong tidak nyambung. Status?&lt;br /&gt;a. Koma&lt;br /&gt;b. Stupor&lt;br /&gt;c. Somnolen&lt;br /&gt;d. Delirium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Px muntah darah, ikterik. Px fisik: spider nevi (+), eritema Palmaris (+), lien S III. Penyebab muntah?&lt;br /&gt;a. Pecahnya varises esophagus&lt;br /&gt;b. Perdarahan gaster&lt;br /&gt;c. Gastritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Aspirin  gastropati. Obat ini menghambat enzim?&lt;br /&gt;a. Amylase&lt;br /&gt;b. COX&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penderita OA sering minum jamu, datang dengan berak hitam. Penyebab?&lt;br /&gt;a. Erosi gaster&lt;br /&gt;b. Pecahnya varises esophagus&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tes untuk vertigo?&lt;br /&gt;a. Halpike maneuver&lt;br /&gt;b. ?&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tidak bisa mengangkat alis kanan, sudut bibir ke kiri. Paralisis nervus?&lt;br /&gt;a. N. V&lt;br /&gt;b. N. VII kanan&lt;br /&gt;c. N. IV kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Diplopia. Bola mata tidak bisa melihat ke nasal? Penyebab?&lt;br /&gt;a. Neuropati&lt;br /&gt;b. Miastenia gravis&lt;br /&gt;c. GBS&lt;br /&gt;12. Kesemutan jari kelingking, kelainan?&lt;br /&gt;a. N. radialis&lt;br /&gt;b. N. ulnaris&lt;br /&gt;c. N. Medianus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pelajari! Nilai Normal MCV/ MCHC, CKM!&lt;br /&gt;14. Px batuk2 dan sesak nafas, pny. Riw. HT tidak minum oat sudah 1 bulan. EKG  infark lama. Pasien kumat, penyebaB sesak ok: &lt;br /&gt;a. Minum obat&lt;br /&gt;b. HT&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Nyeri kencing  basil (-), biasanya bakteri:&lt;br /&gt;a. Dari flora N vagina&lt;br /&gt;b. Dari flora N GIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Wanita, 40 tahun, bengkak kedua lutut  ada cairan; rheumatoid factor (+)&lt;br /&gt;a. OA&lt;br /&gt;b. RA&lt;br /&gt;c. Gout arthritis&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. VR orang diperiksa yang datang 2 hari yll, tapi polisi baru datang dan minta VR 2 hari setelah kejadian.&lt;br /&gt;a. Kasih VR sesuai RM&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bila ada orang sakit ga bisa ujian, minta surat ujian tapi dokter tidak memeriksa &amp; orangnya sudah sehat:&lt;br /&gt;a. Kasi surat keterangan sehat  edukasi&lt;br /&gt;b. Kasi surat sehat karena percaya&lt;br /&gt;c. Tidak member surat tanpa memeriksa pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Laki-laki positif TB. Pny anak. Px ada bercak, uji tuberculin negative,klinis baik. Penatalaksanaan??&lt;br /&gt;a. Obati OAT 3 bln&lt;br /&gt;b. Uji tuberculin 3 bln lg&lt;br /&gt;c. Observasi&lt;br /&gt;d. TB profilaksis&lt;br /&gt;e. Terapi TB&lt;br /&gt;20. Mata kabur, perlahan, makin memburuk. DM tidak terkontrol&lt;br /&gt;Letak kelainan?&lt;br /&gt;a. Konjungtiva&lt;br /&gt;b. Kornea&lt;br /&gt;c. Uvea&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. Retina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Buta mendadak. DM tidak terkontrol sebelumnya visus 5/60&lt;br /&gt;Penyebab kebutaan??&lt;br /&gt;a.retinopati&lt;br /&gt;b. pendarahan vitreus&lt;br /&gt;c.oklusi arteri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  mata merah, nrocoh, kumat-kumatan&lt;br /&gt;Cobble stone appearance, DX?&lt;br /&gt;a. Konjungtivitis bacteria&lt;br /&gt;b. Konj. Vernal&lt;br /&gt;c. Konj. Follicular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bayi baru lahir, mata merah dengan secret purulen yg  byk, lahir pervaginam di dukun. Ibu saat melahirkan keputihan berbau busuk.&lt;br /&gt;Px mata: secret putih kekuningan byk,&lt;br /&gt;Etiologi??&lt;br /&gt;A. streptococcus       B. N.gonnorhea                    C. staph. aureus  &lt;br /&gt;24. . anak perempuan. Kelainan darah, ditanfusi. Pykt ini diturunkan?&lt;br /&gt;a. autosomal dominan  b.  autosomal resesif c. X- resesif                      d. X- dominan&lt;br /&gt;25. pasien kecelakaan datang ke UGD, tidak sadar, harus diamputasi, tapi tidak ada keluarga . dokter memberitahukan tindakan amputasi tsb. Pasien kecewa thp tindakan dokter&lt;br /&gt;Menurut bioetik, yg dilakukan dokter setelah pasien sadar?&lt;br /&gt;a. Atas dasar informed consent&lt;br /&gt;b. Mengembalikan hak hokum pasien&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;26. keccelakaan pasien tdk bias membuka mulut. Pendarahan dlm mulut. Ada jejas di dagu. Yg patah??&lt;br /&gt;a. angulus maxilla &lt;br /&gt; b ramus mandibula &lt;br /&gt;c.Temporomandibula joint &lt;br /&gt;d. Corpus mandibula.&lt;br /&gt;27. wanita berencana naik haji tahun ini, imunisasi apasj yg plu diberikan:&lt;br /&gt;a. meningitis + demam kuning&lt;br /&gt;b. meningitis + pneumokokus&lt;br /&gt;c. influenza + meningitis&lt;br /&gt;d. influenza + pneumokokus&lt;br /&gt;e. pneumokokus + demam kuning&lt;br /&gt;28. pasien dtg tdk sadar, akral dingin, JVP meningkat, tensi 70?.. palpasi,,pasien in knp?&lt;br /&gt;a. syok distributive?&lt;br /&gt;B syok obstruktif??&lt;br /&gt;Syok cardiogenik yg jelas…tp ga ada pilihannya…&lt;br /&gt;29. pria usia 27 thn, suka minum alcohol, ato pengguna gt (lupa..).Keluhan : sesak bl beraktifitas tungkai bengkak, px LHM melebar, puntum max teraba, murmur 4/6, pansistol. Kelainan yg tjd??&lt;br /&gt;a. prolaps mitral, &lt;br /&gt;b.regurgitasi mitral,&lt;br /&gt;c. regurgitasi trisupid&lt;br /&gt;d.regurgitasi aorta&lt;br /&gt;30. pasien RA dpt tx aspirin, mekanisme aspirin dlm pengobatan RA?&lt;br /&gt;a. hambat COX 1&lt;br /&gt;b. hambat COX 2&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;31. Obat pilek yang pny efek samping meningkatkan tensi ??&lt;br /&gt;a. PPA&lt;br /&gt;b. CTM&lt;br /&gt;c. Dll…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan, yg plu dipelajari, minimal dibaca…klo ga diliat sekilas ato skedar ditaro dibwh bantal .&lt;br /&gt;Tsera…&lt;br /&gt;ANAK&lt;br /&gt;-Anak 5 thn, VSD? ASD?&lt;br /&gt;Tidak biru, batuk2..skt jantung apa ni??&lt;br /&gt;-pelajari BP, Pneumonia, bronchitis, difteri (pseudomembran)  yang dikelupas berdarah&lt;br /&gt;- meningitis TB pada anak kecil, diperiksa apanya??&lt;br /&gt;a. cairan otak&lt;br /&gt;b. CT scan kepala&lt;br /&gt;c. usg kepala&lt;br /&gt;d??, e ???&lt;br /&gt;-ikterik pada bayi umur 1 hari ato 3 hari gt..&lt;br /&gt;Yg hrs diperiksa apa? Pake kecuali ga y???&lt;br /&gt;Lupa…&lt;br /&gt;a. Bil total&lt;br /&gt;b. Bil direct&lt;br /&gt;c. Bil indirect&lt;br /&gt;d. Gol drh&lt;br /&gt;e. DL&lt;br /&gt;RADIOLOGI&lt;br /&gt;Pelajari  gambaran pembesaran jantung VSD, ASD &lt;br /&gt;NEURO&lt;br /&gt;Bell palsy, Dikasi apa?&lt;br /&gt;a. Antiinflamasi&lt;br /&gt;b. Acyclovir&lt;br /&gt;c. Analgetik + vit saraf??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;IPD&lt;br /&gt;Klo pasien dtg dgn hep A Ig G (+)&lt;br /&gt;Hep B Ig M (+) …artinya??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-1183915465013086421?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/1183915465013086421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=1183915465013086421&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/1183915465013086421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/1183915465013086421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2009/08/soal-tryout-ukdi-juli-2009_17.html' title='SOAL TRYOUT UKDI JULI 2009'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-559379381445776649</id><published>2009-08-17T17:14:00.004+08:00</published><updated>2009-08-17T17:21:22.001+08:00</updated><title type='text'>SOAL TRYOUT UKDI JULI 2009</title><content type='html'>IPD&lt;br /&gt;1. Laki-laki 54 tahun datang ke dokter untuk kontrol tekanan darah tinggi. Pasien rutin minum obat perangsang kencing. Keluhan yang dirasakan otot terasa lemah dan pusing-pusing. Berdasarkan hal ini kemungkinan pasien mengalami:&lt;br /&gt;a. Hipokalemia  &lt;br /&gt;b. Hipokalsemia&lt;br /&gt;c. Hiponatremia  &lt;br /&gt;d.Hipo_apaan gitu lupa aku&lt;br /&gt;e. Hipomagnesemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laki2 34 tahun mengeluh ibu jari kaki kanan merah, nyeri, bengkak, dirasakan setelah bangun tidur pada pagi hari. Sebelumnya malam hari mengkonsumsi soto babat. Diagnosa apa pada pasien ini??&lt;br /&gt;a. Arthitis rheumatoid d. osteoporosis&lt;br /&gt;b. Arthritis gout  e. osteoarthritis&lt;br /&gt;c. Lupus eritematosus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Laki2 54 tahun mengalami badan lemas, nyeri otot dan sendi. Pemeriksaan fisik didapatkan. Mata merah, sklera ikterik, hepatosplenomegali. Dari pemeriksaan mikroskop medan gelap didapatkan bakteri spiral. Diagnosanya apa hayoooooo????&lt;br /&gt;a. Leptospirosis  &lt;br /&gt;b. sori ker aku bener2 khilaf...lupa...&lt;br /&gt;c. Salmonellosis  &lt;br /&gt;d. Lupa lupa ingat..atau ingat kuncinya?&lt;br /&gt;e. Borellia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasien umur (maap jhe lupa kagi) keluhan berak cair. Tidak didapatkan lendir maupun darahdari fesesnya. Pemeriksaan mikroskopik feses didapatkan gambaran ookista. Maka pasien ini kemungkinan menderita?&lt;br /&gt;a.  lamblia   d. coccidiosis&lt;br /&gt;b. Campylobacter pylori e. sel neuronku tak mampu mengingat&lt;br /&gt;c. E. Coli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Px. Nyeri dada menjalar ke sebelah kiri, terasa berat...&lt;br /&gt;a. Infark myocard akut d. blaa..blaa…&lt;br /&gt;b. DM   e. Khilaf lagi aku&lt;br /&gt;c. Blaaaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ada pasien, T:150/90, TG 300 mg/dl, kolesterol 450 mg/dl..obate opo?&lt;br /&gt;a. Cholestiramin d.cholestipol&lt;br /&gt;b. Simvastatin  e.ga inget&lt;br /&gt;c. Fenofibrate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Laki-laki ( bukan lucky laki-nya dhani ) 25 tahun, hendak bepergian ke daerah terpencil yang berada didekat pantai ( bukan genteng tentunya) datang  ke dokter umum. Dokter tersebut menyarankan untuk mengkonsumsi chloroquin 1 minggu sebelum berangkat, tujuan dokter tersebut adalah? &lt;br /&gt;a. Sebagai profilaksis malaria&lt;br /&gt;b. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap malaria&lt;br /&gt;c. Meningkatkan stamina&lt;br /&gt;d. Obat anti mabuk&lt;br /&gt;e. Karena mematuhi peraturan daerah yang akan dituju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Laki2 30 tahun mengeluh panas badan diikuti nyeri ulu hati, pada pemeriksaan fisik didapatkan konjunctiva pucat dan ikteri. Abomen : hepatomegali 4 jari dibawah arcus costae, splenomegali schufner 4. Pemeriksaan hapusan darah yang mungkin terjadi pada pasien ini adalah?&lt;br /&gt;a. Eritrosit hipokrom-mikrositer&lt;br /&gt;b. Eritrosit normokrom-normositer&lt;br /&gt;c. Eritrosit normokrom-normositer&lt;br /&gt;d. Megaloblastik&lt;br /&gt;e. Makrositer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Laki2 60 tahun menderita DM type II mengeluh sering pusing terutama pagi hari. Dari pemeriksaan tekanan darah dengan berbaring didapatkan TD: 150/80. Setelah berdiri selama 2 menit tekanan darah 120/70. Komplikasi apa yang terjadi pada pasien ini?&lt;br /&gt;a. Mikrovasculer      d. humoral&lt;br /&gt;b. Makrovasculer    e.Sistem pituitari&lt;br /&gt;c. Saraf otonom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Seorang wanita 45 tahun datang dengan benjolan di leher bagian depan 4 tahun terakhir, tidak nyeri, riwayat tinggal di daerah yang rendah kadar yodium. Sebutkan pemeriksaan yang tepat pada pasien ini?&lt;br /&gt;a. TSH    d. T4 bebas&lt;br /&gt;b. T2 total   e. TBG&lt;br /&gt;c. T3 total&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seorang wanita menderita nyeri di ulu hati, sebelumnya wanita tersebut menderita arthritis rheumatoid. Pasien tersebut mengkonsumsi aspirin selama 1 minggu sebelumnya. Aspirin menghambat senyawa apa yang mengakibatkan keluhan nyeri ulu hati?&lt;br /&gt;a. Cox1   d. PGH&lt;br /&gt;b. Cox2   e. Lupaaa&lt;br /&gt;c. Lipooksigenase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Seorang manula dengan riwayat merokok, DM, mengeluh sesak nafas, pada X-ray thorax tidak ditemukan kelainan, yang diberitahu ke pasien:&lt;br /&gt;a. paru pasien normal&lt;br /&gt;b. minta CT scan + CPR&lt;br /&gt;c. minta tes fungsi paru seperti spirometri&lt;br /&gt;d. obat asma diteruskan&lt;br /&gt;e. bernafas dengan teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Orang tua  (laki-laki),perokok dengan pemeriksaan fisik dada kiri menonjol, gerak tertinggal, clubbing finger, perkusi redup&lt;br /&gt;a. pneumonia&lt;br /&gt;b. ca. Paru&lt;br /&gt;c. TB&lt;br /&gt;d. Pneumothorax&lt;br /&gt;e. COPD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Pasien dengan murmur pansistolik pada ICS IV, parasternal line kiri, maka kelainannya terletak di:&lt;br /&gt;a. katub trikuspid&lt;br /&gt;b. katub mitral&lt;br /&gt;c. katup aorta&lt;br /&gt;d. katup pulmonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. imunisasi yang diberikan pada calon jemaah haji adalah:&lt;br /&gt;a. demam kuning + meningitis&lt;br /&gt;b. influenza + meningitis&lt;br /&gt;c. Pneumokokus + meningitis&lt;br /&gt;d. demam kuning + influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Pasien mengeluh pusing berputar, mual dan muntah setelah minum obat antineurosa selama 2 minggu. Kemungkinan obatnya:&lt;br /&gt;a. diazepam&lt;br /&gt;b. carbamazepin&lt;br /&gt;c. lithium&lt;br /&gt;d. haloperidol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Pasien laki-laki umur 20 tahun mengeluh mual dan muntah disertai nyeri perut seteah makan sarden kalengan. Kemungkinan penyebab sakitnya:&lt;br /&gt;a. C. tetani&lt;br /&gt;b. C. botulinum&lt;br /&gt;c. Neiserria&lt;br /&gt;d. Streptococcus pyogenes&lt;br /&gt;e. Staphylococcus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. empat orang tinggal bersama, 3 orang mual dan muntah, 1 diare setelah makan bersama. 4 jam setelahnya gejala hilang. Setelah 24 jam berangsur-angsur sembuh. Penyebabnya:&lt;br /&gt;a. Campylobacter jejuni&lt;br /&gt;b. Bacillus cereus&lt;br /&gt;c. Yersinia enterocolitica&lt;br /&gt;d. Shigella&lt;br /&gt;e. Salmonella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. seorang pasien perempuan 26 tahun mengeluh nyeri “burn sensation” pada ulu hati. Tidak menghilang dengan makanan. Dieri antasida tidak berkurang. Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. kurangi hiperasiditas&lt;br /&gt;b. hambat produksi asam&lt;br /&gt;c. kurangi nyeri sesuai patofisiologi&lt;br /&gt;d....&lt;br /&gt;e....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Serorang laki2, mengeluh nyeri dada kiri tidak menjalar selama 20 menit, terjadi saat pasien berolahraga. Pada EKG didapatkan ST depresi. Diagnosa:&lt;br /&gt;a. GERD&lt;br /&gt;b. Pleuritis&lt;br /&gt;c. Emboli&lt;br /&gt;d. Unstable angina&lt;br /&gt;e. stable angina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Secara klinis, yang membedakan antara sindroma nefrotik dan nefritik adalah:&lt;br /&gt;a. hipercholesterolemia&lt;br /&gt;b. hiperlipidemia&lt;br /&gt;c. Hipertensi&lt;br /&gt;d. Proteinuria&lt;br /&gt;e.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pasien dengan pembesaran thyroid, Wayne index 22. Usulan pemeriksaan:&lt;br /&gt;a. TSH&lt;br /&gt;b. T3&lt;br /&gt;c. Free T4&lt;br /&gt;d. TBG&lt;br /&gt;e. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. pasien dengan HT, didapatkan kaki edema, diberi HCT + nifedipin sebelumnya. Penyebab dari edemanya:&lt;br /&gt;a. karena HCT&lt;br /&gt;b. karena nifedipin&lt;br /&gt;c. kombinasi HCT + nifedipin&lt;br /&gt;d. karena pasien tidak rutin berobat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. seorang pasien wanita. Rheumatoid factor +, ASTO &lt;200, uric acid 7,1, terasa panas pada lutut:&lt;br /&gt;a. OA&lt;br /&gt;b. RA&lt;br /&gt;c. Gout&lt;br /&gt;d. Septic arthritis&lt;br /&gt;e. Pseudogout&lt;br /&gt;25. Pasien dengan ST elevasi, tujuan terapi&lt;br /&gt;a. meningkatkan preload&lt;br /&gt;b. meningkatkan afterload&lt;br /&gt;c. meningkatkan perfusi myocard&lt;br /&gt;d. menurunkan perfusi myocard&lt;br /&gt;e.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Pasien laki-laki, mengeluh sesak dengan HT + DM, berhenti minum obat 1 bulan yang lalu. Sesak diakibatkan karena:&lt;br /&gt;a. HT&lt;br /&gt;b. infeksi&lt;br /&gt;c. anemia&lt;br /&gt;d. putus obat&lt;br /&gt;e. usia tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Pasien DM sudah 15 tahun, tidak kontrol rutin. Sekarang ujung jari 5 kanan nyeri sekali, warna hitam. Tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;a. debridement ujung jari&lt;br /&gt;b. nekrotomi ujung jari&lt;br /&gt;c. amputasi ujung jari&lt;br /&gt;d. pemberian antibiotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. seorang wanita, TB 160 c,, BB 100 kg,  GDP 150. Anjuran pada pasien:&lt;br /&gt;a. observasi pasien&lt;br /&gt;b. dianjurkan menurunkan BB&lt;br /&gt;c. pemberian insulin&lt;br /&gt;d. pemberian OAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. pasien datang dengan muntah darah. Dari pemeriksaan didapatkan asites, spider nevi, eritema palmaris, conjuntiva ikterik. Penyebab muntah darahnya:&lt;br /&gt;a. pecahnya varises esofagus&lt;br /&gt;b. gastritis e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. wanita 56 tahun, datang muntah darah. Sebelumnya nyeri lutut dan minum jamu-jamuan. Penyebab muntah darah:&lt;br /&gt;a. pecanya varises esofagus&lt;br /&gt;b. gastropati&lt;br /&gt;c. gastritis erosif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. pasien dengan nyeri dada sebelah kiri setelah beraktivitas hilang setelah 5 mint istirahat. Setelah di EKG: depresi ST segmen kemudian di EKG ulang 30 menit kemudian hasilnya normal. Diagnosa kerjanya;&lt;br /&gt;a. angina stabil&lt;br /&gt;b. angina atipik&lt;br /&gt;c. angina unstable&lt;br /&gt;d. angina kresendo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. seorang koki terkena hepatitis A, oleh dokter dianjurkan untuk tidak masuk kerja. Tindakan ini termasuk:&lt;br /&gt;a. isolasi&lt;br /&gt;b. karantina&lt;br /&gt;c. reverse isolasi&lt;br /&gt;Soal IPD &lt;br /&gt;1. Laki-laki 58 tahun dengan asma bronkiale, diTx dengan kortikosteroid dan β-2 agonis long-acting selama 2 bulan, terkontrol. Saat pasien pasie control apa yang anda lakukan :&lt;br /&gt;a. Memberikan terapi yang sama untuk mencegah serangan asma&lt;br /&gt;b. Memberikan obat untuk mencegah seranga asma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laki-laki, 67 thn, perokok berat, mengeluh batuk, berat badan  turun dalam 3 bulan. Paru kiri mencembung,gerakan nafas dada kiri tertinggal,perkusi redup, suara paru amforik.Foto thoraks tampak konsolidasi di lapang pari kiri.Gynekomastia (+).Dx :&lt;br /&gt;a. Ca paru&lt;br /&gt;b. TB paru&lt;br /&gt;c. Pneumonia lobaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibu yang selalu lupa minum prednisone :&lt;br /&gt;a. Minum 1x, pagi hari&lt;br /&gt;b. Minum 1x, di malam hari supaya GIT tdk terganggu&lt;br /&gt;c. Minum 1x, pagi hari,jika lupa minum waktu ingat&lt;br /&gt;d. Minum 1x, pagi hari, kalau lupa tidak usah minum&lt;br /&gt;e. Dosis dibagi, diminum sesuai jadwal yang mudah diingat pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasien , kolesterol tinggi, tensi 150/90 mmHg, kedua ujung jari sering terasa tebal. Obat yang sesuai :&lt;br /&gt;a. Cholestyramine&lt;br /&gt;b. Clofibrate&lt;br /&gt;c. Simvastatin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pasien dengan edema kaki, ngonggsrong, hipertensi, dating dengan sesak nafas  mirip Gx HF. Pemeriksaan penunjang:&lt;br /&gt;a. Pemeriksaan darah rutin dan urin lengkap&lt;br /&gt;b. Elektrokardiografi dan echokardiografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perempuan, batuk tidak produktif, tidak demam, batuk tidak berdahak, Tx : Dextrometorphan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pasien 88 tahun, sesak, ada riwayat hipertensi. Apabila mau lihat kondisi parunya, pemeriksaan yang perlu :&lt;br /&gt;a. Foto Rontgen&lt;br /&gt;b. CT scan paru&lt;br /&gt;c. MRI&lt;br /&gt;d. Scintigrafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kalau misalnya foto rontgennya TAA, apa yang dilakukan dokter :&lt;br /&gt;a. Mengatakan parunya tidak apa-apa&lt;br /&gt;b. Tetap memberikan obat asma&lt;br /&gt;c. Menyarankan pemeriksaan CT-scan paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wanita, nyeri perut kanan hilang timbul. Foto abdomen tampak bayangan radio-opaque berbentuk fusiform di region pelvis. Kemungkinan penyakitnya :&lt;br /&gt;a. Hidrosefalus&lt;br /&gt;b. Abses hepar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Laki-laki, habis banjir ditemukan bakteri berbentuk spiral :&lt;br /&gt;a. Leptospirosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kloroquin profilaksis……..&lt;br /&gt;12. Perempuan, 40 tahun dating dengan keluhan batuk, keringat malam ± 1 bulan. Pemeriksaan fisik : pucat, hasil lab: Hb 7,9 Trom 242000 Leu 7900. Hapusan darah normokrom-normositer.Hasil pemeriksaan yang mungkin :&lt;br /&gt;a. Kadar serum ferritin normal&lt;br /&gt;b. Kadar serum ferritin meningkat&lt;br /&gt;c. Kadar Fe normal&lt;br /&gt;d. Kadar Fe meningkat&lt;br /&gt;e. Kadar  TIBC normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Untuk membedakan dengan sindroma nefrotik, pemeriksaan yang harus keluar pada hasil pemeriksaan :&lt;br /&gt;a. Hipertensi&lt;br /&gt;b. Hiperlipidemia&lt;br /&gt;c. Proiteinuria&lt;br /&gt;d. Hiperkolesterolemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Pasien demam mendadak tinggi, disertai mual. Hasil lab. Hb 9 gr/dl Leu 11.000 Trom 80000 HCT 60%.Dx:&lt;br /&gt;a. Demam dengue&lt;br /&gt;b. DHF derajat 1&lt;br /&gt;c. DHF derajat 2&lt;br /&gt;d. DHF derajat 3&lt;br /&gt;e. DHF derajat 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Wanita, datang dengan keluhan benjolan dileher, makin lama makin besar.Pemeriksaan lab.dbn : kelainan fungsional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kemungkinan Dx:&lt;br /&gt;a. –&lt;br /&gt;b. –&lt;br /&gt;c. Tiroiditis hashimoto&lt;br /&gt;d. Du Quervain&lt;br /&gt;e. Simple goiter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Laki-laki, mengeluh keluhan ingus dan hidung, terdapat ulkus du septum nasi, massa (+),kerak (+).Pemeriksaan apa yang dilakukan :&lt;br /&gt;a. Rhinoskopi  posterior&lt;br /&gt;b. Foto waters&lt;br /&gt;c. Rontgen kepala&lt;br /&gt;d. CT scan kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Ayah TB  anaknya tuberculin (-),Tho ada bercak BTA(-) anaknya diapakan????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ibu pakai korset  edema kaki: penyebab???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Gringgingan di kelingking ulnar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Psiki: menata kembali baju berulang-ulang &lt;br /&gt;a. Kompulsi&lt;br /&gt;b. Hiperaktifitas&lt;br /&gt;c. Stereotipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Gembira, mudah marahelation&lt;br /&gt;23. Gastritis erotion  jamu&lt;br /&gt;24. Hematemesis-melenapecahnya varises&lt;br /&gt;25. Suntik obat  syok anafilaktik  suntik adrenalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarik nafas 3x…..lanjut OBGYN…ciayo!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ObGyn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita 27 tahun menyusui (ASI eksklusif), mau KB, dia ga haid setelah 6 bln nifas..&lt;br /&gt;a. Pil Estrogen dan Progesteron&lt;br /&gt;b. KB suntik 1 bulanan&lt;br /&gt;c. Pil&lt;br /&gt;d. Pil&lt;br /&gt;e. ??? intinya ga dikasi apa2, cm disuruh menyusui biar ga hamil (amenore laktasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita ,40 thn, pny 7 anak dgn 3 suami, (menikah 3kali), menikah pertama saat 16 tahun, keputihan kumat2an selama 6 bln. Px Inspekulo : portio licin. Dx yg mungkin?&lt;br /&gt;a. Cervisitis kronik&lt;br /&gt;b. Vaginitis kronik&lt;br /&gt;c. Ca cervix&lt;br /&gt;d. Bartholinitis&lt;br /&gt;e. Endometriosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita, umur ?? , dilakukan pap smear pd cervixnya, hasilnya : squamous epithelial desquamation. Apa yg sebaiknya dilakukan?&lt;br /&gt;a. Histerektomi total&lt;br /&gt;b. Histerektomi supravaginal&lt;br /&gt;c. conisasi &lt;br /&gt;d. pap smear ulang&lt;br /&gt;e. kolposkopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. wanita hamil 32 mgg, G1P0A0, lendir berdarah sekitar 10 jam, belum keluar air ketuban, kepala bayi dibawah, pada px ditemukan bercak darah pada celana dalam,posisi kepala terbawah Hodge2, kepala 4/5, his 2.10.30,amnion (+), pembukaan 4-5cm.cervix menipis 100%, TFU : 3 jr dibawah procc.xyphoideus, djj=132.&lt;br /&gt;pada fase apakah psien ini?&lt;br /&gt;a. Fase aktif akselerasi&lt;br /&gt;b. Fase aktif deselerasi&lt;br /&gt;c. Fase laten&lt;br /&gt;d. Kala 2&lt;br /&gt;e. Fase Aktif dilatasi maximal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita 15 thn, mengeluh haid tdk teratur, sejak menarche 1 tahun yll.1 darah kadang dikit, kadang byk, kadang sampe 2mgg. Vulva dan vagina dbn,  Fluxus (+) sedikit, tindakan?&lt;br /&gt;a. Tes kehamilan&lt;br /&gt;b. Beri terapi kontrasepsi oral  (tx hormone)&lt;br /&gt;c. Usg pelvis&lt;br /&gt;d. Biopsy endometrium&lt;br /&gt;e. Px  hematologi (FH?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wanita 27 thn,keputihan warna kuning, gatel bgt. Tidak ada riw. Hub sexual.&lt;br /&gt;a. GO&lt;br /&gt;b. Vaginitis bacterial&lt;br /&gt;c. Candidio vaginitis&lt;br /&gt;d. Trichimonas&lt;br /&gt;e. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita keputihan kuning, potio ditemukan merah radang, dx?&lt;br /&gt;a. Cervicitis&lt;br /&gt;b. Vaginitis&lt;br /&gt;c. Vulvovaginitis&lt;br /&gt;d. ,,&lt;br /&gt;e. ,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Keputihan, gatal, mikroskopis:leukosit +&lt;br /&gt;a. Trichomonas,&lt;br /&gt;b. GO&lt;br /&gt;c. Bacterial Vaginosis&lt;br /&gt;Trus kykna ada soal klo keputihan, ditemukan bakteri berbentuk basil kira2 pnyebabna apa??&lt;br /&gt;Penatalaksanaanya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wanita,suaminya supir,terdpt benjolan kistik pada labia mayor, radang (-)&lt;br /&gt;a. kista bartholin&lt;br /&gt;b. kista gartner&lt;br /&gt;c?&lt;br /&gt;d?&lt;br /&gt;e?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wanita, hamil, nyeri perut kaya gastritis, tujuan tx:&lt;br /&gt;a. Mencegah hyperacidity&lt;br /&gt;b. Mencegah prod. Asam lambung&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita hamil dengan MH, tx;&lt;br /&gt;A. Rifampisin dan ofloxasin&lt;br /&gt;B. Rifampisin dan dapson&lt;br /&gt;C. Rifampisin dan clofamisin&lt;br /&gt;D. Tunda sampe lahir&lt;br /&gt;E. Tunda sampe menyusui 6 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Wanita Hamil degn gejala ISK, nyeri saat kencing,dll, urinalisis : nitrit (+), leukosit (++),  tx?&lt;br /&gt;a. Kultur urin dan cipro&lt;br /&gt;b. Kultur urin dan cefelazin&lt;br /&gt;c. Tetrasiklin&lt;br /&gt;d. Cipro??&lt;br /&gt;e. Ampisilin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  wanita 23thn, hamil 32 mgg, nyeri BAK -, demam -, nyeri pinggang -, mual (-), nyeri ketok costovertebral (-). Urine tes nittat 2 +, leu 2 + tx pd pasien ini??&lt;br /&gt;a. cotrim 2 dd I , 7 hari&lt;br /&gt;b. tetrasiklin 500 mg, 2 dd I, 7 hari&lt;br /&gt;c. cyclosporine 250 mg, 2 dd I, slama3 hari&lt;br /&gt;d. sefaleksin 2 dd I, 7 hari&lt;br /&gt;e. sefalosporin 250 mg 2 dd I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Wanita hamil 32mgg??, pendarahabn pervaginam, cavum douglassi nonjol, pendarahan, nyeri sekali hingga pingsan, di handscoon saat px ditemukan darah (+), fluksus (+), pasien Ku jelek, tensi 80/..&lt;br /&gt;a. Ket&lt;br /&gt;b. Abortus imminens&lt;br /&gt;c. Kista ovarium torsi&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Wanita, pendarahan pervaginam dan nyeri perut kanan secara tiba-tiba. 2 mgg (ato 1 bln ga mens gt,,lupa) terlambat haid.bercak-bercak pendarahan (+), nyeri goyang portio, cavum douglassi ada massa + nyeri, dx:&lt;br /&gt;a. KET&lt;br /&gt;b. Abortus imminens&lt;br /&gt;c. Kista ovarium torsi&lt;br /&gt;d. …&lt;br /&gt;e. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Wanita hamil 7 bln, pendarahan setelah jatuh dari tangga,pendarahan, perut nyeri, kaku, dan tegang, pasien tampak pucat, KU lemah, nyeri tekan di fundus. T=100/60, Hb=8, N=100x/m…. &lt;br /&gt;Setelah keadaan umum teratasi/membaik apa tindakan yg dilakukan?&lt;br /&gt;a. Psg iv line&lt;br /&gt;b. Tranfusi darah&lt;br /&gt;c. Segera terminasi dgn sc&lt;br /&gt;d. Drip oksitosin&lt;br /&gt;e. Pecah ketuban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Ibu, G2P1A0, control, uk=12mgg, kondisi baik dan tdk ada keluhan. Anak pertama berumur 3 thn dan sehat. Ax yang penting untuk tau resiko anemia..&lt;br /&gt;a. Kebiasaan diet  &lt;br /&gt;b. Riwayat anemi yg dulu&lt;br /&gt;c. Kontrasepsi sebelum hamil?&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;18. Ibu hamil, ukuran kehamilan/perut lebih besar dari umur kehamilan, bagian anak sulit diraba. pada px ditemukan ballottement 2, bagian besar 3, curiga apa?&lt;br /&gt;a. Gemelli&lt;br /&gt;b. Bayi besar&lt;br /&gt;c. Hidrops fetalis&lt;br /&gt;d. Polihidroamnion&lt;br /&gt;e. mioma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ibu di Dx ca cervix. Dia berkali-kali menanyakan “bnr dok sy kena kanker?”&lt;br /&gt;Apa yg km lakukan??&lt;br /&gt;a. Rujuk ke psikolog&lt;br /&gt;b. Rujuk ke psikiater&lt;br /&gt;c. Suruh rajin ibadah&lt;br /&gt;d. Konseling individu&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Wanita hamil, tampak pucat, mengeluh jari2 dan tangan sering kram n kaku,  shg biasanya tangan menguncup, juga geringgingan, kurang kalsium (Ca serum rendah) , sejak hamil tdk mau minum susu krn mual, px : anemia (+)/dbn (ga jls) ??..&lt;br /&gt;a. Disuruh minum susu khusus bumil&lt;br /&gt;b. Disuruh makan daging&lt;br /&gt;c. Makan ikan teri&lt;br /&gt;d. Makan tablet suplemen Fe&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Wanita muda, pendarahan dikuret&lt;br /&gt;Terdpt vili chorialis immatur dan desidua gravid,  kira2 knp tjd spt itu? (sebabnya apa geto??)&lt;br /&gt;a. Kelainan kromosom fetus&lt;br /&gt;b. Endometrium interna&lt;br /&gt;c. Kelainan anatomi uterus&lt;br /&gt;d. Hidrops fetalis&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Wanita, tidak mens stlh nifas, ASI ga keluar setelah 2 bulan melahirkan..&lt;br /&gt;Dx?&lt;br /&gt;a. Synd. Seehan&lt;br /&gt;b. Prolaktinoma&lt;br /&gt;c. Pituitary ant secretion??&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Wanita melahirkan anak dgn lingkar kepala = 40 cm&lt;br /&gt;Tes serologi pilihan??&lt;br /&gt;a. Ig M&lt;br /&gt;b. Ig G&lt;br /&gt;c. Ig A&lt;br /&gt;d. Ig D&lt;br /&gt;e. Ig E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Px  usia muda 17 thn, pendarahn jalan lahir, nyeri perut sangat, benjolan rongga douglassi. Telat mens 2 bln. Jika kaka pasien Tanya…anda sbg dokter, apa yang sebaiknya  dilakukan??&lt;br /&gt;a. Tidak diberi tahu&lt;br /&gt;b. Beritahu secara khusus&lt;br /&gt;c. Beritahu secara umum&lt;br /&gt;d. ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Setelah melahirkan pervaginam (kykna..), dan dijahit… &lt;br /&gt;Pasien datang dgn keluhan keluar urin dari vagina (alat kelamin), yang dilakukan?&lt;br /&gt;a. Kasi analgetik dan antibiotic&lt;br /&gt;b. Rujuk utk reparasi vagina segera..&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode soal OBGYN 000000000000001&lt;br /&gt;1. Wanita akan menikah, suntik TT (tetanus toksoid). Tujuan penyuntikan TT ??&lt;br /&gt;a. Memberi kekebalan aktif pd bayi&lt;br /&gt;b.   ---II----   aktif pada ibu&lt;br /&gt;c.   ---II---    Pasif pada bayi&lt;br /&gt;d.   –II---     Pasif pada ibu&lt;br /&gt;e. –II--   Aktif dan pasif     pada ibu dan bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Wanita, 30 thn, sdh pnyk anak 3, anak terakhir usia 7 bln, ASI eksklusif masih menyusui, ingin KB, sering lupa minum obat KB pil,  tidak ingin hamil lg Kontrasepsi yg cocok?&lt;br /&gt;a. IUD Cu T380&lt;br /&gt;b. Pil KB Estrogen dan Progesteron&lt;br /&gt;c. PiL KB Estrogen dan Progesteron minimal&lt;br /&gt;d. Pil KB hny Progesteron&lt;br /&gt;e. Implant (susuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perempuan, hamil diluar nikah. Ingin digugurkan dokter A tidak mau. Dirujuk  ke dokter B  diberi obat, kontrol 5 hari lg..&lt;br /&gt;Tindakan dr.B??&lt;br /&gt;a. Benar tidak melawan hukum&lt;br /&gt;b. Benar melawan hukum&lt;br /&gt;c. Benar sesuai kemauan pasien&lt;br /&gt;d. Salah tidak melanggar hukum&lt;br /&gt;e. Salah dan melanggar hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hamil diluar nikah. Ingin digugurkan pasien mengalami gangguan jiwa karenanya. Dokter memenuhi permintaan pasien.&lt;br /&gt;Tindakan dokter termasuk??&lt;br /&gt;a. APC&lt;br /&gt;b. Abortus provukatus medicinalis&lt;br /&gt;c. Abortus habitualis&lt;br /&gt;d. Abortus spontan&lt;br /&gt;e. Abortus imminens&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita, G2…., T = 160/100. Hb = 10 gr/dl,  leuko= 10.000, trombo= 80.000.&lt;br /&gt;HCT= 40, LDH = 65, Darah tepi : anemia hemolitik, Dx :&lt;br /&gt;a. Anemia hemolitik e.c eklampsia&lt;br /&gt;b. Superimposed preeclampsia&lt;br /&gt;c. Sindrom HELLP&lt;br /&gt;d. Eklampsia&lt;br /&gt;e. PEB&lt;br /&gt;f. Impending..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wanita, G3P2A0,usia 37 thn, bekas SC 2x, UK :32-34mgg.. (ato uk : 35-36 mgg y??, TJ…alias tdk jelas ni yg nulis soal, hahha…cape de..)&lt;br /&gt;Penatalaksanaan? (direncanakan utk?)&lt;br /&gt;a. Rencana Pervaginam diobservasi ketat&lt;br /&gt;b. Rencana Pervaginam dengan kala I dipercepat (ato percepat kala II..binun)..&lt;br /&gt;Salahkan yg nulis soal, yg jelas bkn gw..hahahaa&lt;br /&gt;c. Persalinan pervaginam dengan induksi  39-40???&lt;br /&gt;d. SC pada UK 37-38 mgg&lt;br /&gt;e. SC pada UK 40-41mgg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita,  G2P1A0 / G3P2A0, tunggal intrauterine, di RS daerah. Datang kala I, letak kepala, observasi inversio uteri, VT : pembukaan 6-7, Eff 90%, ketuban (+), UUk kiri melintang/kiri atas, H III,&lt;br /&gt;Tindakan yg akan dilakukan??&lt;br /&gt;a. Amniotomi&lt;br /&gt;b. Induksi drip oksitosin&lt;br /&gt;c. Vaccum ekstraksi&lt;br /&gt;d. Forceps&lt;br /&gt;e. SC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wanita, riwayat keputihan banyak, pendarahan saat senggama. Dilakukan PAP smear 2x hasil sama (auscul +…)&lt;br /&gt;Px lanjutan yg dilakukan ??&lt;br /&gt;a. Kolposkopi&lt;br /&gt;b. Biopsy&lt;br /&gt;c. Pap smear 1 thn lg..&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hamil terlambat (HPHT) 2 bln. TFU ½ simphisis-pusat?.Ballotement (-), BJA (-)&lt;br /&gt;Keluhan dtg ke UGD : pendarahan&lt;br /&gt;Tindakan yang dilakukan?&lt;br /&gt;a. Kuretase hisap&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bayi baru lahir BB= 2250gr, mikrosefali, katark, PJB, Hepatosplenomegali, anemia, trombositopeni, ibu saat hamil menderita??&lt;br /&gt;a. CMV&lt;br /&gt;b. Tokso&lt;br /&gt;c. Rubella&lt;br /&gt;d. Herpes simplex&lt;br /&gt;e. Treponema Pallidum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita hamil, UK =26mgg, TFU 4 jari diatas pusat, BJA 152x/menit, teratur, kondisi kehamilan yang tepat??&lt;br /&gt;a. Normal&lt;br /&gt;b. Kehamilan dengan pertumbuhan janin terhambat&lt;br /&gt;c. Kehamilan seharusnya &lt; 26 mgg&lt;br /&gt;d. Kehamilan dgn kista ovarii 5cm&lt;br /&gt;e. Kehamilan dgn endometriosis&lt;br /&gt;f. Oligohidroamnion&lt;br /&gt;g. Mioma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Wanita, 3 bln tdk mens, tes kehamilan (+), Fundus uteri 4 jari di atas simfisis pubis, ballottement (+)&lt;br /&gt;a. Mola hidatosa&lt;br /&gt;b. Kehamilan normal&lt;br /&gt;c. Kehamilan dgn ptumb jani  terlambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Wanita hamil 40thn, G2P1A0, TFU setinggi pusat,balotemen (-), UK =3 bln. Dx??&lt;br /&gt;a. kehamilan normal&lt;br /&gt;b. kehamilan janin terhambat pertumbuhannya…&lt;br /&gt;c. mola hidatidosa&lt;br /&gt;d. endometriosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bingung ini soal 11,12,13…ni&lt;br /&gt;soal yg bnr yg mana….&lt;br /&gt;Kutulis aja semua..pis… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. kehamilan dgn kista 5 cm Wanita, G1P0A0, bercak pendarahan,kram perut, kram di suprasimphisis, px : uterus normal, sdh menikah 2 thn, blm hamil, saran kita??&lt;br /&gt;a. Tirah baring + progestin&lt;br /&gt;b. Tirah baring + spamolitik&lt;br /&gt;c. Periksa Hb&lt;br /&gt;d. Rujuk&lt;br /&gt;e. Kuretase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. 10 januari, dtg dgn mens 3 bln&lt;br /&gt;Nov     des      jan&lt;br /&gt;5           8          5&lt;br /&gt;10         13       10&lt;br /&gt;Ingin KB  kalender, kpn hrs menghindari berhubungan??&lt;br /&gt;a. 10-15 jan&lt;br /&gt;b. 19-25 jan&lt;br /&gt;c. 1-5&lt;br /&gt;d. ???&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. HPHT bln januari  5 jan&lt;br /&gt;Masa suburnya kpn??&lt;br /&gt;a. 15-24 jan…&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Pendarahan bercak, ballottment (-), BJA (-), USG = vesicular intrauterine, &lt;br /&gt;a. USG 4D&lt;br /&gt;b. Pungsi douglas&lt;br /&gt;c. Observasi&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Wanita 21 thn, mengeluh sakit kepala dan bengkak pada kaki 1 mgg. T =160/ 100, protein urine (++), as urat 8 mg/dl.&lt;br /&gt;Hamil 8 bln, tanda2 ipartu (-)&lt;br /&gt;a. Kateterisasi 1 mgg&lt;br /&gt;b. Pemberian obat hipertensi&lt;br /&gt;c. Pemberian diuretika IV&lt;br /&gt;d. Kesejahteraan janin&lt;br /&gt;e. Pemberian MgSo4&lt;br /&gt;f. konservatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Cewe, pap smear menikah 6 thn, 1 bln yg lalu hasil pap smear tdk bs dievaluasi&lt;br /&gt;a. Make antibiotic&lt;br /&gt;b. Keputihan&lt;br /&gt;c. Resiko kanker serviks&lt;br /&gt;d. Pendarahan saat hubungan&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Wanita, pap smear sebelumnya hasil meragukan. Utk pap smear berikutnya yg hrs diperhatikan??&lt;br /&gt;a. Ada keputihan&lt;br /&gt;b. Tdk dlm masa haid&lt;br /&gt;c. Riw. Nyeri saat coitus&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Wanita, riwayat HT (-), Skrg hamil, riw HT (-), skrg hamil TD 160/ 100, proteinuria (+).&lt;br /&gt;a. Superimpsed preeclampsia&lt;br /&gt;b. Preklampsia berat&lt;br /&gt;c. Eklampsia&lt;br /&gt;d. Impending eklampsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Wanita 27 thn, keputihan bau seperti ikan (fishy odor) dan pada pemeriksaan vagina eritema, terdapat bercak-bercak merah spt strawberry. Penyebab keputihannya :&lt;br /&gt;a. Candida albicans&lt;br /&gt;b. Bacterial vaginosis&lt;br /&gt;c. Trichomonas&lt;br /&gt;d. HPV&lt;br /&gt;23.  Ibu HiV (+), melahirkan anak, anak diapakan??&lt;br /&gt;a. dikasi Ig&lt;br /&gt;b.??&lt;br /&gt;c.??&lt;br /&gt;d.??&lt;br /&gt;24. Wanita hamil, gusi bengkak, hyperemia, tidak ada nyeri, caries gigi (+), tindakan kita??&lt;br /&gt;a. Antikumur anti-biotik utk cegah infeksi&lt;br /&gt;b. Konsul untuk caries giginya&lt;br /&gt;c. Mengatakan tidak masalh&lt;br /&gt;d. Sikat gigi dgn sikat gigi halus&lt;br /&gt;e. Beri vit C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Wanita hamil 3 bln, nyeri perut sayat, pokoknya tanda KET (+), dtg diantar suaminya, kalo kakak kandung pasien bertanya, apa yang kita katakan?&lt;br /&gt;a. Tidak memberi tahu&lt;br /&gt;b. Diberi tahu diagnose khusus&lt;br /&gt;c. Diberi tahu diagnose umum&lt;br /&gt;d. Diberi tahu diagnose dgn bhs medis&lt;br /&gt;e. Diberi tahu selengkap2nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Wanita hamil kena demam tifoid, diberi AB apa?&lt;br /&gt;a. Amoks&lt;br /&gt;b. Cotrim&lt;br /&gt;c. Cipro&lt;br /&gt;d. Cloramp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blom selese..masi byk…ambil kopi dulu…lanjut IKA..&lt;br /&gt;IKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anak perempuan / 3 th, KU: pucat. PFx: hepatosplenomegali. HB: 4,8 gr/dl, HCT13,2%, MCV 53,5 fl. Ro: hair on end. Lab darah lain yang mungkin ditemukan:&lt;br /&gt;a. penurunan retikulosit&lt;br /&gt;b. penurunan feritin&lt;br /&gt;c. penurunan serum besi&lt;br /&gt;d. kenaikan haptoglobin&lt;br /&gt;e. kenaikan bil.Ind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Anak perempuan / 4 th, KU: Demam tinggi mulai 4 hr yll. demam disertai nyeri anggota baan + ruam, dan rasa tidak nyaman di ulu hati. Perdarahan (-), batuk (-). PFx: Temp: 39oC, hepatomegali. Lab: Hb 13 gr/dl, tromb 56.000, HCT 44%, leu 7600. Dx?&lt;br /&gt;a. malaria&lt;br /&gt;b. demam thypoid&lt;br /&gt;c. TBC&lt;br /&gt;d. demam dengue&lt;br /&gt;e. influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Anak laki2 / 11 bln, KU: Sesak 1 hr. Sesak didahului panas, dan batuk pilek sejak 4 hr yll. RR: 56 x/', PCH (+), Ret. intercostal dan epigastrium (+), dan crackles (+). PFx yg mendukung dx. utama:&lt;br /&gt;a. Panas badan dan sesak napas&lt;br /&gt;b. panas badan dan peningkatan RR&lt;br /&gt;c. sesak napas dan crackles&lt;br /&gt;d. sesak napas dan batuk&lt;br /&gt;e. peningkatan RR dan ret. Epigastrium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Anak laki2 / 5 th. Batuk2, tapi ga biru. Ro. AP+Lat Sin: jantung membesar kekiri dan kanan, apeks membulat di atas diafragma, ruang retrosternal terisi, corakan paru bertambah, hilus melebar. Dx?&lt;br /&gt;a. VSD&lt;br /&gt;b. ASD&lt;br /&gt;c. TF&lt;br /&gt;d. PDA&lt;br /&gt;e. MR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Anak laki2 / 2 th, seni lututnya bengkak, hematome di paha + hamarthrosis di kiri. Dx?&lt;br /&gt;a. ITP&lt;br /&gt;b. Hemofilia&lt;br /&gt;c. Trombositopenia&lt;br /&gt;d. Von willebrand&lt;br /&gt;e. HSP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anak perempuan / 1 th. Batuk2 hebat dan muntah2 sjak 1 mgg yll. Riw. imuniasasi tidak lengkap, peradarahan subkonjunctiva. Hb 13,8 gr/l, leu 63.000, HCT 82%, tromb 375.000, VS. Normal. Dx?&lt;br /&gt;a. Pertussis&lt;br /&gt;b. BP&lt;br /&gt;c. Vincent angina&lt;br /&gt;d. Sepsis&lt;br /&gt;e. Asma bronchiale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bayi perempuan / 4 bln, ruam kemerahan pada kuli pipi, tanpa mengenai perioral. Awalnya berupa kulit kering lalu menjadi bercak kemerahan. Dx?&lt;br /&gt;a. DK&lt;br /&gt;b. DKI&lt;br /&gt;c. DA&lt;br /&gt;d. SJS&lt;br /&gt;e. Streptococcal Scalded skin syndrome&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bayi perempuan / 12 hr. KU: tinja keluar dr lubang kemaluan. gerak aktif, anus (+), BAK lancar. Dx?&lt;br /&gt;a. Atresia ani&lt;br /&gt;b. Atresia vagina&lt;br /&gt;c. Fistula uretrovagina&lt;br /&gt;d. Fistula rectourethral&lt;br /&gt;e. Fistula rectovaginal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anak laki2 / 11 th, KU: demam sejak 5 hr yll. Demam naik turun, menggigil, emam tinggi, berkeringat, lalu suhu badan kembali normal. Keluhan disertai nyeri kepala dan nafsu makan menurun. 2 mgg yll anak baru pulang dari daerah rawa2 selama 1 mgg. PFx: conj. anemis, limpa membesar. Dx?&lt;br /&gt;a. malaria&lt;br /&gt;b. demam thypoid&lt;br /&gt;c. pneumonia&lt;br /&gt;d. demam dengue&lt;br /&gt;e. influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Anak laki2 / 4 th, KU: nyeri telinga kanan. Sebelumnya didahului dg batuk pilek 5 hr yll. Otoskopi: cairan mukopurulen keluar dari perforasi sentral MT. Dx?&lt;br /&gt;a. OMA&lt;br /&gt;b. OMS&lt;br /&gt;c. OED&lt;br /&gt;d. Miringitis bulosa&lt;br /&gt;d. OMP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bayi perempuan baru lahir, tampak kuning, anak ke-3 dari ibu 25 th dg gol darah B Rh. (-) dan Ayah gol darah O Rh. (+). Lab: Hb 15 gr/dl, bil.tot 8 mg/dl, dan gol. darah O. Dx?&lt;br /&gt;a. inkompatibilitas Rh&lt;br /&gt;b. inkompatibilitas ABO&lt;br /&gt;c. atresia duktus hepatikus&lt;br /&gt;d. HVA&lt;br /&gt;e. toksoplasmosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bayi perempuan / 3 hr, dibawa ibunya ke dokter karena kulit tampak kuning. Kehamilan cukup bulan, tidak pernah sakit selama hamil. Saat melahirkan ketuban pecah &gt; 18 jam. BB 3100 gr. Penyebab kelainan?&lt;br /&gt;a. trauma saat lahir&lt;br /&gt;b. bayi kekurangan cairan&lt;br /&gt;c. fungsi hepar belum sempurna&lt;br /&gt;d. infeksi saat persalinan krn KPD&lt;br /&gt;e. konsumsi ASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bayi perempuan / 18 bln, KU: pucat. PFx: Anemia dan ikterik ringan, terdapat sistolik ejection murmur gr. 2/6 disemua ostia, hati teraba 3 bac, limpa S II. Lab: hb 5,8 gr/dl, HCT 18,5%, Leu 7500, tomb 170.000, MCV 54 fl, hapusan: hipokrom-mikrositer, anisopoikilositosis. Lab lanjutan yg dapat mendukung dx?&lt;br /&gt;a. G6PD&lt;br /&gt;b. Analisis Hb&lt;br /&gt;c. serum besi&lt;br /&gt;d. serum ferritin&lt;br /&gt;e. hapusan sutul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Anak perempuan / 5 th, KU: demam. demam tdk tll tinggi, &gt; 1,5 bln yll. RPK: nenek pernak batuk2 lama, namun stlh diberi obat paket dr pkm batuknya sembuh. PFx. pada leher teraba benjolan multipel, diameter 1 m, di submandibula dex 1,5 cm. Test mantoux indurasi 13 mm. penyebab demam?&lt;br /&gt;a. malaria&lt;br /&gt;b. demam thypoid&lt;br /&gt;c. demam dengue&lt;br /&gt;d. limfadenitis TB&lt;br /&gt;e. limfangitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bayi laki2 baru lahir. BBL: 3000 gr, PB: 51 cm, P4Ab0, ditolong bidan, langsung menangis kuat, lalu dirawat gabung dan diberi ASI. 1 hr kemudian tdk mau minum ASI, lemah, lunglai. Penyebab yg paling mungkin?&lt;br /&gt;a. asfiksia&lt;br /&gt;b. perdarahan&lt;br /&gt;c. syok&lt;br /&gt;d. sepsis&lt;br /&gt;e. DIC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Anak perempuan / 5 th, Ku: sakit telinga kiri. keluhan disertai pendengaran menurun, batuk2 4 hr yll. Temp 38,5oC. Dx?&lt;br /&gt;a. mastoiditis akut&lt;br /&gt;b. mastoiditis kronis&lt;br /&gt;c. OMA&lt;br /&gt;d. OMK&lt;br /&gt;e. OME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.  Anak perempuan / 10 th luka tertususuk paku 1 jam yll. Imunisasi tetanus (-). Tindakan pencegahan tetanus?&lt;br /&gt;a. Serum Anti tetanus&lt;br /&gt;b. IG + SAt&lt;br /&gt;c. TT + IG&lt;br /&gt;d. SAT + TT&lt;br /&gt;e. SAT, TT, + IG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tujuan pemberian vitamin A pada anak malnutrisi adalah untuk mencegah penyakit : &lt;br /&gt;a. Diare&lt;br /&gt;b. Campak&lt;br /&gt;c. Polio&lt;br /&gt;d. Tuberculosis&lt;br /&gt;e. Malaria &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Anak dengan riwayat kencing warna kemerahan dan keruh. Edema periorbital (+). Proteinuria 3+. Kemungkinan dx adalah :&lt;br /&gt;a. Acute nephritic syndrome&lt;br /&gt;b. Nephritic syndrome&lt;br /&gt;c. Glomerulonephritis&lt;br /&gt;d. Tubular necrosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Anak usia 4 th dibawa ke dokter dengan keluhan panas tinggi, RR 58x/menit, N 110x/menit. Riwayat batuk pilek sebelumnya (+). Anak tampak sesak. Menurut kriteria WHO, patokan yang dipakai untuk penegakkan diagnosanya?&lt;br /&gt;a. Panas dan nafas cepat&lt;br /&gt;b. Panas dan riwayat batuk pilek&lt;br /&gt;c. Sesak dan nafas cepat&lt;br /&gt;d. Sesak dan riwayat batuk pilek&lt;br /&gt;e. Nafas cepat dan retraksi epigastrium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Anak usia 5 th datang ke dokter dengan keluhan kejang seluruh tubuh selama 2 menit, kemudian kejang berhenti. Riwayat panas (+) sebelumnya, batuk pilek (+). Apa yang perlu diberikan untuk mencegah terjadinya kejang berulang?&lt;br /&gt;a. Diazepam dan luminal selama anak demam&lt;br /&gt;b. Paracetamol dan luminal selama anak kejang&lt;br /&gt;c. Paracetamol dan luminal selama 1 tahun&lt;br /&gt;d. Diazepam 1 tahun&lt;br /&gt;e. Paracetamol dan asam valproat&lt;br /&gt;22. Anak usia 1 th, nafas cuping hidung, retraksi intercostal. Riwayat batuk pilek 3 hari sebelumnya, di keluarga ada yang punya riwayat serupa. Panas 38,2C. Diagnosis apa yang paling mungkin?&lt;br /&gt;a. Bronchitis&lt;br /&gt;b. Bronchiolitis&lt;br /&gt;c. Bronchopneumonia&lt;br /&gt;d. Asma bronchiale&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bila ada anak dengan dizi buruk tanpa adanya komplikasi, antibiotika yang dapat diberikan adalah :&lt;br /&gt;a. Amoxicilin&lt;br /&gt;b. Ciprofloxacin&lt;br /&gt;c. Cotrimoxazole&lt;br /&gt;d. Chloramphenicol&lt;br /&gt;e. Metronidazole&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Anak dengan data pucat, lemas, dari pemeriksaan laboratorium didapatkan eritrosit mikrositer, anisopoilositosis ringan, polikromasi, hepatosplenomegali, tampak gambaran hair on end. Maka pemeriksaan tambahan yang diperlukan adalah :&lt;br /&gt;a. G6PD&lt;br /&gt;b. Serum besi&lt;br /&gt;c. Serum feritin&lt;br /&gt;d. Pemeriksaan haptoglobin&lt;br /&gt;e. Retikulosit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Ada seorang anak dibawa ke dokter dengan keluhan tergigit anjing. Apakah yang harus dilakukan dokter ?&lt;br /&gt;a. Cari anjing untuk diotopsi&lt;br /&gt;b. Berikan vaksin anti rabies dan immunoglobulin&lt;br /&gt;c. Observasi ketat anak tersebut&lt;br /&gt;d. Berikan serum anti rabies saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Anak dengan penurunan kesadaran. Riwayat panas lama, hilang timbul, batuk-batuk kronis, di CT Scan didapatkan enhancement pada sisterna basalis. Diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. Toxoplasma&lt;br /&gt;b. Meningitis TB&lt;br /&gt;c. Meningitis bacterial&lt;br /&gt;d. Encephalitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Anak dengan proteinuria 3+, granular cast (+), edema anasarka. Diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. Sindroma nefrotik&lt;br /&gt;b. Gagal ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Penyebab kelainan di atas yang paling mungkin karena :&lt;br /&gt;a. Infeksi di glomerulus&lt;br /&gt;b. Infeksi di pelviocalyceal system&lt;br /&gt;c. Inflamasi di glomerulus &lt;br /&gt;d. Inflamasi di pelviocalyceal system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Anak dengan bising pansistolik grade 4/6, tindakan yang dilakukan :&lt;br /&gt;a. Rujuk ke spesialis jantung anak&lt;br /&gt;b. Rujuk ke spesialis bedah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Bayi usia 5 bulan datang ke tempat anda mau imunisasi. Riwayat kelahiran bayi lahir di rumah sakit, saat pulang mendapatkan 2 suntikan imunisasi dan tetesan di mulut 1x. Sekarang imunisasi apakah yang harus diberikan?&lt;br /&gt;a. Hep B1, hep B2, DPT 1, DPT 2, polio1&lt;br /&gt;b. Hep B1, hep B2, DPT 1, polio1, polio2&lt;br /&gt;c. Hep B2, DPT 1, DPT 2, polio1&lt;br /&gt;d. Hep B2, DPT 1, DPT 2, polio1, polio2&lt;br /&gt;e. Hep B2, DPT 1, polio2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. (lanjutan dari soal di atas) Pada saat bayi datang 1 bulan kemudian, imunisasi apa yang diberikan?&lt;br /&gt;a. Hep B3, DPT 2, polio 3&lt;br /&gt;b. Hep B2, DPT 2, campak&lt;br /&gt;c. Hep B2, DPT 2, DPT 3, polio 3&lt;br /&gt;d. Hep B2, DPT 3&lt;br /&gt;e. Hep B3, DPT 3 polio 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Anak laki-laki usia 3 bulan, dikeluhkan testis kiri membesar bila menangis. Saat pemeriksaan didapatkan Tax 38,5, testis kiri membesar, merah, bengkak dan pasien menangis bila testis disentuh. Kemungkinan diagnosa adalah :&lt;br /&gt;a. Torsio testis&lt;br /&gt;b. Hernia inguinalis&lt;br /&gt;c. Hernia incarcerata&lt;br /&gt;d. Necrosis testis&lt;br /&gt;e. Infeksi testis / orchitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Anak laki-laki usia 5 th, timbul bintik-bintik dan gatal pada tangan, selangkangan, kemaluan. Teman-temannya juga ada yang mengalami keluhan yang sama. Kemungkinan diagnosanya adalah :&lt;br /&gt;a. Scabies&lt;br /&gt;b. Prurigo&lt;br /&gt;c. Dermatitis kontak alergi&lt;br /&gt;d. Tinea cruris&lt;br /&gt;e. Dermatitis alergika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Anak dengan usus terburai keluar. Diagnosanya adalah :&lt;br /&gt;a. Gastrochisis&lt;br /&gt;b. Omphalocele&lt;br /&gt;c. Hernia umbilicalis&lt;br /&gt;d. Volvulus&lt;br /&gt;e. Hernia diafragmatika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Anak 13 th, mata melotot, tremor, suka makan, BAB sulit, sering berkeringat, BB turun. Kemungkinan diagnosa adalah :&lt;br /&gt;a. Hipotiroid&lt;br /&gt;b. Grave disease&lt;br /&gt;c. DM tipe 1&lt;br /&gt;d. KAD&lt;br /&gt;e. Hipoglikemia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Bayi usia 10 bulan, bengkak seluruh badan, mula-mula kedua mata, kemudian seluruh badan, rambut merah, muka bulat, perut buncit, hepatosplenomegali. Kemungkinan diagnosa adalah :&lt;br /&gt;a. Marasmus kwashiorkor&lt;br /&gt;b. Marasmus&lt;br /&gt;c. Kwashiorkor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Anak usia 4 th, bengkak di seluruh badan, mula-mula di kedua mata, protein 2+, pada pemeriksaan terdapat oval fat body. Kemungkinan diagnosanya adalah :&lt;br /&gt;a. Gagal ginjal&lt;br /&gt;b. Gagal hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Bayi usia 17 bulan, datang ke tempat anda sbg dokter karena sebelumnya demam. KIE apa yang diperlukan?&lt;br /&gt;a. Anak akan kejang sampai usia 5 tahun&lt;br /&gt;b. Jika tidak panas, maka anak ibu tidak akan kejang&lt;br /&gt;c. Resiko terjadi gangguan kognitif&lt;br /&gt;d. Resiko terjadi gangguan epilepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Anak usia 5 th datang ke Rumah sakit dengan diare 7x, tidak ada lendir dan darah. Teman-temannya juga banyak yang menderita penyakit yang serupa. Apakah kemungkinan penyebabnya?&lt;br /&gt;a. Salmonella&lt;br /&gt;b. Rotavirus&lt;br /&gt;c. Klebsiella&lt;br /&gt;d. Pseudomonas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Anak 5 th datang ke RS dengan diare 7x, tidak ada lendir dan darah. Pakah etiologinya?&lt;br /&gt;a. Rotavirus&lt;br /&gt;b. Salmonella&lt;br /&gt;c. Amoebiasis&lt;br /&gt;41. Anak 7 th datang ke RS dengan keluhan diare disertai lendir. Apakah kenungkinan diagnosanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Anak 6 th diare seperti air cucian beras, tidak ada darah. Apakah kemungkinan penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Anak 3 th datang dengan keluhan kejang, 2 hari sebelumnya batuk pilek. Kejang di seluruh tubuh. Apakah diagnosanya?&lt;br /&gt;a. Kejang demam simplex&lt;br /&gt;b. Kejang demam complex&lt;br /&gt;c. Epilepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Anak dengan keluhan sesak nafas, pada pemeriksaan fisik ditemukan crackles. Apakah kemunginan diagnosanya?&lt;br /&gt;a. Bronchitis&lt;br /&gt;b. Bronchopneumonia&lt;br /&gt;c. TB paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Anak datang dengan keluhan kehilangan konsentrasi saat belajar di kelas. Kemungkinan penyebab petit mal. Gambaran EEG?&lt;br /&gt;a. Spike wave 3 SPD (siklus per detik)&lt;br /&gt;b. Spike wave 2 SPD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Anak perempuan 7 tahun datang dengan keluhan rambut panjang, gatal, tidak pernah dicuci. Kemungkinan penyebab?&lt;br /&gt;a. Pediculosis capitis&lt;br /&gt;b. Tinea corporis&lt;br /&gt;c. Dermatitis kontak iritan&lt;br /&gt;d. Dermatitis alergika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Anak laki-laki akan disirkumsisi tetapi preputium tidak bisa ditarik ke belakang. Balanitis (-), balanophostitis (-). Apa yang anda lakukan?&lt;br /&gt;a. Langsung sirkumsisi&lt;br /&gt;b. Tidak boleh disirkumsisi / ditunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Anak laki-laki akan disirkumsisi. Lubang urethra tepat antara pangkal penis dengan kantong sakar. Apa yang anda lakukan sebagai dokter umum ?&lt;br /&gt;a. KIE ibu tidak boleh disirkumsisi dulu harus dirujuk ke ahli bedah &lt;br /&gt;b. Langsung sirkumsisi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;49. Anak dengan feces keluar dari kemaluan, anus ada. Kemungkinan diagnosa :&lt;br /&gt;a. fistula rectourethral&lt;br /&gt;b. fistula rectovaginal&lt;br /&gt;c. fistula vaginouretral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Bengkak seluruh tubuh, 2 minggu sebelumnya nyeri tenggorok. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah :&lt;br /&gt;a. ASTO&lt;br /&gt;b. Widal&lt;br /&gt;c. Immunoglobulin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Batuk menggonggong, 3 hari, kakaknya mempunyai sakit yang sama, batuk hebat, riwayat imunisasi tidak lengkap. Kemungkinan penyebab adalah  :&lt;br /&gt;a. Pertusis&lt;br /&gt;b. Difteri&lt;br /&gt;c. TB paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Anak diare, hasil lab ditemukan bakteri spiral dengan kedua ujung berkait. Kemungkinan penyebab adalah :&lt;br /&gt;a. Salmonelosis&lt;br /&gt;b. Shigelosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Anak 5 th, jatuh. Terdapat luka abrasi. Anak jatuh di lapangan yang setiap hari minggu dipakai untuk latihan menunggang kuda. Anak sudah imunisasi DPT. Maka booster yang diperlukan adalah :&lt;br /&gt;a. DPT&lt;br /&gt;b. DT&lt;br /&gt;c. Tidak perlu imunisasi&lt;br /&gt;d. Toksoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Bayi datang dengan ikterus. Golongan darah ibu A dan golongan darah bayi 0. Ikterus bisa disebabkan karena :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Anak dengan edema anasarka, bengkak periorbita, apakah yang membedakan gejala tersebut dengan sindroma nefrotik?&lt;br /&gt;a. Hipoalbumin&lt;br /&gt;b. Hiperkolesterolemi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Anak datang denga keluhan batuk, demam, wheezing (+), keluarga ada yang mempunyai penyakit yang sama. Kemungkinan dx adalah :&lt;br /&gt;a. Bronkiolitis&lt;br /&gt;b. Asma bronkiale&lt;br /&gt;c. Pneumonia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Bayi 2000 gram, usia kehamilan 35 minggu. Dx nya adalah :&lt;br /&gt;a. Lahir cukup bulan&lt;br /&gt;b. Kurang bulan, berat badan lahir rendah&lt;br /&gt;c. Kurang bulan, berat badan lahir sangat rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Bayi lahir dari ibu HIV (+). Terapi pada anak adalah :&lt;br /&gt;a. Antiretroviral&lt;br /&gt;b. Antibiotik&lt;br /&gt;c. Immunoglobulin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. Bayi lahir dengan apgar score 7-9, cukup bulan, BBL 3000 gram. Beberapa menit kemudian distress nafas, sianosis, paru kiri suara nafas menurun, suara jantung terdengar paling keras pada ICS 3-4 parasternalis dextra, bising (-), hepar teraba 1-3 cm bac dextra. Kemungkinan dx adalah :&lt;br /&gt;a. Dextrocardi&lt;br /&gt;b. Agenesis paru sinistra&lt;br /&gt;c. Transposisi great arteri&lt;br /&gt;d. Hernia diafragmatika&lt;br /&gt;e. ASD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. Bayi lahir didapatkan mikrosefali, katarak congenital, kelainan jantung, hepatosplenomegali congenital, anemia, maka kemungkinan penyakit ibu selama hamil adalah :&lt;br /&gt;a. Toxoplasmosis&lt;br /&gt;b. Cytomegalovirus&lt;br /&gt;c. HIV&lt;br /&gt;d. Rubella&lt;br /&gt;e. Herpes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. Anak 5 tahun, batuk berdahak 1 bulan, foto thorax ditemukan ghon fokus (+). Maka diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. TBC primer&lt;br /&gt;b. TBC milier&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. Anak 2 tahun. Ayah menderita batuk lama 3 bulan. Di rontgen didapatkan bercak (+), klinisa baik, uji tuberculin (-). Maka tx nya :&lt;br /&gt;a. Terapi minimal 3 macam OAT&lt;br /&gt;b. Observasi dahulu kemudian 3 bulan lagi tuberculin ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Anak 6 tahun, faring hiperemi, eksudat (+), T2aT1, pembesaran lymphadenopati anterior (+). Terapi nya :&lt;br /&gt;a. Beri multivitamin&lt;br /&gt;b. Eradikasi kuman untuk mencegah komplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. Anak batuk seperti menggonggong disertai panas dan suara nafas tambahan, maka kemungkinan penyakitnya adalah :&lt;br /&gt;a. Croup&lt;br /&gt;b. Batuk lama&lt;br /&gt;c. TB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Anak batuk menggonggong, disertai panas, suara nafas tambahan (+), tiba-tiba mengalami distress nafas, maka terapi yang diberikan adalah :&lt;br /&gt;a. Intubasi&lt;br /&gt;b. Oksigenasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. Anak perempuan berulang kali transfusi di rumah sakit karena penyakit keturunan yang dideritanya. Kemungkinan penyakit diturunkan secara : (thalasemia)&lt;br /&gt;a. Autosomal dominan&lt;br /&gt;b. Autosomal resesif&lt;br /&gt;c. X linked dominan&lt;br /&gt;d. X linked resesif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. Anak kejang 2-3 menit, sebelumnya diare dan demam, tidak sadar selama 5 menit lalu sadar. KIE tentang prognosis selanjutnya adalah :&lt;br /&gt;a. Akan kejang ulang sampai usia 5 tahun&lt;br /&gt;b. Akan menjadi epilepsy&lt;br /&gt;c. Akan mengalami defek neurologis menetap&lt;br /&gt;d. Akan sembuh dengan cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. Anak demam, mual, muntah, tinja berbau asam. Kemungkinan dx penyebab adalah :&lt;br /&gt;a. E.coli&lt;br /&gt;b. Salmonella sp&lt;br /&gt;c. Shigella sp&lt;br /&gt;d. Rotavirus&lt;br /&gt;e. Amoeba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Anak laki-laki usia 3 tahun. Diare setelah diberikan bubur kacang hijau. Frekuensi  4x/hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan rambut warna merah, kulit keriput. Penyebabnya adalah :&lt;br /&gt;70. Diagnosa penyakit tersebut adalah (no.69):&lt;br /&gt;a. Gizi baik tanpa dehidrasi ringan&lt;br /&gt;b. Gizi baik dengan dehidrasi ringan&lt;br /&gt;c. Gizi buruk tanpa dehidrasi berat&lt;br /&gt;d. Gizi buruk dengan dehidrasi berat&lt;br /&gt;e. sehat&lt;br /&gt;71. Bayi usia 2 hari, keluar kotoran yang banyak dan ananh pada kedua mata. Riwayat saat hamil, ibu keputihan. Maka diagnosa yang mungkin adalah :&lt;br /&gt;72. Anak perempuan edema anasarka. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan proteinuri. Pemeriksaan fisik yang membedakan dengan sindroma nefrotik adalah :&lt;br /&gt;a. Hipertensi&lt;br /&gt;b. Proteinuri&lt;br /&gt;c. Hiperkolesterolemia&lt;br /&gt;d. Anemia&lt;br /&gt;73. Henoch schonlein purpura&lt;br /&gt;74. Glomerulonefritis akut, lab yang dibutuhkan adalah : &lt;br /&gt;a. ASTO&lt;br /&gt;75. Anak usia 13 tahun ke poliklinik dengan keluhan panas badan sejak 16 hari yang lalu, 7 hari awal panasnya hanya pada malam hari, tetapi kemudian panas terasa pada pagi dan sore hari. Gejala lain nyeri kepala, mual, muntah, tidak BAB sejak 7 hari yang lalu. Pemeriksaan klinis yang paling mungkin ditemukan adalah :&lt;br /&gt;a. Pembesaran kgb colli&lt;br /&gt;b. Takikardi&lt;br /&gt;c. Hepatosplenomegali&lt;br /&gt;76. Anak usia 14 tahun terjatuh dari motor terbentuk luka abrasi di lengan kiri. Setiap hari minggu jalan raya itu sering dilewati kuda. Anak sudah mendapat DPT pada usia 5 tahun. Yang perlu dilakukan sekarang adalah imunisasi :&lt;br /&gt;a. TT&lt;br /&gt;b. DPT&lt;br /&gt;c. TT+immunoglobulin&lt;br /&gt;d. Tidak perlu imunisasi&lt;br /&gt;77. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk memeriksa hematuri dan riwayat sakit kulit 2 minggu yang lalu, sudah diobati dengan sembuh adalah :&lt;br /&gt;a. Widal&lt;br /&gt;b. ASTO&lt;br /&gt;c. Shick&lt;br /&gt;d. Ascoli&lt;br /&gt;e. DL&lt;br /&gt;78. Bayi kuning, ibu golongan darah O rhesus (-), golongan darah ayah B, rhesus (+). Golongan darah bayi O. Kuning disebabkan karena :&lt;br /&gt;a. Inkompatibilitas rhesus&lt;br /&gt;b. Inkompatibilitas ABO&lt;br /&gt;79. Encephalitis&lt;br /&gt;80. Meningocele&lt;br /&gt;81. Anak usia 10 tahun, keluar nanah dari paha kanan, dan keluar cairan dari telinga. Kemungkina penyakit adalah :&lt;br /&gt;a. Osteoporosis&lt;br /&gt;b. Osteomielitis akut&lt;br /&gt;c. Osteoarthritis&lt;br /&gt;d. Osteosarcoma&lt;br /&gt;e. Rachitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah puas IKA???&lt;br /&gt;Mari beralih ke bedah..masi smgt kn???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasien perempuan 12 tahun datang dengan keluhan sering keluar kotoran dari kemaluan. BAB dan BAK normal. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. Fistula rectovaginal&lt;br /&gt;b. Fistula rectourethral&lt;br /&gt;c. Fistula Uterovaginal&lt;br /&gt;d. Fistula Urethrourethral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bayi lahir dengan isi perut terburai pada umbilikus dan tidak terbungkus amnion. Maka diagnosanya:&lt;br /&gt;A. Gastroschisis&lt;br /&gt;B. Omphalocele&lt;br /&gt;C. Hernia Umbilikalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anak dengan keluhan benjolan diantara kedua alis, semakin lama semakin membesar, teraba lunak dan kistik, dx:&lt;br /&gt;A. Meningocele&lt;br /&gt;B. Encephalocele&lt;br /&gt;C. Myelomeningocele&lt;br /&gt;D. Spina Bifida&lt;br /&gt;E. Chiari malformation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anak umur 8 tahun, digigit anjing pada bahu kanan, tindakan yang tepat selanjutnya:&lt;br /&gt;A. Mencari anjing untuk diotopsi&lt;br /&gt;B. Melapor pada dinkes&lt;br /&gt;C. Observasi anak&lt;br /&gt;D. Memberi anti rabies&lt;br /&gt;E. Memberi vaksin rabies dan antirabies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seorang anak dibawa ke UGD dengan tertancap paku pada telapak kaki, paku berkarat tersebut berhasil diambil dengan utuh, terapi yang diberikan:&lt;br /&gt;A. Tetanus Immunoglobulin&lt;br /&gt;B. Antitetanus serum&lt;br /&gt;C. Tetanus Immunoglobulin  + Antitetanus serum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ibu dengan abses mammae, terapi yang diberikan:&lt;br /&gt;A. insisi abses, antibiotik oral, tetap menyusui&lt;br /&gt;B. Insisi abses, antibiotik oral, tidak menyusui&lt;br /&gt;C. incisi drainase, kompres antiseptik, tetap menyusui&lt;br /&gt;D. Antibiotik oral, kompres antiseptik, berhenti menyusui&lt;br /&gt;E. Antiseptik oral, kompres antiseptik , tetap menyusui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bayi dengan benjolan pada tepi alis, muncul tak lama setelah lahir, semakin membesar dan teraba kistik dan lunak&lt;br /&gt;A. Kista atheroma&lt;br /&gt;B. Kista dermoid&lt;br /&gt;C. Lipoma&lt;br /&gt;D. Abses&lt;br /&gt;E. Traumatic cyst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pasien dengan kecelakaan sepeda motor, fraktur mutiple femur, KU lemah, TD 70/palpasi, N 100x/menit, RR 20x/menit, tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;A. IV line 2 line&lt;br /&gt;B. IV line 1 line&lt;br /&gt;C. Rujuk RS&lt;br /&gt;D. IV subclavia&lt;br /&gt;E. oksigenasi masker 4 lpm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pasien kecelakaan sepeda motor dengan fraktur costae 10, hematom (+), nyeri (+). tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;A. observasi pneumothorax&lt;br /&gt;B. diberikan analgesik lalu pulang&lt;br /&gt;C. Dilakukan bebat dada lalu pulang&lt;br /&gt;D, Planning operasi&lt;br /&gt;E. Observasi 6 jam di IRD, kalau TAA, pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pasien wanita 45 tahun dengan tumor mammae,  ukuran 4 cm, immobile, ada pembesaran kelenjar limfe axilla 2 cm, dan pada foto thorax tampak adanya nodul multiple di paru, TNM pasien tersebut:&lt;br /&gt;A. T1 N0 M1&lt;br /&gt;B. T1 N1 M0&lt;br /&gt;C. T2 N0 M0&lt;br /&gt;D. T3 N1 M0&lt;br /&gt;E. T4 N1 M1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Laki-laki 50 tahun, kejang berulang lebih dari 20x, tonik klonik. kesadaran CM, kejang terjadi jika ada rangsang cahaya dan suara. Seminggu yang lalu kaki tertusuk paku. Diagnosanya;&lt;br /&gt;A. Tetanus&lt;br /&gt;B. Meningitis&lt;br /&gt;C. Encephalitis&lt;br /&gt;D. Epilepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Pasien  laki2 20 tahun. KLL dengan fraktur terbuka tibia kiri displaced, vital sign dalam batas normal, penanganan ATLS:&lt;br /&gt;A. luka dicuci, rawat luka, bebat, bidai, ambulans&lt;br /&gt;B. luka dicuci, rawat luka + antibiotik, bebat, bidai, ambulans&lt;br /&gt;C. karena jarak ke RS &lt; 1 jam, langsung dikirim&lt;br /&gt;D. Anestesi umum, debridement, suture,  pembalutan, imobilisasi, rujuk RSU&lt;br /&gt;E. Anestesi umum, debridement, OREF, rujuk RSU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Seorang laki-laki 35 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah, neri muncul dalam 3 jam, menjalar mulai dari pinggang ke ujung kemaluan. Tidak demam, BAK normal, muntah (+). Jika telah dipasang infus, apa tindakan selanjutnya:&lt;br /&gt;A. Spasmolitik + USG kandung kemih&lt;br /&gt;B. Analgetik + antibiotik&lt;br /&gt;C. Analgetik + USG kandung kemih&lt;br /&gt;D. Analgetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bayi usia 1 bulan, akan disirkumsisi, didapatkan lubang urethra di dorsum penis, melekat ke dinding abdomen, celah simphysis pubis leih lebar dari normal. Kelainan tersebut adalah:&lt;br /&gt;A. Fistula Uterokutan/vesikokutan&lt;br /&gt;B. Epispadia&lt;br /&gt;15. Laki-laki 32 tahun datang ke klinik degnan keluhan darah pada saat BAB disertai perubahan kebiasaan defekasi (konstipasi, diare, dsb) pemeriksaan yang diperlukan:&lt;br /&gt;A. Foto abdomen&lt;br /&gt;B. Foto Thorax&lt;br /&gt;C. Barium Enema&lt;br /&gt;D. Colon in loop&lt;br /&gt;E. Foto lateral dekubitus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bayi laki laki usia 2 hari dengan keluhan jika menangis, pangkal paha sebelah kiri membesar, pemeriksaan  warna merah, bengkak, jika disentuh menangis, diagnosanya:&lt;br /&gt;A. radang testis S&lt;br /&gt;B. nekrosis testis S&lt;br /&gt;C. torsio testis S&lt;br /&gt;D. hernia inguinalis&lt;br /&gt;E. hernia inkarserata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Pasien datang dengan kandung kencing penuh setelah mengalami KLL, tindakan yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. pasang Folley kateter&lt;br /&gt;B. Cystostomi&lt;br /&gt;C. USG&lt;br /&gt;D. Tunggu sampai pasien kencing sendiri&lt;br /&gt;E. Colok dubur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Pasien dengan luka di dahi frontal, tidak sembuh-sembuh, dengan daerah tengah nekrosis. Tindakan yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. Nekrotomi + debridement&lt;br /&gt;B. Debridement&lt;br /&gt;C. Incisi + drainage&lt;br /&gt;D. Incisi&lt;br /&gt;E. Antibiotik + vasodilator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Laki-laki 17 tahun KLL 3 hari YLL, datang ke PKM dengan keluhan diplopia, perdarahan dari hidung, bawah mata tampak biru&lt;br /&gt;A. Fraktur os Nasal&lt;br /&gt;B. Fraktur os Nasal + LeFort I&lt;br /&gt;C. Fraktur os Nasal + fraktur tripod&lt;br /&gt;D. Fraktur os Nasal + Blow –out fracture&lt;br /&gt;E. Fraktur os Nasal + mandibula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Pasien anak laki2, 14 tahun, keluar nanah pada tungkai bawah proximal paha kanan setelah sebelumnya mengalami nyeri pada tungkai bawah proximal, demam, dan sakit pada telinga. diagnosanya:&lt;br /&gt;A. Osteomyelitis&lt;br /&gt;B. Osteosarkoma&lt;br /&gt;C. Septic Arthritis&lt;br /&gt;D. Osteoarthritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Pasien tak sadarkan diri (KLL) terdenganr suara ngorok. Penyebabnya&lt;br /&gt;A. Obst. Total jalan nafas oleh lidah&lt;br /&gt;B. Obst. Parsial jalan nafas oleh darah&lt;br /&gt;C. Obst. Parsial jalan nafas oleh lidah&lt;br /&gt;D. Obst. Total jalan nafas oleh darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pasien dengan kesadaran somnolen, bicara kacau, reflek cahaya +. Reflek kornea +, GCS pasien tersebut:&lt;br /&gt;A. 4-4-6&lt;br /&gt;B. 4-5-6&lt;br /&gt;C. 3-4-4&lt;br /&gt;D. 2-2-4&lt;br /&gt;E. tidak bisa dinilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Laki-laki post op laparotomy, akral dingin, tensi 80/.. mmHg. Infus macet. Hal yang pertama kali harus dilakukan:&lt;br /&gt;A. relaparotomy&lt;br /&gt;B. Mmperbaiki infus dan mengganti cairan&lt;br /&gt;C. memberikan drip untuk memperbaiki tensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saatnya mnuju soalnya yg sgt abstact…PH, etika…hrs dibahas ni..klo ga bs modar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PH, ETIKA, KOMUNIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada gadis usia 22 tahun, sudah 2 bulan ini tidak haid, belum menikah, ingin menggugurkan ke anda sebagai dokter umum, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;A. Menolak &amp; memberi nasehat&lt;br /&gt;B. Melaporkan polisi&lt;br /&gt;C. Merujuk ke SpOG&lt;br /&gt;D. Memberi obat untuk menggugurkan&lt;br /&gt;E. Menyarankan ke dukun tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita usia 22 tahun, sudah menikah 2 bulan, sudah 2 bulan ini tidak haid, dilakukan test kehamilan (+), kemudian anda melakukan anamnesa, wanita tersebut banyak diam dan menundukkan kepala, apa yang akan anda lakukan:&lt;br /&gt;A. Mengatakan bahwa segera bicara saja karena banyak pasien yang sudah menunggu diluar&lt;br /&gt;B. Mengatakan mungkin lain kali bisa datang kesini dan menceritakan semuanya&lt;br /&gt;C. Menanyakan apa sebenarnya yg dipikirkan&lt;br /&gt;D. Dokter mengatakan tidak mengerti yg dipikirkan px&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Datang seorang anak laki-laki umur 9 tahun bersama ibunya, 3 hari yang lalu dia memderita batuk,pilek, panas sehingga tidak dapat masuk mengikuti ujian. Saat ini dia datang untuk minta surat sakit kepada anda. Saat ini dia sudah sembuh&amp;dalam pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Apa yang akan anda lakukan:&lt;br /&gt;A. Tetap memberinya &amp; memberi edukasi&lt;br /&gt;B. Memberi surat karena kepercayaan&lt;br /&gt;C. Memberi surat agar bisa ujian &lt;br /&gt;D. Tidak mau member&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anak laki-laki dirujuk ke RS oleh dokter keluarga karena DBD, setelah dirawat selama 1 minggu kemudian dikembalikan ke dokter keluarga. Rujukan apa yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. Kolateral&lt;br /&gt;B. Interna&lt;br /&gt;C. Silang&lt;br /&gt;D. Terpecah&lt;br /&gt;E. Tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita suspect Ca Cervix, pasien selalu bertanya “Apakah benar saya menderita penyakit tersebut?”apa yang dilakukan dokter:&lt;br /&gt;A. Meminta pasien ke psikiater&lt;br /&gt;B. Melakukan tes psikologi&lt;br /&gt;C. Meminta banyak melakukan ibadah&lt;br /&gt;D. Meminta px banyak melakukan aktivitas&lt;br /&gt;E. Melakukan konseling individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Laki-laki akan pergi ke daerah terpencil, dokter menganjurkan minum kloroquin, apa alas an yang tepat dilakukan advis tersebut:&lt;br /&gt;A. Profilaksis thd malaria&lt;br /&gt;B. Menimbulkan kekebalan thd malaria&lt;br /&gt;C. Mematuhi aturan kedinasan&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Datang pasien dgn hasil lab GDP:300mg/dl. Pendekatan awal dokter melalui:&lt;br /&gt;A. Menjelaskan patofisiologi&lt;br /&gt;B. Mengubah gaya hidup&lt;br /&gt;C. Menjelaskan komplikasi diabetes&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tabel masa tenggang antara diagnosis DBD&amp;pelaporannya&lt;br /&gt;Hari Jumlah pelaporan Persen&lt;br /&gt;&lt;3 hari 3 2&lt;br /&gt;3-14 hari 66 44.6&lt;br /&gt;&gt;14-21 hari 57 38.5&lt;br /&gt;&gt;21 hari 22 14.9&lt;br /&gt;Total 148 100&lt;br /&gt;Pelaporan kasus DHF berdasarkan selisih hari dari waktu terdiagnosis. Manakah pernyataan yg benar:&lt;br /&gt;A. Kesadaran pelayanan kesehatan thd informasi kesehatan cukup tinggi&lt;br /&gt;B. Pengambilan keputusan tentang penanganan DHF lebih mudah&lt;br /&gt;C. 14.9% dari pelapor telah melewati batas waktu pelaporan&lt;br /&gt;D. Hanya 2% petugas yg mematuhi peraturan&lt;br /&gt;E. Pelaporan kasus DBD sudah baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bila seseorang digigit seekor anjing&amp; menimbulkan luka, apa yang dilakukan dokter setelah rawat luka:&lt;br /&gt;A. Mencari anjingnya kemudian membuka otaknya&lt;br /&gt;B. Memberi vaksinasi rabies&lt;br /&gt;C. Memberi vaksinasi rabies&amp;serum anti rabies&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. Melaporkan ke Dinkes&lt;br /&gt;10. Dokter umum: Anak ibu akan membaik dalam 24 jam ini, bila kondisinya bertambah buruk,muntah2terus,mencret,sehingga tidak ada cairan yg masuk. Maka anak ibu perlu di observasi dengan membawa ke RS. Tujuan dokter berkata diatas karena:&lt;br /&gt;A. Melibatkan pasien dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;B. Merencanakan agenda konseling pasien&lt;br /&gt;C. ….&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. Membuat rencana bila suatu saat kondisi menjadi darurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita Susp.Ca Mammae tidak mau dibertiahu dokter tentang penyakitnya,gimana sikap dokter?&lt;br /&gt;A. Bertanya mengapa tidakmau tahu&lt;br /&gt;B. Memberi pengertian sebaiknya px tahu penyakitnya&lt;br /&gt;C. Menghargai pendirian pasien&amp;tidak mengatakan penyakitnya&lt;br /&gt;D. Mengatakan penyakit px pd keluarganya&lt;br /&gt;E. Tetap mengatakan penyakitnya&amp;meminta utk segera mencari terapinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Px laki2 korban KLL, tidak sadar, kaki kanan hancur&amp;harus segera amputasi. Tidak ada keluarga, dokter memutuskan melakukan amputasi. Setelah sadar dokter menjelaskan kpd px. Pasien merasa kecewa.&lt;br /&gt;12. Prinsip kaidah bioetical apa yg telah dilakukan dokter tsb:&lt;br /&gt;A. Beneficit/keuntungan&lt;br /&gt;B. Non-maleficienci/tidak rugi&lt;br /&gt;C. Berbuat baik&lt;br /&gt;D. Kewajiban&lt;br /&gt;E. Otonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Dokter mengatakan yg sebenarnya stlh px sadar, dokter telah melakukan berdasar prinsip kaidah biotek:&lt;br /&gt;A. Beneficit/keuntungan&lt;br /&gt;B. Non-maleficienci/tidak rugi&lt;br /&gt;C. Berbuat baik&lt;br /&gt;D.Kewajiban&lt;br /&gt;E.Otonomi&lt;br /&gt;14. . Seorang wanita Ca Servik kemoterapi berulang, datang ke UGD. Diperiksa Hb normal tidak sesuai dengan klinisnya. Dokter ingin memberikan tranfusi. Dokter meminta pemeriksaan ulang,suami tidak mau&amp;ingin segera masuk bangsal. Tindakan yg seharusnya dilakukan dokter:&lt;br /&gt;A. Tetap melakukan pemeriksaan ulang meski tanpa ijin&lt;br /&gt;B. Menghargai pendapat suami&amp;tdk periksa ulang&lt;br /&gt;C. Memberi pengertian keluarga&lt;br /&gt;D. Meminta persetujuan direktur&lt;br /&gt;E. Dokter&amp;tim segera member pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Penelitian pada kelompok gouty arthritis yg dinilai dari segi apa yg dimakan selama 1 minggu ini kemudian dihitung kadar asam uratnya. Kekurangan pada penelitian ini:&lt;br /&gt;A. Tidak ada sampel random&lt;br /&gt;B. Tidak ada kelompok control&lt;br /&gt;C. Tidak ada sample frame&lt;br /&gt;D….&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Laki-laki,koki, didiagnosis hepatitis A. Disarankan dokter utk tdk masuk kerja utk mencegah penularan. Sikap tsb disebut:&lt;br /&gt;A. Isolasi&lt;br /&gt;B. karantina&lt;br /&gt;C. Separasi&lt;br /&gt;D. reverse of isolation&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bila ada gadis ingin ikut penelitian tentang Ca paru, karena ayahnya menderita Ca paru tapi sudah mati, termasuk bias apa?&lt;br /&gt;A. Volunteer bias&lt;br /&gt;B. Recall bias&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D….&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Di daerah terpencil ada gizi buruk yg penduduknya Islam fanatic. Bagaimana promosi kesehatan dilakukan (ke siapa):&lt;br /&gt;A. Ibu2&lt;br /&gt;B. Bapak2&lt;br /&gt;C. Pemuka agama&lt;br /&gt;D. Kader&lt;br /&gt;E. Bidan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  Dilakukan penelitian utk mengetahui pengaruhi pemberian susu botol dgn kejadian diare. Juga dilakukan penelitian mengenai pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI disbanding susu botol, dimana kurangnya pengetahuan ibu sebagai penyebab tingginya pemberian susu botol. Penelitian terhadap pengetahuan ibu tsb merupakan factor…&lt;br /&gt;A. …&lt;br /&gt;B….&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D Confounding factor&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Jika kakak pasien KET ingin tahu kondisi pasien yg telah bersuami, bagaimana sikap dokter:&lt;br /&gt;A. Tidak member penjelasan&lt;br /&gt;B. Memberi penjelasan yg umum saja&lt;br /&gt;C. Memberi penjelasan hal yg khusus&lt;br /&gt;D. Memberi penjelasan selengkapnya&lt;br /&gt;E. Memberi penjelasan dengan bahasa medis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puskesmas Kabupaten K, 188 desa, 32 kecamatan,PKM 36, pustu 66. Puskesmas D, didapatkan kasus 1 kematian ibu dan 1 kematian bayi lahir, K1…% K4 45%&lt;br /&gt;21. Bagaimana menurut anda kabupaten K?&lt;br /&gt;A. Perlu tambahan 8 PKM&lt;br /&gt;B. Perlu tambahan pustu&lt;br /&gt;C.Perlu tambahan pusling&lt;br /&gt;D. Ideal&lt;br /&gt;E. berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Maksud K4 45% dalah:&lt;br /&gt;A…..&lt;br /&gt;B….&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D…&lt;br /&gt;E Bumil yg periksa posyandu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Prioritas program utk PKM D adalah:&lt;br /&gt;A. Health promotion&lt;br /&gt;B…..&lt;br /&gt;C. meamksimalkan kerja bidan desa&lt;br /&gt;D…&lt;br /&gt;E…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Posyandu A melaksanakan program &gt; 8x saetahun, predikatnya adalah:&lt;br /&gt;A. Mandiri&lt;br /&gt;B. Pratama&lt;br /&gt;C….&lt;br /&gt;D….&lt;br /&gt;E….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode soal I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anak laki-laki dirujuk ke RS oleh dokter keluarga karena DBD, setelah dirawat selama 1 minggu kemudian dikembalikan ke dokter keluarga. Rujukan apa yang dilakukan:&lt;br /&gt;A. Kolateral&lt;br /&gt;B. Interna&lt;br /&gt;C. Silang&lt;br /&gt;D. Terpecah&lt;br /&gt;E. Tetap&lt;br /&gt;2. Laki-laki,koki, didiagnosis hepatitis A. Disarankan dokter utk tdk masuk kerja utk mencegah penularan. Sikap tsb disebut:&lt;br /&gt;A. Isolasi&lt;br /&gt;B. Karantina&lt;br /&gt;C. Reverse isolasi&lt;br /&gt;D. Separasi&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tujuan dinkes menempatkan dokter ke daerah terpencil adalah…&lt;br /&gt;A. Mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat&lt;br /&gt;B. Agar terpilih pada pemilu berikutnya&lt;br /&gt;C. Memuaskan masyarakat thd pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 10 posyandu (table)&lt;br /&gt;Wilayah tersebut butuh posyandu berapa banyak:&lt;br /&gt;A. 8-10 posyandu&lt;br /&gt;B. 12-20 posyandu&lt;br /&gt;C. …&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;5. Dokter umum: Anak ibu akan membaik dalam 24 jam ini, bila kondisinya bertambah buruk,muntah2terus,mencret,sehingga tidak ada cairan yg masuk. Maka anak ibu perlu di observasi dengan membawa ke RS. Tujuan dokter berkata diatas karena:&lt;br /&gt;a. Melibatkan pasien dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;b. Merencanakan agenda konseling pasien&lt;br /&gt;c. ….&lt;br /&gt;d. ….&lt;br /&gt;e. Membuat rencana bila suatu saat kondisi menjadi darurat&lt;br /&gt;6.  Tabel&lt;br /&gt;Jmlh balita  5225&lt;br /&gt;Jmlh balita yg ditimbang 4875&lt;br /&gt;Jmlh balita yg BB naik 4725&lt;br /&gt;Jmlh balita yg pny KMS 4935&lt;br /&gt;Presentasi keberhasilan peningkatan gizi balita adalah…&lt;br /&gt;A. 92%&lt;br /&gt;B. 93%&lt;br /&gt;C. 94%&lt;br /&gt;D. 98%&lt;br /&gt;E. 99%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tabel&lt;br /&gt;0-1 th&lt;br /&gt;…&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&gt;65 th&lt;br /&gt;Berdasarkan table demografi. Jumlah penduduk paling terbanyak adalah:&lt;br /&gt;A. balita&lt;br /&gt;B. Remaja&lt;br /&gt;C. Bayi&lt;br /&gt;D. Anak&lt;br /&gt;E. Lansia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pasien mengeluh nyeri perut 2 hari. Pertanyaan apa yg dokter sampaikan:&lt;br /&gt;A. Habis makan pedas &amp; asam?&lt;br /&gt;B. Sakit perut ya?&lt;br /&gt;C. Sudah berobat kemana?&lt;br /&gt;D. Anda sering sekali mengeluh nyeri perut?&lt;br /&gt;E. Coba ceritakan nyeri perut yg dirasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Seorang tenaga medis mengalami KLL, setelah mabuk-mabukan. Tidak mau ditulis datanya di rekam medis. Tindakan kita sebagai dokter UGD:&lt;br /&gt;A. Tidak menulis di rekam medis karena kasihan&lt;br /&gt;B. Meminta perawat menulis di rekam medis&lt;br /&gt;C. Tetap menulis di rekam medis&lt;br /&gt;D. Menyuruh menulis sendiri di rekam medis&lt;br /&gt;E. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Puskesmas dgn 1 dokter, 3 bidan, 27 TU, 5 asisten apoteker dilengkapi dgn pemeriksaan kesehatan&amp;laboratorium sederhana. Tenaga kesehatan yg perlu ditambahkan:&lt;br /&gt;A. 1 Laborat&lt;br /&gt;B. 2 bidan dgn 1 vaksinator&lt;br /&gt;C. 2 bidan&lt;br /&gt;D. Penambahan dana operasional&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Hubungan antara bayi lahir rendah dgn riwayat ibu merokok. Digunakan penelitian metode:&lt;br /&gt;A. Cohort&lt;br /&gt;B. Cross sectional&lt;br /&gt;C. Case control&lt;br /&gt;D. Clinical trial&lt;br /&gt;E. Etiologic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hubungan antara minum alcohol &amp; sirosis hepatis. Jika ingin dilakukan penelitian saat ini paling baik menggunakan:&lt;br /&gt;A. Cohort&lt;br /&gt;B. Cross sectional&lt;br /&gt;C. Case control&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. 125 anak terkena diare setelah makan bersama. 25 orang tidak terkena diare karena meninggalkan acara makan sebelum dimulai. Penelitian yang baik:&lt;br /&gt;A. Cohort&lt;br /&gt;B. Cross sectional&lt;br /&gt;C. Case control&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Seorang wanita mengeluh keputihan periksa ke dokter. Diberitahu diagnosanya. Pasien mengatakan”Apakah benar saya menderita penyakit tersebut?”.Sebagai dokter apa yg anda lakukan:&lt;br /&gt;A. Konsul ke psikiater&lt;br /&gt;B. Tes psikologis&lt;br /&gt;C. Menganjurkan banyak ibadah&lt;br /&gt;D. Menganjurkan banyak aktivitas&lt;br /&gt;E. Melakukan konseling pribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tabel&lt;br /&gt;Dokter 1&lt;br /&gt;Perawat 5&lt;br /&gt;TU 7&lt;br /&gt;Paramedis 10&lt;br /&gt;Pekarya 12&lt;br /&gt;Pada puskesmas ini dilakukan pelayanan kesehatan umum&amp;laboratorium sederhana. Tindakan apa yg akan dilakukan kapus:&lt;br /&gt;A. Mengusulkan penambahan laboran&lt;br /&gt;B. Mengusulkan penambahan perawat&lt;br /&gt;C. Mengusulkan penambahan bidan dan ahli gizi&lt;br /&gt;D. Penambahan teknis operasi&lt;br /&gt;E. Penambahan dana operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Ibu hamil didiagnosa tumor kandungan. Oleh dokter disarankan operasi, akan tetapi komplikasi yg mungkin timbul adalah kematian dan bayi yg dikandung. Pasien setuju operasi. Setelah dioperasi komplikasi muncul. Kaidah bioetika:&lt;br /&gt;A. Double effect&lt;br /&gt;B. Golden rule&lt;br /&gt;C. Mengangkat harkat&amp;martabat insane.&lt;br /&gt;D. ….&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Puskesmas A menangani kecamatan dgn 2 wilayah kelurahan. Luas wilayah 43 km2&lt;br /&gt;Wilayah Jumlah Penduduk Waktu tempuh Jumlah kunjungan&lt;br /&gt;A 20000 15 menit 18.000&lt;br /&gt;B 18000 45 menit 8.000&lt;br /&gt; Masalah yang potensial muncul:&lt;br /&gt;A. Luas wilayah&lt;br /&gt;B. Jumlah penduduk&lt;br /&gt;C. Kunjungan ke puskesmas&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bagaimana cara mengatasinya:&lt;br /&gt;A. Mendirikan pustu tambahan&lt;br /&gt;B. Pusling&lt;br /&gt;C. Penambahan jumlah tenaga medis&lt;br /&gt;D. …&lt;br /&gt;E. ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Pasien mengukur tensi dengan tensi raksa 120,125,120 mmHg, digital 110,120,170 mmHg. Pernyataan yg benar:&lt;br /&gt;A. Tensi raksa lebih reliable dari digital&lt;br /&gt;B. Tensi raksa lebih valid dari digital&lt;br /&gt;C. Tensi raksa kurang reliable dari digital&lt;br /&gt;D. Tensi raksa kurang valid dari digital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasien laki-laki 65 th mengeluh mata kanan mendadak buta saat mandi pagi hari. Pasien memiliki riwayat DM. Pasien juga mengeluh sejak 6 bulan terakhir, mata mulai kabur, pasien melihat seperti kabut yang semakin lama semakin tebal, tetapi masih bias melihat benda-benda dekat. Hasil pemeriksaan visus 1/200, reduksi urin +3, GD1 250, GD2 450. Penyebab buta mendadak yang paling mungkin pada pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a. Retinopati&lt;br /&gt;b. Katarak&lt;br /&gt;c. Perdarahan vitreus&lt;br /&gt;d. Koagulasi retina&lt;br /&gt;e. Glaucoma&lt;br /&gt;2. Pasien wanita 50 tahun, riwayat DM sejak 12 tahun yang lalu. Minum obat tidak teratur, dan terkadang minum teh manis kegemarannya. Sejak 6 bulan terakhir mengeluh mata kabur. Pemeriksaan yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. Tonometri&lt;br /&gt;b. Perimetri&lt;br /&gt;c. Funduskopi&lt;br /&gt;d. Slit lamp&lt;br /&gt;e. &lt;br /&gt;3. Kasus di atas. Kelainan yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut terletak pada:&lt;br /&gt;a. Kornea&lt;br /&gt;b. Konjungtiva&lt;br /&gt;c. Lensa&lt;br /&gt;d. Vitreus&lt;br /&gt;e. Retina&lt;br /&gt;4. Laki-laki 25 tahun mengeluh mata merah sejak 2 hari terakhir tanpa penurunan tajam penglihatan. Keluhan disertai gatal dan keluar cairan putih kekuningan. Hasil pemeriksaan: Visus normal, hyperemia konjungtiva dan sekret (+). Diagnosis pada pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a. Konjungtivitis akut&lt;br /&gt;b. Keratitis&lt;br /&gt;c. Glaucoma akut&lt;br /&gt;d. Katarak&lt;br /&gt;e. Uveitis&lt;br /&gt;5. Anak 12 tahun mengeluh mata terasa mengganjal, merah dan sangat gatal. Dari Pemeriksaan didapatkan mata merah menyeluruh, visus normal, terdapat cobble stone pada konjungtivitis tarsalis inferior.&lt;br /&gt;Diagnosis pada kasus ini:&lt;br /&gt;a. Konjungtivitis vernal&lt;br /&gt;b. Konjungtivitis flikten&lt;br /&gt;c. Konjungtivitis follucularis&lt;br /&gt;d. Konjungtivitis Sikka&lt;br /&gt;e. Keratitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Laki-laki mengeluh sejak 2 hari terkahir mengeluh mata kabur. Pasien menggunakan lensa kontak sejak 2 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan didaptkan visus 2/60, slit lamp: ulkus pada kornea central ukuran 3x4 mm. pada COA terdapat nanah warna putih kekuningan setebal 2 mm. Penyebab infeksi pada kelainan diatas adalah:&lt;br /&gt;a. Kuman Gram +&lt;br /&gt;b. Kuman Gram +&lt;br /&gt;c. Kuman anaerob&lt;br /&gt;d. Jamur&lt;br /&gt;e. Parasit&lt;br /&gt;7. Bayi berusia 3 hari mengelurakan secret purulen pada kedua matanya sejak umur 1 hari. Lahir ditolong oleh dukun. Riwayat keputihan diakui oleh ibu selama hamil. Kemungkinan penyebab kelainan pada kasus tersebut:&lt;br /&gt;a. Neisseria gonorrhea&lt;br /&gt;b. Chlamydia trachomatis&lt;br /&gt;c. Staphylococcus  aureus&lt;br /&gt;d. Streptococcus pyogenes&lt;br /&gt;e. Mycobacterium tbc&lt;br /&gt;8. Wanita 24 tahun seorang karyawati pabrik mengeluh mata tersiram zat kimia basa di tempat kerjanya. Dari pemeriksaan didaptkan konjungtiva hyperemia, lesi pada kornea marginal mengenai seluruh ketebalan kornea. Kelainan pada kasus ini:&lt;br /&gt;a. Thoft Grade I&lt;br /&gt;b. Thoft Grade II&lt;br /&gt;c. Thoft Grade III&lt;br /&gt;d. Thoft Grade IV&lt;br /&gt;e. Thoft Grade V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perempuan, 36 tahun mengeluh sering mengalami hidung buntu dan pilek 3 bulan ini. Oleh dokter diberikan obat vasokonstriktor dalam waktu lama. Komplikasi yang mungkin akibat pemberian obat ini adalah?&lt;br /&gt;a. Rhinitis atroficans&lt;br /&gt;b. Rhinitis alergica&lt;br /&gt;c. Rhinitis medikamentosa&lt;br /&gt;d. Rhinitis ozaena&lt;br /&gt;2. Perempuan 20 tahun, mengeluh nyeri telinga kanan sejak 2 hari. Sebelumnya pasien mengorek-ngorek telinganya. Pada pemeriksaan didapatkan nyeri tragus, nyeri tarik aurikel. Oedema telinga (+), membrane timpani tidak dapat di nilai. Dx pasien diatas:&lt;br /&gt;a. Otitis media akut&lt;br /&gt;b. Otitis eksterna&lt;br /&gt;c. Otomikosis&lt;br /&gt;3. Pasien laki-laki 20 tahun, mengeluh keluar cairan di telinga kiri. Sejak 10 tahun yang lalu sering mengeluhkan nyeri di telinga kiri. Cairannya pada awalnya jernih, tidak berbau,tetapi dalam 2 tahun ini cairan kental, warna kuning, berbau, jaringan granulasi (+). Dx pasien diatas :&lt;br /&gt;a. Otitis media akut&lt;br /&gt;b. Otitis media supuratif benigna&lt;br /&gt;c. Otitis media supuratif maligna&lt;br /&gt;d. Karsinoma&lt;br /&gt;4. Pasien laki-laki, 68 tahun mengeluh suara serak sejak 2 tahun ini. Makin lama di rasakan makin memberat. Saat ini pasien merasakan sesak nafas. Pemeriksaan yang diperlukan :&lt;br /&gt;a. Nasoendoskopi&lt;br /&gt;b. Nasofaringoskopi&lt;br /&gt;c. Laringoskopi indirect&lt;br /&gt;5. Seorang laki-laki, umur 30 tahun, sering mengeluh pilek, bersin-bersin apabila terkena debu. Akhir-akhir ini pasien sering merasakan lemas dan jarang beraktivitas.anjuran jangka panjang :&lt;br /&gt;a. Olahraga teratur&lt;br /&gt;b. Hindari allergen&lt;br /&gt;c. Berikan kortikosteroid selama 6 bulan&lt;br /&gt;d. Berikan antihistamin selama 6 bulan&lt;br /&gt;e. Tidak dilakukan apa-apa&lt;br /&gt;6. Pasien mengeluh sering pilek,bersin bila kena debu.Riwayat keluarga: bapak menderita asthma, IgE=1000.Dx….&lt;br /&gt;a. Rhinitis alergica&lt;br /&gt;b. Rhinitis vasomotor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anak kecil, 3 hari, panas, batuk, pilek, keluar cairan warna hijau, pendengaran berkurang, membrane tympani perforasi sentral&lt;br /&gt;a. Otitis media akut&lt;br /&gt;b. Otitis media serosa&lt;br /&gt;c. Otitis media perforate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Laki-laki jatuh dari motor. Dari pemeriksaan fisik oedema dan hiperemi mukosa hidung dari cavum nasi didapatkan hyperemia,bekuan darah dan perdarahan aktif nasofaring.tindakan yang dilakukan…..&lt;br /&gt;a. Pemasangan tampon anterior  4 hari&lt;br /&gt;b. Pemasangan tampon anterior  5 hari&lt;br /&gt;c. Pemasangan tampon anterior  dan posterior&lt;br /&gt;d. Pemasangan tampon belloque 2 hari&lt;br /&gt;e. Pemasangan tampon belloque 4 hari&lt;br /&gt;Kode soal 01&lt;br /&gt;1. Laki-laki, 30 tahun, mengeluh batuk sejak 5 hari yang lalu. Batuk tidak produktif dan tidak ada panas.Pemeriksaan fisik lain tidak didapatkan kelainan. Pengobatan yang tepat pada pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a. CTM&lt;br /&gt;b. Paracetamol&lt;br /&gt;c. Dextromethorpan&lt;br /&gt;d. Gliseryl-guaikolat&lt;br /&gt;e. Pseudoefedrin&lt;br /&gt;2. Laki-laki, 40 tahun, mengeluh terdapat benjolan di leher.tidak ada sesak, benjolan terdapat di leher anterior,nyeri (-). Pada pasien ini, kemungkinan :&lt;br /&gt;a. Kemungkinan jinak, krn usia &lt;50 thn&lt;br /&gt;b. Kemungkinan jinak&lt;br /&gt;c. Kemungkinan jinak, krn usia , 50 thn,tidak ada expansi&lt;br /&gt;d. Ganas, krn letak leher anterior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perempuan 25 tahun mengeluh nyeri telan, panas.dari pemeriksaan fisik didapatkan faring merah, T2b-T1, eksudat(+). Tujuan Tx pada Px ini adalah :&lt;br /&gt;a. Mengobati gejala&lt;br /&gt;b. Eradikasi kuman penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasien  KLL ke RS dengan T: 60/palp, N: 180x/m, RR: 34x’/m. akral dingin, pucat, tidak sadar, terpasang orofarig.&lt;br /&gt;Manajemen yang tepat:&lt;br /&gt;a. Berikan O2 masker 4 lpm&lt;br /&gt;b. Pasang IV line 2 jalur&lt;br /&gt;c. Pasang ETT&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. Pasang IV line sentral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Px KLL, wanita, 1 hari yag lalu, datang ke RS dengan KU: sesak, bertambah parah, kesadaran baik, T: 100/60, N: 100x/m, RR: 30x/m&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. Beri O2 masker 4 lpm&lt;br /&gt;b. ?&lt;br /&gt;c. Segera pasang CTT&lt;br /&gt;d. Foto thorax, karena bukan tesion, siapkan CTT&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Px KLL, laki-laki, jatuh dari SPM, tidak sadar, dibawa ke RS&lt;br /&gt;Manajemen:&lt;br /&gt;a. Beri..&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. Bebaskan jalan nafas&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;4. Px tiba-tiba tidak sadar, dari perabaan karotis (-), henti nafas. Yang harus dilakukan:&lt;br /&gt;a. DC shock&lt;br /&gt;b. RJP&lt;br /&gt;c. Suntik adrenalin SC&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gx: CVA ICH (nyeri kepala, muntah), tanda2 peningkatan TIK (+), cairan yang tepat:&lt;br /&gt;a. RL&lt;br /&gt;b. Dextrose 5%&lt;br /&gt;c. Manitol 20%&lt;br /&gt;d. NS&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;6. Px wanita, KLL 3 hari yll, datang ke RS dengan keluhan nyeri di bahu kanan belakang. Px fisik: jejas hematom pada punggung kanan belakang. Foto thorax  fraktur costae 10 posterior&lt;br /&gt;Tindakan:&lt;br /&gt;a. Antibiotic, analgesic, pulang&lt;br /&gt;b. Observasi  di RS  tanda2 pneumothorax&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. Bebat  pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Post KLL, laki-laki, KU: sesak, bertambah berat.&lt;br /&gt;Foto tho: konsolidasi di paru kanan bawah  tiba2 mengeluh bertambah sesak. Tindakan yang tepat:&lt;br /&gt;a. O2&lt;br /&gt;b. Pungsi paru&lt;br /&gt;c. Thoracosentesis&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Px snoring ok:&lt;br /&gt;a. Obstruksi parsial ok darah&lt;br /&gt;b. Obs. Parsial ok lidah jatuh ke belakang&lt;br /&gt;c. Obs. Total ok darah&lt;br /&gt;d. Obs. Total ok lidah&lt;br /&gt;e. Obs. Benda asing&lt;br /&gt;Soal 1&lt;br /&gt;1. Fraktur tibia kanan, perdarahan &gt;&gt;&lt;br /&gt;a. Bebat tekan&lt;br /&gt;b. Bidai melewati 1 sendi&lt;br /&gt;c. Bidai melewati 2 sendi&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Multipel trauma  kandung kemih penuh&lt;br /&gt;a. Kateter&lt;br /&gt;b. Sistostomi&lt;br /&gt;c. Colok dubur&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perbandingan RJP:&lt;br /&gt;a. 5x kompresi, ventilasi 1x&lt;br /&gt;b. 1x kompresi, ventilasi 2x&lt;br /&gt;c. 30x kompresi, ventilasi 2x&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. RJP  cek tiap berapa menit?&lt;br /&gt;a. Tiap menit&lt;br /&gt;b. Tiap 2 menit&lt;br /&gt;c. Tiap 3 menit&lt;br /&gt;d. Tiap 4 menit&lt;br /&gt;e. Tiap 5 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Evaluasi yang tepat terhadap keberhasilan RJP?&lt;br /&gt;a. Teraba a. radialis&lt;br /&gt;b. Teraba a. femoralis&lt;br /&gt;c. Teraba a. carotis&lt;br /&gt;d. Px nafas spontan&lt;br /&gt;e. Px sadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Px panas  ke dokter  disuntik  rx anafilaktik  penanganan:&lt;br /&gt;a. Anti histamine&lt;br /&gt;b. Adrenalin&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kompresi dada yang benar?&lt;br /&gt;a. 30 kompresi : 2 ventilasi  d. 2 vent : 30 komp&lt;br /&gt;b. 15 komp : 2 vent   e. ??????&lt;br /&gt;c. 2 vent : 15 komp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KULIT  KELAMIN&lt;br /&gt;1. Anak perempuan umur 8 th,dibawa ibunya ke PKM dengan keluhan demam sejak 3 hari disertai bruntus-brutus berisi cairan (vesikel). Kakak pasien juga mengalami gejala yang sama. Pada pemeriksaan fisik anak tampak lemah, nadi 100x/menit, suhu 38,7. Px dermatologis vesikel dan pustule eritematous simetris. Diagnosa yang paling mungkin adalah :&lt;br /&gt;a. Varicella&lt;br /&gt;b. morbili&lt;br /&gt;c. dermatitis atopi&lt;br /&gt;d. dermatomikosis&lt;br /&gt;e……&lt;br /&gt;2. Aanak laki2 umur 8 tahun dating ke PKM dengan keluhan gatal di badan, tangan, dan genetalia, terutama  malam hari. Teman-teman sepermainan pasien juga menderita hal yang sama. Px dermatologis ditemukan papula dan pustule pada ekstremitas dan genital. Diagnosa pasien ini adalah…&lt;br /&gt;a.prurigo&lt;br /&gt;b. pediculosis humanus corporis&lt;br /&gt;c. scabies&lt;br /&gt;d. gigitan serangga&lt;br /&gt;e. dermatitis&lt;br /&gt;3. Laki2 17 tahun mengeluhkan bercak-bercak kemerahan gatal di seluruh tubuh disertai permukaan yang mengelupas. Bercak muncul setelah minum obat sakit gigi. Pada pemeriksaan didapatkan macula eritematous dengan skuama halus. Diagnosa pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a.&lt;br /&gt;b.tinea korporis&lt;br /&gt;c.eritroderma&lt;br /&gt;d.drug eruption&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;4. Wanita 27 tahun daang dengan keluhan gelembung-gelembung di kaki, nyeri karena tersiram bahan kimia di tempat kerja. Pada pemeriksaan dermatologis didapatkan vesikel dan bula.Dx pasien ini adalah:&lt;br /&gt;a.dermatitis kontak iritan&lt;br /&gt;b.dermatitis kontak alergi&lt;br /&gt;c. drug eruption&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;5. Laki2mengeluh  saat kencing mengeluarkan secret purulen disertai nyeri. Pasien idak mengatakan habis berhubungan dengan PSK. Penatalaksanaan pasien ini adalah;&lt;br /&gt;a.diobati sebagai uretritis Gonorrhoe&lt;br /&gt;b.diobati sebagai uretritis non Gonorrhoe&lt;br /&gt;c.Clamydia trachomatis&lt;br /&gt;d.Ureaplasma urealyticum&lt;br /&gt;e…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Laki2 ditemukan adanya luka pada glans penis, tidak nyeri, dasarnya bersih, yang dilakukan pada pasien ini adalah pemeriksaan…&lt;br /&gt;a.Tes VDRL dan TPHA&lt;br /&gt;b.Tes ASTO&lt;br /&gt;c. mikroskop medan gelap&lt;br /&gt;d.mikroskop dengan NS 0,9%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita pada dahi didapatkan luka yang tidak sembuh2.Pada pemeriksaan di frontal kiri tampak ulkus ukuran 0,5 cm tepi tidak rata. Penatalaksanaan pasien ini..&lt;br /&gt;a.biopsi incise&lt;br /&gt;b.eksisi ulcus&lt;br /&gt;c.eksisi luas&lt;br /&gt;d.nekrotomi dan debridement&lt;br /&gt;e.ekstirpasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Laki2 datang dengan keluhan gatal di belakang telinga kiri disertai perubahan warna pada     daerah tersebut, sudah diobati tidak sembuh dan tambah luas.dari pemeriksaan tampak plak eritematous batas tegas dengan skuama halus, terapi untuk pasien ini….&lt;br /&gt; a.ketokonazole topical&lt;br /&gt; b.hidrokortison topical&lt;br /&gt; c.glukokortikoid topical&lt;br /&gt; d.povidone iodine topical&lt;br /&gt; e……&lt;br /&gt;8. &lt;br /&gt;9. Pasien dating dengan keluhan brintis2 pada wajah kanan, nyeri. Sebelumnya pernah terkena varicella. Px dermatologis vesiculae bergerombol dengan dasar eritematous. Komplikasi yang paling mungkin adalah…&lt;br /&gt;a.GNA&lt;br /&gt;b.pneumonia&lt;br /&gt;c.&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.postherpetik neuralgia&lt;br /&gt;10. Seorang bayi usia …bulan, dibawa ke dokter dengan keluhan bercak merah di  pipi, awalnya bayi mendapat ASI kemudian diganti dengan susu formula, kakak pasien menderita Asma.Pengobatan yang diberikan adalah…&lt;br /&gt;a.adrenergik topical&lt;br /&gt;b.steroid topical&lt;br /&gt;c.steroid oral&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Seorang wanita 27 tahun, hamil 2 bulan dating dengan keluhan bruntus2 di kemaluan, dari                         pemeriksaan tampak vesikel pada labia major, labia minor, sampai dinding vagina dan terasa nyeri. Terapi yang diberikan adalah……&lt;br /&gt;a.asiklovir 5x200 mg 5-10 hari&lt;br /&gt;b.asiklovir iv 3x10 mg/kgBB selama 7-10 hari&lt;br /&gt;c.kotrimoksazole&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.asiklovir topical&lt;br /&gt;11.     &lt;br /&gt;12. Anak-anak dibawa ke dokter dengan keluhan bruntus-bruntus di seluruh tubuh, demam tidak nyeri.2 hari yang lalu didaptkan bintik merah pada kedua matanya. Pemeriksaan tidak didapatkan papula generalisata pada seluruh tubuh.Diagnosa…&lt;br /&gt;a.rubela&lt;br /&gt;b.rubeola&lt;br /&gt;c.measles&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pasien datng dengan keluhan gatal pada kulit kepala, pada pemeriksaan didapatkan macula eritema disertai pengelupasan.dx…&lt;br /&gt;a.pediculosis humanus capitis&lt;br /&gt;b.pediculosis humanus corporis&lt;br /&gt;c.scabies&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL Kulit kode soal 2……berhubung kita berdua mengerjakan soal kode 1, jd mohon maaf temen2 Cuma dikit yg kode soal 2 nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ditemukan macula hipopigmentasi di punggung, ditemukan 3 bentuk lesi dengan BTA negative.tes selanjutnya…&lt;br /&gt;a.px syaraf tepi&lt;br /&gt;b.sensibilitas kulit&lt;br /&gt;c.&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;2. Datang dengan keluhan bercak kemerahan di pipi terdapat pembesaran n.ulnaris.Diagnosa…&lt;br /&gt;a.MH&lt;br /&gt;b.vitiligo&lt;br /&gt;c.&lt;br /&gt;d.&lt;br /&gt;e.&lt;br /&gt;3. Ibu hamil denan MH, terapi yang diberikan…&lt;br /&gt;a.Dapson dan rifampisin&lt;br /&gt;b.rifampisin dan clofazim&lt;br /&gt;c.tunda sampai melahirkan&lt;br /&gt;d.rifampicin  dan ofloxcin&lt;br /&gt;e.tunda sampai laktasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasien meneluh gatal pada sela jari kaki, ada vesikal, kemerehan, dari pemeriksaan lab didapatkan bentukan hifa. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. tinea pedis&lt;br /&gt;b. tinea corporis&lt;br /&gt;c. scabies&lt;br /&gt;d. tinea manus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. bayi 10 bulan dengan pipi kemerahan, sebelumnya pipi kering. Sejak lahir diberi susu asii eksklusif dan khusus. Kemudian 1 minggu yang llau diberi tambahan bubur. Ada riwayat atopi dalam keluarga. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. DA&lt;br /&gt;b. DKA&lt;br /&gt;c. DKI&lt;br /&gt;d..&lt;br /&gt;e..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang pekerja di lab kimia mengeluh kakinya ada bullae dan cairan serta vesikel2 setelah tak sengaja tertumpah bahan kimia. Diagnosanya:&lt;br /&gt;a. DKA&lt;br /&gt;b. DKI&lt;br /&gt;c. DA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; NEURO-PSIKIATRI&lt;br /&gt;Kode 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ♀, 70 thn. 1 jam setelah bangun tidur tiba-tiaba mulut mencong ke kanan, mata kiri tidak bisa menutup. Riwayat nyeri kepala (-), muntah (-), DM (-), HT (-), gangguan pendengaran (-), makan biasa, tersedak (-), terapi :&lt;br /&gt;a. Kortikosteroid, kobalamin, fisioterapi&lt;br /&gt;b. Antibiotic, kortikosteroid, fisoterapi&lt;br /&gt;c. Neuropotectan, fisioterapi&lt;br /&gt;d. Antihistamin, roborantia, fisioterapi&lt;br /&gt;e. Cukup fisioterapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ♀, 22 thn, keluhan tiba-tiba merasa ketakutan sampai ada rasa ingin mati, tampak cemas, jantung berdebar, napas sesak, tangan berkeringat, keluhan sudah 3 bulan, setipa keluhan 10 menit, px menyadari ini dan tidak ingin hal ini timbul, termasuk gangguan :&lt;br /&gt;a. gangguan cemas menyeluruh&lt;br /&gt;b. gangguan panic&lt;br /&gt;c. gangguan obsesif kompulsif&lt;br /&gt;d. agoraphobia&lt;br /&gt;e. fobia social&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ♀, 21 thn, dirawat di RS dengan Thyfoid, tiba-tiba memberontak, tidak mengenal keluarga, tidak mau diperiksa dan gelisah , infus dilepas dan mau lari. Ilusi visual (+), Dx : &lt;br /&gt;a. skizophrenia&lt;br /&gt;b. delirium&lt;br /&gt;c. gangguan waham menetap&lt;br /&gt;d. gangguan cemas menyeluruh&lt;br /&gt;e. psikotik akut lir skizophrenia&lt;br /&gt;4. ♂, 43 thn, penurunan kesadaran, sebelumnya menyetir ke kantor, mengeluh nyeri kepala, munth, hemiparese kiri. Tensi : 190/120, nadi : 84 x/mnt, RR : 20 x/mnt&lt;br /&gt;cairan yang diberikan :&lt;br /&gt;a. D5 %&lt;br /&gt;b. Ring As&lt;br /&gt;c. Manitol 20 %&lt;br /&gt;d. Ring Laktat&lt;br /&gt;e. Nacl 3 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ♀,30 thn, dengan keluhan utama pusing berputar, mengeluh mual, nyeri kepala dengan gangguan seksual 5 thn, mengkonsumsi obat neurosis. Kemungkinan obatnya :&lt;br /&gt;a. haloperidol&lt;br /&gt;b. lithium&lt;br /&gt;c. carbamazepin&lt;br /&gt;d. diazepam&lt;br /&gt;e. chlordiaxipoxide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ♀, 50 thn, jatuh dari kamar mandi, sadar, hemiparese (D), dan afasia sensorik, kemungkinan sumbatan di :&lt;br /&gt;a. A. cerebri anterior&lt;br /&gt;b. A. cerebri media&lt;br /&gt;c. A. cerebri posterior&lt;br /&gt;d. A. basalis&lt;br /&gt;e. A. carotis interna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. lesi kemungkinan di (no. 6) :&lt;br /&gt;a. werniche&lt;br /&gt;b. serebelum&lt;br /&gt;c. brocca&lt;br /&gt;d. ganglia basalis&lt;br /&gt;e. gyrus transversal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. ♂, 45 thn, datang dengan trauma tulang belakang. Px Compos mentis, lesi tungkai atas LMN, lesi tungkai bawah UMN. Kemungkinan lesi di :&lt;br /&gt;a. cervical 1-2&lt;br /&gt;b. cervical 6-7&lt;br /&gt;c. thoracal 1-2&lt;br /&gt;d. thoracal 11-12&lt;br /&gt;e. lumbal 1-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. ♀, 27 thn, merasa ada yang mengganggu pikirannya untuk selalu menyakiti adik laki-lakinya 7 thn, sudah berlangsung 3 bulan. Saat dating pasien nangis dan mengatakan tidak masuk akal dan tidak ingin mengganggu lagi. Dx :&lt;br /&gt;a. skizoprenia&lt;br /&gt;b. gangguan cemas menyeluruh&lt;br /&gt;c. gangguan pengendalian impuls&lt;br /&gt;d. gangguan waham menetap&lt;br /&gt;e. gangguan obsesif kompulsif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. ♂ 28 thn, penurunan kesadaran 2 hari. 2 minggu sebelumnya mengeluh nyeri kepala hebat. Sejak 3 bln sebelumya BB menurun, demam malam hari, batuk-batuk serta keringat malam hari. Pemeriksaan yang tepat :&lt;br /&gt;a. pemeriksaan cairan otak &lt;br /&gt;b. CT scan otak&lt;br /&gt;c. Biakan darah&lt;br /&gt;d. foto polos tengkorak&lt;br /&gt;e. serologi darah&lt;br /&gt;11. ♂ 60 thn, diantar istrinya karena tiba-tiba lemah separo badan kanan saat bangun tidur . tensi : 130/80 , Nadi : 84 x/mnt, kemungkinan Dx:&lt;br /&gt;a. stroke hemoragik&lt;br /&gt;b. stroke iskemik&lt;br /&gt;c. encephalitis&lt;br /&gt;d. tumor cerebri&lt;br /&gt;e. ensefalopati metabolic&lt;br /&gt;12. ♀ 45 thn, nyeri di wajah paroksismal dan spontan, terasa ditusuk, diestrum, terbakar. Selama beberapa detik 2 menit . nervus yang terkena :&lt;br /&gt;a. N. optalmikus&lt;br /&gt;b. N. optikus&lt;br /&gt;c. N. occulomotor&lt;br /&gt;d. N. abdusen&lt;br /&gt;e. N. Trigeminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. kejang dilaporkan 6 jam yang lalu, tidak ada riwayat sebelumnya, demam (-), CT scan : enhancement pada ganglia basalis&lt;br /&gt;a. meningitis&lt;br /&gt;b. malformasi vena&lt;br /&gt;c. M. meningokokus&lt;br /&gt;d. M. TB&lt;br /&gt;e. Ensephalitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. pasien dating dengan penurunan kesadaran, pagi hari hari kesadaran baik, bicara kacau, reflek kornea (+), pupil (+). GCS ??&lt;br /&gt;a. 446&lt;br /&gt;b. 455&lt;br /&gt;c. 112&lt;br /&gt;d. 456&lt;br /&gt;e. tidak bisa dinilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. pasien penurunan kesadaran, sebelumnya batuk pilek, antibiotic yang digunakan :&lt;br /&gt;a. gentamisin dan metronidazole&lt;br /&gt;b. amoksisilin + klavulanat&lt;br /&gt;c. kloksasiklin&lt;br /&gt;d. –&lt;br /&gt;e. ciprofloxacin + &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. ♂ 25 thn, dengan kejang &gt; 50 x, riwayat tertusuk paku, kejang muncul dengan rangsang suara dan cahaya, status lainnya dalam batas normal :&lt;br /&gt;a. tetanus   c.  -  e. -&lt;br /&gt;b. -   d.  -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal anak :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. anak ♂ 12 bulan, kejang seluruh tubuh, sehari sebelumnya diare 3x dan demam. Sebelum kejang px sadar, setelah kejang px tertidur lalu bangun dan menangis. R. kejang sebelumnya (-) dengan atau tanpa demam, kemungkinan Dx :&lt;br /&gt;a. kejang demam simplek&lt;br /&gt;b. kejang demam komplek&lt;br /&gt;c. meningitis&lt;br /&gt;d. –&lt;br /&gt;e. epilepsy&lt;br /&gt;2. Tx untuk mencegah kejang selamjutnya :&lt;br /&gt;a. $pamol + diazepam selama px demam&lt;br /&gt;b. pamol + luminal selama px demam&lt;br /&gt;c. pamol selama demam + diazepam 1 thn&lt;br /&gt;d. pamol selama demam + luminal 1 thn&lt;br /&gt;e. pamol dan asam valproat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode soal 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. gejala Miestenia Gravis :&lt;br /&gt;a. ptosis    &lt;br /&gt;b. diplopia   &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;2. Gambaran petit mal di EEG :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lesi N. VII :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. gangguan pengecapan pada 1/3 belakang lidah :&lt;br /&gt;a. foramen laceum&lt;br /&gt;b. foramen ovale  &lt;br /&gt;c. foramen jugulare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bells palsy :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. suka berlebihan, diturunkan jabatan ……&lt;br /&gt;a. euphoria  d. elasi&lt;br /&gt;b. eksitasi   e. depresi&lt;br /&gt;c. ekstalsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. tidak bisa tidur, tapi mempunyai penyakit jantung koroner, obat yang diberikan :&lt;br /&gt;a. amitriptilin&lt;br /&gt;b. meloxicam&lt;br /&gt;c. imipramin&lt;br /&gt;d. fluoecetin&lt;br /&gt;e. –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. gangguan cemas,….&lt;br /&gt;9. GMO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. vertigo, tes apa :&lt;br /&gt;a. kalori  &lt;br /&gt;b. helpike  &lt;br /&gt;c. tuba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. HNP, angkat berat, nyeri menjalar di tungkai :&lt;br /&gt;a. L1- L2  d. L5-S1&lt;br /&gt;b. L2-L3  e. -&lt;br /&gt;c. L4-L5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. jatuh, kelingking kesemutan, telapak tangan tertekuk, nervus mana yang terkena :&lt;br /&gt;a. N. Ulnaris&lt;br /&gt;b.  N.axilaris &lt;br /&gt;c. N. medianus &lt;br /&gt;d. d. N. brachialis&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lg bok…….&lt;br /&gt;Tetep smgt y…&lt;br /&gt;Hahahahha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal-soal Tambahan&lt;br /&gt;Mungkin sama mungkin ga…&lt;br /&gt;1. Dokter akan PTT di Papua, disuruh minum chloroquin, tujuan:&lt;br /&gt;a. Profilaksis malaria&lt;br /&gt;b. Menimbulkan kekebalan terhadap malaria&lt;br /&gt;c. Megikuti anjuran pemerintah setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laki-laki mengeluh sakit pada jempol jari kaki. Malamnya habis makan soto babat. Hasil pemeriksaan: edema (+), merah. Dx?&lt;br /&gt;a. Rheumatoid arthritis&lt;br /&gt;b. Gout arthritis&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Px. DM sudah tidak minum obat, datang ke dokter diperiksa gula darah tinggi. Diberi glibenclamide 1x5mg. Diminum 3 hari  px tidak sadar  ke UGD  GDA: 35 mg/dl. Yang dilakukan:&lt;br /&gt;a. D40% IV&lt;br /&gt;b. Larutan gula per oral&lt;br /&gt;c. Nanti akan sadar sendiri&lt;br /&gt;4. Px tidak sadar, dirangsang nyeri : mata membuka, suara mengerang, lutut tertekuk. GCS?&lt;br /&gt;a. E2V3M3&lt;br /&gt;b. E2V2M3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kondisi px mengantuk teus, beberapa hari sebelumnya jika diajak ngomong tidak nyambung. Status?&lt;br /&gt;a. Koma&lt;br /&gt;b. Stupor&lt;br /&gt;c. Somnolen&lt;br /&gt;d. Delirium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Px muntah darah, ikterik. Px fisik: spider nevi (+), eritema Palmaris (+), lien S III. Penyebab muntah?&lt;br /&gt;a. Pecahnya varises esophagus&lt;br /&gt;b. Perdarahan gaster&lt;br /&gt;c. Gastritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Aspirin  gastropati. Obat ini menghambat enzim?&lt;br /&gt;a. Amylase&lt;br /&gt;b. COX&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penderita OA sering minum jamu, datang dengan berak hitam. Penyebab?&lt;br /&gt;a. Erosi gaster&lt;br /&gt;b. Pecahnya varises esophagus&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tes untuk vertigo?&lt;br /&gt;a. Halpike maneuver&lt;br /&gt;b. ?&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tidak bisa mengangkat alis kanan, sudut bibir ke kiri. Paralisis nervus?&lt;br /&gt;a. N. V&lt;br /&gt;b. N. VII kanan&lt;br /&gt;c. N. IV kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Diplopia. Bola mata tidak bisa melihat ke nasal? Penyebab?&lt;br /&gt;a. Neuropati&lt;br /&gt;b. Miastenia gravis&lt;br /&gt;c. GBS&lt;br /&gt;12. Kesemutan jari kelingking, kelainan?&lt;br /&gt;a. N. radialis&lt;br /&gt;b. N. ulnaris&lt;br /&gt;c. N. Medianus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Pelajari! Nilai Normal MCV/ MCHC, CKM!&lt;br /&gt;14. Px batuk2 dan sesak nafas, pny. Riw. HT tidak minum oat sudah 1 bulan. EKG  infark lama. Pasien kumat, penyebaB sesak ok: &lt;br /&gt;a. Minum obat&lt;br /&gt;b. HT&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Nyeri kencing  basil (-), biasanya bakteri:&lt;br /&gt;a. Dari flora N vagina&lt;br /&gt;b. Dari flora N GIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Wanita, 40 tahun, bengkak kedua lutut  ada cairan; rheumatoid factor (+)&lt;br /&gt;a. OA&lt;br /&gt;b. RA&lt;br /&gt;c. Gout arthritis&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. VR orang diperiksa yang datang 2 hari yll, tapi polisi baru datang dan minta VR 2 hari setelah kejadian.&lt;br /&gt;a. Kasih VR sesuai RM&lt;br /&gt;b. ??&lt;br /&gt;c. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Bila ada orang sakit ga bisa ujian, minta surat ujian tapi dokter tidak memeriksa &amp; orangnya sudah sehat:&lt;br /&gt;a. Kasi surat keterangan sehat  edukasi&lt;br /&gt;b. Kasi surat sehat karena percaya&lt;br /&gt;c. Tidak member surat tanpa memeriksa pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Laki-laki positif TB. Pny anak. Px ada bercak, uji tuberculin negative,klinis baik. Penatalaksanaan??&lt;br /&gt;a. Obati OAT 3 bln&lt;br /&gt;b. Uji tuberculin 3 bln lg&lt;br /&gt;c. Observasi&lt;br /&gt;d. TB profilaksis&lt;br /&gt;e. Terapi TB&lt;br /&gt;20. Mata kabur, perlahan, makin memburuk. DM tidak terkontrol&lt;br /&gt;Letak kelainan?&lt;br /&gt;a. Konjungtiva&lt;br /&gt;b. Kornea&lt;br /&gt;c. Uvea&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. Retina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Buta mendadak. DM tidak terkontrol sebelumnya visus 5/60&lt;br /&gt;Penyebab kebutaan??&lt;br /&gt;a.retinopati&lt;br /&gt;b. pendarahan vitreus&lt;br /&gt;c.oklusi arteri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.  mata merah, nrocoh, kumat-kumatan&lt;br /&gt;Cobble stone appearance, DX?&lt;br /&gt;a. Konjungtivitis bacteria&lt;br /&gt;b. Konj. Vernal&lt;br /&gt;c. Konj. Follicular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Bayi baru lahir, mata merah dengan secret purulen yg  byk, lahir pervaginam di dukun. Ibu saat melahirkan keputihan berbau busuk.&lt;br /&gt;Px mata: secret putih kekuningan byk,&lt;br /&gt;Etiologi??&lt;br /&gt;A. streptococcus       B. N.gonnorhea                    C. staph. aureus  &lt;br /&gt;24. . anak perempuan. Kelainan darah, ditanfusi. Pykt ini diturunkan?&lt;br /&gt;a. autosomal dominan  b.  autosomal resesif c. X- resesif                      d. X- dominan&lt;br /&gt;25. pasien kecelakaan datang ke UGD, tidak sadar, harus diamputasi, tapi tidak ada keluarga . dokter memberitahukan tindakan amputasi tsb. Pasien kecewa thp tindakan dokter&lt;br /&gt;Menurut bioetik, yg dilakukan dokter setelah pasien sadar?&lt;br /&gt;a. Atas dasar informed consent&lt;br /&gt;b. Mengembalikan hak hokum pasien&lt;br /&gt;c. ?&lt;br /&gt;d. ?&lt;br /&gt;e. ?&lt;br /&gt;26. keccelakaan pasien tdk bias membuka mulut. Pendarahan dlm mulut. Ada jejas di dagu. Yg patah??&lt;br /&gt;a. angulus maxilla &lt;br /&gt; b ramus mandibula &lt;br /&gt;c.Temporomandibula joint &lt;br /&gt;d. Corpus mandibula.&lt;br /&gt;27. wanita berencana naik haji tahun ini, imunisasi apasj yg plu diberikan:&lt;br /&gt;a. meningitis + demam kuning&lt;br /&gt;b. meningitis + pneumokokus&lt;br /&gt;c. influenza + meningitis&lt;br /&gt;d. influenza + pneumokokus&lt;br /&gt;e. pneumokokus + demam kuning&lt;br /&gt;28. pasien dtg tdk sadar, akral dingin, JVP meningkat, tensi 70?.. palpasi,,pasien in knp?&lt;br /&gt;a. syok distributive?&lt;br /&gt;B syok obstruktif??&lt;br /&gt;Syok cardiogenik yg jelas…tp ga ada pilihannya…&lt;br /&gt;29. pria usia 27 thn, suka minum alcohol, ato pengguna gt (lupa..).Keluhan : sesak bl beraktifitas tungkai bengkak, px LHM melebar, puntum max teraba, murmur 4/6, pansistol. Kelainan yg tjd??&lt;br /&gt;a. prolaps mitral, &lt;br /&gt;b.regurgitasi mitral,&lt;br /&gt;c. regurgitasi trisupid&lt;br /&gt;d.regurgitasi aorta&lt;br /&gt;30. pasien RA dpt tx aspirin, mekanisme aspirin dlm pengobatan RA?&lt;br /&gt;a. hambat COX 1&lt;br /&gt;b. hambat COX 2&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;31. Obat pilek yang pny efek samping meningkatkan tensi ??&lt;br /&gt;a. PPA&lt;br /&gt;b. CTM&lt;br /&gt;c. Dll…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan, yg plu dipelajari, minimal dibaca…klo ga diliat sekilas ato skedar ditaro dibwh bantal .&lt;br /&gt;Tsera…&lt;br /&gt;ANAK&lt;br /&gt;-Anak 5 thn, VSD? ASD?&lt;br /&gt;Tidak biru, batuk2..skt jantung apa ni??&lt;br /&gt;-pelajari BP, Pneumonia, bronchitis, difteri (pseudomembran)  yang dikelupas berdarah&lt;br /&gt;- meningitis TB pada anak kecil, diperiksa apanya??&lt;br /&gt;a. cairan otak&lt;br /&gt;b. CT scan kepala&lt;br /&gt;c. usg kepala&lt;br /&gt;d??, e ???&lt;br /&gt;-ikterik pada bayi umur 1 hari ato 3 hari gt..&lt;br /&gt;Yg hrs diperiksa apa? Pake kecuali ga y???&lt;br /&gt;Lupa…&lt;br /&gt;a. Bil total&lt;br /&gt;b. Bil direct&lt;br /&gt;c. Bil indirect&lt;br /&gt;d. Gol drh&lt;br /&gt;e. DL&lt;br /&gt;RADIOLOGI&lt;br /&gt;Pelajari  gambaran pembesaran jantung VSD, ASD &lt;br /&gt;NEURO&lt;br /&gt;Bell palsy, Dikasi apa?&lt;br /&gt;a. Antiinflamasi&lt;br /&gt;b. Acyclovir&lt;br /&gt;c. Analgetik + vit saraf??&lt;br /&gt;d. ??&lt;br /&gt;e. ??&lt;br /&gt;IPD&lt;br /&gt;Klo pasien dtg dgn hep A Ig G (+)&lt;br /&gt;Hep B Ig M (+) …artinya??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-559379381445776649?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/559379381445776649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=559379381445776649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/559379381445776649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/559379381445776649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2009/08/soal-tryout-ukdi-juli-2009.html' title='SOAL TRYOUT UKDI JULI 2009'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-9175582341934559013</id><published>2008-04-22T15:14:00.004+08:00</published><updated>2008-04-22T15:26:02.894+08:00</updated><title type='text'>HIV PADA ANAK</title><content type='html'>DEFINISI&lt;br /&gt;Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu infeksi virus yang secara progresif menghancurkan sel-sel darah putih dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Stadium akhir dari infeksi HIV adalah AIDS.              &lt;br /&gt;AIDS adalah suatu keadaan dimana penurunan sistem kekebalan tubuh yang didapat menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit sehingga terjadi infeksi, beberapa jenis kanker dan kemunduran sistem saraf. Seseorang yang terinfeksi oleh HIV mungkin tidak menderita AIDS; sedangkan yang lainnya baru menimbulkan gejala beberapa tahun setelah terinfeksi. Infeksi HIV yang berakhir menjadi AIDS, telah menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. Pada tahun 1995 CDC (Centers for Disease Control and Prevention) telah menerima laporan tentang jumlah anak yang terinfeksi oleh HIV pada saat lahir, yaitu sebanyak 5500 anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB&lt;br /&gt;Penyebab infeksi HIV adalah virus HIV-1 atau virus HIV-2 (lebih jarang). &lt;br /&gt;Tiga cara penularan virus kepada anak-anak:&lt;br /&gt;1.Ketika anak masih berada dalam kandungan &lt;br /&gt;2.Pada saat proses persalinan berlangsung &lt;br /&gt;3.Melalui ASI. &lt;br /&gt;Sering ada kesan bahwa sebagian besar anak yang dilahirkan oleh ibu yang HIV-positif akan terinfeksi. Sebenarnya 60-75 persen anak tersebut tidak terinfeksi, walau tidak ada intervensi apa pun. Rata-rata 30 persen terinfeksi, dengan 5 – 10 persen dalam kandungan, 15 persen waktu lahir dan 5 - 15 persen dari air susu ibu (ASI).Belum ada kasus anak yang terinfeksi akibat kegiatan  sehari-hari di rumah,walaupun ibunya atau anggota keluarga lain HIV positif. Sebaliknya,HIV tidak dapat menularkan melalui hubungan langsung dengan anak,misalnya memeluk, mencium,memandikan,mengganti popok,atau waktu bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBARAN KLINIS &lt;br /&gt;WHO sudah mengusulkan dipakai daftar stadium untuk anak yang serupa dengan stadium orang dewasa dan remaja dengan HIV, dengan empat stadium: tanpa gejala; gejala ringan; gejala lanjut; dan gejala berat. Namun gejala pada stadium anak agak berbeda dengan gejala untuk orang dewasa dan remaja.&lt;br /&gt;1.Derajat 1 (Asimtomatik)&lt;br /&gt;•Tanpa gejala&lt;br /&gt;•Limfadenopati generalisata yang persisten&lt;br /&gt;2.Derajat 2 (Ringan)&lt;br /&gt;•Persisten hepatosplenomegali tanpa sebab yang jelas&lt;br /&gt;•Erupsi pruritus papular&lt;br /&gt;•Infeksi jamur pada kuku&lt;br /&gt;•Angular cheilitis&lt;br /&gt;•Eritema pada garis gingiva&lt;br /&gt;•Infeksi wart virus yang luas&lt;br /&gt;•Molluscum contagiosum&lt;br /&gt;•Ulkus pada rongga mulut yang tidak sembuh&lt;br /&gt;•Pembesaran kelenjar parotis tanpa ada sebab yang jelas&lt;br /&gt;•Herpes zoster&lt;br /&gt;•Infeksi saluran nafas atas yang kronis (otitis media, otorrhoea, sinusitis, tonsillitis)&lt;br /&gt;3. Derajat 3 (Lanjut)&lt;br /&gt;•Moderate malnutrisi&lt;br /&gt;•Diarrhoea kronis (14 days or more)&lt;br /&gt;•demam lama (lebih dari 37.5º C intermittent atau menetap, selama lebih dari 1 bulan)&lt;br /&gt;•Kandidiasis oral persisten (setelah umur 6–8 minggu)&lt;br /&gt;•Oral hairy leukoplakia&lt;br /&gt;•Acute necrotizing ulcerative Gingivitis/ periodontitis&lt;br /&gt;•Limfadenitis TB&lt;br /&gt;•TB paru&lt;br /&gt;•Pneumonia bakterial yang kambuhan&lt;br /&gt;•Gejala intersisial pneumonitis limfoid &lt;br /&gt;•Bronchiectasis dan infeksi oportunistik paru lain&lt;br /&gt;•Anemia(&lt;8 g/dl),neutropenia(&lt;0.5 x 109/L3)atau thrombositopenia kronis(&lt;50 x 109/L3)&lt;br /&gt;4. Derajat 4 (Berat)&lt;br /&gt;•Malnutrisi  yang tidak membaik dengan terapi standart&lt;br /&gt;•Pneumocystis pneumonia&lt;br /&gt;•Infeksi bakteri (e.g. empyema, pyomyositis, infeksi tulang atau sendi, meningitis)&lt;br /&gt;•herpes simplex kronis (orolabial, kulit dan visceral selama lebih dari 1 bulan)&lt;br /&gt;•kandidiasis esophageal/trakea/bronkus/paru&lt;br /&gt;•TB ekstra paru&lt;br /&gt;•Kaposi sarcoma&lt;br /&gt;•Cytomegalovirus: retinitis atau CMV yang lebih dari 1 bulan&lt;br /&gt;•Toxoplasmosis (setelah umur 1 bulan)&lt;br /&gt;•Cryptococcosis ekstra paru (termasuk meningitis)&lt;br /&gt;•Encephalopati HIV&lt;br /&gt;•Endemic mycosis (extrapulmonary histoplasmosis, coccidioidomycosis)&lt;br /&gt;•Infeksi mycobacterium non TB&lt;br /&gt;•Cryptosporidiosis kronis (dengan diarrhoea)&lt;br /&gt;•Isosporiasis kronis&lt;br /&gt;•Non-Hodgkin lymphoma sel B atau serebral&lt;br /&gt;•Leukoencephalopathy progresif&lt;br /&gt;•HIV-associated nefropati atau HIV-associated cardiomyopati&lt;br /&gt;Sementara WHO mengklasifikasikan derajat HIV/AIDS berdasarkan hitung sel CD4. CD4 bisa sebagai deteksi awal karena jumlahnya yang rendah sebelum gejala klinis progresif terjadi.  CD4 juga salah satu pertimbangan untuk memberikan terapi ART. Pada anak yang usianya lebih muda kadar CD4-nya lebih tinggi dibanding  yang tua atau dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN PENYAKIT HIV PADA ANAK&lt;br /&gt;Sebagian kecil anak yang terinfeksi agak dini pada kehamilan akan mengembangkan tanda dan gejala penyakit pada usia 1-2 tahun; anak ini dianggap sebagai ‘pelanjut cepat’. Anak tersebut akan melaju ke masa AIDS secara sangat cepat, dan kadar CD4 akan cepat merosot menjadi di bawah 100 sebelum usia dua tahun. Gejala dapat mencakup gagal tumbuh, ensefalopati, dan/atau infeksi oportunistik umum. &lt;br /&gt;Sebagian besar anak dengan HIV, yang terinfeksi waktu melahirkan atau melalui menyusui, menlanjut secara menengah. Anak tersebut cenderung mengembangkan bukti kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh pada usia 7-8 tahun. Kehilangan sel CD4 akan berlanjut berangsur-angsur. Gejala dapat mencakup limfadenopati dan penyakit masa kanak-kanak yang kambuhan, dengan fungsi kekebalan tubuh tidak rusak berat. Kelompok ini, yang disebut ‘pelanjut pelan’, mempunyai harapan hidup lebih baik.&lt;br /&gt;Sekelompok kecil anak dengan HIV akan tetap sehat dengan sedikit atau tiada gejala penyakit HIV, dan kadar CD4 yang normal atau sedikit ditekan sampai dengan usia sembilan tahun.Pelanjut cepat terdiri dari kurang-lebih 20 persen anak dengan HIV; pelanjut pelan 60 persen,dan non-pelanjut adalah 20 persen.Semua angka ini dikumpulkan sebelum ada terapi antiretroviral dan pengobatan dini untuk bayi dengan HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSIS DENGAN TES HIV&lt;br /&gt;Sementara diagnosis HIV pada orang dewasa relatif mudah, menentukan apakah seorang bayi terinfeksi atau tidak adalah jauh lebih rumit.. Pada bayi baru lahir, pemeriksaan darah standar untuk antibodi HIV tidak bersifat diagnostik karena jika ibunya terinfeksi HIV, maka darah bayi hampir selalu mengandung antibodi HIV.&lt;br /&gt;Antibodi ini akan tetap berada dalam darah bayi selama 12-18 bulan. Jika bayi tidak terinfeksi, maka setelah berumur 18 bulan, antibodi ini akan menghilang; tetapi jika bayi terinfeksi, maka antibodi HIV tetap ditemukan dalam darahnya. Oleh karena itu untuk mendiagnosis infeksi HIV pada bayi yang berumur kurang dari 18 bulan dilakukan pemeriksaan darah khusus, yaitu reaksi rantai polimerase (PCR, polymerase chain reaction), tes antigen p24 atau pembiakan virus HIV. Untuk bayi yang berumur lebih dari 18 bulan dilalukan pemeriksaan darah standar untuk infeksi HIV.&lt;br /&gt;a. Tes Antibodi&lt;br /&gt;Antibodi terhadap HIV diserahkan dari ibu ke janin melalui plasenta. Jadi bila seorang bayi yang terlahir oleh ibu yang HIV-positif dites HIV waktu lahir, hasilnya pasti akan positif. Namun HIV sendiri hanya tertular pada kurang lebih 20 persen bayi dalam kandungan atau waktu melahirkan. Sedikitnya, antibodi ibu berada dalam darah bayi untuk enam bulan pertama hidupnya. Setelah enam bulan, jumlah antibodi ibu mulai berkurang, dan hasil tes HIV kebanyakan bayi yang tidak terinfeksi akan menjadi negatif pada usia 12 bulan. Namun kadang kala, antibodi dari ibu baru hilang pada usia 18 bulan. Sebaliknya, setelah beberapa bulan, seorang bayi yang terinfeksi HIV akan membentuk antibodi sendiri terhadap HIV, dan hasil tes HIV akan tetap positif untuk seumur hidup. Hasil tes HIV positif pada seorang anak berusia 18 bulan ke atas berarti anak tersebut terinfeksi HIV.&lt;br /&gt;Tes antibodi HIV dapat dipakai untuk memastikan bahwa anak tidak terinfeksi HIV asal anak tidak diberikan ASI oleh ibu yang HIV-positif sedikitnya dalam enam minggu sebelum dites. Seorang anak yang tidak disusui selama enam minggu terakhir dengan hasil tes HIV negatif tidak terinfeksi HIV.&lt;br /&gt;b. Tes Virus&lt;br /&gt;Berbeda dengan tes antibodi, tes virus dapat menentukan apakah bayi terinfeksi dalam bulan-bulan pertama hidupnya. Tes RNA HIV dengan alat PCR, yang biasanya dilakukan untuk mengukur viral load, dapat mendeteksikan virus dalam darah, dan dapat dipakai untuk diagnosis HIV pada bayi. Sebanyak 20-40 % bayi yang terinfeksi dalam kandungan atau saat lahir akan menunjukkan hasil positif pada tes PCR baru setelah lahir, sementara kebanyakan akan menunjukkan hasil positif pada usia 14 hari. Namun virus pada 10 % bayi terinfeksi HIV baru terdeteksi setelah 6 minggu. Namun bila anak atau ibunya dulu memakai obat antiretroviral (terutama nevirapine) untuk mencegah penularan HIV ke bayi waktu melahirkan, virus mungkin tetap ditekankan dan tidak terdeteksi sampai 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN LABORATORIUM&lt;br /&gt;a.Jumlah CD4&lt;br /&gt;Balita dan anak kecil biasanya mempunyai jumlah CD4 yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Contohnya, CD4 mutlak 1500 pada bayi di bawah usia 12 bulan dianggap serupa dengan CD4 mutlak 200 orang dewasa, yaitu sistem kekebalan tubuhnya sangat rusak dan sudah saatnya sebaiknya ART dimulai. Jumlah yang biasa berubah sesuai usia, tetapi menjadi serupa dengan orang dewasa pada usia lima tahun.&lt;br /&gt;Namun CD4 persen tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, dan oleh karena itu, CD4 persen dianggap tanda yang lebih tepat sebelum usia lima tahun. Perbedaan ini harus dipahami agar kita tidak salah tafsir&lt;br /&gt;keadaan kekebalan anak dengan akibat yang dapat buruk.&lt;br /&gt;b.Viral load&lt;br /&gt;Penurunan pada viral load sering lebih pelan pada anak yang mulai ART dibandingkan orang dewasa. Setiap anak berbeda, tetapi dibandingkan dengan orang dewasa, dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tingkat tidak terdeteksi, atau mungkin tidak dapat tercapai. Ini terutama terjadi pada anak yang lahir dengan viral load yang tinggi – hanya 40 persen anak mengalami penurunan pada viral load menjadi    di bawah 500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGOBATAN UNTUK HIV PADA ANAK&lt;br /&gt;a. Terapi profilaksis untuk infeksi oportunistik&lt;br /&gt;Anak berusia di bawah satu tahun sangat rentan terhadap berbagai infeksi, apa lagi terinfeksi HIV. Selain infeksi ‘biasa’, bayi ini juga berisiko terinfeksi beberapa infeksi oportunistik (IO), terutama infeksi paru termasuk TB, PCP dan pneumonia (radang paru) lain diakibatkan bakteri. Anak juga dapat terserang masalah jiwa, serta berbagai masalah umum, seperti diare dan kurang gizi. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, pencegahan infeksi dengan obat (yang disebut profilaksis) sangat penting untuk anak HIV-positif (apakah yakin terinfeksi atau tidak). WHO mengusulkan profilaksis dengan kotrimoksazol pada usia 4-6 minggu.&lt;br /&gt;b.Terapi antiretroviral untuk bayi dan anak&lt;br /&gt;Tujuan terapi&lt;br /&gt;Tujuan ART pada anak adalah untuk menahan kekebalan tubuhnya pada tingkat yang dapat melindunginya terhadap IO dan lanjutan penyakit. Seperti orang dewasa, ARV tidak akan menyembuhkan anak, tetapi membantu ‘mengendalikan’ virus dengan mengurangi replikasi virus, dan dengan demikian menahan sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;Sesuai pedoman WHO yang terbaru mengenai kapan sebaiknya anak mulai ART. Semua anak stadium 4 dan 3 sebaiknya mulai ART, tidak tergantung pada CD4%. Namun pada anak 12 bulan ke atas stadium 3 dengan penyakit tertentu, ART dapat ditunda bila CD4% di atas batas. Untuk anak dengan penyakit stadium 1 atau 2, sebaiknya mulai ART berdasakan CD4% tercantum, tetapi bila tes CD4 tidak tersedia, diusulkan ART ditunda pada anak Stadium 1.&lt;br /&gt;Kombinasi ARV yang diusulkan untuk anak umumnya sama rejimen untuk orang dewasa seperti berikut :&lt;br /&gt; a.) Lini pertama&lt;br /&gt; 2 NRTI + 1 NNRTI:&lt;br /&gt; • AZT + 3TC + nevirapine atau efavirenz&lt;br /&gt; • d4T + 3TC + nevirapine atau efavirenz&lt;br /&gt; Catatan: efavirenz hanya boleh dipakai bila usia lebih dari 3 tahun&lt;br /&gt; b.) Lini kedua&lt;br /&gt; • ddI + ABC + lopinavir/r atau saquinavir/rb atau nelfinavir&lt;br /&gt; Catatan: Saquinavir/r hanya boleh dipakai dengan berat badan &gt;25kg&lt;br /&gt;Efek samping&lt;br /&gt;Efek samping yang lebih umum dialami oleh anak serupa dengan orang dewasa: mual, muntah, diare, sakit perut, ruam, dan sakit kepala. Umumnya efek samping ini jangka pendek dan pulih beberapa bulan setelah mulai obat. &lt;br /&gt;Efek samping jangka panjang pada anak yang sangat memprihatinkan. Efek samping ini termasuk perpindahan lemak, penyakit terkait dengan kerusakan mitokondria, perubahan pada kepadatan tulang, lipid dan kolesterol yang tinggi, bahkan jenis kanker. &lt;br /&gt;c.Imunisasi&lt;br /&gt;Setiap anak, termasuk yang terlahir dari ibu yang HIV-positif, seharusnya diberi vaksinasi baku seperti anak lain. Vaksinasi ini boleh termasuk vaksin BCG yang dapat diberi pada anak beberapa hari setelah lahir. Vaksin campak, dan cacar air juga aman bagi anak HIV-positif. Namun, bila ditunda, sebaiknya vaksinasi BCG, Campak, dan Cacar air tidak diberikan pada anak yang menunjukkan gejala AIDS, misalnya kurang bertumbuh, atau sering terkena infeksi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-9175582341934559013?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/9175582341934559013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=9175582341934559013&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/9175582341934559013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/9175582341934559013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2008/04/hiv-pada-anak.html' title='HIV PADA ANAK'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-641049933086596796</id><published>2008-04-07T21:46:00.005+08:00</published><updated>2008-04-07T22:29:40.462+08:00</updated><title type='text'>GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH ( F41.1)</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Dari studi kepustakaan yang dibuat oleh Lewis pada tahun 1970, ditemukan bahwa istilah anxietas mulai diperbincangkan pada permulaan abad ke-20. Kata dasar&lt;br /&gt;anxietas dalam bahasa Indo Jerman adalah ‘’angh’’ yang dalam bahasa latin berhubungan dengan kata ‘’angustus, ango, angor, anxius, anxietas, angina”. Kesemuanya mengandung arti ‘’sempit” atau ‘’konstriksi”. Pada tahun 1894, Freud menciptakan istilah ‘’anxiety neurosis’’. Kata anxiety diambil dari kata ‘’angst” yang berarti ‘’ketakutan yang tidak–perlu’’ . Pada mulanya Freud mengartikan anxietas inu sebagai transformasi lepasnya ketegangan seksual yang menumpuk melalui system saraf otonom dengan menggunakan saluran pernafasan. Kemudian anxietas ini diartikan sebagai perasaan takut atau khawatir yang berasal dari pikiran atau keinginan yang direpresi. Akhirnya nxietas diartikan sebagi suatu respon terhadap situasi yang berbahaya. 1&lt;br /&gt; Anxietas merupakan pengalaman yang bersifat subjektif,tidak menyenangkan. tidak menentu, menakutkan dan mengkhawatirkan akan adanya kemungkuna bahaya atau ancaman bahaya, dan seringkali disertai oleh gejala-gejala atau reaksi fisik tertentu akibat peningkatan aktifitas otonomik. 1,2&lt;br /&gt;Menurut DSM-IV yang dimaksud gangguan cemas menyeluruh adalah suatu keadaan ketakutan atau kecemasan yang berlebih-lebihan, dan menetap sekurang kurangnya selama enam bulan mengenai sejumlah kejadian atau aktivitas disertai oleh berbagai gejala somatik yang menyebabkan gangguan bermakna pada fungsi sosial, pekerjaan, dan fungsi - fungsi lainnya Sedangkan menurut ICD-10 gangguan ini merupakan bentuk kecemasan yang sifatnya menyeluruh dan menatap selama beberapa minggu atau bulan yang ditandai oleh adanya kecemasan tentang masa depan, ketegangan motorik, dan aktivitas otonomik yang berlebihan. 1,3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epidemiologi&lt;br /&gt;Gangguan cemas menyeluruh merupakan gangguan anxietas yang paling sering dijumpai, diklinik, diperkirakan 12 % dari seluruh gangguan anxietas. Prevalensinya di masyarakat diperkirakan 3 %, dan prevelansi seumur hidup (life time) rata-rata 5 %. Di Indonesia prevalensinya secara pasti belum diketahui, namun diperkirakan 2% -5%. Gangguan ini lebih sering dijumpai pada wanita dengan ratio   2 : 1, namun yang datang meminta pengobatan rationya kurang lebih sama atau 1 :1 antara laki-laki dan wanita. 1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Etiologi &lt;br /&gt; Etiologi dari gangguan ini belum diketahui secara pasti, namun diduga dua faktor yang berperan terjadi di dalam gangguan ini yaitu, factor biologic dan psikologik. Faktor biologik yang berperan pada gangguan ini adalah ‘’neurotransmitter’’.Ada tiga neurotransmitter utama yang berperan pada gangguan ini yaitu, norepinefrin ,serotonin, dan gamma amino butiric acid atau GABA . Namun menurut Iskandar neurotransmitter yang memegang peranan utama pada gangguan cemas menyeluruh adalah serotonin, sedangkan norepinefrin terutama berperan pada gangguan panik. 1,2&lt;br /&gt;Dugaan akan peranan norepinefrin pada gangguan cemas didasarkan percobaan pada hewan primata yang menunjukkan respon kecemasan pada perangsangan locus sereleus yang ditunjukan pada pemberian obat-obatan yang meningkatkan kadar norepinefrin dapat menimbulkan tanda-tanda kecemasan, sedangkan obat-obatan menurunkan kadar norepinefrin akan menyebabkan depresi. 1&lt;br /&gt;Peranan Gamma Amino Butiric Acid pada gangguan ini berbeda dengan norepinefrin. Norepinefrin bersifat merangsang timbulnya anxietas, sedangkan Gamma Amino Butiric Acid atau GABA bersifat menghambat terjadinya anxietas ini.&lt;br /&gt;Pengaruh dari neutronstransmitter ini pada gangguan anxietas didapatkan dari peranan benzodiazepin pada gangguan tersebut. Benzodiazepin dan GABA membentuk “GABABenzodiazepin complex”yang akan menurunkan anxietas atau kecemasan. Penelitian pada hewan primata yang diberikan suatu agonist inverse benzodiazepine Beta- Carboline-Carboxylic-Acid (BCCA) menunjukkan gejala-gejala otonomik gangguan anxietas. 1,3&lt;br /&gt;Mengenai peranan serotonin dalam gangguan anxietas ini didapatkan dari hasil pengamatan efektivitas obat-obatan golongan serotonergik terhadap anxietas seperti buspiron atau buspar yang merupakan agonist reseptor serotorgenik tipe 1A (5-HT 1A).Diduga serotonin mempengaruhi reseptor GABA-Benzodiazepin complex sehingga ia dapat berperan sebagai anti cemas. Kemungkinan lain adalah interaksi antara serotonin dan norepinefrin dalam mekanisme anxietas sebagai anti cemas. 1,2&lt;br /&gt;Sehubungan dengan faktor-faktor psikolgik yang berperan dalam terjadinya anxietas ada tiga teori yang berhubungan dengan hal ini, yaitu : teori psikoanalitik, teori behavorial, dan teori eksistensial. Menurut teori psiko-analitik terjadinya anxietas ini adalah akibat dari konflik unconscious yang tidak terselesaikan. Teori behavior beranggapan bahwa terjadinya anxietas ini adalah akibat tanggapan yang salah dan tidak teliti terhadap bahaya. Ketidaktelitian ini sebagai akibat dari perhatian mereka yang selektif pada detil-detil negative dalam kehidupan, penyimpangan dalam proses informasi, dan pandangan yang negative terhadap kemampuan pengendalian dirinya . Teori eksistensial bependapat bahwa terjadinya anxietas adalah akibat tidakadanya rangsang yang dapat diidentifikasi secara spesifik. Ketiadaan ini membuat orang menjadi sadar akan kehampaannya di dalam kehidupan ini . 1,4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran  klinik :&lt;br /&gt;  Gejala utama dari ganguan anxietas adalah rasa cemas, ketegangan motorik, hiperaktivitas otonomik, dan kewaspadaan kognitif. Kecemasan berlebihan dan mengganggu aspek lain kehidupan pasien&lt;br /&gt;Gejala klinis Gangguan Cemas Menyeluruh meliputi: 5,6&lt;br /&gt;• Penderita menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (free floating atau mengambang)&lt;br /&gt;• Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:&lt;br /&gt;o Kecemasan (khawatir akan nasib buruk seperti berada di ujung tanduk, sulit berkonsentrasi, dll)&lt;br /&gt;o Ketegangan motorik (gelisah, gemetaran, sakit kepala, tidak dapat santai, dsb)&lt;br /&gt;o Overaktivitas otonomik (terasa ringan, berkeringat, takikardi, takipnea, jantung berdebar-debar, sesak napas, epigastrik, pusing kepala, mulut kering, dan gangguan lainnya)&lt;br /&gt;• Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan serta keluhan somatik berulang yang menonjol&lt;br /&gt;• Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak membetalkan diagnosis utama Gangguan anxietas menyeluruh, selema hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresi, gangguan anxietas fobik, gangguan panik atau gangguan obsesif kompulsif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis&lt;br /&gt; Berdasarkan PPDGJ-III kriteria diagnostik untuk gangguan campuran anxietas menyeluruh adalah sebagai berikut: 5,6&lt;br /&gt;1. Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjolkan pada keadaan situasi khusus tertentu saja.&lt;br /&gt;2. Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:&lt;br /&gt;a) kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti diujung tanduk , sulit konsentrasi dan dsb.)&lt;br /&gt;b) ketegangan motorik (gelisah,sakit,kepala,gemetaran tidak dapat santai)&lt;br /&gt;c) overaktifitas otonomik (kepala terasa ringan , berkeringat, jantung berdebar-debar,sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering dsb)&lt;br /&gt;d) pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan (reassurance) serta keluhan-keluhan somatik berulang yang menonjol.&lt;br /&gt;e) adanya gejala-gejala lain yang bersifat sementara (untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak membatalkan diagnosis utama gangguan anxietas menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresi (F32.), gangguan anxietas fobik (F40) gangguan panik (F41,0) atau gangguan obsesif-kompulsif (F42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis Banding&lt;br /&gt;  Diagnosis banding gangguan kecemasan menyeluruh adalah semua kondisi medis yang menyebabkan kecemasan. Pemeriksaan medis harus termasuk tes kimia darah standar, elektrokardiogram, dan tes fungsi tiroid. Klinisi harus menyingkirkan intoksikasi kafein, penyalahgunaan stimulan, putus alkohol dan putus sedatif atau hipnotik. 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi&lt;br /&gt;Pengobatan yang paling efektif untuk pasien dengan kecemasan menyeluruh adalah pengobatan yang mengkombinasikan psikoterapi dan farmakoterapi. Pengobatan mungkin memerlukan cukup banyak waktu bagi klinisi yang terlibat. 2,6,7&lt;br /&gt;1.  Psikoterapi&lt;br /&gt; Pendekatan psikoterapi untuk gangguan kecemasan menyeluruh meliputi : 2,6&lt;br /&gt;a) Terapi kognitif perilaku, terapi ini memiliki keunggulan jangka panjang dan jangka pendek. Pendekatan kognitif secara langsung menjawab distorsi kognitif pasien dan pendekatan perilaku menjawab keluhan somatik secara langsung.&lt;br /&gt;b) Terapi suportif, terapi yang menawarkan ketentraman dan kenyamanan bagi pasien.&lt;br /&gt;c) Terapi berorientasi tilikan, memusatkan untuk mengungkapkan konflik bawah sadar dan mengenali keuatan ego pasien.  &lt;br /&gt;2.  Farmakoterapi 6,7&lt;br /&gt;  Golongan benzodiazepine sebagai “drug of choice” dari semua obat yang mempunyai efek anti-anxietas, disebabkan spesifitas, potensi dan keamanannya. Spektrum klinis benzodiazepine meliputi efek antianxietas, anti konvulsan, anti insomnia, premdikasi tindakan operatif.&lt;br /&gt;a. Diazepam  : ” broadspektrum”&lt;br /&gt;b. Nitrazepam : dosis anti-anxietas dan anti insomnia berdekatan lebih efektif sebagai anti insomnia&lt;br /&gt;c. Clobazam  : ”psychomotor performance” paling kurang terpengaruh, untuk pasien dewasa dan usia lanjut yang ingin tetap aktif&lt;br /&gt;d. Lorazepam : ” short half life benzodiazepine ” , untuk pasien-pasien dengan kelainan fungsi hati dan ginjal.&lt;br /&gt;e. Alprazolam : efektif untuk anxietas antisipatorik ” onset of action lebih cepat dan mempunyai komponen efek anti depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prognosis&lt;br /&gt;Perlangsungan dari gangguan ini bersifat kronis residif dan prognosisnya sukar diramalkan. Sebanyak 25 % dari penderita gangguan ini mengalami gangguan panik.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1. Idrus F. Anxietas dan Hipertensi. [online]. 2006 Mar 1 [cited 2008 Mar 16] ; Vol.27 No.1, Available from URL : http://www.j_med_nus.com&lt;br /&gt;2. Kaplan HI, Saddock BJ, Grebb JA. Sinopsis Psikiatri. Jakarta: Binarupa Aksara; 1997. p. 1-62.&lt;br /&gt;3. Wibisono S. Simposium Anxietas Konsep Diagnosis dan Terapi Mutakhir. Jakarta; 1990&lt;br /&gt;4. Maramis W.F. Nerosa. Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Airlangga University Press;  2004. p.250-62&lt;br /&gt;5. Maslim R. Diagnosis Gangguan Jiwa / PPDGJ-III. Jakarta: PT Nuh Jaya; 2001. p. 74.&lt;br /&gt;6. Mansjoer A, dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius FKUI; 2001.&lt;br /&gt;7. Maslim R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis obat Psikotropika ed. Ketiga. Jakarta : Bagian ilmu kedokteran Jiwa FK-UNIKA Atmajaya; 2001&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-641049933086596796?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/641049933086596796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=641049933086596796&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/641049933086596796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/641049933086596796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2008/04/gangguan-anxietas-menyeluruh-f411.html' title='GANGGUAN ANXIETAS MENYELURUH ( F41.1)'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-1994706996684121195</id><published>2008-04-03T23:19:00.003+08:00</published><updated>2008-04-03T23:31:10.441+08:00</updated><title type='text'>Alam Penuh Pesona</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_T3ixPiXoI/AAAAAAAAACI/AjnTxYJR2Nw/s1600-h/DSC04050.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185041247716400770" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_T3ixPiXoI/AAAAAAAAACI/AjnTxYJR2Nw/s200/DSC04050.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ku tegak bersamamu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;moreno penuh pesona&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mentari pagi nan tersenyum&lt;/div&gt;&lt;div&gt;karena ku menebar pesona&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-1994706996684121195?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/1994706996684121195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=1994706996684121195&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/1994706996684121195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/1994706996684121195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2008/04/alam-penuh-pesona.html' title='Alam Penuh Pesona'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_T3ixPiXoI/AAAAAAAAACI/AjnTxYJR2Nw/s72-c/DSC04050.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-2113137967832747362</id><published>2008-04-03T22:40:00.004+08:00</published><updated>2008-04-03T22:58:54.855+08:00</updated><title type='text'>MELAYANG BERSAMA AWAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_Tu5xPiXnI/AAAAAAAAACA/QC_6tYO25Tw/s1600-h/DSC03993.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185031747248742002" style="CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_Tu5xPiXnI/AAAAAAAAACA/QC_6tYO25Tw/s200/DSC03993.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ku lebarkan sayap sang elang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;tuk melayang nan jauh&lt;/div&gt;&lt;div&gt;meski hanya sebuah angan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ku harap mencapai awan suci&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-2113137967832747362?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/2113137967832747362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=2113137967832747362&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/2113137967832747362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/2113137967832747362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2008/04/melayang-bersama-awan.html' title='MELAYANG BERSAMA AWAN'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_Tu5xPiXnI/AAAAAAAAACA/QC_6tYO25Tw/s72-c/DSC03993.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2096599747724935574.post-8110501210865870286</id><published>2008-01-18T19:28:00.002+08:00</published><updated>2008-04-07T23:20:27.108+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><title type='text'>Bercinta dengan logika</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_o7pxPiXqI/AAAAAAAAACY/cFTJ0_55xmc/s1600-h/DSC03637.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_o7pxPiXqI/AAAAAAAAACY/cFTJ0_55xmc/s200/DSC03637.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186523509649727138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;BERCINTA DENGAN LOGIKA :&lt;br /&gt;mengolah hidup dengan akal dan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terinspirasi ketika saya telah menonton film ”JOMBLO”. Dalam film tersebut ada pernyataan yang disampaikan oleh seorang aktor kepada temannya yaitu ”cinta itu ndak bisa pakai logika”. Pesan yang cukup mendalam, bila didengar sekilas, ada benarnya juga, sebab pesan ini merupakan realita yang sering terjadi sekarang.&lt;br /&gt;Maksud loh ?? Intinya, bukanlah suatu kebenaran yang mutlak. Justru bercinta dengan logika lebih baik tanpa logika meskipun cenderung lambat sih. Kenapa ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawabnya, saya ingin merenungkan kembali ayat Al-Quran ini :&lt;br /&gt;”..... Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. ” (Al-Baqarah : 216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan. Taqdir adalah suatu pilihan, namun segala yang kita pilih atau cintai belum tentu merupakan suatu hal yang baik. Jadi apa yang perlu saya lakukan agar kebebasan bercinta ini tidak menjadi musuh bagiku di dunia dan akhirat ?.&lt;br /&gt;Ada empat kenikmatan dunia yang saya cintai, namun saya menyadari hal ini pula yang dapat menjadi ujian, musuh atau bahkan dosa bagiku. Apa itu ?&lt;br /&gt;(1) Wanita, (2) Kekuasaan, (3) Harta, dan (4) Anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka benar-benar adalah surga dunia, bila ku bercinta dengan nafsu maka dosa besar akan merasuki diriku. Bila ku bercinta sekedar dengan akal, saya merasa belum mampu menanggung amanah tersebut. Namun ku tak berani meninggalkannya, karena saya sadar pula mereka dapat menjadi potensi yang penuh berkah dan manfaat untuk kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus ku jadikan bekal, agar tindakanku, pilihanku jauh dari kesesatan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya, mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang yang mempunyai akal”. (Az-Zumar : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”... ya Tuhan kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia) ”. (Ali Imran : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka jahanam), kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang yang lalai”. (Al-A’raf : 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkan sesat berdasarkan ilmu-nya dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tiupan atas penglihatannya, maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat) ? , maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?.”    (Al-Jaatsiyah : 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku bimbang dalam kegelapan&lt;br /&gt;ku terus berpikir dalam hati&lt;br /&gt;ku butuh cahaya-Mu terang benderang&lt;br /&gt;karena ku tak rela cintaku mati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2096599747724935574-8110501210865870286?l=nanank-syamsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/feeds/8110501210865870286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2096599747724935574&amp;postID=8110501210865870286&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/8110501210865870286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2096599747724935574/posts/default/8110501210865870286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nanank-syamsa.blogspot.com/2008/01/bercinta-dengan-logika.html' title='Bercinta dengan logika'/><author><name>nanank_syamsa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01685587743548931209</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_t7jwjYxinwM/SA2V2j1i50I/AAAAAAAAAC8/Jf3JXd3-tWo/S220/IMG_6826++01.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_t7jwjYxinwM/R_o7pxPiXqI/AAAAAAAAACY/cFTJ0_55xmc/s72-c/DSC03637.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
